Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Kisah Aksa


__ADS_3

Zain masih dengan posisinya duduk di kursi di depan ranjang Aksa. Ica sudah melepaskan pelukannya. Aksa juga sudah mulai berangsur membaik.


Tapi keduanya masih dengan mode panik dan cemas. Aksa masih bertanya banyak hal kepada keduanya.


Zain menatap Aksa. Ica juga sudah duduk di tepi ranjang Aksa.


"Mas, gimana? udah enakan?" Tanya Ica


Aksa menatap wajah gadis di sampingnya itu. Tangan kekarnya menyentuh pipi, hidung, bibir lalu rambut Ica.


"Sama..." Gumamnya lirih.


Zain mencoba menyingkirkan jari Aksa, namun di cegah Ica.


"Aku tahu rasanya." Kata Ica.


Membuat Zain menatap Ica dan Aksa menghentikan sentuhan yang sebetulnya membuat Ica geli.


"Maksud kamu apa, Ca?" Tanyak Aksa.


"Kamu tadi lihat apa?" Ica balik nanya.


Kini Ica dan Zain fokus kepada Aksa. Menelaah setiap inchi wajah Aksa. Menunggu jawaban dari pertanyaan Ica.


"Mas... Mas Aksa coba lihat Ica!" Pinta Ica.


Aksa menurutinya. Iapun menatap gadis di depannya lekat.


"Mas.. apa Mas lihat ada gadis mirip aku? Pakai kain Jawa atau pakai Baju kuno China?" Lanjut Ica.


Aksa masih menatap Ica, Ia menarik napas dengan teratur.


"Ca... Zain... tadi aku di rumah gede sekali... " Kata Aksa dengan tertahan.


"Katanya itu istana. Di sana banyak pengawal. Mereka memanggilku Raden."

__ADS_1


Cerita Aksa


Aksa merasakan sedang duduk di sebuah taman. Di sebelahnya ada seseorang yang tidak di kenalnya.


Laki-laki itu memakai pakaian ala zaman dulu. Celana selutut. Tanpa pakaian atasan. Ada selempang dibahunya. rambut digelung keatas.


Lelaki itu berdiri khas ala seorang pengawal. Tidak bergerak sedikitpun.


Aksa memandang lelaki itu. Seolah ingin menanyakan dimana ini. Tapi, diurungkannya.


"Raden... sampun di tenggo kaliyan Raden Alit teros e laku panah." Ucap lelaki itu tegas.


"Nang endi Raden Alit?" Aksa akhirnya menjawab pertanyaan lelaki itu agar mengetahui lokasinya sekarang.


" Ten latar ***, Raden." Jawab Prajurit di depannya.


"Terke aku rono." Pinta Aksa


"Dalem Raden." Jawab Prajurit itu.


Aksa mengekor prajurit itu.


Prajurit itu menghampiri seseorang. Tampak keduanya berbincang.


"Raden, pinarak. Dalem ten mriki..." Ujar prajurit itu.


Aksa memandang pria di depannya. Seakan pernah melihatnya. Pria itu berpakaian mirip denganmu. Terlihat alegant dan sangat kharismatik.


"He.. Narendra iki gandhewomu..." Ucap pria itu kasar dengan melempar panah dan busur ke arah Aksa.


Untung Aksa sigap, panah dan busur itu bisa tertangkap dengan baik.


Aksa hanya memandang kedua benda itu dengan bingung. Jangankan menggunakan bahkan cara memegang saja dia tidak bisa.


Aksa hanya memandang pria di sebelahnya dengan seksama. Bagaimana pria itu merentangkan dan menarik busur dengan sempurna. Dan tepat sasaran. Wajahnya nampak begitu puas.

__ADS_1


"Hei... gandhewomu iku ojo di cekel ae... haa haa haa..." Suara pria itu menggema seakan meledeknya.


"Raden.... Raden Naren..." Seseorang berteriak cukup kencang auto membuat keduanya menghentikan kegiatannya.


"Raden wonten dayoh." Tutur perempuan karo baya yang hanya mengenakan kemben warna blirik coklat.


"Terke aku Mbok." Entah bagaimana Aksa auto memanggil perempuan itu dengan sebutan simbok.


Aksa sangat bersyukur kehadiran Perempuan tadi, sangat membantunya. Tatkala ia sedang bingung dengan busur dan panah.


Aksa kembali mengekor perempuan karo baya tersebut.


Aksa kembali disuguhkan pemandangan luar biasa. Seperti sebuah rumah megah dari kayu dengan banyak ukiran. Disana nampak ada seorang gadis mengenakan pakaian China. Tatanan rambutnya juga begitu indah.


Aksa mendekati gadis itu. Mendengar ada suara langkah kaki auto gadis itu menoleh. Dan tersenyum kepadanya.


"Ica..." Pekik Aksa girang sambil memeluk gadis yang dipanggilnya Ica. Karena memang sangat mirip Ica.


"Ca, Mas tadi begitu takut. Tak tahu dimana ini." Aksa begitu gemetar.


"Dalem Adistya, Raden." Seketika Aksa melepas pelukannya.


"Maksudmu opo?" Aksa begitu terkejut.


Aksa terhenyak mendengar cerita dari Adistya. Yang tak lain Dyah Adistya Shexien.


Beberapa kata kunci, Brawijaya I, Raden Alit, Putri Campa dan Majapahit. Masih terngiang di benaknya.


Back Aksa's Room..


Aksa memandang Ica dan Zain bergantian. Sambil sesekali melepas napas berat dan panjang. Seberat mimpinya.


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


Menurut kalian apa yang akan ketiganya alami?

__ADS_1


to be continue...


always be suport me ya...


__ADS_2