Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Surprise at Angagement Day


__ADS_3

Aksa terlihat begitu tampan dengan setelan jas dan tuxedo navi. Wajahnya yang mulus memancarkan cahaya.


Ica terlihat anggun dan cantik dengan dress putih selutut. Wajahnya begitu sumringah.


Belum lagi dekorasi ruangan di salah satu restoran di Surabaya, yang sengaja Aksa dan Ica reservasi sebelumnya.


Bermacam bunga aneka warna menempel dengan cantiknya di setiap sudut ruangan dan dinding resto.


Di depan sudah di sediakan semacam mini panggung dengan dekorasi sederhana ala pelaminan.


Keluarga Aska dan keluarga Ica tampak sudah lebih akrab dan berbincang dengan santai.


Ara dan Zain juga sangat menikmati hidangan bersama Bang Axel dan Kak Mega.


Dari keluarga Mama Aksa juga hadir keluarga Pakde Ghani dan Bude Ratna. Juga Om Jo dan Tante Vita.


Seorang wanita muda masuk, berbincang sebentar dengan Aksa dan Ica.


Setelah itu, dia bersiap di depan microphone.


"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.." Sapa wanita yang terjadi di dapuk menjadi MC acara lamaran Ica dan Aksa.


Mendengar ada sapaan, hadirin memfokuskan diri ke sumber suara.


"Selamat Malam dan selamat berbahagia kami haturkan kepada keluarga Bapak Dewa selaku Orang tua dari Ananda Luizzii Izzaa Seraphina. Dan Selamat datang kepada keluarga Bapak Candra selaku orang tua dari Ananda Aksa Bhaskara."


Sapa sang MC.


"Selamat datang juga untuk seluruh tamu dan hadirin di acara engegament day Ananda Aksa dan Ananda Ica."


"Selama acara berlangsung, Bapak Ibu akan Hani temani."


"Well, kita sambut prince and princess kita malam ini. Aksa and Ica."


Aksa dan Ica tanpa di komando langsung menduduki singgasananya.


"The cute couple this night."


"Next, pernyataan dari Bapak Candra selaku perwakilan dari keluarga Aksa."


Papa Aksa berdiri dari duduknya menuju mimbar mini di sebelah mini panggung tempat Aksa dan Ica duduk.


"Asslamu'alaikum..."


"Wa'alaikum salam..."


"Kepada keluarga Bapak Dewa yang kami hormati. Perkenalkan Saya, Candra Prawira. Bersama keluarga kecil saya. Istri saya tercinta Ambarwati. Putri saya Mega dan suaminya Axel."


Kami selaku orang tua Ananda Aksa Bhaskara, dalam hal ini mewakili putra kami memohon restu dari keluarga Bapak Dewa selaku ayah Ananda Ica untuk mempersunting putrinya Luizzii Izza Seraphina."


Namun sebelum Bapak Dewa memantapkan persetujuannya. Kami mewakili ananda menyampaikan bahwa putra kami bukan orang yang baik. Putra kami hanyalah seorang mahasiswa jurusan arkeologi di UGM. Saat ini sedang menyelesaikan tugas akhirnya."


"Anak kami, bukan seorang pegawai. Tapi sebuah anime studio telah mengantarkannya menjadi seorang mahasiswa seperti sekarang."

__ADS_1


Decak kagum keluarga Ica terdengar riuh.


"Tapi, putra kamipun tak luput dari kekurangan. Bagaimanapun jiwa mudanya masih bergejolak sikao egois itu pasti juga ada."


"Pak Dewa, Bu Dewa dan Nak Ica. Monggo, kami menunggu kesepakatannya keluarga. Apapun keputusannya kami legowo."


Setelah salam, Pak Candra kembali ke kursinya.


"Pak Dewa, silahkan menjawab pernyataan lamaran dari bapak Candra." Pinta sang pembawa acara.


Papa Dewa bangkit dari kursinya dan naik ke podium.


"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh."


"Selamat malam keluarga Bapak Candra. Dan kekuarga besar saya Dan isti saya.. "


"Sebagai salam perkenalan saya Sadewa Bramantyo putra dari Taufiquddin alias Oppi dengan Wahyuni alias Mbah Yun.


"Istri saya tercinta sekaligus mama dari kedua anak saya Tery Handayani."


"Putri saya Luizzii Izza Seraphina. dan adiknya Aaron Bramantyo."


"Kami sangat berterima kasih dan tersanjung atas permintaan keluarga Bapak meminang putri kami."


