Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Menggagalkan rencana ke Kediri


__ADS_3

Narendra menghadap ke Kanjeng Rajasawardhana.


"Kanjeng, dalem nyuwun duko, nyuwun ngapuro..." Ucap Narendra


( Kanjeng, saya mohon ampun. mohon maaf )


"Ono opo Cah Bagus?" Tanya sang Ratu heran.


( Ada apa, Nak? )


"Kanjeng, meniko ingkang angen-angen Gusti maringi Dalem papan wonten Kediri. Kulo matur suwun sanget. Nanging ningali Adistya ingkang mboten saged tindak tebih, kulo mboten saged nerami." Ucap Narendra.


( Kanjeng, ini tentang rencana Prabu yang memberi saya rumah di Kediri. Saya sangat berterima kasih. Tapi melihat keadaan Adistya yang belum bisa bepergian jauh, saya tidak bisa menerimanya )


"Kulo, nggada angen-angen kersane Adistya ten Trowulan ngantos saras. Baba kaliyan Emak mesak e malah kailingan putrane ingkang tebih mangke." Lanjut Narendra memelas.


( Saya berencana membiarkan Adistya di Trowulan sampai sehat. Kasihan Baba dan Emak juga, nanti mereka kepikiran anaknya yang jauh )


Kanjeng Ratu Rajasawardhana, memandang kemenakannya itu. Ada nelangsa di matanya. Namun ia juga harus memahami kesehatan calom menantu kemenakannya sangat tidak baik.


"Cah Bagus, Ora po_po... Sing penting Adistya seger waras." Sabda sang Ratu dengan bijak.


( Ndak pa-pa, Nak. yang penting Adistya sehat.)


💠💠💠💠💠💠💠💠💠


Selesai menghadap sang Ratu, Narendra segera menemui Adistya di paviliyun miliknya.


Sepanjang perjalanan Narendra menuju pavilyun. Sepasang mata mengawasi Narendra dari kejauhan. Bahkan ia menguping pembicaraan Narendra dengan Sang Ratu.


Siapa lagi bukan Raden Alit.


Setelah menenangkan diri beberapa hari, ia kembali ke istana. Dan menemukan Adistya sudah siuman.

__ADS_1


Sejujurnya ia ikut gembira dengan kabar itu. Namun di sisi lain ia juga sedih karena Adistya pasti akan segera melangsungkan pernikahannya dengan Narendra.


Mata Raden Alit tak lepas dari Narendra.


Raden Alit masih dalam mode mengendap-endap. Posisinya saat ini berada di balik pavilyun milik Narendra.


Sedangkan Narendra sudah masuk ke dalam. Menemui Adistya yang sudah semakin membaik.


"Adis.. Adis..." Seru Narendra sambil memeluk gadis tercintanya itu.


"Mas Rendra, seneng banget.. ada apa?" Tanya Adis.


"Aku sudah menghadap Kanjeng Ratu. Beliau mengiyakan permintaan kita. Kamu bisa tinggal di sini." Auto Adistya memeluk Narendra.


"Alhamdulillah.. syukurlah Mas." Bisik Adistya.


Adistya melonggarkan pelukannya ada sembur merah di pipinya.


Narendra menatap gadisnya dengan hangat. Membelai rambut Adistya. Menyibakkan ke belakang telinga Adistya.


Adistya menatap lekat pemuda di depannya itu.


"Don't worry, honey. we are here to change. We have to solve it. We finish together." Bisik Adistya.


( Jangan khawatir, sayang. kita di sini untuk merubah. Kita harus menyelesaikannya. Kita selesaikan bersama.)


Narendra semakin mendekatkan wajahnya ke Wajah Adistya. Membuat Adistya semakin dag dig dug.


Narendra menempelkan keningnya ke kening Adistya. Hembusan napas keduanya saling beradu. Membuag hawa hangat dari keduanya.


Dari kening, Narendra menempelka hidungnya dengan hidung Adistya. Jantung keduanya semakin berdetak kencang.


Adistya memejamkan matanya. Menahan detak jantungnya yang semakin kencang.

__ADS_1


"Mas, jauh lah dikit. Aku bisa jantungan kalo kamu semakin dekat." Batin Adistya.


Narendra masih nyaman dengan posisinya menempelkan kening dan hidungnya dengan kening dan hidung Adistya.


Merasa tak ada penolakan, tanpa permisi bibir Narendra menempel begitu saja ke bibir Adistya. Adistya yang sudah dalam kondisi pasrah dengan mata tertutupnya, hanya berusaha mengkondisikan jantungnya. ia tak peduli dengan bibirnya yang sudah ditempel dengan bibir kenyal milik sang pangeran.


Narendra melepas bibirnya.


"Dis, jangan tinggalkan aku..." Bisik Narendra


Adistya hanya menggeleng.


"Enggak akan Mas...Mas Rendra juga jangan jauh-jauh dari Adis ya.." Balas Adistya.


"Pasti sayang..."


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠


Raden Alit yang berada diluar, semakin resah. Kehadirannya di balik paviliyun hanya membuatnya semakin sakit hati.


"Tapi, kok wong loro iku iso ngomong coro melayu. Terus ono coro inggris. Aku gak eroo omongan opo iku.." Umpat Raden Alit sambik berlalu dari bilik Narendra. Meninggalkan dua insan yang mabuk cinta itu.


( Tapi, kok dua orang itu bisa bicara bahasa melayu. Terus bahasa Inggris. Akh gak tahu artinya apa itu..)


💠💠💠💠💠💠💠💠💠


Raden Alit jeles tuuh.. 🤭🤭


Rasain makanya kalo udah di khitbah saudaranya gak bole di lirik yaa...


Lagian ama sodara juga...


See you ya gaess...ketemu sama Raden Alit lagi...

__ADS_1


😅😅😅😅


pliss kasi like, vote dan rate yaa...


__ADS_2