Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
Sah


__ADS_3

"Bagaimana saksi, sah?" tanya penghulu.


"sah,"


"sah,"


"sah,"


"alhamdulillahirobbilalamin,"


Penghulu pun membacakan doa setelah ijab Kabul, Rani menangis terharu ia berharap ini adalah pernikahan terakhir baginya dan pernikahan ini akan membawa kebahagiaan untuk dia dan anak-anaknya.


Rangga menyematkan cincin dicemari untuk Rani cincin yang dipilihkan oleh ibu mertua Rani sangat indah dan cantik di jemari lentik Rani.


Rani mencium punggung tangan Rangga dan Rangga pun mencium kening Rani, rasa harum membuncah dalam perasaan keluarga Rani apalagi Emak iya Yang tahu bagaimana penderitaan Rani saat menikah dengan suami pertamanya dan kini Emak berharap suami kedua Rani akan memberikan kebahagiaan kepada Rani.


pesta pun berjalan lancar, semua tamu undangan menikmati hidangan yang telah disediakan, satu persatu tamu mengucapkan selamat kepada Rani dan juga Rangga.


"Ya ampun kak Rani Selamat ya, Winda nggak nyangka banget kalau Kak Rani berjodoh dengan bos Winda di pabrik," ucap Winda yang menghadiri pernikahan Rani dan Rangga.


"Terima kasih ya Winda, saya jadi bisa tahu tentang Rani karena kamu membawa orderan ke pabrik kalau kamu nggak bawa orderan ke pabrik saya nggak akan tertarik dengan makanan itu dan nggak akan tahu siapa wanita cantik yang sudah memasak makanan yang enak tersebut," ucap Rangga.


"Sama-sama pak, saya senang bapak berjodoh dengan kak Rani, kalian sama sama baik," ucap Winda.


Winda pun turun dari pelaminan setelah memberikan selamat kepada Rani dan Rangga gadis cantik yang ceria tersebut menikmati makanan di pesta itu dan bergabung dengan teman-temannya yang lain karena Rangga memang mengundang para karyawan di pabrik.

__ADS_1


"Itulah sayang awalnya Mas tertarik dengan rasa masakan yang kamu masak dan akhirnya Mas tertarik dengan orang yang memasak makanan tersebut, apalagi tahu bahwa orang yang masak itu adalah wanita cantik dan Mas menjadi semakin tertarik ketika wanita cantik itu mengembalikan dompet emas yang tertinggal tanpa kurang satu apapun di dalamnya," ucap Rangga.


Wajah Rani bertemu merah mendengar ucapan lelaki yang baru saja sah menjadi suaminya, iya tak menyangka pertemuannya yang tak disengaja tersebut akan membawa mereka menemui Jalan jodohnya.


"Mas setelah kita menikah apakah aku masih boleh mengurus warung nasi ini?" tanya Rani.


"Mas, tidak akan melarang Apa yang membuat kamu senang sayang, jika mengurus warung nasi ini membuat kamu senang mas tidak akan melarangnya hanya saja mas tidak mau kamu kelelahan, jadi menurut Mas kamu percayakan saja warung nasi ini kepada salah satu karyawan kamu yang bisa dipercaya kamu tinggal mengontrolnya seminggu dua kali atau seminggu tiga kali ke sini, untuk masalah nafkah dan keperluan anak-anak kamu tidak perlu khawatir Mas yang akan menanggung semuanya," ucap Rangga.


"Terimakasih Mas maaf kalau aku belum bisa meninggalkan warung nasi ini karena di sinilah aku bisa mengenal kamu, dan ini adalah tempat di mana aku menjadi wanita yang lebih kuat dan bisa merawat dan membiayai anakku sebelum bertemu dengan kamu," ucap Rani.


"Tidak apa-apa sayang, Mas tahu kamu adalah wanita yang pekerja keras dan tidak bisa diam di rumah begitu saja seperti yang mas bilang tadi asalkan kamu tidak kelelahan dan itu membuat kamu bahagia mas tidak akan melarangnya, asal kamu juga tahu tanggung jawab sebagai seorang istri itu seperti apa," ucap Rangga.


