Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Raja Keling


__ADS_3

Sehari selepas, Adistya berbincang dengan Raden Alit.


"Mas, kok di pendopo ramai banget yaa..?" Tanya Adistya kepo.


"Aku juga gak paham siih Dis. Ada gelar apaan? Tapi kata emban ada penobatan Raja Keling." Gumam Narendra.


"Siapa yang di nobatkan, Mas?" Tanya Adistya.


"Entahlah." Jawab Narendra sambil menatap Adistya.


"Mudah-mudahan Kakang Alit, Mas." Ucap Adistya penuh harap.


"Hmm... Kalian kemarin berbincang apa saja?" Tanya Narendra dengan nada sedikit tinggi, nampak ada kecemburuan di wajahnya.


"Hee he..." Adistya tertawa kecil sambil menutup bibirnya.


"Mas Narendra kalo lagi cemburu gini, kok tambah ganteng ya?" Bisik Adistya.


"Adis.. gak udah bercanda... aku serius ini." Ucap Narendrs menatap serius ke wajah Adistya. Membuat jantung Adistya berdegub kencang gak karuan.


Segera ia mengalihka pandangannya. Menatap ke arah bawah.


"Hayooo... kalian berbincang apa kemarin?" Ulang Narendra.


"Kan sudah aku kasih tahu sebelumnya, Kang." Jawab Adistya cepat.


"Apa Kakang Alit menerima semua permintaanmu?" Tanya Narendra kepo.


"Awalnya enggak. Dia masih kekeh ingin menggantikanmu, Mas." Narendra menatap Adistya,ia tidak suka dengan ucapan Adistya.


"Tapi aku berhasil meyakinkannya." Lanjut Adistya.


"Kamu gak lagi bercanda, kan?" Tanya Narendra tidak percaya.


"Aku serius, Mas." Adistya menatap lekat pemuda yang dicintainya itu.


"Mas, aku gak mungkin mencari penggantimu. Kamu segalanya buat aku." Bisik Adistya mendekatkan bibirnya ke telinga Narendra.

__ADS_1


Hawa hangat yang keluar dari mulut Adistya, membangkitkan sesuatu di area kejantanannya.


Spontan Narendra memeluk dan mencium Adistya. Adistya yang tidak siap diperlakukan begitu sejenak limbung.


Sedetik kemudian Adistya sudah kembali ke alam sadarnya dan membalas ciuman Narendra.


Mengikuti irama bibir kekasihnya itu dengan baik. Sebentar saja keduanya sudah sibuk saling berpagut.


Adistya melepas bibirnya, menghirup asupan oksigen yang mulai menipis.


"Dis, temani aku selamanya.." Bisik Narendra sambil mengulang aktifitasnya yang tadi.


Dengan kondisi sadar keduanya saling memberikan respon kepada tubuh masing-masing.


Dan terjadilah yang harusnya tidak terjadi.


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


"Dis.., maaf ya... Kita menikah besok." Titah Narendra sesaat setelah keduanya menyelesaikan pergulatan.


Adistya hanya terdiam, entah apa yang ia rasakan.


"Enggak Mas... Aku bersedia kamu nikahi besok." Jawab Adistya sambil memeluk Narendra.


"Maaf ya.. "


"Sudahlah Mas, kita melakukannya karena kita sama-sama mau."


"Kita menikah besok..."


Adistya menggangguk lemah menyandarkan kepalanya di bahu pemuda ganteng itu.


💠💠💠💠💠💠💠💠


Seseorang mengetuk pintu paviliyun Narendra.


"Cepat rapikan dandananmu." Pinta Narendra kepada Adistya.

__ADS_1


"Baik, Mas." Ucap Adistya sambil masuk ke bilik lain di paviliyun Narendra.


Narendra membuka pintu.


"Mas Alit." Ucap Narendra kaget, begitu tahu tamunya.


"Dimana Adistya?" Tanya Radeb Alit.


"Di dalam. Kenapa, Kang? Apa calon istriku melakukan kesalahan?" Tanya Narendra panik.


"Aku hanya ingin berterima kasih." Kata Raden Alit.


Narendra melongo tidak percaya dengan ucapan Kakangnya itu.


"Ayoo segera suruh ia keluar. Jangan biarkan aku menunggu terlalu lama." Titah sang pangeran mahkota.


"Baik.. Kang. Sebentar." Narendra segera masuk ke bilik yang dituju Adistya. Dan kembali sambil menggandeng calon istrinya itu.


"Kamu ndak usah khawatir gitu, Ndra. Aku sudah janji sama Adistya akan membiarkan kalian menikah. Dan hari ini janji itu aku penuhi." Kata Raden Alit dengan tersenyum. Senyum pertama yang Narendra lihat untuknya.


"Hari ini, aku di nobatkan menjadi Raja Keling. Aku tidak tahu calon istri kamu itu dukun atau cenayang. Tapi dia banyak menjelaskan kepadaku tentang seseorang yang akan datang di Keling." Raden Alit kembali tersen


"Aku pamit. Kalian harus bahagia." Bisik Raden Alit kepada Narendra sambil memeluk aduk tirinya itu.


Wajah Raden Alit tampak berbinar. Sedangkan Narendra tampak speechless dengan perlakuan kakak tirinya yang sangat berbeda.


"Adistya aku merestui pernikahanmu dengan adikku. Ingat kamu harus bahagia. Kalau Natendra berbuat yang aneh-aneh, aku yang akan menghukumnya." Ucap Raden Alit sebelum berlalu dari hadapan Narendra dan Adistya yang masih terbengong.


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


**Hati manusia bisa berubah


Like


komen


vote

__ADS_1


rate


maksii semua**


__ADS_2