Pretend Marriage (Pura-pura Menikah)

Pretend Marriage (Pura-pura Menikah)
Memaksa


__ADS_3

"Bia, karena Wila sudah tidak ada, biarkan Mama yang tinggal di sini mengurusi kamu yang sedang hamil, ya?" ucap Rita tanpa basa-basi dan tidak malu pada dirinya sendiri.


"Kamu kan baru hamil anak pertama. Tadi saja sudah pingsan jadi Mama takut akan ada sesuatu yang buruk terjadi padamu dan kandunganmu. Kalau seperti itu, suamimu pasti akan merasa sedih," ujarnya sambil menghapus air mata yang sebenarnya tidak ada.


"Kenapa kesannya dia seperti mendoakan Bia agar sesuatu yang buruk terjadi pada kandungannya?" bisik Belle pada Rena dan diangguki oleh Rena.


"Benar sekali, aku juga sependapat denganmu, Belle!"


"Padahal kulihat tadi dia hanya memainkan ponsel saat Bia pingsan. Tidak ada respon apapun darinya. Dan sekarang malah pura-pura sedih dan meminta untuk tinggal bersama


Bia, sebenarnya rencana busuk apa yang sedang dia rancang dalam benaknya?" gumam Embun, dia juga tidak merasa ada ketulusan dari Rita seperti yang ditunjukkan wanita itu.


"Ma, aku tinggal bersama Brandon di apartemen kami. Aku tidak berencana tinggal di sini. Biarlah rumah ini menjadi tempat aku menyimpan kenangan ku dengan Bibi Wila. Aku tidak mau merusaknya. Biarkan aroma Bibi Wila masih tersimpan rapi di rumah ini," ucap Bia, menolak secara tidak langsung.


"Bi, kamu pasti membutuhkan Mama untuk menjagamu. Walaupun kalian tinggal di apartemen, Mama juga bisa ikut kalian kemanapun. Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu!" ucap Rita memaksakan kehendaknya.


Aku membutuhkanmu? Tapi, selama ini aku hidup. Tidak sekalipun aku membutuhkanmu. Daripada kamu, masih banyak orang-orang yang menyayangiku dan mau menjagaku setulus hati tidak sepertimu yang hanya mengincar sesuatu makanya baik padaku.


"Tidak, Ma. Sesekali aku akan mengunjungimu. Aku bisa mengurus diriku sendiri kok. Lagipula, aku masih hamil muda tentu bisa menghandle semuanya. Kamu tidak perlu khawatir. Sejak kecil Bibi Wila selalu mengajarkanku kemandirian dan keberanian," sanggah Bia. Dia sangat-sangat tidak nyaman jika kita benar-benar ikut dan merawatnya juga. Karena, Bia sangat yakin kalau Rita memang ada maksud terselubung.

__ADS_1


"Bia, kenapa kamu malah menolak kehadiran Mama? Kenapa kamu begitu jahat? Aku ini Maman kamu, jangan seperti ini, Nak!" Rita mulai terisak. Dia berpikir, jika di depan keluarga Brandon, Bia pasti tidak kuasa menolak, pasti akan menerimanya. Jadi, dia akan berakting sebaik mungkin untuk mengambil hati keluarga Brandon, jadi keluarga Brandon Bia akan memaksa ntuk menerimanya tinggal dengan Bia.


"Ma, aku tidak maksud seperti itu. Aku merasa diriku masih sanggup mengurus semuanya. Aku tidak mau merepotkanmu yang sudah tua, aku tahu kamu pasti kelelahan nantinya," tangkas Bia, dia menjadi tidak enak hati takut dinilai jangan oleh keluarga Brandon.


"Bia, Mama sudah meminta berarti mama siap menanggung semua kelelahan!" Rita masih saja terus memaksa.


"Bia...?" panggil Brandon.


Mendengar Brandon memanggil Bia, Rita langsung tersenyum, dia mengira Brandon akan memihak padanya. Membiarkan Rita merawat Bia yang sedang hamil muda.


Bia mendongak menatap Brandon yang sudah berwajah datar. Dia juga sama seperti Rita, berpikir suaminya itu akan memaksa dia untuk menerima sang ibu, mengingat kalau dia sedang hamil muda.


"A-aku tidak apa-apa. Tapi, aku tidak ma--"


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan!" potong Brandon.


"Ma, sebelumnya aku minta maaf. Bia bukan menolakmu. Aku menghargai keputusan istriku. Dia merasa sanggup untuk mengurusi semuanya dengan baik. Istriku sedang hamil dan sedang berada dalam suasana hati yang tidak baik sebab masih dalam keadaan berduka. Tolong hargai juga keputusannya, kamu memang ibunya tetapi tolong jangan memaksakan kehendak yang sudah jelas-jelas ditolak oleh istriku!" pungkas Brandon, dia cuma melihat berita yang terus memaksa Bia.


"Maksudku baik. Kenapa kalian malah tidak menerimanya?" Rita menangis lagi.

__ADS_1


"Aku hanya mau menebus kesalahanku pada Bia. Dulu, aku memang tidak merawatnya Karena Wila tidak mengizinkan. Sekarang aku ingin merawat Bia yang sedang mengandung cucuku. Tolong, izinkan aku untuk menebus kesalahanku," mohonnya memelas pada Brandon. Secara tidak langsung dia membuka aibnya sendiri yang menelantarkan anaknya.


"Stop! Jangan jelekkan nama Bibi Wila pada orang lain! Bibi Wila tidak seperti itu!" Bia kembali terisak, "Kamulah yang menelantarkan aku dan ayah Untung ada bibi Wila yang merawatku! Selama ini kamu kemana saja?" pekik Bia.


Brandon mendorong pelan Rita agar wanita itu memberi ruang, Brandon langsung memeluk Bia yang terisak.


"Cukup, Bi, jangan dipikirkan lagi. Kasihan anak kita, jangan menangis lagi, ya!" Brandon mengusap punggung istrinya agar lebih tenang.


"Kak, tolong bawa Ibu mertuaku keluar. Bia harus menenangkan dirinya,'" pinta Brandon.


Tatapan tajam Belle, Embun, dan Rena langsung tertuju pada Rita yang masih berdiri di sana. Mereka bertiga langsung menarik lengan Rita dan membawanya keluar.


"Apa-apaan kalian? Aku ini Ibunya, kalian tidak berhak memperlakukan aku seperti ini!" bentak Rita berang.


"Dasar wanita berhenti batu!" sungut Belle yang sudah memendam kekesalannya sejak tadi, dan baru bisa melampiaskannya sekarang. "Bia itu anakmu, kenapa kamu terus-terusan menyusahkannya sejak dia kecil? Barkan dia bahagia. Pergi sana! Jangan menampakkan wajahmu lagi wajahmu di depan adik iparku!" imbuh Belle.


-Bersambung-


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, gift dan vote sebanyak-banyaknya. Berikan juga rate 5 ya guys 🙏 🙏

__ADS_1


Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2