
"Siapa yang di lamar? siapa yang mau nikah?" tanya Riska yang berkunjung ke rumah emaknya dengan sang suami.
"Dek, biasain kalau masuk tuh ucap salam dulu, Assalamualaikum Mak, kak Rani," ucap Faiz mengingatkan istrinya dan mengucap salam pada mertua dan kakak iparnya.
"Waalaikum salam, Faiz, Riska kalian Dateng ga bilang-bilang," ucap Emak.
"Emangnya kalau datang ke sini sekarang aku harus bilang dulu gitu Mak? Riska udah ga boleh anggep rumah ini seperti rumah sendiri ya?" tanya Riska yang salah merespon ucapan wanita yang telah melahirkan nya itu.
"Bukan gitu Ris, kan kalau ngabarin dulu emak bisa buat camilan suguhan buat nak Faiz menantu emak," jawab Emak.
"Oh gitu Mak, kirain," ucap Riska.
Faiz menggelengkan kepala nya dan mengusap kepala sang istri yang di tutup hijab.
"Gak boleh suudzon sama orang tua sendiri dek," ucap Faiz mengingatkan.
"Iya Mas maaf," ucap Riska.
"Minta maafnya sama emak jangan sama aku," ucap Faiz.
"Maafkan Riska ya Mak, ini Riska bawain sedikit camilan dari rumah," ucap Riska memberikan paperbag pada emaknya.
"Iya gak apa-apa, ajak suami kamu duduk, emak buatkan minum dulu," ucap emak.
"Biar aku aja yang buatkan minum Mak," ucap Rani mengambil alih pekerjaan yang hendak di kerjakan emak nya.
Rani menyiapkan minuman dan meletakan makanan yang Riska bawa ke dalam wadah lalu di suguhkan kembali di ruang tamu.
"Tadi lagi pada ngomongin apa? siapa yang mau nikah?" tanya Riska yang tak mampu menahan rasa penasarannya.
"Rani, dia di lamar Rangga, sebenernya sudah dua Minggu lalu tapi baru semalam dapat jawaban dari salat istikharah nya lewat mimpi," ucap Emak.
__ADS_1
"Yang bener Kak? Kakak jadi mau nikah sama Pak Rangga?" tanya Riska begitu antusias.
Beberapa hari lalu memang Faiz sang suami bercerita tentang Rangga, duda tampan yang dua kali gagal menikah karena dirinya tidak bisa memberikan keturunan kepada sang istri, Faiz juga mengatakan bahwa Rangga adalah orang yang sangat rendah hati meskipun dia sudah menjadi pengusaha sukses tapi dia tidak pernah merendahkan orang lain hal itu membuat Riska sangat senang saat mendengar lani dilamar oleh Rangga dan Rani menerima lamaran tersebut.
Rani menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan sang adik.
"Lusa mereka akan datang ke sini untuk melakukan lamaran secara resmi kepada kakak kamu ke sini ya hadir dalam acara tersebut," ucap Rani.
"Insyaallah aku pasti ingin datang Kak semoga pas hari H nanti aku sehat dan tidak ada kendala ya sehingga bisa menyaksikan Hari kebahagiaan Kakak dilamar oleh lelaki yang sholeh dan baik seperti Pak Rangga," ucap Riska.
Rani tersenyum dan mengangguk ia melihat banyak perubahan dalam diri Riska setelah Riska menikah dengan Faiz Riska menjadi wanita yang lebih baik dalam bertutur kata.
"Alhamdulillah sebenarnya kami datang ke sini untuk memberikan kabar bahagia kepada Emak dan kakak tapi ternyata kedatangan kami ke sini juga mendapatkan kabar bahagia dari kalian," ucap Faiz.
"Kabar bahagia apa itu?" tanya emak.
"Setelah 5 bulan kami menikah akhirnya Riska hamil," ucap Faiz sambil tersenyum.
Rama belum sampai di rumahnya ia adalah perjalanan pulang bekerja sehingga ia belum tahu tentang kabar dari kedua saudaranya tersebut.
"Sebenarnya saya juga ingin mengajak Rama bekerja di tempat saya kalau dia memang tidak keberatan," ucap Faiz.
"Assalamualaikum," suara Rama terdengar dari luar.
"Waalaikum salam, tuh panjang umurnya," ucap Emak.
