Pretend Marriage (Pura-pura Menikah)

Pretend Marriage (Pura-pura Menikah)
Merasa malu


__ADS_3

"Brandon, meskipun kau sudah menikah dengan wanita ****** itu, aku tetap tidak akan menyerah padamu. Kau milikku, selamanya akan tetap seperti itu. Dan kau, Bia, aku akan membalas semua kekecewaanku ini suatu hari nanti," tekadnya, hatinya mulai menyimpan dendam kesumat.


*****


Brandon dan Bia berjalan menyusuri koridor. Seperti dugaan Bia, semua mata memandangnya tanpa jeda. Ada tatatapan tajam, mendamba, suka, dan benci. Semua tatapan itu tidak dihiraukan oleh Bia meskipun tatapan mereka membuatnya kian sesak.


"Wih, udah selesai aja pertandingannya?" tanya Arga sambil menepuk pundak Brandon.


"Pertandingan?" Bia mengulang sambil berpikir.


"Pertunjukan bodoh, bukan pertandingan!" sentak Hansel membenarkan.


"Yang benar memang pertandingan. Kan Paman Brandon bertanding sama saingan cintanya, bersaing untuk tampil di pentas," celetuknya sambil cengengesan.


Jadi, mereka semua sudah tau tentang rencana ini, ya? Hanya aku yang tidak tahu apapun.


"Uncle, kalian tidak jadi bulan madu?" tanya Hansel mengalihkan pembicaraan. Namun, malah membuat suasana bertambah hening. Brandon melirik Bia sekilas, wanita itu menundukkan wajahnya. Mungkin, merasa tak nyaman dengan pembicaraan itu.


Brandon melirik pada Hansel yang langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Dia ikut melihat ke arah dia yang sedang tertunduk sambil meremas jari jemarinya.


"A-apakah aku salah bicara?" tanyanya berusaha mencairkan suasana.


"Sudah tahu salah tapi masih bertanya!" sungut Gavin berbisik di telinga Hansel, "Lihat! sedari tadi Paman terus menatapmu dengan tajam, Hans!" imbuhnya. Sontak, Hansel ikut melihat ke arah Brandon yang memang benar sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Memangnya di mana letak kesalahanku? Aku hanya menagih janji yang belum dia tepati saja. bukannya setiap hari kalian juga bertanya tentang hal ini?" sahutnya lagi yang masih bingung.


"Benar. Tapi kami peka, tidak sepertimu yang selalu asal bicara tanpa melihat situasi," cerca Gavin.

__ADS_1


"Bia?" panggil Tasya, dia tidak mau sahabatnya itu terdiam dan terus merasa tidak nyaman. Dia pikir, jika berbicara dengannya, mungkin saja rasa tidak nyaman itu akan teralihkan.


"Ta-tasya?" Justru Bia semakin tidak nyaman. Jika membahas tentang bulan madu di depan Tasya, dia merasa malu pada sahabat baiknya itu.


"Bagaimana pertunjukanmu tadi?" tanya Tasya basa-basi, " Maaf, kami tidak sempat menyaksikannya. Argha terlalu lambat berdandan dan membuat kami terlambat datang ke sini. Sekali lagi maaf ya," terang Tasya.


"Ah? Tidak apa-apa." Bia menunjukkan senyum terpaksanya.


"Bagaimana kalau kita ngopi bareng di cafe dekat sini?" usul Tasya.


"Ayuk!" Hansel paling bersemangat.


"Hans, di mana Valerie? Kenapa dia tidak pergi bersamamu?" tanya Brandon yang baru menyadari ada keponakannya yang tidak ikut.


