Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
34. Resmi


__ADS_3

satu tahun kemudian.


Rani telah melahirkan anak perempuan yang diberi nama Bulan, anak perempuan yang cantik dan menggemaskan itu kini berusia 1 tahun 7 bulan, Bintang sang kakak berusia 3 tahun setengah sangat menyayangi adiknya, tumbuh bahagia dalam asuhan Rani dan keluarganya.


usaha warung nasi Rani pun berkembang pesat, kini ia juga membuka usaha catering dan memiliki 5 orang karyawan untuk usaha catering tersebut, 5 orang karyawan untuk catering dan 3 orang karyawan khusus di warung nasi.


"Rani makin cantik aja kamu gimana tuh rasanya pakai produk skin care yang aku tawarkan?" tanya Tia teman SMP Rani yang sukses jualan online produk skin care.


Rani sebenarnya sudah ditawarkan oleh dia untuk memakai skin care tersebut sejak ia hamil Bulan, ini tidak berani karena ada yang bilang skin care tidak bagus untuk perkembangan janin jika skin care tersebut mengandung merkuri, Rani berani memakai skin care tersebut setelah anaknya lahir, kini penampilan Rani semakin cantik dan glowing setelah memakai skin care rekomendasi dari Tia.


"Alhamdulillah makasih Ya udah rekomendasikan skin care ini, aku jadi merasa semakin percaya diri setelah memakai skin care ini," ucap Rani.


"Syukur deh kalau kamu suka dan cocok, skin care ini dibuat dari bahan alami dan nggak ada merkurinya makanya kan prosesnya nggak secepat skin care yang pakai merkuri seminggu langsung putih dan glowing Kalau ini kan ada prosesnya gitu loh Ran, dipakai ibu hamil atau menyusui pun aman tapi kamu malah ketakutan waktu dulu aku tawarin," ucap Tia.


Rani terkekeh mendengar ucapan sahabat lamanya tersebut, Lalu Tia menawarkan jika Rani menjadi salah satu resellernya, Rani merasa tidak percaya diri untuk menjual produk tersebut namun Tia meyakinkan Rani di bidang ini dan Tia yakin ini adalah usaha yang bisa membuat dia semakin sukses.


akhirnya Rani menuruti saran Tia ia mulai merekomendasikan skin care tersebut di sosial media miliknya, dalam waktu 1 minggu Rani berhasil menjual cukup banyak skin care dan itu membuat Dia sangat senang.


"Keren banget emang skin care ini kak, lihat nih wajah aku glowing dan di tempat kerja aku banyak yang mau pesan loh kak," ucap Riska.


"Ya udah kamu jadi resellernya aja sekalian kan lumayan dapat untung juga dari jualan skin care kayak kakak," ucap Rani.


"Iya deh aku mau mulai mencoba untuk mengikuti jejak Kakak menjadi seorang wanita tangguh yang sukses Dengan bisnisnya, asli Kak Aku bangga banget sama kakak walaupun Kakak cuma lulusan SMP Kakak sudah bisa sukses membahagiakan kedua anak Kakak tanpa seorang suami di samping kakak," ucap Riska.


Rani tersenyum lalu mengusap tangan adiknya.

__ADS_1


"Kakak berharap kehidupan rumah tangga kamu dan juga Rama nanti tidak seperti kakak, tidak ada satu wanita pun yang ingin menjadi seorang janda, tapi Kakak tidak punya pilihan lain daripada terus disiksa sama Bang Ridwan dengan kakak menjadi janda," ucap Rani.


"Gimana itu Kak masalah perceraian kakak apa sudah diurus?" tanya Riska.


"Sudah dek lusa kan kakak harus ke pengadilan mengurus surat cerai dengan Bang Ridwan kalau dia dua kali tidak datang dalam pengadilan maka aktif cerai itu akan langsung Kakak dapatkan," ucap Rani.


"Baguslah Kak aku sudah tidak mau kakak ada urusan lagi dengan lelaki brengsek itu, Bintang saja tidak pernah dilihat atau diberi uang oleh selama kakak bercerai dengan dia," ucap Riska yang kesal dengan kelakuan kakak iparnya.


Rani hanya tersenyum mengangguk, Iya sendiri sangat bingung mengapa Ridwan bisa seperti itu, sangat berbeda dengan Ridwan yang pertama kali ia kenal dulu, perhatian dan penuh kasih sayang sehingga membuatnya jatuh cinta.


Hari berlalu kini waktunya tiba untuk Rani mendatangi pengadilan agama mengurus surat cerai dengan Ridwan.