Rama masuk ke dalam Rumah dan menyalami keluarga yang ada di dalam rumah, ada apa ini lagi pada kumpul kayanya ngomongin hal serius?" tanya Rama.
Emak pun menceritakan kabar bahagia dari kedua anak perempuan nya, Rama tersenyum ikut bahagia mendengarnya.
"Alhamdulillah," ucap Rama.
__ADS_1
"Abis ini Rama nyusul ya, udah ada calon belum?" tanya Faiz.
"Belum, saya belum memikirkan ke arah situ, kalaupun nanti saya akan menikah saya mencari wanita yang mau menerima saya apa adanya dan mau tinggal bersama Emak karena saya kan anak lagi satu-satunya tanggung jawab saya kepada Mas lebih besar daripada Kak Rani dan Riska," ucap Rama.
Emak menyeka sudut matanya yang mulai berembun, iya bersyukur memiliki anak yang baik dan sangat menyayanginya, iya juga tahu jika Rani nanti menikah pasti akan mengikuti suaminya dan satu-satunya anak yang tinggal bersamanya adalah Rama anak laki-lakinya maka dari itu sangat bersyukur saat tahu Rama memiliki pemikiran seperti itu.
"Semoga kamu mendapatkan wanita seperti yang kamu inginkan, tentunya yang solehah baik dan juga berakhlak mulia jika wanita sudah memiliki akhlak Yang mulia pasti ia memuliakan suami dan juga mertuanya," ucap Faiz.
"Aamiin doakan saja ya," ucap Rama.
***
Hari pun berlalu begitu cepat untuk Rani, Hari ini adalah hari di mana keluarga Rangga akan datang untuk melamar Rani secara resmi, Rani memakai kebaya modern juga wajahnya dihias dengan make up tipis untuk menyambut calon suami dan calon mertuanya.
tepat pukul 10.00 pagi Rangga dan rombongan keluarganya datang ke kediaman Rani, keluarga Rani ditambah keluarga Faiz besan dari Emak ikut menyambut kedatangan keluarga Rangga.
lamaran berlangsung dengan lancar antara Rani maupun Rangga sama-sama tersipu malu seperti seorang ABG yang sedang jatuh cinta.
keluarga Rangga membawakan banyak bingkisan saat lamaran tersebut, Rani merasa sangat senang karena saat dulu menikah dengan Ridwan ia tidak mendapatkan hal tersebut saat lamaran, bukan masalah materi ataupun barang-barang yang mereka bawa tapi Rani melihat itikad dan niat baik dari keluarga tersebut membuat Rani merasa sangat dihormati sebagai seorang wanita yang sedang dipinta untuk menjadi seorang istri, sangat terlihat berbeda saat dulu ia menikah dengan Ridwan.
"Alhamdulillah lamaran kami diterima, kami sebagai pihak laki-laki menginginkan pernikahan ini segera dilaksanakan mengingat mereka berdua adalah duda dan janda pasti akan berbeda pandangan masyarakat terhadap hubungan mereka berdua," ucap Danu Hendrawan Papah dari Rangga.
"Iya saya juga setuju dengan apa yang bapak katakan, kalau menurut adat dan istiadat di daerah ini nih yang menentukan tanggal pernikahan itu dari pihak laki-laki Jadi kami pihak perempuan menyerahkan keputusan kepada pihak laki-laki untuk menentukan tanggal pernikahan insyaallah anak saya siap," ucap Emak.
"bagaimana Rangga Apa kamu siap dinikahkan secepatnya dengan calon istri kamu?" tanya Danu.
"Insyaallah siapa pah, bahkan jika diminta hari ini untuk menikah pun aku siap," ucap Rangga.
"His, ngebet banget mau nikah maharnya aja belum disiapin, kayaknya efek kelamaan duda Jadi udah nggak sabar pengen ngehalalin anak orang," ucap Mama Indah meledek anaknya sendiri.
Rangga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar ucapan sang Mama sedangkan tamu yang ada di tempat tersebut terkekeh melihat tingkah Rangga, sementara Rani wajahnya bersemu merah mendengar ucapan dari calon mertuanya.
__ADS_1
"Mungkin diadakan satu bulan lagi karena kita harus mendaftarkan ke KUA dan mempersiapkan undangan dan segala macamnya, untuk mahar Nak Rani meminta mahar apa kepada anak saya?" tanya Danu.