
Rangga mendengar kabar jika Bintang menghilang, dia pun langsung turun tangan mencari anak tersebut.
"Bagaimana Rani apa Bintang sudah ditemukan?" tanya Rangga.
"Belum mas dan ini sudah hampir malam aku belum juga menemukan Bintang di mana anak itu sekarang sedang apa dia?" ucapan Rani sambil terisak.
"Tenang ya aku sedang memerintah anak buahku untuk mencari anakmu, semoga anak buahku segera menemukan Di mana dia berada Dan semoga dia dalam keadaan baik-baik saja," ucap Rangga.
"Terimakasih Mas, tapi aku tetap saja belum tenang jika anakku belum ditemukan," ucap Rani.
Rangga mengerti apa yang dirasakan oleh Rani, namun Ia hanya bisa berusaha untuk menemukan Bintang secepatnya, Jika saja Rani sudah menjadi istrinya ia ingin memeluk wanita yang sedang rapuh tersebut.
Tak lama kemudian ponsel Rangga pun berdering Rangga mengangkat panggilan telepon tersebut yang ternyata panggilan itu berasal dari anak buahnya.
"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan anak itu?" tanya Rangga.
"Ya kami menemukannya dia dibawa oleh laki-laki bertubuh kurus dan rambut gondrong, anak itu terus menangis memanggil-manggil ibu," ucap anak buah Rangga.
"Share location kalian tetap pantau dia aku dan ibunya akan datang ke sana sekarang juga," ucap Rangga.
"Baik Pak," ucap Anak buahnya.
Rangga memberitahu Rani bahwa anak buahnya telah menemukan keberadaan Bintang, Rani pun Rangga segera membawanya ke tempat tersebut dia sudah tidak sabar ingin menemukan anaknya.
"Iya, sabar kita akan ke sana, sekarang bersiaplah dan hapus air matamu Jangan sampai Bintang melihat kamu menangis, pasti dia akan tambah ketakutan jika melihat kamu rapuh seperti ini Rani," ucap Rangga.
Rani mengangguk dan mengusap air matanya Ia pun ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar tidak terlihat kusam dan sembab karena sejak tadi ia menangis tidak berhenti memikirkan nasib anaknya yang hilang dan belum ditemukan, kini Rani sudah bersiap ingin mencari Bintang bersama Rangga.
"Emak, jaga Bulan di rumah ya Rani mau cari Bintang sama Mas Rangga," ucap Rani.
"iya, semoga cucuku baik-baik saja dan kalian bisa membawa pulang cucuku dengan keadaan seperti semula," ucap emak.
__ADS_1
"Aku ikut kak," ucap Rama.
"Tidak, Rama lebih baik kamu di rumah menemani Emak dan menjaga Bulan, saya takut jika semua orang mencari bintang Emak dan Bulan di rumah tidak ada yang memantau nanti malah menjadi kesempatan untuk mereka berbuat jahat pada Emak dan Bulan," ucap Rangga.
"Baiklah Mas, Kak Rani Kalian hati-hati dan bawa keponakanku kembali ke rumah ini, beritahu aku siapa yang menculik ponakanku akan aku patahkan tulangnya jika aku mengenal orang tersebut," ucap Rama.
"Mas percaya kamu bisa menjaga Emak dan bulan di rumah kamu pamit ya," ucap Rangga.
Rangga dan Rani pun pergi untuk mencari Bintang sesuai dengan alamat yang di share location oleh anak buah Rangga.
"Kenapa tempatnya sangat seram seperti ini Mas kasihan pasti Bintang ketakutan," ucap Rani saat melihat keliling Jalan hanya ada pepohonan yang tinggi.
"Menurut anak buahku yang menculik bintang adalah lelaki bertubuh kurus dan berambut gondrong Apa kamu tahu siapa laki-laki dengan ciri-ciri tersebut," ucap Rangga.
"Entah Mas otaku sedang tidak bisa berpikir saat ini, Aku saja tidak habis pikir apa motif dari orang tersebut hingga menculik anakku," ucap Rani.
