
"Mbak Intan Apa kabar mbak kok ke sini nggak bilang-bilang?" tanya Rani.
ya Intan mantan majikan Rani yang datang bertamu ke rumah Rani.
"Aku baik, Kamu sendiri gimana? Aku tadinya ke sini mau beli masakan kamu eh ternyata pas sampai sini warung nasinya udah tutup katanya makanannya udah habis semua, laris banget makanan kamu sampai jam segini aja udah tutup," ucap Intan.
Rani tersenyum mendengar ucapan mantan majikannya tersebut, Iya juga bersyukur memang makanannya selalu laris manis setiap hari.
"Alhamdulillah Mbak, ini sepertinya rezeki Dede utun," ucap Rani.
"Eh iya katanya kamu habis dari bidan ya periksa kehamilan? Gimana keadaan Dede utun?" tanya Intan.
"Alhamdulillah semuanya baik mbak sehat Aku juga bulan depan mau USG biar tahu jenis kelamin anak aku ini apa," ucap Rani.
"Syukur kalau baik," ucap Intan.
"ini anak mbak ya lucu banget sih," ucap Rani Seraya mengelus pipi gembul anak yang ada di pangkuan Intan.
itu memang anak Intan yang kini berusia 5 bulan, Rani menatap anak perempuan itu dengan sangat kagum karena anak itu terlihat sangat menggemaskan.
"Gemes banget ih pipinya kayak bakpao," ucap Rani.
"Nanti juga anak kamu pas lahir kayak gini kan," ucap Intan.
"Dulu Bintang nggak segembil Ini Mbak tapi dia memang aktif sih dari sejak kecil," ucap Rani.
Rani dan Mbak Intan pun terus berbincang ke sana dan kemari, hingga Mbak Intan menceritakan tentang rumah tangga Ridwan yang selalu bertengkar dengan istrinya setiap hari hingga menjadi gunjingan para warga di sekitar.
"Ya aku udah tahu gimana sifat Bang Ridwan cuma kan kalau aku lebih baik diam daripada ribut mungkin kalau istrinya yang sekarang tipenya lebih berani melawan jadi wajarlah kalau mereka tiap hari ribut," ucap Rani menanggapi cerita Mbak Intan.
__ADS_1
"Iya, lagian si Ridwan sih nggak bersyukur udah punya istri cantik dan baik kayak kamu masih aja disia-siain eh sekarang dapatnya malah yang kayak gitu bikin panas telinga tetangga setiap hari," ucap Mbak Intan.
telah lama berbincang-bincang akhirnya Mbak Intan pun pamit pulang namun sebelum pamit pulang ia memesan 50 nasi box untuk Jumat depan, hari Jumat depan suami Mbak Intan berniat untuk bersedekah dan memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Hari berganti minggu-minggu berganti bulan, warung nasi Rani semakin terkenal banyak orang yang memesan untuk catering atau acara sedekah dan dzikiran.
pundi-pundi uang pun Rani hasilkan bahkan ia sudah bisa membayar hutang kepada kedua adiknya dan kini dia merenovasi rumah ibunya, yang tadinya terlihat seperti gubuk kecil kini tempat itu dijadikan rumah makan dengan beberapa kursi dan meja di dalamnya.
Rani juga menambah karyawan karena walaupun Dinda rajin dan cekatan tapi terlalu lelah jika yang bekerja hanya Dinda Rani sendiri sedang hamil besar sehingga Ia memutuskan untuk mencari dua karyawan lagi yang membantu Dinda.
"Ran, Ibu pangling lo liat kamu walaupun lagi hamil kamu kok kelihatannya auranya cantik banget, terus sekarang kamu udah sukses lagi, Ibu yakin kalau Ridwan niat kamu pasti nyesel deh, istrinya sekarang kan lagi hamil juga tuh gendut terus mukanya kusam karena nggak terawat Ran," Bu Sari tetangga yang tinggal di depan rumah Ridwan.
Bu Sari sengaja datang ke warung nasi Rani karena ingin memesan nasi box untuk acara khitanan anaknya dua minggu ke depan.
"Alhamdulillah Bu, terima kasih atas pujiannya, tapi aku sih yakin Bang Ridwan nggak akan nyesel walaupun sudah melihat aku seperti ini, kan dia sendiri yang bilang walaupun nggak sama aku masih banyak kok wanita yang mau sama dia," ucap Rani mengingat ucapan mantan suaminya.
