
Bia sama sekali tidak mengerti dengan penuturan Brandon, keningnya berkerut dalam memberikan isyarat bahwa dia tidak mengerti.
"Apa maksudmu?" tanya Bia.
Brandon mendekatkan wajah mereka, Bia juga memundurkan wajahnya agar tak tersentuh dengan Brandon. Kesal dengan sikap Bia, Brandon menarik tengkuk Bia dan membisikkan sesuatu.
"Mereka semua berdiri di depan pintu kamar kita, ingin mencuri dengar pengalaman malam pertama kita yang padahal sudah menjadi malam kedua," bisik Brandon sangat berhati-hati.
Bia membulatkan matanya, tidak percaya dengan yang barusan dikatakan oleh Brandon.
"Mencuri dengar? Siapa?" tanyanya yang benar-benar tidak tahu.
"Yang penting, banyak orang yang sedang berdiri di depan pintu kamar kita," jawab Brandon, dia sengaja tidak menjelaskan siapa saja yang berniat menguping mereka, takut besok saat Bia bertemu dengan anggota keluarga ini dia akan malu dan minder.
"Ja-jadi kita harus apa untuk membuat mereka segera pergi?" tanya Bia gugup.
"Kita harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang pengantin baru!" celetuk Brandon, Bia spontan menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Aku tidak mau!" tolak Bia dengan tegas.
"Kita harus melakukannya, Haninbia! Harus!" Brandon memaksa.
"Tapi kamu sudah berjanji, Uncle! Masa kamu mau mengingkari Perkataanmu sendiri?" ucap Bia memelas.
Tuk!
Brandon menyentil dahi Bia hingga memerah.
"Apa yang kau lakukan?!" sentak Bia sambil mengusap-usap dahinya bekas sentilan Brandon.
"Apa yang sedang dipikirkan oleh otak kotormu itu, ha?" sentak Brandon.
"Yang sedang aku pikirkan, sama dengan apa yang sedang kau pikirkan!" sungut Bia berdecih kesal.
"Kau yakin?" ledek Brandon sambil terkekeh pelan.
"Ya, kau sedang memikirkan malam pertama kita, kan? Aku tidak mau, jadi aku sedang memikirkan cara untuk menolaknya!" ketus Bia mengerucutkan bibirnya.
Brandon merasa gemas dengan Bia, ingin sekali dia mencium bibir gadis itu.
Cup!
Brandon memberanikan diri dan berhasil mengecup bibir Bia yang sedang mengerucut.
"Uncle! Kenapa kau semesum ini?!" pekik Bia.
__ADS_1
"Kau hanya perlu mendesah!" ucap Brandon tiba-tiba.
"Men-desah?" Bia terdiam sejenak. "Aku tidak pandai mendesah, Uncle!" Bia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"Baru hari pertama menikah saja sudah seribet ini, bagaimana aku bisa bertahan sampai satu tahun...." keluh Bia sambil memijat pelipisnya.
"Lebih baik kita hadapi dulu yang sekarang. Berbaringlah!" titah Brandon.
"Berbaring? Untuk apa? Jika hanya pura-pura mendesah saja, sambil duduk kan juga bisa," protes Bia.
"Lakukanlah!" seru Brandon.
"Ahh!" Bia menjerit sekuat tenaga.
"Haninbia, itu bukan mendesah. Tapi terkejut karena kecoa!" sungut Brandon geleng-geleng kepala.
"Jadi aku harus mendesah seperti apa?" tanya Bia sambil merapatkan giginya.
Brandon mendekatkan wajahnya pada Bia, memojokkan Bia hingga tubuh wanita itu terjatuh ke belakang. Brandon menciumi Curug leher Bia, hingga apa yang mereka harapkan keluar dari mulutnya.
"Ahh... ahhh...." lenguhan Bia begitu mendayu-dayu di telinga Brandon, memacu sesuatu yang berada di dalam celananya.
"Kau dengar itu?" seru Rey, mereka semua semakin mendekatkan telinganya ke pintu.
