
Nurul menarik Nindy dalam pelukannya, saat ia datang hendak menjemput Nindy dan Endi pulang Iya tak sengaja mendengar keributan antara Nindy dan Ridwan ia tak menyangka jika Ridwan hampir saja menampar Nindy anaknya sendiri.
"Brengsek kamu Ridwan Nindy itu anak kamu sendiri masa kamu mau menyakitinya," ucap Nurul dengan sangat kesal.
"Dia kurang ajar, beraninya dia menceramahiku dan juga tidak sopan terhadap pacarku anak seperti ini pantas untuk diberi tamparan," ucap Ridwan dengan emosi.
" Bukan Anakku yang kurang ajar, tapi kamu dan pacarmu itu yang tidak punya adab, anakku benar Kamu gila ibumu baru saja meninggal dan kamu baru saja bercerai dengan istrimu bahkan surat perceraian kalian pun belum turun dan sekarang kamu membawa perempuan lain ke rumahmu ini mana perempuannya pakai baju yang tidak sopan seperti belum selesai dijahit," ucap Nurul membela anaknya.
"Eh mbak ini tuh bukannya belum selesai dijahit ini tuh fashion kamu nggak tahu aja ya fashion Dasar norak," ucap kekasih Ridwan yang tak lain adalah Weni.
Ridwan kembali menjalin hubungan dengan Weni karena Weni masih membutuhkan Ridwan untuk mengantarnya Jika bekerja, pekerjaan Weni sebagai pemandu lagu tentu saja sudah terbiasa memakai pakaian yang seksi, namun di mata Nurul dan anak-anaknya tetap saja pakaian seperti itu tidak sopan apalagi jika berjalan di dalam Kampung.
"Seleramu dari dulu itu wanita murahan nya Ridwan tidak pernah berubah, aku lebih baik dibilang norak daripada memakai baju kurang bahan seperti itu pakai baju seperti tidak pakai baju," ucap Nurul membalas ucapan Weni.
"Bang dia siapa sih kok berani-beraninya jawab ucapan aku terus kamu diam aja lagi nggak ngebela aku," ucapan ini dengan suara merengek seperti anak kecil.
"Dia Itu mantan istriku Ibu dari anak-anakku, Mungkin dia masih merasa cemburu melihat aku dengan wanita lain Jadi dia mengata-ngatainmu seperti itu," ucap Ridwan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Idih amit-amit Percaya diri banget kamu siapa juga yang cemburu nggak level cemburu sama model-an perempuan kayak lontong seperti ini," ucap Nurul.
Suasana semakin panas Nurul yang tidak mau kalah terus saja mengetahui Weni sedangkan Weni selalu merengek kepada Ridwan ingin dibela oleh Ridwan hal tersebut membuat Nindy dan juga Endi sangat pusing.
"Sudahlah Bu mendingan kita pulang aja daripada diam di sini aku pusing melihat kelakuan ayah," ucap Endi akhirnya.
Nurul menatap kedua anaknya lalu bergegas menuju keluar rumah tersebut meninggalkan Weni dan Ridwan namun sebelum meninggalkan rumah tersebut Nurul kembali berkata kepada Ridwan.
" Terserah kalian mau kumpul kebo kek mau gimana kek aku tidak peduli tapi kamu harus ingat Ridwan uang bulanan anak kamu jangan sampai kamu abaikan kalau kamu abaikan awas aja kamu," ucap Nurul setelah mengatakan hal tersebut Nurul pun pergi meninggalkan rumah itu membawa kedua anaknya ke rumahnya.
Nurul kini memutuskan untuk merawat dan mendidik kedua anaknya saja biarkan Ridwan bertanggung jawab secara mater, Nurul tidak ingin anak-anaknya hidup dengan Ridwan dan menjadikan Ridwan contoh mereka karena kelakuan Ridwan tidak ada baik-baiknya menurut Nurul.
