Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
tetangga berbuat ulah lagi


__ADS_3

Rani kembali dibuat panik saat melihat di depan rumahnya begitu banyak orang, iya menggendong Bintang dan mencari keberadaan Emak juga anak dan adik-adiknya.


"Ada Apa ini Kenapa ramai sekali?" tanya Rani.


"Itu Ran adik kamu Riska bertengkar dengan Bu Hasanah," ucap tetangga.


"Astaghfirullahaladzim," ucap Rani lalu menerobos kerumunan tetangga dan masuk ke dalam rumah ia melihat Riska seperti seorang yang sedang menahan amarah dan tengah ditenangkan oleh suaminya Faiz.


"Riska Ada apa ini?" tanya Rani.


"Kakak, Alhamdulillah Bintang sudah ketemu," ucap Riska langsung berhamburan memeluk dan mencium Bintang.


Rani dan seluruh keluarganya tersenyum dan Rangga pun ikut tersenyum di belakang Rani namun raut wajah Bu Hasanah nampak cemberut.


"Alhamdulillah dek berkat bantuan Mas Rangga, Kakak bisa membawa Bintang kembali dengan selamat dan tidak kurang satu apapun," ucap Rani.


"Alhamdulillah berarti Pak Rangga adalah calon imam yang benar-benar baik untuk kakak dan juga calon ayah yang baik untuk anak-anak kakak," ucap Riska.


Rama dan juga emak mengangguk setuju dengan ucapan Riska, saat keluarga itu terharu dengan kekurangan bintang Bu Hasanah mengambil kesempatan untuk kabur dari tempat tersebut namun dicegah oleh tetangga yang lain.


"Bu Hasanah mau ke mana karena urusan ibu belum selesai lho jangan kabur," ucap salah satu tetangga.


Akhirnya Rani dan keluarganya memusatkan perhatiannya kepada Bu Hasanah.

__ADS_1


"Sebenarnya Ada apa sih?" tanya Rani.


"Ini Kak kebiasaan Bu Hasanah selalu menggunjingkan keluarga kita dengan tetangga yang lain, kita sedang berduka karena bintang hilang dan Kakak sedang mencarinya dia malah ketawa-ketiwi di depan rumah mengatakan kalau itu karena untuk kakak karena Kakak suka menggoda laki-laki di kampung ini, dia juga mengatakan kalau aku hamil duluan makanya dinikahi sama Mas Faiz, itu fitnah yang benar-benar kejam dan membuat aku sangat geram makanya aku tadi hampir saja menjamak rambutnya Bu Hasanah jika tidak dihalangi oleh Mas Faiz," ucap Riska menjelaskan semua keadaan yang sesungguhnya.


Rani menatap tajam ke arah Bu Hasanah dan menggelengkan kepalanya, iya sungguh tidak mengerti dengan jalan pemikiran tetangganya yang satu itu, selama ini Rani merasa tidak pernah mengusik kehidupannya tapi mengapa dia selalu mengusik kehidupan keluarga Rani.


"Ibu Hasanah kamu keterlaluan, saya ingin melaporkan kamu atas pencemaran nama baik, selama ini saya selalu bersabar menghadapi kamu yang selalu menggunjing keluarga kami di belakang meskipun keluarga kami tidak pernah punya masalah kepada ibu, hari ini hilang kesabaran saya, saya akan laporkan Ibu ke polisi atas pencemaran nama baik, karena saya tidak pernah merasa menggoda laki-laki di kampung dan adik saya tidak hamil diluar nikah," ucap Rani dengan suara tegas.


Bu Hasanah bergetar mendengar ucapan Rani dia sungguh takut jika masalah ini dibawa ke pihak yang berwajib.


sedangkan Rangga tersenyum melihat ketegasan Rani yang baru kali ini ia lihat.


"Jangan berani tolong maafkan Ibu, ibu janji tidak akan melakukan hal itu lagi," ucap Bu Hasanah memelas kepada Rani.


