
"Oowwhh.. Dis, bisa gak kalo calon pengantin laki-lakinya diganti aku saja?" Ucap Raden Alit dengan suara berat namun ada sedikit gemetar
Adistya menatap sang pangeran dengan terkejut namun tidak heran.
Namum tidak ia tunjukkan, Adistya berusaha tetap tenang.
"Kang.. Kakang percaya gak sama aku?" Tanya Adistya seketika.
"Memangnya kenapa?" Tanya Raden Alit.
"Ada yang akan aku sampaikan, bisakah Kakang mendengarkan aku." Ucap Adistya.
"Baiklah.. aku siap mendengarkannya." Kata Raden Alit dengan senyum ramahnya. Senyum yang akan membuat banyak gadis meleleh. Tapi tidak bagi Adistya. Baginya Narendra adalah satu-satunya dan akan begitu seterusnya. Seperti do'a dan harapannya.
"Kang, percayalah suatu saat Kakang Alit akan bertemu seorang Putri Cina yang lebih cantik dari aku apalagi Putri Campa. Dan Kakang bisa jadi akan dijadikan raja di wilayah kecil daerah Keling." Ucap Adistya sedikit gemetar takut melakukan kesalahan walaupun ia meyakini kebenaran tersebut.
Raden Alit menatap Adistya. Ia teringat percakapan Kanjeng Ratu Rajasawardhana dengan sang garwopadmi tentang wilayah keling yang dikupingnya.
"Dis, bagaimana aku bisa meyakinimu." Ucap sang pangeran.
"Percayalah tak lama lagi Kakang akan boyong ke sana. Jika itu benar adanya. Permintaanku hanya satu."
__ADS_1
"Apa itu?"
"Biarkan aku dan Kangmas Narendra hidup bahagia. Kakang Alit pasti akan menemukan putri cina itu." Ucap Adistya tanpa berani menatap Raden Alit.
"Dis..., kamu itu sebenarnya siapa?" Gumam lirih Raden Alit penuh rasa keingintahuan.
"Apa kamu seorang dukun? Cenayang? atau makhluk lain?" Lanjut Raden Alit penuh keheranan.
"Atau kamu mata-mata sang Prabu?" Raden Alit terus memberikan pertanyaaan.
"Ngapunten Raden. Kulo sanes dukun, cenayang nopo male sogok telik e Kanjeng Ratu. Kulo niku mung kawulo cilik. Nanging kulo nggeh nggadahi angen-angen pengen ngggadahi urip ingkang sae kaliyan calon garwo kulo. Raden Narendra." Ucap Adistya masih dengan menunduk khawatir ada yang salah denga ucapannya.
( Maaf Raden. Saya bukan dukun, cenayang atau mata-mata Kanjeng Ratu. Saya hanyalah rakyat kecil. Tapi saya memiliki impian untuk hidup bahagia bersama calon suami saya. Raden Narendra. )
Raden Alit kembali teringat ucapan Bibinya saat menguping.Kanjeng garwopadmi mengatakan tentang Narendra yang lebih cocok menjadi maharaja daripada dirinya.
Emosi Raden Alit kembali membuncah. Ada keinginan melenyapkan adik tirinya itu. Matanya kembali menyalak melukiskan kebencian.
"Raden, perlu panjenengan pangerteni kulo kaliyan Raden Narendra mboten pengen singgasana Maharaja. Kulo kaliyan Mas Narendra bakal tindak ndugi kraton sak mantuni akad. Sumpah kanjeng demi Alloh." Ucap Adistya lirih seakan mengetahui isi hati lawan bicaranya.
( Raden, perlu kamu ketahui saya dan Raden Nadendra tidak menginginkan singgasana Raja. Saya dan Mas Narendra akan keluar dari istana begitu selesai akad. Sumpah, demi Alloh kanjeng." )
__ADS_1
Seketika Raden Alit terhenyak. Dia benar-benar menganggap Adistya memiliki ilmu gaib.
"Nduk, tenanan kowe dudu cenayang to?" Tanya Raden Alit.
( Benarkah. kamu bukan paranormal? )
Adistya kembali menggeleng.
"Sanes, bukan Raden. Saya manusia biasa. Kalo saya cenayang saya bisa menyelamatkan diri saya saat mau di tusuk. Saya juga." Adistya kembali menjelaskan kepada Raden Alit.
Raden Alit tetap saja masih belum puas dengan jawban Adistya.
"Begini saja Raden. Kita tunggun beberapa hari ke depan. Jika benar Raden akan menjadi raja Keling, saya mohon lepaskan saya dan calon suami saya. Namun jika saya salah, Raden masih menjabat di posisi sekarang. Monggo saya bersedia menjadi wanita Raden." Tantang Adistya dengan berani.
Raden Alit menatap takjub Adistya. Selama ini belum ada wanita seberani ini kepadanya.
"Aaahhh..." Teriaknya lirih membuang kekesalannya yang entah ia luapkan kepada siapa. Ia hanya berteriak asal saja. Karena untuk mengumpat seorang pangeran sangat tidak diizinkan.
"Baiklah...aku terima..." Balas Raden Alit sesaat setelah jeritannya berhenti. Entah perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Ia juga ingin yang terbaik untuk dirinya.
Adistya tersenyum kecil. Walaupun dihatinya ada rasa takut. Bagaimanapun yang ia tantang adalah seorang calon Raja besar.
__ADS_1
💠💠💠💠💠💠💠💠💠ðŸ’