Petaka Pernikahan

Petaka Pernikahan
18. ingin pisah


__ADS_3

"Bolehkan wanita yang sedang hamil meminta cerai pada suaminya?" tanya Rani.


Semua mata memandang ke arah Rani terutama Ridwan, karna pertanyaan yang Rani tanyakan tidak ada sangkut pautnya dengan kepergian bu Minah.


"Maaf Bu Rani Kenapa Anda malah bertanya seperti itu Sedangkan Kita Sedang membahas masalah meninggalnya Ibu Minah," ucap pak ustadz.


" Maaf pak ustad memang mungkin waktunya tidak tepat tapi saya sudah tidak bisa menahan perasaan saya lagi saya ingin bercerai dengan suami saya karena dia selalu menyalahkan saya tentang kepergian ibu dan dia selalu membuat saya sakit hati selama pernikahan kami," ucap Rani dengan isak tangis yang ia tahan.


Ibu dan kedua adiknya yang hadir di sana memandang geram kearah Ridwan, dan para tetangga yang berada di sana merasa terkejut dengan ucapan Rani.


" Maaf pak ustad saya bertanya lagi Apakah wanita yang sedang hamil boleh Meminta cerai dengan suaminya dan apakah perceraiannya itu akan sah di mata agama?" tanya Rani.


Sepertinya Rani sudah sangat yakin dengan keputusannya kali ini, pak ustad menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Rani sebenarnya ini waktu yang tidak tepat tapi dia tetap ingin menjawab pertanyaan dari wanita cantik beranak satu itu.


"Dalam Islam istri boleh Meminta cerai kepada suami Jika 1.suami tidak bisa memenuhi hak istri seperti tidak menafkahi dengan baik tidak memberi tempat tinggal yang layak. 2. Suami merendahkan istri bisa jadi melakukan KDRT secara verbal atau nonverbal sekalipun tidak dilakukan secara berulang-ulang melaknat dan mencela istri. 3. Suami pergi dalam waktu yang sangat lama sehingga menimbulkan fitnah untuk istri. 4 suami divonis memiliki penyakit berbahaya contohnya impoten atau penyakit HIV Aids dan lain sebagainya . 5 suami pasti fasik artinya suami melakukan dosa besar di mana tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban fardhu yang menyebabkan kekafiran atau rusaknya akad nikah, poin-poin tersebut jika ada dalam suami maka istri berhak untuk Meminta cerai," Ucap pak ustad.

__ADS_1


Rani menghela nafasnya beberapa poin yang disampaikan oleh pak ustad memang ada yang dilakukan oleh suaminya dan rasanya Dia berhak untuk Meminta cerai lalu Pak Ustad melanjutkan ucapannya.


"Perceraian yang terjadi saat istri sedang hamil itu sah hanya masa iddahnya selesai saat istri melahirkan," ucap ustad.


"Terima kasih Pak Ustad atas Jawabannya saya kini tidak ragu lagi saya ingin bercerai dari suami saya," ucap Rani dengan mantap.


Ucapan Rani membuat semua orang ternganga termasuk mantan istri dan juga anak-anak dari Ridwan sedangkan Ridwan hanya tersenyum miring mendengar menanggapi ucapan Rani.


"Sok-sokan mau bercerai Emangnya kamu pikir Ada yang mau sama kamu kalau kamu bercerai sama aku Ran, " ucap Ridwan.


"Sebaiknya Bu Rani dan Pak Ridwan membicarakan ini secara kekeluargaan tidak enak jika didengar tetangga ini kan termasuk Aib keluarga ya jangan sampai diumbar di tempat ramai seperti ini sekarang kita bahas untuk tahlilan Ibu Minah saja ya," ucap pak ustadz akhirnya melerai ucapan Ridwan dan Rani karna pak ustadz melihat wajah Ridwan yang mulai nampak emosi, tak ingin ada keributan terjadi.