Bu Hasanah menunduk tidak mampu menjawab ucapan Rani, namun salah satu warga membuka masa lalu Bu Hasanah dengan Emaknya Rani.


"Bu Hasanah itu syirik iri sama Rumsih emak kamu Ran, dulu mereka berteman dekat namun laki-laki yang disukai sama Bu Hasanah ternyata mencintai emak kamu, Bu Hasanah tidak terima karena cintanya ditolak oleh bapak kamu dan bapak kamu malah menikah dengan emak kamu, jadi sampai sekarang dia seperti itu," ucap salah satu tetangga yang mengetahui masa lalu Bu Hasanah dengan emaknya Rani.


Ketiga anak Rumsih menganga mendengar ucapan dari tetangganya tersebut, sedangkan Rumsih sang Emak hanya bisa menunduk.


"Apa benar begitu Mak?" tanya Rani.


Emak menghela nafas lagi mulai mengingat masa lalu dan sedikit bercerita.

__ADS_1


"Sebenarnya Emak sudah tidak ingin mengungkit masa lalu, bapakmu saja sudah tidak ada di dunia ini, tapi karena udah tahu dari tetangga Ya udah Emak akan ceritakan," Emak menghela nafas panjangnya sebelum melanjutkan ceritanya.


"Bapakmu dulu pindahan, dia aslinya orang Sumatera, ketika beberapa bulan dia datang ke sini kami langsung dekat dan karena kami saling jatuh cinta satu sama lain akhirnya kami memutuskan untuk pacaran namun belum banyak yang tahu, dan saat itu ternyata Bu Hasanah menaruh hati sama bapakmu, tapi bapakmu menolak karena sudah pacaran dengan Emak, Bu Hasanah tidak terima dan dia terus mengejar-ngejar bapak meskipun bapak sudah menikahi Emak saat itu, bapak melarang Emak bergaul dekat dengan Bu Hasanah karena Bu Hasanah selalu mencuri kesempatan untuk menggoda bapakmu saat ia main ke rumah ini," ucap Emak.


Rani menghela nafas lalu menendang Bu Hasanah yang masih tertunduk, iya tak menyangka masa lalu Bu Hasanah dengan kedua orang tuanya seperti itu namun mengapa masih dibawa hingga sekarang ia sudah tua dan memiliki anak cucu Kenapa belum juga bisa melupakan hal seperti itu.


"Apapun alasannya Rani tetap tidak suka dengan cara Bu Hasanah mengganggu keluarga kita, setidaknya kita buat perjanjian dengan pak RT yang menjadi saksi jika Bu Hasanah melakukan hal itu lagi maka Rani tidak akan melepaskannya dan akan membawa kasus ini ke pengadilan," ucap Rani dengan tegas.


tubuhku Hasanah bergetar karena mendengar ucapan Rani akhirnya mereka disidang di rumah Pak RT dan Bu Hasanah menandatangani perjanjian bahwa ia tidak akan melakukan hal itu lagi memfitnah keluarga Rani, Jika ia melakukan hal tersebut maka ia dengan sukarela menerima Rani melaporkannya kepada pihak yang berwajib atas pencemaran nama baik.


Akhirnya malam itu semuanya sudah berjalan dengan lancar sehingga Rani dan keluarga bisa tidur nyenyak.


"Syukurlah semua masalah bisa terselesaikan, aku pulang ya Ran kita bertemu dua hari lagi di akad nikah kita," ucap Rangga berpamitan pada Rani.


"Terima kasih Mas, jika tidak ada kamu aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Bintang," ucap Rani.


"kamu harus melakukan sesuatu untuk berterima kasih kepadaku," ucap Rangga.


"Apa yang harus aku lakukan Mas? Aku akan melakukan apapun yang kamu minta karena kamu sudah menyelamatkan nyawa anakku," ucap Rani.


Rangga tersenyum dan menunjuk pipi kanan dan pipi kirinya namun Rani tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Rangga.


"Apa sih Mas kamu pengen apa?" tanya Rani.

__ADS_1


__ADS_2