"Tapi emang bener kok Ran Kamu tambah cantik terus sekarang juga udah sukses, kayaknya waktu hidup sama Ridwan tuh kamu terlihat banget sangat tertekan gitu, bersyukurlah kamu lepas dari lelaki seperti itu tahu nggak setiap hari itu Ridwan dan Weni kerjaannya hari ibu terus bikin pusing," ucap Bu Sari.
namun kedatangan Bu Sari yang membawakan kabar tentang mantannya membuat rani tersenyum kecut.
setelah Rani selesai mencatat apa saja pesanan Sari Ia pun bertanya kepada Bu Sari.
"Jadi pesanannya ini aja kan Bu terus untuk dua minggu yang akan datang nanti mau diambil atau diantar terus untuk jamnya Ibu mau aku selesaikan di jam berapa?" tanya Rani.
"Iya itu aja Rani, nanti kalau ada yang bisa antar mendingan diantar aja ya terus kalau bisa nih sebelum dzuhur sudah selesai," ucap Bu Sari.
Rani mengangguk dan mengiyakan ucapan Bu Sari setelah itu Bu Sari pun pamit untuk pulang.
Rani kembali berkutat di warung nasinya kini Iya yang sudah dibantu oleh tiga orang karyawan tinggal duduk di depan meja kasir, saat pagi Rani yang akan memasak sedangkan karyawannya memotong sayur mencuci ikan dan juga menyiapkan bumbu-bumbu sehingga pekerjaan Rani jadi terasa lebih ringan.
__ADS_1
waktu terus bergulir akhirnya Rani mengantarkan pesanan Bu Sari, dengan perut gendut dan namun wajah yang cerah dan pakaian yang rapi Rani mengantarkan pesanan Bu Sari hingga ke rumah Bu Sari tentu saja diantar oleh salah satu anak buahnya yang membawa mobil.
"Wah Rani ini sih on time banget, makasih ya Ran Ibu jadinya merasa puas, Kalau ada acara lagi nanti Ibu pesan ke kamu ya," ucap Bu Sari.
"Iya Bu terima kasih ya sudah mau order di tempat aku, semoga acaranya lancar, saya permisi pulang ya Bu," ucap.
setelah mengantarkan pesanan Bu Sari Rani pun kembali masuk ke dalam mobil, Rani memang sengaja mencicil mobil untuk mengantarkan pesanan makanan yang cukup banyak yang order adalah orang yang berada di daerah yang lebih jauh.
Saat Rani berjalan dari rumah Bu Sari hingga menuju mobilnya ada seseorang yang memperhatikan Rani.
"Itu Rani? ah tapi kok beda banget ya kelihatan tambah cantik terus masuk mobil juga, ah itu pasti bukan Rani cuma orang yang mirip aja," ucap Ridwan yang tidak sengaja melihat Rani berjalan dari rumah Bu Sari.
Namun Ridwan Yang penasaran akhirnya ia pun bergegas ke rumah Bu Sari dan menanyakan hal tersebut.
"Bu, tadi yang jalan dari rumah Ibu terus masuk ke mobil itu siapa Bu?" tanya Ridwan pada Bu Sari.
"Oh tadi kamu lihat, masa mantan istri sendiri kamu sampai nggak kenal sih Ridwan, itu Rani Dia baru saja mengantarkan pesanan makanan," ucap Bu Sari Seraya menunjuk tumpukan nasi box yang sudah tersusun rapi di depan rumahnya.
"Emang dari cara jalannya emang mirip sama Rani sibuk tapi kok aku nggak yakin ya penasaran nih bisa secantik itu? terus dia nganterin makanan sama Ibu emang dia kerja, kan dia lagi hamil?" Ridwan yang semakin penasaran tentang kabar mantan istrinya.
"Yah, semenjak bercerai sama kamu dia kan buka usaha di rumah emaknya terus usahanya itu berkembang dengan pesat makanya dia sekarang udah kaya sampai punya mobil lihat wajahnya juga cantik pasti terawat karena dia punya uang yang banyak," ucap Bu Sari.
Ridwan tertegun mendengar ucapan Bu Sari iya sedikit tidak percaya dengan ucapan tetangganya tersebut, dalam benaknya yang ia ingat Rani hanyalah istri yang hanya bisa melakukan pekerjaan rumah saja, dimata Ridwan Rani tidak memiliki kelebihan apapun, Tidak mungkin ia sukses seperti apa yang dikatakan oleh Bu Sari.
"Bang kamu lagi ngapain Di sini?"
tiba-tiba suara seorang wanita yang sangat Ridwan kenali membuat Ridwan tersadar dari lamunannya.
"Aku tanya sekali lagi sama kamu Bang? ngapain kamu ada di rumah ini?"
__ADS_1
tanya Weni sang istri yang merasa curiga kepada Ridwan, pasalnya meskipun Ridwan sudah bertetangga dengan Bu sari cukup lama baru kali ini ia berinteraksi dengan tetangganya tersebut.