Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
39. pernikahan dan lamaran


__ADS_3

Setelah Faiz dan kedua orang tuanya pulang, tak lama kemudian Rama dan Riska juga pulang kerja.


ketika makan malam emak berbicara serius masalah kedatangan Faiz dan keluarganya.


"Tadi sore ada yang datang ke sini, seorang lelaki dewasa bersama kedua orang tuanya ingin mengajak salah satu anak perempuan Emak untuk melakukan taaruf," Emak berbicara dengan serius.


Rama dan Riska mendengarkan dengan serius juga sedangkan Rani hanya tersenyum karena ia sudah tahu perihal tersebut.


"Siapa lelaki itu Mak? dan siapa yang diajak taaruf olehnya?" tanya Rama.


"Faiz anaknya ustadz Ahmad dan ustadzah Hafsah, iya ingin mengajak Riska taaruf," ucap emak.


Uhuk uhuk uhuk ...


Riska tersedak karena ia terkejut mendengar ucapan emaknya, Faiz adalah lelaki yang diam-diam ia sukai semenjak lelaki itu datang untuk memesan makanan kepada Rani sang kakak.


apalagi di kampung ini Faiz terkenal sebagai lelaki tampan dan Saleh idaman para wanita.


namun Riska tak pernah bermimpi jika ia diajak taaruf oleh lelaki sholeh tersebut.


"Emak jangan bercanda deh nggak lucu tahu Mak," ucap Riska tak percaya.


"Siapa yang bercanda tanya aja sama kakakmu dia yang jadi saksi kedatangan Faiz dan kedua orang tuanya ke sini tadi siang," ucap Emak.


"Iya dek Mak nggak bercanda emang Faiz datang ke sini dengan orang tuanya ingin mengajak kamu berta'aruf," ucap Rani.


Riska mengerjapkan matanya merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Kakak dan emaknya, sedangkan Rama hanya tersenyum mendengar hal tersebut, ia bersyukur adiknya disukai oleh lelaki yang baik.


"Mak jujur saja Riska suka dengan Faiz tapi Riska merasa tidak pantas dengan dia, kan Emak tahu sendiri Riska mah masih awam sama ilmu agama sedangkan Faiz dari keluarga yang agamanya terkenal bagus," ucap Riska.

__ADS_1


"Iya Emak ngerti dan tadi juga emak sudah mengatakan hal tersebut, tapi kata nak Faiz dia menyukai kamu karena kamu memiliki adab yang baik, masalah ilmu agama ia tidak keberatan asalkan kamu mau belajar Ia pasti akan membimbing kamu setelah ia menjadi suamimu," ucap Emak.


Riska berdebar-debar tak menyangka hal itu akan terjadi pada nya, meskipun ia tidak mengerti bagaimana langkah-langkah taaruf tapi ia memilih untuk menerima ajakan ta'aruf tersebut, karena Ia memang menyukai Faiz sejak pandangan pertama.


dan ia berharap Faiz adalah lelaki yang tepat untuk menjadi suaminya, Rama dan Rani pun mendukung penuh keputusan Riska.


***


Satu bulan berlalu taaruf Riska dan Faiz berjalan baik dan akhirnya Faiz menghitbah Riska dan hari ini adalah hari pernikahan Riska dan Faiz.


"Alhamdulillah akhirnya kamu menikah dek, semoga Faiz adalah suami yang baik untuk kamu yang bisa membimbing kamu dan menuntun kamu menuju surganya Allah," ucap Rani.


"Aamiin Makasih doanya Kak, semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Faiz dan rumah tangga kami menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah," ucap Riska.


"Alhamdulillah adikku semoga kamu bahagia dengan suamimu, aku tenang kamu menikah dengan orang yang tepat, selanjutnya Kak Rani semoga dia juga mendapatkan jodoh yang baik," ucap Rama.


Emak tersenyum bahagia melihat ketiga anaknya bahagia, Riska menikah di usianya yang ke-21 tahun, berharap pernikahan anaknya ini menjadi pernikahan yang bisa memberikan kebahagiaan kepada anaknya, kini mereka menikmati hidangan di pesta, Bintang sudah semakin mandiri di usianya yang ketiga tahun, Rani menggendong Bulan yang berusia 1 tahun setengah sibuk melihat dekorasi ruangan yang berwarna-warni.


tiba-tiba Bulan menarik baju seseorang membuat seorang itu hampir terjatuh dan hampir memeluk Rani.


