Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Ica dan Kekepoannya


__ADS_3

"Ketika Upacara Sradha...." Aksa melanjutkan kalimatnya.


"Tunggu..." Potong Ica cepat.


"Tadi kata kamu, Sri Girindawardhana? Tahun 1486?" Ulang Ica.


Aksa mengangguk.


Ica nampak berpikir, jarinya ikut bergerak. Entah apa yang ia hitung.


Zain, Aksa dan Ara yang sedari tadi memperhatikan tingkah Ica hanya menggeleng.


"Raden Alit, Ratu Brawijaya V menduduki tahta tahun 1468 - 1478 Masehi. Itu artinya ketika Perayaan Sradha yang kedua Majapahit sudah berada di bawah kekuasaan Demak." Terang Ica.


" Dan bisa jadi Sri Girindawardhana itu salah satu putra dari Raden Alit." Ica terus berceloteh.


Aksa, Zain dan Ara nampak menyimak penjelasan Icha.


"Bahkan ibu kota sudah berpindah ke kediri sejak 1453 Masehi. Maksudnya apa yaa kira-kira tadi?" Ica masih bergumam dengan dirinya sendiri.


"Kenapa, Ca?" Tanya Aksa


"Sradha tadi." Jawab Ica


"Sudahlah.. Pesankan aku nasi goreng komplit dan es degan jumbo ya.." Pinta Ica mengalihakan rasa ingin tahunya.


Mendengar permintaan Ica, auto Zain dan Aksa langsung lega.


Karena bagi keduanya, jika sudah berhubungan dengan makanan maka otak Ica masih waras.


Tanpa menunggu lama, Aksa langsung memanggil waitress dan menambahkan pesanan Ica.


Pesanan Aksa, Zain dan Ara siap lebih dulu. Sampai Ica, gangguin Aksa makan.


"Mas, suapin.." Rengek Ica pada Aksa.


Entah kenapa, Ica ingin bermanja dengan Aksa.


Dan adegan menyuapi Ica dimulai.


"Kalian ini yaa..bikin kita ngiri aja." Omel Zain.


"Kalo gitu kita nganan aja deeh.."Balas Ica


"Gak lucu.." Sahut Zain


" Biarin..."


" Mas ak lagi.. " Ledek Ica sambil minta disuapin Aksa lagi.


Aksa menyuapi Ica kembali.


Waitress datang dengan membawa pesanan Ica.


"Makasii ya, Mbak.." Kata Ica.


"Mas Aksa, mau Ica suapin?" Kata Ica


Aksa menoleh tanpa suara hanya membuka mulut tanda ia tidak menolak disuapi Ica.


Icapun dengan rela hati menyuapi kekasihnya itu dengan lembut.


"Ra.., mereka berdua ini sungguh tidak tahu tempat." Omel Zain.


"kamu mau juga aku suapin, Zain? Ngobrol dong dari tadi." Kata Ara.


"Gak..." Jawab Zain sedikit ada rasa tidak ingin menolak tapi rasa malu mengalahkan segalanya.


"Ra.., kamu elus-elus atau raba-raba gitu si Zain. Biar gak nyerocos aja mulutnya. Bawel." Oceh Ica tiba-tiba ditengah makan.

__ADS_1


Dengan mulut penuh nasi goreng.


Ara hanya senyum-senyum malu mendengar semua perdebatan antar sahabat itu.


"Ra.., kamu mau aku suapin?" Akhirnya Zain mengeluarkan kata-kata ajaibnya.


Ara hanya mengangguk.


Dan Zain mulai melakukan adegan menyuapi Ara. ( Uhuwii...)


Aksa dan Ica rasanya pengen menggoda. Tapi Aksa memberi kode agar diam dan pura-pura tidak peduli.


Ica hanya menggangguk, menyibukkan diri dengan makanan yang terus saja ia pesan setelah menghabiskan nasi goreng.


"Ca.. perut kamu gak sakit apa?" Tanya Zain.


"Enggak, tadi pagi kan kita makan cuma sedikit." Balas Ica.


"Overload tau rasa kamu..." Ledek Zain.


"Mas, kalo aku overload kamu masih sayang aku gak?" Ica mengalihkan pandangannya ke arah Aksa.


"Seberapa overloadnya Ica, Aksa gak akan ninggalin Kamu, sayang." Kata Aksa seakan benar-benar memuja gadis di sebelahnya itu.


"Dengerin tuuh... " Ucap Ica sambil menjulurkan lidah.


Zain dan Ara tersenyum lebar mendengar perdebatan ocehan Ica itu.


💠💠💠💠💠


"Mas..." Panggil Ica serius.


"Apaa...?"


"Sradha yang kedua itu, berarti Raden Alit udah tidak ada." Ica kembali membahas Sradha.


