Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
jawaban


__ADS_3

Setelah dua Minggu berlalu Rani malam tadi memimpikan hal itu ia yakin jika itu adalah jawaban yang Tuhan berikan atas pertanyaannya.


Rani memberanikan diri menghubungi Rangga melalui ponselnya dan tak lama kemudian lelaki tampan tersebut mengangkat panggilan telepon nya.


"Hallo assalamualaikum," ucap Rangga di sebrang sana.


"Waalaikum salam pak," jawab Rani dengan dada berdebar.


"Ada apa Ran menghubungiku?" tanya Rangga pasalnya baru kali ini Rani menelpon nya.


komunikasi Rani dan Rangga selama ini hanya sebatas berbalas pesan singkat itupun Rangga dulu yang akan memulai Rani tak pernah lebih dahulu memulainya.


"Emh ... begini pak, saya sepertinya sudah punya jawaban atas pertanyaan bapak," Ucap Rani.


"Pertanyaan yang mana?" tanya Rangga.


Rani menjadi bingung harus mengatakan apa, apakah Rangga melupakan bahwa ia sudah melamar Rani dan sedang menunggu jawaban darinya.


"Jadi kamu menerima lamaranku atau tidak?" tanya Rangga membuat Rani tersenyum ternyata lelaki itu tak melupakan hal tersebut.


"Say-saya, saya terima pak," ucap Rani dengan terbata-bata.


"Alhamdulillah," ucap Rangga.


Rangga meletakkan handphone nya di lantai lalu ia melakukan sujud syukur setelah mendengar jawaban dari wanita yang beberapa bulan ini mengganggu tidurnya dan mengusik kedamaian hatinya.


"Aku akan secepatnya membawa keluargaku bertemu dengan keluargamu, aku akan adakan lamaran secara resmi," ucap Rangga.


"Iya pak," jawab Rani singkat.


"Ran bolehkan aku minta sesuatu padamu?" Tanya Rangga.


"Minta Apa?" Tanya Rani.


"Jangan panggil saya Bapak, saya kan calon suami kamu," ucap Rangga.


Tanpa Rangga tau wajah Rani kini bersemu merah mendengar ucapan dari pria tampan itu.


"Jadi saya panggil apa?" tanya Rani kikuk.


"Ya apa saja selain bapak, bisa sayang, honey, beibh, atau apa terserah kamu," ucap Rani.


Rani terkekeh mendengar ucapan Rangga, ia merasa panggilan seperti itu seperti ABG. jadi ia tidak ingin memanggil Rangga dengan panggilan itu.


"Saya panggil Mas aja ya, kalau panggilan lain takut kelu di lidah saya," ucap Rani.

__ADS_1


"Iya sayang terserah kamu, aku panggil kamu sayang ya," ucap Rangga.


"Panggil sayang nya kalau sudah sah jadi suami istri aja Mas, saya malu," ucap Rani Jujur.


Rangga terkekeh mendengar ucapan wanita cantik berstatus janda tersebut setelah perbincangan yang cukup lama akhirnya sambungan telepon di matikan, Rani menghela nafas lega setelah memberikan jawaban pada Rangga.


"Bismillah ya Allah semoga ini yang terbaik untukku dan anak-anak," gumam Rani.


Sementara Rangga yang berada di pabrik miliknya langsung menghentikan pekerjaan nya ia langsung pulang untuk memberitahu kabar baik kepada mamah dan Papahnya.


Ia mengendarai mobilnya dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.


setelah beberapa jam berkendara membelah macetnya jalan ibukota akhirnya Rangga sampai di kediaman orang tuanya.


"Assalamualaikum," ucap Rangga memasuki rumah orang tuanya.


"Waalaikum salam," jawab bi Marni.


"Den Rangga tumben kesini siang siang," ucap bi Marni yang merasa heran pasalnya Rangga jarang berkunjung ke rumah orangtuanya apalagi siang hari, dia memiliki rumah sendiri dan terlalu sibuk bekerja juga.


