
"Berbuat tidak senonoh? Apa kamu mau melakukannya sekarang? Kalau aku sih boleh-boleh saja. Aku akan menurutinya. Sepertinya, di sini juga asik jika kita berbuat sesuatu yang tidak senonoh," bisik Brandon.
"Maksudku bukan seperti itu, Uncle. Jangan berpikir mesum terus!" sentak Bia.
"Lalu, bagaimana? Apakah seperti ini?" Brandon mendekatkan wajah mereka, berniat ******* bibir istrinya itu. Tapi, Bia malah memalingkan wajahnya menghindari ciuman Brandon.
"Jangan menolakku, Bia!' ucap Brandon mulai kesal. Saat dia sudah merasakan nikmatnya surga dunia, meskipun hanya sekali, tetap saja memabukkan.
"Uncle, kau lupa dengan janjimu saat kita belum menikah? Semua pria sama saja. Janjinya tidak akan bisa dipercaya jika berkaitan dengan hal-hal mesum," ucapnya sambil mencebikkan bibir.
"Kau yang selalu memaksaku menjadi mesum, Bia. Kau selalu mencebikkan bibir ranummu itu. Padahal, kau jelas tau itu adalah hal terlarang untukku!" ucap Brandon, memegangi wajah istrinya agar tidak bisa menghindar dan langsung melancarkan aksinya.
Bia menolak tubuh Brandon yang semakin erat menempel padanya. Sekuat tenaga dia menolak, pria yang sedang digeluti nafsu itu semakin merapatkan tubuh mereka berdua.
"Uncle, kita kesini untuk minum kopi dan berkumpul bersama keponakanmu yang lain. Jangan seperti ini. Kita harus segera keluar dari sini sekarang juga sebelum ada orang yang memergoki kita. Kalau itu benar-benar terjadi, kita pasti sangat malu, Uncle!" wajah Bia begitu memelas, bukannya mau melepaskan, tapi Brandon malah semakin gemas dan ingin segera memakan wanita itu. Tapi, apa yang dikatakan Bia juga benar adanya. Jika para keponakan laknat itu menunggu lama dan mencari mereka, jika mereka menemukan Brandon dan Bia di toilet wanita, entah apa yang akan terjadi nantinya.
"Sekali celup saja, Bia. Mereka tidak akan merasa kelamaan juga kok. Sesuatu di dalam sini sudah keburu bangun, tidak bisa kutahan, dan tidak bisa keluar tanpa bantuan darimu," mohon Brandon.
"Uncle, kita lakukan di rumah saja, ya." Bia masih berusaha membujuk.
"Di rumah, hitungannya lain lagi." Tanpa izin dari sang empu, Brandon langsung menggerebek tubuh istrinya tanpa ampun. Bia juga merasakan rasa nikmat yang mulai menjalar, mengalirkan rasa hangat yang membuat otaknya tak mampu lagi berpikir.
Tangan Brandon masuk ke dalam rok pendek yang Bia kenakan. Membuka tiga kancing kemeja Bia yang paling atas dan membubuhkan banyak kecupan kecil di sana.
"Uncle...." suara Bia terdengar n
__ADS_1
mendayu-dayu di telinga Brandon, membuat sesuatu yang sudah bangun, semakin berdiri sempurna dan siap untuk diajak bertempur.
Brandon menurunkan celana bagian dalam Bia sampai ke bawah. Dia mengecup kedua paha wanita itu, sambil sesekali menjulurkan lidahnya untuk membuat Bia semakin terangsang.
Brandon mengangkat sebelah kaki Bia agar burung camarnya bisa masuk. Kemudian, dia langsung memasukkan burung camarnya itu ke dalam sarangnya yang sudah basah.
Terjadilah pertempuran sengit di dalam toilet wanita itu. Bia menutup rapat-rapat mulutnya, dia sangat takut jika ada seseorang di luar yang tidak sengaja mendengar desahannya.