"Kau masih anak kecil, tidak perlu mendengar hal tak senonoh begini!" omel Bara yang masih asik menguping.
"Daddy! Aku adukan pada Mommy, ya?!" ancam Hansel.
"Dasar bocah sialan!" Bara menggeser sedikit tubuhnya memberikan ruang untuk Hansel.
Di dalam, ciuman Brandon semakin memanas, bahkan dia benar-benar ******* bibir Istrinya yang merah merona menggoda adrenalin nya.
"Uncle, apa kita perlu benar-benar ciuman seperti ini?" tanya Bia, darahnya mulai berdesir, dia merasakan sesuatu yang berbeda saat Brandon melabuhkan beberapa ciuman di leher dan bibirnya.
"Yang kita perlukan hanya desahanmu, Haninbia. Kalau kamu bisa mendesah dengan benar, kita tidak perlu melakukan hal seperti ini," jawab Brandon.
"A-aku bi-bisa melakukannya kok," tangkas Bia.
Brandon mendongak, sebenarnya dia tidak rela melepaskan Bia malam ini. Gara-gara ulahnya barusan, ******* Bia membuatnya menginginkan lebih sebagai seorang suami. Tapi, dia harus menepati janjinya.
"Ahhh ... Hum... ahhh...!" Bia benar-benar mendesah seerotis mungkin.
Brandon menatap wajah Bia yang ikut berubah beriringan dengan suara ******* manja yang ia buat.
Pria-pria di luar mulai ketar-ketir saat mendengar suara erotis Bia. Mereka mulai memegangi sesuatu yang mendesak keluar.
__ADS_1
"Daddy mau ke mana?" tanya Hansel saat melihat Bara pergi.
"Kau lanjutkan saja, Daddy ada pekerjaan penting dengan Mommy mu!" ucap Bara, tanpa menunggu lagi, dia langsung kocar-kacir masuk ke dalam kamar.
"Sebenarnya apa yang kita lakukan disini sih?" gumam Rey, dia juga berniat mengikuti jejak Bara.
"Brandon itu orang yang kaku, a-aku hanya mau memastikannya saja. Takutnya dia tidak memberikan apa yang seharusnya dia berikan pada istrinya!" kelit Daniel.
"Kami masuk ke kamar duluan, ada sesuatu yang harus dituntaskan. Kalian juga bisa bubar, jangan terus menguping! Awas saja kalau sampai memuntahkan susu kental bau itu!" kecam Daniel.
Setelah para orang tua mereka pergi untuk menuntaskan hasrat yang timbul, Argha, Gavin, dan Hansel saling bertatapan.
"Bun... sabun!" pekik Argha.
"Sepertinya aku harus lebih banyak menyediakan stok sabun berlubang tengah," gumam Hansel.
"Bubar!" ucap Gavin.
Bia tersenyum senang ketika mendengar suara kaki melangkah menjauh.
"Uncle, mereka sudah pergi. Berarti tugasku sudah selesai, kan? Aku mau istirahat!" ucap Bia mulai memposisikan diri untuk tidur.
"Kamu tidur di mana?"
"Di sini!" Bia menepuk-nepuk ranjang di sebelahnya.
"Kau tidak takut aku melakukan sesuatu padamu?" goda Brandon.
"Aku yakin kau bisa menepati janjimu, itu sebabnya aku mau tidur di sini. Tetapi jika kamu tidak bisa menepati janjimu, aku akan pindah ke sofa saja," terang Bia.
"Tidurlah!" titah Brandon, dia turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.
Saat Brandon baru memegang kenop pintu, suara Bia menghentikannya.
"Kamu mau ke mana, Uncle?"
"Ada sesuatu yang harus aku tuntaskan. Kalau tidak bisa membahayakan tubuh," celetuk Brandon dan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menunggu lagi.
"Sesuatu yang harus dituntaskan?"
-Bersambung-
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, gift (hadiah), dan vote sebanyak-banyaknya ya guys... Berikan juga bintang 5🙏🙏🙏
Terima kasih ❤️❤️❤️
__ADS_1