"Ica adalah putri spesial kami. Dia spesies tercantik keturunan buyut kami yang ada di Tiong Hoa. Jadi saya minta untuk tidak kaget dengan tampang beda putri kami."


"Dan melihat sejauh mana hubungan mereka berdua, kami sebagai orang tua hanya bisa merestui."


"Kami hanya bisa mendo'akan yang terbaik. Hari ini membawa keberuntungan untuk kita semua."


" Kami meminta agar pernikahan putra putri kita di percepat. Mengingat waktu cuti saya tidak bisa terlalu sering."


"Kalau bisa, harapan kami besok sudah melakukan ijab qobul."


"Demikian dari saya sebagai perwakilan dari Ica."


"Wassalamu'alaikum..."


Begitu Papa Dewa turun gemuruh tepuk tangan riuh terdengar.


Bisik-bisik dari keluarga semakin gencar. Karena permintaan Papa Dewa untuk melangsungkan akad nikah besok.


"Wuuaahhh.. Mas Aksa dan Mbak Ica senyum-senyum nee.. begitu Papanya mbak ica minta nikahannya di cepetin."


"Tahan yaa Mbak...Mas.. sudah besok kok hari H-nya. " Pembawa acarany tampak menggoda sang calon pengantin.


"Baik bapak ibu sekalian..Untuk selanjutnya penyematan cincin pertunangan."


"Untuk Mas Aksa akan dipakaian ayah dari Ananda Mbak Ica. Sedangkan Untuk Mbak Ica akan dipasangkan ibu dari Mas Aksa."


Papa Candra dan Mama Ambar mendampingi Aksa.


Papa Dewa dan Mama Teri juga mendampingi Ica.

__ADS_1


"Silahkan Bapak Dewa disematkan ke jari calon menantunya." Sang pembawa acara menginstruksikan kembali.


Papa Dewa segera menyematkan cincin di jari Aksa dan menyalaminya.


Aksa melakukan hal sama mencium tangan calon mertuanya.


"Berikutnya, Mama Ambar menyematkan cincin di jari Mbak Ica. Silahkan, Ma." Instruksi MC.


Mama Ambar mendekat ke Ica dan menyematkan cincinya.


Ica mencium tangan calon mertuanya.


Mama Ambar mencium pipi kanan dan kiri Ica.


Gelegar suara tepuk tangan kembali tedengar begitu riuh.


Sorak sorai keluarga terdengar ramai.


"Acara berikutnya do'a." Urai sang pembawa acara setelah orang tua Aksa dan Ica kembali ke tempatnya.


Mbak Oppi maju ke depan untuk melantunkan do'a.


"Alhamdulillah, acara pertunangan Mas Aksa dan Mbak Ica berlangsung dengan lancar. Semoga besok di akad nikah bisa lebih lancar dan samawa yaa Mas.. Ya Mbak.. "


"Sebagai pembawa acara saya menyampaikan ribuan maaf jika ada kesalahan baik kata maupun perbuatan saya."


"Akhirul kalam.. Selamat menikmati hidangan.


Wassalamu'alaikum warohmtullohi wabarokatuh." Sang Pembawa Acara mengakhiri kalimatnya.


Setelah pembawa acara turun, dan para tamu menikmati hidangan.


Orang tua Aksa, orang tua Ica, Aksa dan Ica duduk di meja yang sama.


"Maaf Pak Candra. Saya harus tadi harus memutuskan untuk mempercepat ijab kabul. Karena kesibukan saya di kantor." Ucap Papa Dewa mengawali pembicaraan.


"He, iya Pak saya dan istri saya juga kaget." Balas Papa Candra.


"Jangankan Bapak, mungkin kedua calon pengantinnya saja juga kaget." Kata Papa Dewa.


Membuat Aksa dan Ica tersenyum karena pandangan para orang tua tertuju ke mereka.


"Ca, Aksa, Papa memang akan menikahkan kalian besok. Tapi, kalian harus tetap menyelesaikan kuliah kalian."


"Aksa selesaikan tugas akhirnya di Yogya. Ica lanjutkan kuliahnya di Surabaya. Kalo Aksa sudah lulus, kamu bisa kerja di Surabaya. Atau Kalo Ica sudah lulus, bole Aksa bawa kemana saja." Sambung Papa Dewa.


"Saya setuju dengan Pak Dewa. Karena mereka berdua saya perhatikan sudah sangat dekat." Balas Papa Candra yang diiyakan para istri.


💠💠💠💠💠💠💠💠


Alhamdulillah...


Akhirnya bisa up lagi meski nulisnya sambil berbaring..

__ADS_1


Terima kasih do'anya ya semua


__ADS_2