Sementara di sisi lain Rani sudah mulai mencatat apa saja yang akan ia belanjakan untuk keperluan dia membuka usaha makanan matang atau lauk matang.
" Emak nggak keberatan kan kalau nanti bantuin Rani untuk menjaga Bintang, Bintang itu anak baik, waktu Rani kerja di rumah Mbak Intan aja bintang diam saat Rani kerja dia Rani berikan mainan dan tidak mengacaukan pekerjaan Rani, nanti jika Rani buka warung nasi Emak cukup jaga Bintang liatin aja Bintang sudah bisa main sendiri," ucap Rani.
"Emak nggak keberatan kok Ran Mak juga tahu Bintang anak yang baik dan Emak juga sayang Bintang kan dia cucu emak, Tapi kamu yakin mau langsung buka usaha nggak nunggu selesai lahiran aja?" tanya emak.
__ADS_1
"Kelamaan kalau nunggu lahiran Mak, lagian kan kalau sekarang jualan Uangnya bisa ditabung buat nanti biaya lahiran biaya lahiran kan nggak sedikit Mak," ucap Rani.
"Ada adik-adik kamu yang pasti mau membantu kamu untuk biaya lahiran, Kamu jangan terlalu berpikir berlebihan Rani fokus aja dulu sama kehamilan kamu," ucap emak.
"Rani tahu Ma adik-adik Rani itu orang-orang baik pasti mereka akan membantu Rani tanpa Rani minta, tapi Rani tidak mau menjadi beban adik-adik Rani lagi pula sepertinya ini keinginan utun Mak anggap aja Rani ngidam pengen jualan nanti kalau ngidamnya nggak kesampaian anaknya jadi ngaca Gimana Hayo," ucap Rani.
Emak hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Rani, Rani memang sejak dulu tidak ingin merepotkan orang dan selalu berusaha untuk Mandiri, sifatnya yang keras kepala namun dalam sisi positif, tahu jika ngidam Itu hanya alasan nggak ada yang namanya ngidam ingin jualan biasanya orang hamil itu ngidamnya makan buah rujak atau lain sebagainya mana ada ngidam ingin jualan Emak hanya menganggukkan kepala mau tidak mau setuju dengan keinginan Rani, emak hanya bisa membantu menjaga Bintang dan juga membantu mendoakan Rani semoga Rani sukses dengan usaha barunya dan juga bisa merawat kedua anaknya meskipun tanpa kehadiran seorang suami.
"kamu dari dulu tuh keras kepala Ran apapun keinginan kamu sulit untuk dibantah, emak hanya bisa mendoakan semoga kamu selalu sehat anak dalam kandungan kamu juga bisa dibawa prihatin," ucap Emak.
"Aamiin Makasih Mak, besok Rani mulai belanja ke pasar ya Emak mulai jagain Bintang ya kalau Emak kerepotan Biarin aja bintang main sendiri Mak cukup ngeliatin dari jauh aja," ucap Rani.
Hari Berganti, Hari ini Rani bersiap untuk ke pasar memberi keperluan untuk dia membuka usahanya, iya memilih menggunakan angkot untuk kendaraan Dia menuju pasar karena jarak dari rumah emak menuju Terminal angkot cukup dekat jadi Rani memilih untuk naik angkot.
Setelah di pasar Rani membeli semua keperluan yang sudah ia catat kemarin uang yang dia dapatkan dari Riska dan Rama untuk modal usaha ia Gunakan sebaik mungkin saat menaiki angkot hendak pulang seseorang yang tiba-tiba memanggilnya.
"Rani, benar kan kamu Sri Maharani?" tanya orang tersebut.
__ADS_1
"Iya," ucap Rani.
Rani menjawab namun otaknya Sedang berpikir Siapa orang yang ada di hadapannya ini mengapa sepertinya sangat kenal kepada Rani sedangkan Rani sepertinya lupa Siapa orang tersebut.