"Aku malas membawanya, Paman. Penampilannya malu-maluin deh. Terus, pacarku juga bisa salah paham walaupun aku menjelaskan beribu kali, pacarku tetap tidak percaya saat melihat Valerie yang berusaha mendekatiku. Jadinya aku ikutan illfeel," terangnya, memang itulah yang dia rasakan. Tapi, Daddy nya selalu saja menyuruh Hansel untuk menjaga gadis itu seperti menjaga adiknya sendiri, Hilsa. Mana mungkin dia bisa, apalagi dalam segala kesempatan gadis itu tampak mencuri-curi kesempatan untuk mendekati Hansel.


Setiap aku bercerita seperti ini, Paman pasti akan menceramahiku. Padahal, yang harusnya diceramahi itu Valerie. Paman tidak tahu saja Valerie mendekatiku bukan seperti mendekati seorang Kakak, melainkan seperti menaruh rasa padaku. Mana mungkin Aku menyukai gadis cupu seperti dia.


"Sudahlah, ayo kita pergi," ajak Gavin.


"Aku bersama Tasya saja, ya?" pinta Bia, jika bersama Brandon dia selalu teringat akan bulan madu. Padahal mereka sudah melakukan hubungan intim sampai beberapa kali. Tapi, setiap kali mengingat hal itu wajah Bia langsung memerah.


"Mobil kami sudah penuh, Bi. Kamu bersama Paman saja," sanggah Tasya sambil tersenyum.


"Baiklah," jawabnya terpaksa.


*****

__ADS_1


Mereka tiba di cafe tempat Tasya dan Bia biasa kunjungi. Mereka langsung mengambil tempat favorit mereka yaitu di dekat jendela. Belum sempat bergabung, Bia sudah pamit ke toilet, wanita itu berjalan dengan tergesa-gesa.


"Aku ke toilet sebentar," ucap Brandon, tanpa menunggu persetujuan siapapun, dia langsung berjalan cepat menyusul Bia ke toilet.


"Ada apa dengan mereka? Apakah mereka sama-sama kebelet?" ucap Argha bertanya-tanya.


"Kalaupun ia, itu bukan urusan kita!" cetus Hansel sambil memainkan gadgetnya.


Argha mencebikkan bibirnya sambil memutar kedua bola matanya.


Brandon menyusul Bia masuk ke dalam toilet. Dia tida perduli yang dia masuki itu toilet wanita. Untung saja, saat itu toilet sedang sepi. Jadi, dia tida khawatir akan ada yang melihatnya melakukan hal memalukan itu, yaitu masuk ke toilet wanita.


Lama dia bersandar di pintu toilet tempat Bia masuk tadi, dia menyandarkan lengannya di pintu sambil mengetuk-ngetukan jarinya di pintu.


Ketika pintu terbuka, mata Bia terbelalak saat melihat Brandon berada di dalam toilet wanita.


"Uncle? Kenapa kamu berada di sini? Inikan toilet wanita. Cepat keluar sana sebelum ada orang yang melihatmu dan kita berdua akan malu!" usir Bia sambil mendorong tubuh Suaminya.


Bukannya keluar, Brandon malah mendorong Bia masuk ke dalam toilet yang tadi dimasukinya. Setelah mereka masuk, dia langsung mengunci pintunya rapat-rapat dan mendekati Bia.


"Uncle, apa yang kau lakukan? Menyingkirlah! Kita harus segera keluar dari sini, jangan sampai ada yang melihat kita berbuat tidak senonoh di sini!" omelnya, wajahnya sudah merah padam. Bia benar-benar takut ada yang memergoki mereka berdua. Meskipun mereka berdua sudah menikah, tapi tetap sangat malu jika sampai ada yang memergoki mereka berduaan di dalam toilet.


"Berbuat tidak senonoh? Apa kamu mau melakukannya sekarang? Kalau aku sih boleh-boleh saja. Aku akan menurutinya. Sepertinya, di sini juga asik jika kita berbuat sesuatu yang tidak senonoh," bisik Brandon.


-Bersambung-


Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, gift, dan vote sebanyak-banyaknya. Berikan juga rating 5 ya guys 🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2