"Pasti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan." Gumama Ica sambil menyandarkan kepalanya di dada Aksa.


Aksa terdiam. Ia masih bingung dan mulai mencari benang merah peristiwa yang diceritakan Ica.


"Mas Aksa pernah dengar peristiwa bagaimana Ranawijaya nama lain Raden Alit memerintah. Atau bagaimana negara sebesar Majapahit bisa takluk pada Demak?" Kata Ica.


"Entahlah, Ca?" Jawab Aksa


"Kalo kamu Zain?" Tanya Ica ke Zain


"Ada sedikit, riwayat tentang itu." Kata Zain.


"Bisa kasi tahu ke aku?" Pinta Ica


"Bisa. Tapi aku pulangkan Ara dulu yaa.. Sudah sore. Ntar bapaknya nyari." permintaan Zain.


"Ra, kamu mau balik sekarang?" Tanya Ica meyakinkan kekasih sahabatnya itu.


Ara hanya mengangguk pelan.


"Aku gak tahu bagaimana hubungan kalian bertiga, bahkan apa yang kamu alami saja aku gak faham, Mbak." Kata Ara.


"Ya sudah. Maaf ya Ra. Acara kita jadi rusak." Kata Ica menyesal.


"Gak pa-pa lain waktu kita bisa pergi bareng lagi." Jawab Ara.


"Okaylah..." Balas Ica.


💠💠💠💠💠💠💠


Setelah mengantar Ara, Zain langsung menuju kosan Aksa.


Setelah sedikit slow down, ketiganya kembali berkumpul di karpet yang digelar Aksa.

__ADS_1


"Ca, aku hanya cerita yang aku tahu." Kata Zain memulai kisahnya.


"Siap..." Jawab Ica.


Zain menarik napas dalam.


"Setelah beberapa tahun Raden Alit naik tahta. Ia di datangi seorang pemuda yang mengaku putranya. Namanya Raden Patah. Ada yang mengatakan Raden Patah putra Brawijaya V dengan Putri Campa. Namun di riwayat yang lain mengatakan kalau Raden Patah putra Barawijaya V dengan Tan Eng Kian. "


"Saat itu Brawijaya V tidak mengakui Raden Patah sebagai putranya. Bahkan mengusirnya dengan kasar. Raden Patah dendam kepada ayahnya itu."


"Iapun menyusun kekuatan dan menyerang mojopahit. Mojopahit yang kala itu memang sedang dalam kondisi terpuruk akhirnya dengan mudah dapat dikalahkan oleh pasukan Raden Patah."


"Dari situ akhirnya Mojopahit jatuh ke tangan Demak." Ujar Zain mengakhiri kisahnya.


Ica menarik napas dalam-dalam. Mengingat bagaimana sosok Raden Alit.


"Kenapa Ca?" Tanya Aksa dan Zain bersamaan.


"Aku gak yakin seperti itu." Ucap Ica.


Ia bangkit menuju dapur, mencari sesuatu untuk di minum. Setelah dapat. Ia kembali ke tempat dimana Aksa dan Zain berada.


Ica menuangkan cairan berwarna merah untuk Zain dan Aksa.


"Minum Zain..." Ucap Ica


"Mas Ini, minum dulu..." Ica menyodorkan gelas kepada Aksa.


Mereka bertiga kompak meneguk minuman bersoda itu.


"Zain.., aku belum yakin" Kata Ica.


"Ca, ada versi yang lebih ekstrim malahan."


"Apaan?"


"Saat terjadi penyerangan, Ranawijaya malah melarikan diri. Sampai ajal menjemput, Ranawijaya bersembunyi. Akhirnya Girindawardhana yang di lantik menjadi pengganti ayahnya."


"Dan ketika itu terjadi, Mojopahit sudah berada dibawah kekuasaan Demak. Dan Raden Patah menjadi Rajanya."


Zain melanjutkan kisahnya.


Ica masih belum bisa sepenuhnya yakin dengan penjelasan Zain.


Selepas Zain pulang. Ica kembali meninterogasi Aksa.


"Mas Aksa..."


"Aku mau tanya kalo versinya Mas Aksa gimana?"


Aksa nampak menggaruk-garuk tengkuknya.


"Ca.. "


"Mungkin yang aku tahu berbeda dengan Zain..." Kata Aksa


"Aku mau cerita, dengan satu syarat..." Pinta Aksa.


"Lhaa cerita aja pake syarat, kayak belanja di mini market aja." Seru Ica sewot.


"Mau enggak..."


"Iya deeh.. apaaan syaratnya?"


"Kiss me and hug me.." pinta Aksa.


"Geniit..."


💠💠💠💠💠💠

__ADS_1


__ADS_2