Setelah tetangga Dan Pak Ustad pulang kini tinggallah Rani dan keluarganya juga Ridwan mantan istri dan anak-anak Ridwan yang ada di dalam rumah tersebut, Ridwan langsung menampakan wajah tidak sukanya terhadap Rani dan dia tidak segan-segan untuk memarahi Rani di depan keluarga Rani dan juga depan anak-anak serta mantan istri Ridwan.


"Berani sekali kamu menantang ku Rani, kau mau minta cerai di depan banyak orang Maksud kamu apa kamu ingin mempermalukan aku kamu ingin menghina aku di depan banyak orang begitu?" sentak Ridwan.

__ADS_1


Tubuh Rani dan juga keluarganya menegang mendengar ucapan kasar yang keluar dari mulut Ridwan mungkin Rani biasa mendengar hal-hal kasa dari Ridwan tapi keluarganya sama sekali tidak tahu jika Rani diberlakukan seperti itu oleh Ridwan dan kali ini mereka melihat dengan mata kepala sendiri jika Rani diberlakukan tidak baik oleh Ridwan.


"Kamu yang memulai Bang, Kamu selalu menyalahkan aku atas kepergian ibu, padahal aku sudah berusaha untuk merawat ibu dengan tulus bahkan  lebih dari merawat ibu kandungku sendiri, aku juga tidak tahan dengan sikapmu yang kasar, yang selalu berselingkuh di luar, tidak pernah menghargai aku sebagai istri kamu, aku sudah tidak tahan untuk tidak meminta cerai, selama ini Alasan Aku bertahan dengan kamu itu karena Bintang dan karena ibu Tapi kini aku sadar Bintang tidak butuh Bapak seperti kamu dan ibu sudah tidak ada Jadi tidak ada alasan aku untuk bertahan denganmu lagi Bang," ucap Rani.


"Apa yang aku katakan itu emang benar kan kamu tidak becus mengurus Ibu hingga Ibuku terjatuh dari tempat tidur dan meninggal dan kamu dengan Sombongnya Meminta cerai di depan banyak orang Memangnya kamu pikir akan ada lelaki yang mau bersama kamu setelah Kamu cerai dengan aku," ucap Ridwan angkuh.


"Cukup Bang Ridwan berhenti menghina kakakku Kamu harusnya berterima kasih kepada kakakku Karena dia sudah merawat ibumu yang lumpuh itu di mana kamu saat kakakku merawat ibumu yang lumpuh kamu hanya bersenang-senang dengan wanita di luar kan dan aku tidak mau melihat kakakku diperlakukan dengan kasar ceraikan sekarang juga," ucap Rama adik dari Rani.


Rama sangat geram melihat secara langsung Bagaimana sikap Ridwan memperlakukan Rani dengan sangat tidak baik, Rama tidak rela kakak yang sangat disayanginya yang selalu berjuang untuk keluarganya bahkan menyekolahkannya sampai dia lulus kini disakiti oleh lelaki yang berstatus suaminya apalagi mendengar jika Ridwan sering berselingkuh di luar.


Sedangkan Ridwan hanya memandang sinis ke arah Rama, ia berpikir Rama masih kecil dan belum pantas berbicara tentang rumah tangga dengan mengomentari rumah tangganya.


"Diam Kamu bocah Jangan banyak bicara, kakakmu pantas diperlakukan seperti itu karena dia tidak pernah menyenangkan aku sebagai istri kewajibannya itu mengurus suami dan menyenangkan hati suami iya kan tapi dia tidak pernah melakukan itu," ucap Ridwan.


"Aku memang masih bocah, tapi aku bukan lelaki brengsek seperti kamu yang menyakiti hati wanita dengan ucapan tajam dan juga berselingkuh di luar, kakakku masih bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik daripada kamu yang hanya lelaki sampah yang tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih," ucap Rama

__ADS_1


Ridwan tak terima dengan ucapan Rama, dia hendak melayangkan bogem mentah kepada Rama namun ada tangan seseorang yang menghalanginya.


__ADS_2