Rani berdandan rapi kini penampilannya sangat cantik menggunakan gamis berwarna biru dongker senada dengan kerudungnya.


Rani pikir Ridwan tidak akan datang ke pengadilan agama namun nyatanya Ridwan datang dan sangat terkejut saat melihat penampilan Rani yang berbeda.


"Ini beneran kamu Ran?" dengan ekspresi sangat terkejut Ridwan bertanya.


"Iya lah emang kamu pikir siapa, hantu?" tanya Rani dengan suara yang sangat jutek.


Mulut Ridwan menganga melihat penampilan Rani dari atas sampai bawah, sungguh berbeda saat masih menjadi istrinya sekarang melihat penampilan Rani sekarang rasanya Ridwan tidak ingin bercerai dengan Rani, karena penampilan Weni sang saat ini tidak secantik Rani sekarang.


"Rani, abang minta maaf atas kesalahan Abang di masa lalu, bolehkah kita kembali bersama kita rujuk demi anak-anak Ran Gimana kabar Bintang Oh iya bagaimana kabar bayi kita Ran," ucap Ridwan.


Rani tertawa renyah mendengar ucapan Ridwan, lalu menatap tajam ke arah mantan suaminya itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah Bintang dan Bulan baik, mereka tumbuh pintar dan sangat bahagia di bawah asuhan aku dan keluarga tanpa bertanya tentang kamu sedikit pun bang, kita tidak bisa rujuk Bang apa kamu lupa kamu menjatuhkan talak tiga kepadaku itu artinya kita tidak bisa rujuk, lagi pula bukankah kamu sudah memiliki anak dan istri di rumah," ucap Rani.


Ridwan membeku lalu menelan salivanya dengan kasar, ia melihat Rani yang berbeda di depannya saat ini, wanita cantik dengan aura yang sangat kuat, beda dengan Rani yang saat itu masih menjadi istrinya, wanita lemah yang hanya bisa menangis saat disakiti olehnya tanpa bisa membalas apapun.


"Perceraian Kita sebenarnya sudah 1 tahun lebih, selama itu aku menunggu surat cerai darimu Bang tapi ternyata tidak pernah kamu proses dan akhirnya aku sendiri yang prosesnya," ucap Rani.


lagi lagi Ridwan menganga mendengar ucapan Rani, jangankan untuk mengurus surat perceraian masalah sekolah anak pertamanya Nindy pun terbengkalai olehnya karena ternyata ia memiliki istri yang hamil dan setelah melahirkan anaknya lahir dengan keadaan tidak sempurna sehingga Ridwan harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk merawat anak special itu.


persidangan berjalan lancar surat cerai akan segera turun hak asuh anak jatuh ke tangan Rani karena Rani memiliki bukti perselingkuhan Ridwan dengan Weni dan juga usaha Rani yang semakin berkembang membuat pengadilan memutuskan hak asuh anak jatuh kepada Rani.


sesampainya di rumah Ridwan menjadi merasa sangat marah melihat perubahan dan yang sangat berbeda.


"Kenapa sih kamu Bang pulang dari pengadilan agama malah marah-marah, kamu yang menceraikan perempuan itu sekarang setelah resmi menjadi mantan suaminya malah kayak gini kenapa kamu masih cinta sama dia?" cecar Weni yang sangat kesal saat Ridwan marah-marah tidak jelas di dalam rumah.


"Kamu nggak sih sehari nggak marah-marah sama aku Aku ini suamimu kenapa berani sekali kamu bentak-bentak aku, tidak seperti Rani yang selalu menurut apa kata aku bahkan sekarang dia lebih cantik daripada kamu menyesal aku menceraikan dia dan menikahi kamu ini apalagi anak yang kamu lahirkan itu cacat Tidak seperti anak yang dilahirkan oleh Rani yang pintar-pintar sungguh aku sangat menyesal," ucap Ridwan.


"kurang ajar kamu Bang, aku juga menyesal menikah dengan kamu aku tidak ingin melahirkan anak cacat darah daging kamu Kamu urus aja sendiri itu anak," ucap Weni ikut marah.


Weni membanting pintu kamar membiarkan anaknya menangis di ruang tamu, Ridwan semakin pusing dengan suara tangis anaknya, kemudian Weni keluar dari kamar membawa tas besar.


"Mau kemana kamu Weni?" tanya Ridwan.


Weni tak menjawab iya terus berjalan hingga keluar rumah dan hal tersebut membuat Ridwan marah lalu menarik kembali Weni ke dalam rumahnya.


"mau ke mana kamu bawa-bawa tas besar seperti ini?" tanya Ridwan.

__ADS_1


__ADS_2