"Mamah sama Papah ada bi?" tanya Rangga.


"Bu indah ada di taman samping, kalau pak Hendrawan lagi di kantor kayanya," ucap Bi Marni.


"Iya silahkan Den," jawab bi Marni.


Rangga pun berjalan menuju taman samping, di lihatnya sang mamah sedang merawat bunga bunga kesayangannya di taman tersebut.


"Assalamualaikum Mah," ucap Rangga lalu mencium tangan sang Mamah.


"Waalaikum salam, Rangga tumben kamu datang kesini," ucap mamah Indah.


"Aku datang untuk membawa kabar gembira Mah," ucap Rangga.


Mamah indah menatap anak semata wayangnya lalu ia beranjak untuk membersihkan tangannya dari tanah tanah yang menempel.


"Kabar gembira apa?" tanya Mamah Indah.


"Sebentar lagi mamah akan punya menantu dan cucu," ucap Rangga.


Mamah Indah melebarkan bola matanya mendengar ucapan Rangga, ia pun bertanya pada anaknya.


"Lamaranmu di terima oleh wanita itu?" tanya Mamah Indah.


"Iya Mah," ucap Rangga dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, siapa namanya Mamah lupa," ucap Bu Indah.


"Rani Mah, namanya Sri Maharani," ucap Rangga.


"Boleh ga Mamah Vidio call sama dia, mau lihat langsung seperti apa orangnya," ucap Mamah Indah.


"Sebentar aku hubungi dulu," ucap Rangga.


Rangga mengirim pesan singkat pada Rani mengatakan bahwa Mamahnya ingin melakukan Vidio call dengan Rani, awalnya Rani menolak karna malu namu Rangga terus meyakinkan sampai akhirnya Rani mau melakukan Vidio call dengan mamahnya.


"Hallo," ucap mamah Indah dengan sambungan Vidio call.


"Hallo assalamualaikum," ucap Rani.


"Waalaikum salam, Ini Rani? kenalkan saya mamah Indah mamahnya Rangga," ucap Mamah Indah.


"Iya Bu saya Rani," ucap Rani.


"Jangan panggil ibu dong, panggil Mamah sama seperti Rangga," ucap Mamah Indah.


"Iya mah, saya akan biasakan," ucap Rani.


"Bagus, MasyaAllah ternyata kamu cantik, pantes Rangga gelisah tiap malam nunggu jawaban kamu," ucap Mamah Indah yang mendapat cubitan halus dari Rangga.


Sedangkan Rani hanya tersenyum wajahnya bersemu merah mendengar ucapan calon mertuanya.


"Rani, lusa kami akan melamar kamu secara resmi, kami akan datang ke rumahmu," ucap Bu Indah.


"Lusa?" tanya Rani terkejut.


"Iya, lebih cepat lebih baik bukan?" tanya Bu Indah.


"Iya, saya terserah keluarga mas Rangga aja, saya akan mengabari keluarga saya prihal ini," ucap Rani.


setelah cukup lama berbincang Rani merasa sangat nyaman berbicara dengan Bu indah begitupun Bu indah merasa nyaman berbincang dengan Rani.


panggilan Vidio di matikan dan Rani pun segera memberitahu Emak nya masalah lamaran resmi lusa.


"Lusa Ran mereka akan melamar?" tanya Emak.


"Iya Mak, kata mamahnya mas Rangga lebih cepat lebih baik," ucap Rani.


"Iya, kalian ini kan duda dan janda tidak baik lama lama berhubungan tanpa ikatan nanti jadi fitnah, lebih baik secepatnya lamaran dan menikah," ucap emak


"Siapa yang lamaran dan menikah?" ucap seseorang yang tiba-tiba datang mendekat ke Rani dan Emak.

__ADS_1


__ADS_2