Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
29. Nikah siri


__ADS_3

Ridwan dan Weni di Arak keliling kampung menggunakan pakaian dalam saja.


tetangga menyorakinnya, dan setelah ini mereka akan dinikahkan secara paksa.


"Pak Ridwan silakan pilih mau menikah atau mau kami usir dari kampung ini?" ucap salah satu warga yang sangat tidak menyukai kelakuan Ridwan.


Ridwan bingung menatap Weni, dari mana ia akan menikahi Weni sedangkan uang saja Dia tidak punya untuk membayar penghulu ataupun memberikan mahar kepada Weni.


"Bang jawab Bang ditanya sama warga," ucap Reni seraya menyinggung lengan Ridwan.


"Aku tidak mau diusir dari kampung ini karena aku hanya memiliki satu-satunya rumah di sini, tapi jika aku harus menikahimu aku tidak punya uang untuk membayar penghulu dan juga untuk memberikan mahar untukmu," ucap Ridwan jujur.


"ih dasar miskin," umpat Weni.


Weni tidak menyangka jika perbuatannya bisa digerebek oleh warga, Dia pikir rumah Ridwan seperti tempat kosnya yang bebas bisa membawa masuk lelaki.


semenjak Ridwan cerai dengan Rani ia mengajak Weni untuk tinggal bersamanya di rumah tersebut karena sudah tidak ada lagi yang tinggal di rumah tersebut selain Ridwan.


Ridwan lupa dia tinggal di wilayah perkampungan sehingga hal tabu seperti itu dilarang oleh orang-orang masyarakat di kampung tersebut.


"Masa kamu nggak ada tabungan sama sekali sih Bang nggak usah mahal lah yang penting kita sah dan kita nggak sampai di apa-apain sama warga, aku takut sama ibu-ibu di sini lihat saja tatapan mereka seakan ingin membunuhku," ucap Weni.


"Aku ada uang tapi itu sebenarnya untuk biaya masuk sekolah Nindy," ucap Ridwan jujur.


Karena memang belum lama ini Nurul meminta Ridwan untuk membiayai sekolah Nindy yang akan masuk ke SMA.


namun dengan kejadian ini Ridwan terpaksa memakai uang itu untuk biaya pernikahan dan juga mahar kepada Weni.


Pagi harinya para warga sudah mempersiapkan pernikahan Ridwan dan Weni yang dadakan.


Mereka dinikahkan secara siri dengan mas kawin uang tunai sebesar 100.000.


Kabar pernikahan Ridwan dan Weni terdengar sampai ke telinga kedua anaknya yaitu Nindy dan Endi.

__ADS_1


Kedua anaknya pun mendatangi rumah Ridwan.


"Ayah apa-apaan sih yah, Kenapa kelakuan Ayah kayak gini malu-maluin anak aja, kapan Ayah insaf Yah kami sudah pada besar Apa Ayah tidak takut nanti karma mendatangi kami anak-anak ayah," ucap Nindy yang sangat kesal dengan perbuatan Ridwan.


Karena Nindy mendapatkan kabar tersebut dari lelaki yang ditaksir olehnya yang masih satu kampung dengan Ridwan, tentu saja hal itu membuat Nindy malu bukan main dan iya mengajak adiknya untuk datang dan memarahi ayahnya.


"Kalian ini apa-apaan sih datang ke sini cuma marah-marah sama aku, nggak ada sopan-sopannya sama ayah sendiri, Ayah lagi pusing kedatangan kalian malah membuat Ayah tambah pusing," ucap Ridwan.


"Ayah selalu saja seperti ini, tidak pernah mau mendengarkan kita, dan tidak pernah memikirkan perasaan kita, kita berdua sebagai anak ayah sangat malu dengan kelakuan Ayah apalagi semua orang di kampung ini membicarakan ayah, sampai ke telinga kita berdua," ucap Nindy.


Namun Ridwan tidak pernah mau mengakui kesalahannya dan tidak pernah memikirkan perasaan kedua anaknya.


"Lebih baik kalian pulang daripada di sini hanya untuk membuat aku sakit kepala saja," ucap Ridwan mengusir kedua anaknya.


Kedua anaknya terpaksa pulang kembali ke rumah ibunya setelah mengatakan empatan-obatan dan kata-kata kasar kepada istri baru ayahnya.


***


sementara di sisi lain warung nasi milik Rani semakin ramai, bahkan kampung tetangga pun sudah mendengar adanya warung nasi dengan masakan yang enak dan juga harga yang cukup terjangkau sehingga mereka berbondong-bondong membeli makanan di warung milik Rani.


"Terima kasih ibu, semoga suka dan kembali membeli makanan di sini," ucap Rani.


warung nasi milik Rani tutup lebih cepat karena makanannya sudah habis terjual, Ia pun memiliki waktu untuk mengurus Bintang.


malam tiba keluarga Rani berkumpul di depan ruang tv.


"Riska ini kakak mau bayar hutang kepada kamu, minggu depan atau paling telatnya bulan depan baru uang Rana yang kakak ganti ya," ucap Rani.


"Memangnya sudah ada kak? kan buka warungnya juga belum ada 1 bulan," ucap Riska.


"Alhamdulillah, jualan semakin ramai kakak juga jadi bisa mengumpulkan uang untuk bayar hutang," ucap Rani.


"Warung dan masakan Kakak laris manis, aku yakin Kakak akan menjadi orang sukses dari usaha ini, Kakak jangan ingat-ingat lagi mantan suami kakak yang tidak berguna itu," ucap Rama.

__ADS_1


"Aamiin, doakan kakak biar kakak sukses dan bisa merawat serta mendidik anak Kakak menjadi orang sukses juga," ucap Rani.


"Aamiin, aku yakin orang seperti kakak itu akan sukses, Kakak itu selalu tulus dan baik hati kepada kami, semua perbuatan baik Kakak pasti akan mendapatkan balasan yang baik juga," ucap Riska.


Emak hanya memandang haru kepada ketika anaknya yang saling menyayangi dan juga saling mendoakan.


walaupun Rani tidak beruntung dalam kisah cinta dan rumah tangganya namun Ia memiliki dua adik yang begitu menyayanginya.


Riska menerima uang pemberian Rani saat Rani membayar hutang, sebenarnya Riska tidak menerimanya Karena merasa Rani lebih banyak membantunya sejak dulu, namun Rani yang keras kepala tetap ingin membayar hutang kepada adiknya, jadi mau tidak mau Riska menerimanya.


"Oke kalau kakak tidak mau menerima bantuan berupa uang, Kakak jangan menolak bantuanku dengan cara yang lain," ucap Riska.


"Iya adikku sayang," ucap Rani.


"Kehamilan kakak gimana?" tanya Rama.


"Alhamdulillah lancar, kakak ga merasa mual atau apapun meski sedang hamil jadi Kakak masih bebas beraktivitas," ucap Rani.


emak tersenyum lalu membelai perut Rani yang mulai membuncit.


"Emak yakin cucu emak ini pintar, dia tau ibunya sedang berjuang makanya dia ga rewel dan merepotkan," ujar Emak.


"Iya Alhamdulillah Mak," ucap Rani.


Bintang yang sudah merasa lelah karna seharian bermain pun tertidur di pangkuan Rani, sedangkan Rani, Emak dan kedua adiknya masih asik berbincang sambil menonton sinetron kesayangan Emak.


"Assalamualaikum,"


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dan mengucap salam.


"Waalaikum salam,"


Jawaban Rani dan keluarganya serempak.

__ADS_1


"Siapa ya bertamu malam malam?" tanya Rani.


__ADS_2