"Maaf Pak maaf, aduh anak saya ternyata kencang juga tenaganya menarik baju bapak sampai bapak hampir saja terjatuh," ucap Rani.


"Iya nggak apa-apa Mbak namanya juga anak kecil, eh Mbak Rani ini anaknya Mbak lucu banget," ucap Rangga.


ya lelaki yang hampir saja terjatuh tersebut adalah Rangga pemilik pabrik tempat Winda bekerja yang dulu pernah mencari tahu tentang Rani, namun satu bulan ia tidak mendekati Rani karena kesibukannya di pabrik dan hari ini mereka dipertemukan kembali di acara pernikahan adik Rani.


tangga ternyata diundang oleh Faiz yang ternyata mereka memiliki bisnis dan saling bekerja sama.


"Eh Pak Rangga, saya pikir siapa, iya ini anak saya namanya Bulan dia baru satu tahun setengah sangat aktif makanya tangannya nggak bisa diam sampai narik-narik baju bapak," ucap Rani.

__ADS_1


Rangga tersenyum melihat wajah Rani yang semakin cantik dibalut dengan make up tipis dan memakai pakaian kebaya modern menambah anggun penampilan wanita yang berstatus janda tersebut.


sifatnya yang keibuan terlihat jelas dari caranya memperlakukan anaknya yang kini sedang aktif.


Rangga telah mengetahui status Rani sebagai janda beranak dua dan Apa penyebab Rani menjadi seorang janda, Rangga telah menyelidiki semuanya dan lelaki tampan itu semakin suka terhadap Rani hanya saja sekedar kekaguman semata.


"Papa, Papa," celoteh Bulan lagi-lagi menarik baju Rangga.


Rangga tersenyum lalu meraih dengan Bulan, anak mungil tersebut lagi-lagi berceloteh memanggil Rangga dengan sebutan papa hal itu membuat Rangga tersenyum kembali namun Rani merasa sangat risih.


"Sayang, itu bukan papa sayang, Maaf ya Pak anak saya belum mengerti," ucap Rani merasa tak enak pada Rangga.


"Gak apa-apa Mbak Rani saya juga senang kok kalau dianggap sebagai papanya kebetulan saya sangat ingin punya anak hanya saja sampai saat ini belum dipercaya untuk memiliki anak," ucap Rangga.


Melihat sikap Rangga yang seperti itu, Rani yakin bahwa Rangga adalah orang baik ditambah lagi entah mengapa Bulan malah seperti ingin digendong oleh Rangga, dan entah mulai sejak kapan Bulan berpindah posisi kini ada di pangkuan Rangga, Bintang yang melihat hal tersebut lalu mendekati ibu dan adiknya.


"Om, kok adik mau digendong sama Om, padahal adik itu susah banget loh kalau mau digendong sama orang pasti nangis dia cuma mau digendong sama nenek dan ibu," ucap Bintang.


"Oh begitu ya, berarti Bulan ini anak pintar, Bulan dan Bintang mau nggak kalau Om jadi Papah kalian?" tanya Rangga Seraya tersenyum kepada Bintang.


seketika Rani membolakan matanya mendengar ucapan Rangga, Ia pun menengok melihat ibunya dan juga Rama yang tengah tersenyum, rupanya mereka juga mendengar apa yang diucapkan oleh Rangga.


"Om mau jadi papa aku dan adik? tapi ada syaratnya Om," ucap Bintang.


"Apapun syaratnya Om penuhi," ucap Rangga.


"Pak, jangan bicara seperti itu, anak saya masih kecil pasti belum mengerti masalah seperti ini, dan bapak kalau ingin bercanda jangan mengenai hal seperti itu tidak enak didengar saya ini seorang janda Pak," ucap Rani.


"Kalau saya tidak bercanda Apa kamu mau menikah dengan saya, saya mau menjadi Papah dari kedua anakmu apapun syarat yang diberikan oleh anakmu," ucap Rangga.

__ADS_1


__ADS_2