
"Ran kamu lupa sama aku Aku Tia teman SMP kamu," ucap Tia.
"Tia? Beneran ini kamu Tia, cantik banget aku sampai nggak ngenalin," ucap Rani kini sudah mulai ingat siapa lawan bicaranya.
Wanita cantik di depannya itu pun tersenyum memperlihatkan deretan deretan giginya yang putih, ya memang dia adalah Tia teman SMP Rani hanya Rani tidak mengenalinya karena Tia begitu banyak perubahan dari segi wajah bentuk tubuh dan juga penampilan.
"Bisa aja kamu, gimana kabar kamu orang udah lama banget kita nggak ketemu ya," ucap Tia.
"Aku Baik Kamu sendiri gimana, udah nikah belum Terus sekarang kerja di mana?" tanya Rani.
"Aku juga baik, aku udah nikah udah punya anak dua malah, sekarang nggak kerja sih aku di rumah aja tapi buka usaha online shop gitu Ran dari kosmetik online itu Alhamdulillah banyak keuntungan jadi nggak perlu kerja di luar lagi deh, Lumayan lah jualan sambil jagain anak di rumah suami juga kan ke urus jadinya," ucap Tia.
Rani tersenyum dan mengangguk pantas saja Dia begitu cantik dan penampilannya berbeda, ternyata dia jualan Skin Care pasti dia menjadi cantik karena Skin Care tersebut.
"Kamu sendiri gimana kabarnya, Udah punya anak belum Oh iya terus di sini Kamu lagi ngapain?" tanya Tia.
"Aku punya anak 1 dan satu lagi masih ada di dalam kandungan nih, aku lagi belanja Kebetulan aku mau buka usaha di rumah," ucap Rani.
"Oh kamu sedang hamil Ran Selamat ya, Sudah selesai belum belanjanya kalau sudah selesai pulang sekalian sama aku yuk naik mobil Aku aja," ucap Tia menawarkan tumpangan kepada Rani.
"Eh udah selesai sih tapi nggak usah deh takutnya ngerepotin kamu kalau aku pulangnya bareng kamu," ucap Rani.
"Enggak ngerepotin kok ini aku baru selesai COD sama pelanggan tadi dia Minta dianterin skincarenya ke daerah sini makanya aku bisa ketemu sama kamu sekarang juga aku mau pulang kok Nggak ada kegiatan lain, kamu memang pulangnya ke mana Kalau memang ke rumah orang tua kamu kan searah dengan rumah aku," ucap Tia.
__ADS_1
"Iya pulang ke rumah emak aku, Aku mau buka usaha warung nasi di sana," ucap Rani.
"Ya sudah kalau begitu ayo pulang bareng aku, jangan merasa merepotkan kita satu arah kok lagian kamu kan temen aku waktu SMP, Aku pengen ngobrol-ngobrol lagi sama kamu Setelah lama kita nggak ketemu," ucap Tia.
Akhirnya Ran pun menuruti permintaan Tia, mereka akhirnya pulang bersama dengan mobil yang dikendarai Tia di dalam mobil Tia dan Rani pun bertukar nomor handphone.
"Kayanya kamu udah jadi orang sukses ya Tia, bisnis Skin Care dan sampai punya mobil seperti ini," ucap Rani ikut merasa senang dengan kesuksesan yang diraih oleh temannya ini.
"Belum layak disebut sukses Ran aku masih berusaha, kalau mobil ini punya suami aku, dia kan dapat fasilitas dari kantor jadi mobil ini ya dipakai buat keperluan aku dan anak-anak sehari-hari," ucap Tia.
"Oh enak banget dong suami kamu dapat fasilitas dari kantor kamu sama suami kamu sama-sama sukses senang deh aku dengernya," ucap Rani.
"Alhamdulillah Ran, ya rezeki dari Allah ini namanya Kamu sendiri gimana sama suami kamu suami kamu masih kerja di pabrik ya?" tanya Tia.
"Astagfirullah, Maaf ya Ran aku nggak tahu," ucap Tia merasa bersalah.
"Gak apa-apa lagian kan aku yang mulai bertanya-tanya tentang rumah tangga ya wajar kalau kamu nanya balik dan emang kisah rumah tangga aku nggak seberuntung kamu tapi ya aku udah ikhlas kok," ucap Rani.
"Kamu wanita hebat Ran, aku yakin kamu akan mendapatkan yang terbaik untuk kamu tetap semangat ya," ucap Tia.
Tia tidak mau bertanya apa penyebab Rani ditalak oleh suaminya, ia merasa tidak pantas untuk pertemuan pertama kali Setelah sekian lama dengan Rani langsung membahas masalah itu Tia memilih untuk membahas masalah lain.
"Ran kamu kan sekarang udah punya nomor aku nanti lihat-lihat status WA aku ya, siapa tahu kamu berminat menjadi member aku, jadi member Skin Care kamu juga bisa jualan Skin Care itu loh Lumayan keuntungannya, kamu bisa usaha warung nasi sambilannya jualan Skin Care, ini nggak mahal kok nggak kantong harganya nanti kalau minat Kamu bisa hubungin aku lagi oke," ucap Tia.
__ADS_1
"Nanti aku pikirkan lagi, Sekarang aku mau fokus buka warung nasi dulu aku juga kan lagi hamil sepertinya fokus Salah satu usaha dulu aja mungkin nanti setelah melahirkan aku berminat aku hubungi kamu ya," ucap Rani.
Mereka pun akhirnya mengobrol sangat asik membahas masa lalu ketika mereka masih sekolah SMP, Rani dan Tia adalah siswa yang sama-sama berprestasi, jika Rani mendapat rangking 1 maka Tia adalah rangking 2-nya, Mereka pun aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah seperti OSIS pramuka dan lain-lain sehingga kedekatan mereka semakin terjalin saat sekolah dulu dan ketika sekarang bertemu kembali mereka sangat asyik bercerita tentang masa lalu yang membahagiakan itu masa lalu yang tidak akan terulang lagi.
Karena asyiknya mengobrol mereka tidak sadar bahwa mereka sudah di dekat rumah Emak Rani, Tia pun melihat rumah mak Rani sudah berada di dekatnya ia langsung memarkirkan Mobilnya di dekat rumah Emak Rani.
"Sudah sampe Ran," ucap Tia.
"Eh, saking asyiknya ngobrol aku sampai nggak sadar kita sudah sampai di rumah emak aku," ucap Rani.
Rani dan Tia pun turun dari mobil, Tia membantu Rani membawa barang belanjaannya hingga masuk ke dalam rumah.
"Makasih Tia sudah dianterin sekarang dibawakan pula barang-barangnya Nanti kalau misalnya warung nasinya sudah buka kamu jangan lupa mampir ya kamu sekeluarga aku kasih makan gratis deh di sini," ucap Rani.
"Siap, Nanti aku pasti datang kok sama suami dan anak-anak aku kalau kamu sudah buka warung nasinya jarak dari sini ke rumah aku kan cukup dekat, ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya takut anak-anak nungguin soalnya udah dari tadi aku tinggalin mereka," ucap Tia berpamitan pada Rani dan juga emak Rani.
Rani pun berterima kasih kepada Tia, setelah itu dia benar-benar pulang ke rumahnya.
Rani membereskan barang-barang belanjaannya ia mulai menyusun apa saja yang akan dia gunakan untuk membuka usahanya mulai lusa.
Saat Sedang membereskan barang-barang di dapur, ada seseorang yang membuat Rani terkejut orang itu berdiri tepat
di depan pintu dapur Rani.
__ADS_1