Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Menikah


__ADS_3

Secara mendadak Narendra mengumumkan pernikahannya dengan Adistya kepada seluruh isi Kraton dan Keluarga Adistya.


Tentu saja kabar bahagia ini di sambut kedua keluarga dengan suka cita.


Narendra dan Adistya berencana melangsungkan akad nikah di rumah Baba Wang. Karena sebagian besar penghuni kraton yang masih beragama Hindu.


Untuk menghormati anggota keluarga lainnya, Narendra melakukan akad di rumah Baba Wang.


Adistya mengenakan, Mahabushana Wilwatikta sedangkan Narendra mengenakan Mahabushana Wilwatiktapura.


Akad nikah dipimpin oleh seorang pemuka islam yang mereka kenal. Syeikh Ibrohim Abdulloh. Kyai yang masih keturunan China.


Baba Wang Se mengucapkan ijab sendiri kepada untuk putri semaya wayangnya Adistya kepada Calon menantunya Raden Narendra Arya Kusuma.


Setelah ucapan sah membahana, teriring dengan do'a. "Barokallohu laka wa jama'ah baina kuma fil khoiir. Barokallohu likulli wahidin minkuma fish shohibihi wa jama'ah bainakuma fil khoir "


Adistya dan Narendra resmi menjadi suami istri.


Selesai akad keduanya dibawa ke kraton untuk melakukan Rajawiwaha Wilwatikta, sebuah upacara pernikahan adat kraton Mojopahit.


Keduanya masih mengenakan Mahabushana Wilwatiktapura.


Keduanya melewatkan beberapa upacara, diantaranya :

__ADS_1


Upacara tukon (lamaran) dimana calon pengantin pria melamar calon pengantin wanita.


Upacara pidudukan yaitu upacara penyucian dan penguatan kedua calon pengantin.


Upacara tawur yaitu upacara tabur sesaji kepada calon pengantin


Upacara Homayajna yaitu upacara ritual kepada yang Maha Kuasa.


Keempat ritual diatas tidak dilakukan mengingat keduanya beragama islam. Jadi, atas kebijakan sang Ratu. Kraton hanya melaukan : Upacara Panigraha dan Arak-arakan Sang Winarang.


Upacara Panigraha yaitu upacara menjamu para tamu.


Arak-arakan Winarang yaitu penyambutan rombongan pengantin disertai tari dan tabuhan gamelan menuju pesanggrahan ( tempat upacara panigraha )


Setelah Adistya dan Narendra sampai di Pesanggrahan. Keduanya di sambut Rama Rena orang tua kedua mempelai. Dari pihak Narendra diwakili Kanjeng Ratu Rajasawardhana sedangkan dari pihak Adsitya dihadiri langsung oleh Baba dan Emak.


Selanjutnya kedua mempelai melakukan Sembah Padadwaya, yaitu ritual sembah kaki orang tua. Dan Musap Padadwaya, yaitu mengusap kaki kedua orang tua.


Setelah ritual padadwaya, keduanya melakukan tukar menukar Ganten ( sirih ).


Ritul berikutnya Prasprasan, yaitu menerima do'a dan hadiah dari para tamu. Hadiah ini bisa berupa Dhana ( uang ) , Hemas ( Perhiasan ), dan Wastra ( Kain ).


Keduanya menerima hadiah sambil menikmati Panambrama, sebuah persembahan seni dari para seniman setempat. Berupa Angidung ( nyanyian ), Angigel ( Tarian ), Awayang ( Pertunjukan wayang ) dan Agending ( Pertunjukan gending ).

__ADS_1


Saat acara jamuan makan, diawali sebuah tarian Ajang Gayung oleh Nartaka Nartaki yang mengedarkan Sarwabhaksyapana, yaitu hidangan makanan dan minuman kepada para tamu.


Karena acara ini berada di level kraton tentu saja tamunya yang hadir adalah para pembesar.


Namun karena terkesan mendadak, maka para tamu hanya berasal dari golongan yang memang berada di Bumi Mojopahit ketika upacara berlangsung.


Berbagai macam makanan khas Mojopahit terhidang. Membuat para tamu betah. Apalagi kedua mempelai yang begitu anggun dan menawan di atas pelaminan.


Membuat para hadirin cukup menyebutkan satu kata, WOW.


Saat menjelang malam kedua mempelai mengganti gaunnya dengan gaun dari China yang sudah dipersiapkan Baba Wang sejak lama.


Baik Adistya maupun Raden Narendra tampak semakin cantik dan tampan bak dewa dewi dari kahyangan.


Selesai melakukan semua ritual. Kini saatnya Sang Winarang menuju Puri Pawarangan ( Kamar Pengantin ).


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


**Stop.. sampai di sini aja yaa...


Ritul selanjutnya biar mereka berdua yang melakukannya hee hee hee..


Kita tunggu saja hasilnya...

__ADS_1


Terus like, komen, vote dan rate yaa**...


__ADS_2