"Insyaallah aku mengerti Mas dan aku akan berusaha menempatkan diriku dan menjadi istri yang baik untuk kamu Mas," ucap Rani.


pesta berjalan dengan lancar Mama indah dan keluarga Rangga begitu senang setelah mereka mendapatkan menantu seperti Rani.


"Rani yang harus berterima kasih kepada mama dan keluarga Mas Rangga yang sudah mau menerima Rani dan keluarga Rani yang bukan siapa-siapa ini, Mas Rangga juga sudah bisa melindungi Rani sebelum ia sah menjadi suami Rani, restui kami Mama doakan pernikahan kami menjadi pernikahan sakinah mawadah dan warohmah," ucap Rani dalam pelukan Mama mertuanya.


"Tentu sayang, Mama pasti merestui kalian Mama juga mendoakan kalian semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah sehidup semati hingga sesurga bersama," ucap Mama indah.


"Aamiin," ucap Rani dan Rangga bersamaan.


seluruh keluarga menatap pasangan pengantin tersebut dengan penuh haru, keduanya pernah gagal berumah tangga pernah merasakan sakitnya petaka pernikahan dan kini mereka disatukan dalam ikatan yang indah dan sakral.


berharap cinta dan kesetiaan selalu mengiringi mereka mengarungi bahtera rumah tangga.

__ADS_1


"Selamat ya Kak Rani semoga kak Rangga adalah jodoh terakhir Kakak dan semoga Kak Rani adalah jodoh terakhir Kak Rangga, aku bahagia atas pernikahan kalian aku lega Kak Rani sudah mendapat suami yang baik Riska juga sudah mendapat suami yang baik," ucap Rama.


Riska tersenyum dan mengangguk lalu memeluk kakaknya, adik Rani yang cantik yang kini sedang mengandung tersebut menjadi lebih mudah terbawa perasaan atau baper ia memeluk kakaknya sambil terisak.


"Sudah dek jangan kebanyakan nangis kayak gitu, kakakmu sudah bahagia kok di tangisin," ucapan Faiz sang suami.


"Aku terharu Mas dengan pernikahan Kakak dan Mas Rangga, Aku berharap kakakku bahagia dan tidak disakiti oleh lelaki seperti dulu lagi," ucap Riska.


"Mas, yakin kalau Pak Rangga tidak akan melakukan hal itu kepada Kak Rani, Mas siap untuk menjadi mata-mata Pak Rangga Jika dia sedang bekerja," ucap Faiz.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Faiz, Emak menangis karena bahagia ia masih menggendong Bulan sang cucu sementara Bintang duduk di tengah-tengah Rani dan Rangga.


"Tinggal Rama nih, semoga dapat jodoh yang baik juga ya," ucap Rani.


"Rama kan laki-laki Kak, laki-laki itu mencari bukan dicari, laki-laki itu meminta bukan dipinta," ucap Faiz.


"Aku nanti aja nikahnya, kalau ketemu perempuan yang tulus yang mau merawat ibuku juga, kan aku satu-satunya anak lelaki Ema, Riska dan Kak Rani akan ikut suami setelah menikah maka aku akan membawa istriku setelah menikah dan harus tulus menyayangi aku juga emak," ucap Rama.


"Pasti ada wanita seperti itu," ucap Emak.


"Sebenarnya sih pengen Rama nikah sama perempuan pilihan emak, perempuan itu baik cantik dan solehah juga Dia anak yang kuat dan menyayangi adiknya," ucap emak.


"Jadi emak berniat untuk menjodohkan Rama?" tanya pemuda tampan tersebut.


"Bukan menjodohkan tapi Emak ingin menunjukkan ada wanita yang cantik, baik, kuat dan solehah Emak pengen kamu menikah dengan wanita itu, iya kalian pendekatan dulu kalau misalnya cocok yang menikah kalau tidak cocok kan bisa berteman," ucap Emak.

__ADS_1


"Emang siapa ma perempuan itu? apa Rani, Rama dan Riska mengenalnya?" tanya Rani.


__ADS_2