
Aksa melajukan honda jazz Ica dengan kecepatan sedang. Mereka sedang melakukan perjalanan ke Candi Brahu. Atas permintaan Aksa.
Disamping Aksa ada Zain, di jok belakang ada Ica dan Ara. Keempatnya sesekali tertawa dan tersenyum. Sepertinya Ara sudah mulai beradaptasi dengan sahabat-sahabat kekasihnya itu.
"Zain, kamu sengaja libur atau memang hari libur kamu?" Tanya Ica dari belakang dengan curiga.
"Sengaja, Ciin..Demi pangeran ganteng di sebelah aku ini." Jawab Zain
"Pangeran dari Hongkong." Balas Ica dengan sedikit jutek.
"Bukan pangeran dari kahyangan" Jawab Aksa dari kemudi.
"Yang ada tuuh bidadari dari kahyangan." Celoteh Zain
"bomat." Komen paling tokcer dari Ica.
"Kalian gak capek apa?" Tanya Aksa dengan konyolnya.
"Gak..." Jawab cepat Ica dan Zain
"Aku mundur alon-alon deeh.. Karena ternyata cintaku di jutekin cowok desa yang sok imut." Goda Aksa.
"Garing..." Komen Zain.
"Kalian gak malu apa sama Ara." Ucap Ara sambil melirik gadis di sampingnya.
"Gak.." Jawab Zain dan Aksa kompak.
"Serah kalian dah.. silahkan jatuh cinta sejatuh-jatuhnya." Kata Ica
"Tau gitu kamu tak suruh bawa mobil sendiri, Zain." Lanjut Ica dengan nada penyesalan yang sengaja dibuat.
"Widdih jeles tuuh bini kamu, Sa. Jeles gak sama tempatnya elo Neng." Omel Zain.
"Justru gak pada tempatnya itu aku jeles." Ucap Ica gemes sama Zain.
"Gak jelas... Unfaedah banget." Oceh Zain.
Mendengar pernyataan Zain, akhirnya seisi mobil tertawa sejenak.
"Zain, sebetulnya kemarin tuuh kita pergi berapa lama siih?" Tanya Icha setelah mampu menjadikan keadaan lebih serius.
"Sebulan." Jawab Zain
"Wooww..." Seru Ica dan Aksa bareng.
" Dan selama kalian berdua gak ada. Aku gak ambil hari libur sama sekali. Jadi sekarang aku ambil semua hari liburku."
"Zain , kamu memang is the best." Puji Ica
"ekspayed..." Balas Zain sambil monyongin mulutnya.
"Haa haa haa...." Tawa kencang Ica, diikuti Aksa dan Ara.
"Mas, ngapain sih ke Brahu?" Tanya Ica menoleh ke Aksa.
"Pangeran kamu nyari referensi buat tugasnya, Neng." Zain menjawab.
__ADS_1
"Oooowwhh... Kok kamu tahu siih.. Aku curiga nee... jangan-jangan kalian beneraan..." Cerocos Ica.
"Icaaa..." Teriak Aksa
"Ca aku pitak tau rasa kamu ya..." Jawab Zain santuy.
"Coba aja kalo berani.." Tantang Ica.
"Tunggu kalo udah sampai."
"Siap, sapa takut."
"Kalian berdua, gak bosen apa dari kecil segitunya." Celoteh Aksa sengaja menggoda keduanya.
Baik Aksa, Zain maupun Ica tahu semua celotehan adalah hanya gurauan saja. Gak mungkin mereka bawa serius.
"Mas Aksa.. kepo yaa sama masa ABG kita.." Goda Ica.
"Sapa juga yang kepo." Jawab Aksa.
"Udah gak usah malu. Yang ada malu-maluin loo ntar.." Goda Ica sambil ngintip dari balik kaca spion di dalam mobil. Memastikan mimik muka kekasihnya itu.
"Ge-je banget siih kamu Cha." Protes Aksa.
"Haa haa haa..." Pecah tawa Ica.
Honda Jazz Ica masuk ke pelataran Candi Brahu yang lumayan panas. Karena pepohonan rindang sudah tidak ada di sana. Yang ada halaman luas penghubung antara area parkir dan Lokasi Candi.
Tanah lapang yang hijau membentang dengan beberapa rimbunan bunga terlihat sejak awal mereka masuk. Terlihat sejuk dimata tapi tidak sejuk di tubuh apalagi sejuk di hati. Panasss gaeesss...