Rangga sebenarnya sudah mencurigai seseorang namun sebelum ia melihat secara langsung orang tersebut ia tidak bisa mengatakan hal itu kepada Rani, karena ia yakin hal itu akan membuat pikiran Rani semakin kacau.
"Mas apa Bintang di dalam sana?" tanya Rani.
"Menurut informasi dari anak buahku seperti itu, dia bilang Bintang dari tadi menangis memanggil ibu," ucap Rangga.
"Ya Tuhan anakku pasti ketakutan di dalam sana," ucap Rani dengan mata berkaca-kaca.
Rani membayangkan jika Bintang sedang diikat di atas kursi dan ia menangis karena tidak diberi makan dan minum lalu menyebut-nyebut namanya.
"Mas, ayo kita ke sana kita selamatkan Bintang pasti dia sudah sangat ketakutan," ucap Rani.
"Tunggu, kita harus menunggu informasi dari anak buahku dulu, takut di dalam sana banyak orang dan akan berbahaya untuk kamu dan juga Bintang," ucap Rangga.
Rani mengangguk mendengar ucapan raga namun beberapa menit kemudian suara tangis Bintang terdengar hingga telinga Rani Bintang dengan pilu menangis memanggil ibu hal itu membuat hati Rani terasa tersayat-sayat.
__ADS_1
"Mas itu Bintang Mas dia manggil-manggil nama aku Mas ayo kita ke sana Aku tidak tega takut Bintang diapa-apakan oleh orang tersebut," ucap Rani Seraya menangis tak mampu lagi menahan air matanya.
"Tunggu sebentar Rani," ucap Rangga.
Rani sudah tidak sabar ingin melangkah namun anak buah Rangga tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa yang ada di dalam hanya Bintang dan satu orang laki-laki dewasa berambut gondrong dan bertubuh kurus tak ada orang lain itu berarti lelaki tersebut melakukannya sendiri tanpa kawanan.
"Ayo kita ke sana sepertinya sudah aman jika orang itu hanya sendiri," ucap Rangga.
Rani dan Rangga pun berjalan menuju gubuk tersebut setelah ada di depan gubuk bangga mengetok-ngetok pintu gubuk tersebut dan tak lama kemudian seorang lelaki membukakan pintu gubuk tersebut.
"Wah, cepat sekali kalian menemukan keberadaanku padahal aku belum sempat mengirimkan pesan ke nomor mu Rani," ucap Lelaki tersebut.
Rani terkejut melihat lelaki yang ada di hadapannya Ia tidak menyangka jika orang tersebut bisa nekat melakukan hal itu sedangkan suara Bintang menangis di dalam semakin kencang ia masih memanggil ibu dalam Isak tangisnya, dari luar pun terlihat Bintang sedang diikat tangannya lalu ikatan satunya diikatkan ke kayu penyangga rumah.
"Apa yang kau lakukan kepada anakku cepat lepaskan dia," ucap Rani.
"Tenang Aku tidak akan menyakitinya Ran, tapi aku tidak akan membebaskannya Jika kamu tidak menuruti keinginanku," ucap lelaki tersebut.
"Apa yang kamu inginkan cepat katakan, lalu bebaskan anakku jangan kau perlakukan dia seperti binatang yang kau ikat dan kau sandera seperti itu," ucap Rani sambil menangis.
"Ya, aku akan melepaskannya Jika kamu benar-benar mau menuruti apa yang aku minta, tapi jika kamu tidak menuruti keinginanku maka kamu harus bersiap-siap menerima konsekuensinya," ucap lelaki tersebut.
"Hei, jangan sekali-kali kau berani mengancam calon istriku," ucap Rangga.
lelaki itu tersenyum meremehkan Rangga lalu menatap Rani kembali.
"lihatlah calon suamimu tidak menginginkan kebebasan anakmu, dia malah menantangku," ucap lelaki tersebut.
"Mas tolong, kali ini saja biar aku yang mengurus hal ini, ini demi Bintang Mas," ucap Rani.
Rangga menghela nafasnya membiarkan Rani bernegosiasi dengan menculik tersebut.
__ADS_1
"Jadi apa yang kau inginkan agar kau bisa membebaskan Bintang?" tanya Rani