Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Restu Si Mbah


__ADS_3

Aksa dan Ica kini sudah berhadapan dengan Mbah Oppi dan Mbah Yun.


"Le, opo awakmu wis yakin. Bakal ngajak Ica omah-omah? Kerono kakawin iku gak digawe dolanan nek iso mung sepisan sak umur." Nasehat Mbak Oppi ketika Aksa mengatakaan keinginannya menikahi Ica.


( Nak, apa kamu sudah yakin. Mengajak Ica berumah tangga?)


"Insya Allah, Mbah." Jawab Aksa yakin.


"Ca, awakmu yok opo Nduk? Mbah iki duduk wong tuwomu. Yok opo-yok opo sing gawe keputusan kudune Mama karo Papamu." Mbah Oppi beralih ke Ica.


( Ca, kamu bagaimana? Kakek ini bukan orang tuamu. Bagaimanapun juga yang memberi keputusan harusnya mama dan papamu )


"Ica dereng matur, Mbah ten Mama kali Papa." Ucap Ica jujur.


( Ica belum menyampaikan, ke Mama dan Papa )


"Yo wis ngene wae. Le, kapan wong tuwamu iso mrene. Ica ben ndang ngabari Mama lan Papa e ben ndang balik soko negoro Kulon kono." Mbah Oppi terkekeh saat mengatakan negoro kulon.


( Ya sudah begini saja. Nak, kapan orang tuamu bisa ke sini. Ica biar segera mengabari Mama dan Papanya supaya bisa segera balik dari negara Barat sana )


Mengingat dulu ia pernah menentang putranya itu berangkat ke Eropa.


"Injih Mbah, mangke kulo kabari tiyang sepah kulo." Jawab Aksa.


(Iya Mbah, nanti saya kabari orang tua saya )


"Diombe sek Le, gawenane Ica." Kata Mbah Yun.


( Diminum dulu Nak, buatanya Ica.)


"Owalah Pak, gak keroso yoo Ica wis gede. Wis ono sing ngarepi." Tutur Mbah Yun.


(Owalah Pak, tidak terasa Ya Ica sudah besar. Sudah ada yang ingin melamar. )


Mbah Oppi hanya tersenyum mendengar kata-kata Istrinya itu.


"Ca, balik nyang Suroboyo kapan?" Tanya Mbah Oppi mengalihakan ucapan istrinya yang sedikit sedih.


( Ca, kapan kembali ke Surabaya? )


"Mangke sonten menawi Mbah." Jawab Ica.


( Nanti sore mungkin, Mbah. )


"Oh ya wis. ngasoh sek kene ae. " Kata Mbah Oppi.


( Ya sudah, istirahat dulu saja. )


"Le, kowe nek ngaso nang mbale ae yoo." Titah Mbah Oppi.


( Nak, kamu kalau mau istirahat di ruang tamu saja ya..)


"Injih Mbah." Jawab Aksa.


Ica membawakan bantal untuk Aksa supaya bisa istirahat.


Mbale atau ruang tamu, untuk rumah model lama, selain terdapat meja dan kursi di situ juga ada semacam bayang atau ranjang beralaskan tikar pandan.


💠💠💠💠💠💠💠


Kali ini Aksa sudah berada di rumah Ica yang di Surabaya.


Rumah yang lumayan luas. Dengah halaman depan yang terlalu luas.


Carportnya muat untuk tiga mobil sekaligus. Sepertinya dari awal sudah di desain seperti itu.


Ica mengajak Aksa masuk ke dalam. Hanya ada Bu Rima penjaga rumah sekaligus yang bersih-bersih.


"Mbak Ica... Sudah selesai liburannya?" Tanya Bu Rima.


"Sudah, Bu. Oya siapkan satu kamar untuk teman saya ya Bu. Dia akan menginap di sini sambil menunggun orang tuanya datang." Pinta Ica.


"Baik, Mbak."Kata Bu Rima patuh.

__ADS_1


Meskipun ingin banyak bertanya, Bu Rima menahan diri.


Bu Rima masuk dan membersihkan kamar tamu.


"Ca, kenapa gak tidur di kamar kamu saja." Bisik Aksa sambil menggoda Ica yang mengikutinya duduk di sofa ruang tamu.


"Enak saja... Itu sih maunya Mas Aksa aja." Oceh Ica.


"Padahal kemarin di kosanku kamu kan boboknya meluk aku terus." Ledek Aksa.


"Haa haa ha.. Yaa kan di sana. Beda lagi kalo di sini." Sanggah Ica.


"Terus ntar kalo kita ke Madrid juga beda lagi ya aturannya." Aksa nampak cemberut.


"Ha .. ha.. lagian ngapain nyampe Madrid segala."


"Ya.. sapa tau papa kamu nanti pindah ke sana."


" Hadeeh... Emang papaku di sana Mas ..."


