Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
pengganggu


__ADS_3

"Ibu ... tolong," teriak Bintang.


Mendengar teriakan anaknya Rani pun bergegas keluar diikuti oleh Rangga dan yang lainnya.


"Bintang," ucap Rani.


Rani melihat Bintang sedang dalam gendongan Ridwan dan Bintang pun menangis sambil memeluk mainannya.


"Ibu aku nggak mau sama ayah aku takut sama ayah," ucap Bintang sambil menangis.


"Bang Ridwan tolong turunkan bintang Jangan paksa Bintang ikut dengan Abang," ucap Rani.


"Aku hanya merindukan anakku Ran, mana anakku yang satu lagi aku ingin bertemu mereka tolong jangan halangi aku," ucap Ridwan.


"Aku tidak bermaksud menghalangi, tapi jangan seperti itu anak-anakmu tidak terbiasa dengan kehadiranmu jadi kamu harus perlahan mendekati mereka jangan tiba-tiba kamu memaksa mereka untuk ikut denganmu mereka tidak akan mau," ucap Rani.


Ridwan menurunkan Bintang dari gendongannya lalu Bintang berlari dan memeluk Rani Seraya menangis, Bintang anak yang pendiam dan tidak cengeng rupanya memendam rasa trauma kepada Ridwan karena Ridwan selalu bersikap kasar kepada Rani saat mereka masih satu atap dulu, sehingga Bintang sangat merasa ketakutan ketika Ridwan tiba-tiba saja mengajaknya untuk bermain.


"Tidak apa-apa sayang Sudah jangan nangis dia itu Ayah kamu nak jangan takut ya," ucapan menenangkan Bintang.


Bintang menempelkan wajahnya kepada tubuh Rani tidak ingin melihat wajah Ayah kandungnya, sementara Bulan menangis dalam gendongan Emak karena melihat kakaknya yang ketakutan.


Rani menyerahkan bintang kepada Emak dan meminta kedua anaknya untuk dibawa masuk ke dalam sedangkan ia ingin berbicara kepada Ridwan.

__ADS_1


Emak pun membawa kedua anak Rani ke dalam rumahnya membiarkan Rani berbicara dengan mantan suaminya sedangkan Rangga mengikuti Rani ia tidak ingin Rani berbicara hanya berdua dengan mantan suaminya ada rasa tidak rela dan juga cemburu yang mulai merasuk dalam hati Rangga.


"Bang, aku tidak melarang kamu bertemu dengan anak-anak tapi cara kamu salah, selama ini kamu tidak pernah peduli kepada anak-anak sekarang kamu tiba-tiba ingin mengajaknya bermain pastilah bintang sangat kaget dan ketakutan," ucap Rani.


"Maka dari itu Ran lebih baik kita rujuk kembali dan kita satu rumah lagi agar anak-anak tidak kaget denganku dan mereka menjadi dekat kembali denganku," ucap Ridwan.


"Aku tidak bisa rujuk denganmu bang Apa kamu tidak ingat kamu memberikan talak tiga kepadaku itu artinya kita tidak bisa rujuk kembali, lagi pula aku sudah menerima lamaran dari laki-laki lain dan sebentar lagi aku akan menikah dengan lelaki tersebut," ucap Rani.


"Apa Dia lelaki yang akan menjadi suamimu?" tanya Ridwan.


"Iya," ucap Rani.


Rangga hanya memperhatikan interaksi Ridwan dan Rani ia menatap Ridwan dengan tatapan yang sangat tajam Ridwan pun membalas tatapan tersebut.


"Apa hebatnya dia? lebih baik kamu kembali padaku pikirkan tentang anak-anak kita jika kamu menikah dengan dia apakah dia menyayangi anak-anak kita," ucap Ridwan.


"Tidak, aku tidak mengizinkan kamu menikah dengan dia ataupun dengan lelaki manapun, kamu hanya untuk aku Rani," ucap Ridwan Seraya menarik tangan Rani membuat Rani kesakitan dan ketakutan Rani mengingat KDRT yang pernah dilakukan Ridwan kepadanya.


"lepaskan tangannya, Jangan pernah berbuat kasar kepada calon istriku," ucap Rangga Seraya menghempaskan tangan Rani dari tangan Ridwan.


"kau jangan ikut campur ini urusanku dengan Rani," ucap Ridwan.


"Apapun hal yang menyangkut Rani adalah urusanku dia adalah calon istriku," balas Rangga.

__ADS_1


"Baru calon kan, jadi jangan sok kamu," ucap Ridwan.


suasana semakin panas dan tegang antara Ridwan dan Rangga saling tidak ada yang mau mengalah, membuat Rani takut jika Ridwan kembali tempramental dan melakukan kekerasan.


dan apa yang ditakutkan oleh Rani terjadi Ridwan hendak menonjok Rangga namun Rangga bisa menangkisnya dan membalas Ridwan hingga akhirnya Ridwan tersungkur karena bogam mentah dari Rangga.


"Ya Ampun, kenapa kalian jadi bertengkar," ucap Rani mulai panik.


Ridwan bangun dan dia kembali melawan Rangga akhirnya dua lelaki itu terlibat adu jotos dan membuat Rani berteriak akhirnya beberapa tetangga datang untuk memisahkan dua lelaki tersebut.


"Mas sudah tolong Jangan bertengkar Lagi, Bang Ridwan sebaiknya kamu pergi dari sini kehadiran kamu di sini hanya membuat aku ketakutan saja," ucap Rani.


"Dengar itu Rani menginginkan kamu pergi jadi cepat pergi dari sini sekarang sebelum aku membuatmu kehabisan nafas di sini," ucap Rangga.


Ridwan yang merasa dirinya terpojok karena beberapa kali terkena tonjokan dari Rangga Yang tenaganya jauh lebih kuat daripada dia pun memilih untuk pergi dari tempat itu daripada dia harus kehilangan nyawanya karena Rangga tidak bisa mengontrol emosinya.


"Oke Aku akan pergi tapi aku akan kembali aku tidak akan mengizinkan Rani menikah dengan siapapun, jika Rani tidak bisa menjadi milikku maka dia tidak akan menjadi milik siapapun," ucap Ridwan lalu berjalan meninggalkan Rani dan Rangga yang terpaku melihat kepergian lelaki yang kini bertubuh kurus tersebut.


Rani menghela nafasnya ia tidak mengerti dengan jalan pikiran mantan suaminya, dulu dia disia-siakan kini setelah mereka berpisah dan Rani akan menjalani kehidupan baru bersama lelaki lain dia datang kembali dan membuat kekacauan.


"Maafkan aku Mas, aku malu padamu dan ibumu, apakah setelah kejadian ini kamu akan tetap melanjutkan pernikahan kita?" tanya Rani Seraya menemukan kepalanya.


"Apa yang ad pikir di pikiranmu dek, Kenapa kamu bertanya seperti itu," ucap Rangga.

__ADS_1


"Kamu tidak dengar barusan mengancam suamiku mengancam hal itu, Apa kamu tidak ingin membatalkan pernikahan kita setelah mendengar ucapan dari mantan suamiku tadi?" tanya Rani.


Rani memandang Rangga dan ibunya bergantian, dalam benak Rani bisa saja Rangga masih menginginkan pernikahan dengan Rani tapi bagaimana dengan ibunya melihat masa lalu Rani yang memiliki mantan suami seperti itu apakah calon mertuanya mau menerima Rani karena akan ada resiko setelah pernikahannya mungkin saja mantan suaminya akan terus meneror dan berusaha merusak pernikahan Rani dan Rangga.


__ADS_2