Area wisata ini tergolong sepi dibandingkan Candi tikus atau Candi Bajang Ratu. Bahkan dengan patung budha tidur raksasa, hasil replika dari Thailand malah kalah jauh.
Kalian mau kunjungan ke sana?
Boleh kok. Lokasinya di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Mojokerto.
Keempatnya langsung ke ka kantor Candi Brahu. Begitu tahu yang datang Zain, mereka bebas biaya masuk.
Zain mengajak Ara masuk ke kantor. Membiarkan Aksa dan Ica berjalan-jalan mengitari area Candi Brahu.
Dari kejauhan Zain menyaksikan adegan romantis dua sejoli itu. Ada rasa iri menyaksikan kedekatan keduanya. Bahkan keenjoyan mereka berdua menikmati waktu bersama tanpa ada rasa takut tentang sekitar.
Sedangkan dirinya. Hanya sekedar menggandeng tangan Ara saja ada rasa bimbang. Tentang kesediaan Ara untuk digandengnya.
Ara yang berada di dekat Zain, seakan tahu apa yang dirasakan Zain.
"Mas.." Panggil Ara.
"Iya Ra..."
"Ara bole mendekat?" Tanya Ara.
"Boleh lah."
Ara langsung mendekatkan tubuhnya ke Zain. Disandarkan kepalanya ke bahu Zain.
Zain yang mendapati perlakuan Ara sedikit terkejut. Tapi, ia segera melanjutkan keinginannya. Merengkuh pinggang Ara. Membawanya dalam kenyamanan.
__ADS_1
"Mas mereka berdua ekspresif sekali ya?"
"Kamu mau, seperti mereka?"
"Maulah. Siapa yang tidak mau di manja sama pasangannya."
Zain mengeratkan pelukannya.
"Semantara kayak gini dulu ya.."
Ara mengangguk.
"Jangan terlalu berkiblat ke mereka. Mereka berbeda dengan kita." Ucap Zain lirih.
"Lihat, mereka berdua itu ngapain sampai guling-gulingan gak jelas."
Ara hanya tersenyum kecil menyaksikan tingkah kedua teman kekasihnya itu.
Zain menatap Ara. Masih dengan mode berpelukan.
Zain dan Ara masing-masing menikmati degup jantung pasangannya yang semakin lama semakin kencang.
💠💠💠💠💠💠💠💠ðŸ’
Ica dan Aksa.
Keduanya asik menikmati suasana Candi Brahu. Suasana yang panas membuat keduanya mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata keduanya.
Aksa mengenggam jari Ica dengan erat. Sesekali tubuh keduanya mendekat. Kemudian menjauh. Seperti artis india yang sedang menari. ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤.
"Ca.. apa yang pernah kamu dengar tentang Candi Brahu?" Tanya Aksa sambil memeluk bahu Ica.
"Gak banyak sih Mas. Hanya saja Candi Brahu ini dulu katanya tempat pembakaran mayat. Semacam kreamasi gitu. Makanya di sisi kanan kirinya ada jejak kehitaman. Itu adalah bekas api. Dan nama Brahu sendiri diambil dari awu atau abu. Sisa pembakaran mayat yang berakhir jadi abu. Akhirnya lama-kelamaan nama awu menjadi Brahu kayak lidahnya orang jawa yang suka plesetan."Jelas Ica membalas pelukan Aksa dengan meraih pinggang Aksa dari belakang dengan satu tangannya.
"Nanti coba tanya Zain, kali aja dia ada referensi lainnya." Pungkas Ica.
"Mas.. selpi yuuk..."
Tanpa menjawab Aksa langsung menghadap kamera Ica. Kayaknya Aksa sudah hafal dengan tingkah pola Ica yang suka berselphi ria dimanapun. Walaupun hasil jepretannya hanya dijadikan koleksi pribadi. Karena Ica jarang memposting foto di sosmednya.
Klik
klik
Tombol kamera langsung mengklik otomatis beberapa kali. Ica sudah menyetting kameranya dengan ciamik, jadi gak perlu susah-susah menyentuh monitor.
Setelah puas dengan banyak pose bahkan sampai guling-guling mereka lakoni. Mendadak mata Ica menangkap sebuah keramaian.
"Mas, kok kayak ada perayaan" Seru Ica.
"Mana to Ca?" Aksa celingukan menoleh kanan kiri.
"Itu loo Mas di sana." Kata Ica sambil menunjuk ke suatu arah.
*********
Ada apa lagi dengan Ica????
__ADS_1
Next ya...