"Oh camer di sana ya? Aku baru tahu.. Wah, kita honeymoon gratisan ntar Cha."


Plaak..


Ica memukul lengan Aksa.


" Aaauuuhh... Sakit tau sayang." Pekik Aksa.


"Sapa suruh ngajak honeymoon gratis. Yang ada aku jadi gembel nanti." Protes Ica meskipun ia tahu Aksa hanya bercanda.


"Haa haa.. Iya iya enggak.. Ntar kita honyemoon di atas pelangi saja. Atau ke Bulan." Goda Aksa.


"Serah.." Omel Ica mengakhiri gombalan receh Aksa.


Hening....


Ica mendekatkan tubuhnya ke Aksa. Menyandarkan kepalanya ke bahu pria itu.


"Mas, Aku sayang sama kamu.." Bisik Ica.


"Mbak, kamarnya sudah siap." Kata Bu Rima.


"Iya Bu, makasi yaa..." Ica menoleh ke arah Bu Rima.


"Ayo Mas, bawa barangmu ke kamar." Ajak Ica.


Aksa menjinjing tas miliknya dan tangan kirinya menggandeng Ica.


Bu Rima hanya menyaksikan majikannya yang sedang jatuh cinta itu.


"Untung Mbak Ica gak ngajaknya sekamar. Mereka kan belum menikah. Ternyata Mbak Ica anak baik juga." Batin Bu Rima.


Ica membukakan pintu kamar Aksa.


Lumayan luas..


Ada ranjang King Siza di sana.


"Mas, kamu mau istirahat dulu? Itu kamarku di depan kamar kamu. Kalau butuh apa-apa panggil aku saja." Ica bergelayut manja dilengan Aksa.


"Kenapa, gak rela ninggalin aku kan?" Goda Aksa sambil menoel hidung Ica.


"Auuwhh..." Pekik Ica.


Gak sakit kenapa juga teriak.." Omel Aksa.


"Biar seru..."


"Gak lucu.."


"Udah aah...aku mau ke kamar dulu."


"Okay.. Ntar aku ke kamar kamu ya sayang." Bisik Aksa seraya memberikan satu ciuman kening untuk Ica.

__ADS_1


💠💠💠💠💠💠💠💠


Sepeninggal Ica..


Aksa mendial satu nomor, ada nama Mama disitu..


Aksa ingin melakukan panggilan video kepada orang tuanya.


Aksa dengan sabar menunggu panggilannya di angkat.


Harusnya jam segini mama dan papanya masih terjaga. Baru pukul tujuh malam.


Aksa mengulangi hingga tiga kali, sampai alkhirnya muncul wajah cantik wanita berusia empat puluhan di monitornya.


Setelah saling menanyakan kabar, Aksa bercerita perihal keinginannya untuk menikah.


"Mam...Aksa disini ketemu jodoh." Kata Aksa.


"Oh ya mana dia?" Tanya Mama.


"Ada di kamarnya, Mam. Tunggu Aksa panggilkan."


Aksa keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Ica.


Ica membuka pintu dengan sedikit kaget begitu Aksa mengarahkan monitor ponsel ke wajahnya.


"Ini Ma..calon mantu mama..." Kata Aksa.


Mama Aksa tertegun memandang Ica yang tersneyum ke arahnya.


"Malam tante..." Kata Ica sopan.


"Udah masuk lagi, Ca. cuman mau ngenalin ke mama doang."


Ica langsung masuk kamar, begitupun Aksa kembali ke kamarnya.


"Sa, dia orang China kah?" Tanya Mama Aksa pelah dan lirih.


"Bukan Ma, dia orang Jawa kok. Muslim" Jawab Aksa.


"Ya sudah, Alhamdulillah kalo begitu."


"Kapan mama dan papa bisa ngelamar Ica untuk Aksa?" Todong Aksa.


"Secepat ini, Sa?" Mama kembali kaget.


"Jangan bilang kamu udah menghamili anak orang."


"Nah, mama mau kayak gitu?"


"Jangan... Bikin malu aja."


"Ya.. makanya mumpung belum, lamarin Ica buat Aksa Ma."


"Iya nanti mama sampaikan ke papa."


"Cepet ya Ma.... Karena Ica juga haris mengabari orang tua yang masih tugas di luar negeri."


"Emang apa kerja orang tuanya?" Tanya Mama.


"Staff kedubes RI, Ma. Kali ini mereka di Spanyol." Jawab Aksa.


"Berarrti dia bukan anaknya orang sembarangan, Sa."


"Mama sama Papa harus banyak persiapan."


"Mama sama papa ndak usah bingung dulu. Yang penting cari hari dan tanggalnya."


💠💠💠💠💠💠💠💠


Wuiikk ..lamaran gaess..


Kayak apa yaa..lamaran ala mereka

__ADS_1


🤓🤓🤓


Kepoin yaa...


__ADS_2