"Keluarkan saja suara merdumu itu Bia. Tanpa suara itu permainan kita terasa hambar," ucap Brandon. memaksa Bia membuka mulutnya dan mengeluarkan suara-suara indah yang telah menjadi kesukaannya.
"Uncle, ini toilet umum ... jika aku mengeluarkan suara aneh itu dan tidak sengaja terdengar oleh orang lain, pasti akan sangat memalukan!" sahut Bia yang tetap merasa keberatan.
Brandon tidak mempedulikan ocehan Bia. Dia semakin mempercepat ritme permainan mereka sambil menyesap bibir istrinya.
Akhirnya Brandon mendapatkan pelepasannya. Dia melihat raut wajah Bia yang terkesan biasa saja, "Kamu belum mencapai *******?" tanya Brandon.
"Tidak apa-apa. Kita lanjutkan satu ronde lagi saja untuk mengejar kepuasanmu."
"Tidak usah, Uncle. Su-sudah cukup. Jangan dilanjutkan lagi," tolak Bia sambil cengengesan.
"Tidak apa-apa, Bi. Jangan sungkan," ucap Brandon, dia tidak mau hanya dirinya yang merasa puas sedangkan pasangannya tidak. Menurutnya, itu merupakan sebuah kelemahan.
"Bukan, Uncle, aku benar-benar tidak mau lagi. Kita bisa melanjutkannya di rumah saja." Bia menolak dada Brandon agar yang di bawah juga ikut terlepas.
"Baiklah. Sesuai keinginanmu. Sampai di rumah, kita akan melanjutkan permainan yang belum selesai ini," akhirnya Brandon mengalah. Dia melepaskan miliknya dan merapikan pakaian mereka yang sudah acak-acakan.
__ADS_1
Aku hanya bercanda agar kau melepaskanku, Uncle. Kenapa kau malah menganggapnya serius? Stok tenagaku sudah kehabisan, aku sudah tidak sanggup bertempur lagi nanti.
*****
"Kalian dari mana saja?" tanya Argha sambil memainkan busa kopinya.
"Argha, jangan bertanya urusan orang tua," omel Brandon.
"Maaf, Paman!"
"Minuman kalian belum kami pesan. Kami sudah menebak, kalian pasti lama, raut minumannya jadi dingin," ujar Tasya.
"Tidak masalah. Aku akan memesannya sendiri," ucap Bia, mendekati seorang waiters untuk memesan minuman untuknya dan juga Brandon. Tentu saja, mereka membutuhkan banyak minuman untuk mengisi kembali cairan yang sudah banyak terbuang tadi
Bia berjalan kembali duduk, ia baru menggeser bangkunya, tiba-tiba ponselnya berdering. Tertera nomor Dokter Handy di layar benda pipihnya. Yang Bia tahu, Dokter Handy adalah Dokter khusus Bibinya dan dirinya sendiri. Namun, kali ini Dokter itu menghubunginya, hal besar apa yang telah terjadi?
"Halo, Dok, ada apa?" tanya Bia. Sontak, suara Bia mengalihkan tatapan semua orang.
"Bia, datanglah ke rumah sakit tempat aku bekerja sekarang juga! Ada hal penting yang harus kau lihat!" perintahnya, alis Bia semakin berkerut. Biasanya, pria itu bukanlah sekarang yang pemaksa.
"Nanti aku akan datang. Sekarang, aku masih memiliki kesibukanku sendiri, Dok!"
"Kalau kau tidak datang sekarang juga, kau akan menyesal, Bi. Aku jamin itu!" kecamnya lagi.
"Sebenarnya ada apa, Dok? Kenapa kau begitu memaksaku untuk segera datang?" tanya Bia mendesak.
__ADS_1
...Maaf karena telat update, Sudah beberapa kali revisi karena ditolak terus dari semalam, kata sistem terlalu fulgar 🙈🙈 aduhh gatau deh kali ini bakal lulus atau nggak. Jangan lupa untuk tinggalkan like, komentar, gift, dan vote sebanyak-banyaknya. berikan 🌟 5 juga ya guys 🙏🙏...
-Bersambung-