Princess Of Mojopahit

Princess Of Mojopahit
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Suasana Tenang, khidmat, dan santuy menyelimuti perhelatan akad nikah Aksa dan Icha.


Menyiapkan pernikahan dalam semalam? Apa memungkinkan.


Iya, setelah kemarin melangsungkan lamaran antara Aksa dan Ica. Hari ini langsung di gelar akad nikahnya.


Bagi keluarga Ica sangat memungkinkan.


Karena mereka hanya mendahulukan akad nikah dulu.


Keluarga Icha menyiapkan segalanya dalam tempo semalam. Beruntung keluarga Aksa membantunya.


Resepsi sambil dipikir belakangan.


Bahkan pihak keluarga belum merencanakan resepsi pernikahan.


Bagi keduanya saat ini hanya fokus mensahkan keduanya. Ketakutan terbesar keluarga Ica karena posisi mereka yang jauh di luar negeri.


Sehingga jika kembali ke Indonesia dalam jangka waktu dekat tidak memungkinkan. Begitupun keluarga Aksa yang ada di Yogya. Jarak Surabaya - Jogya memang tidak jauh. Tapi mereka ingin efisiensi waktu.


Toh, keduanya sudah cocok. Keluarga sama-sama tidak keberatan. Mempercepat hal baik sangatlah dianjurkan.


Aksa sendiri harus kembali ke Yogya untuk menyelesaikan tugas akhirnya.


Kedua belah pihak bahkan tidak mempermasalahkan status Aksa yang belum bekerja.


Aksa sendiri masih menunggu panggilan dari dinas terkait dan beberapa perusahaan sempat mewawancarainya sebelum berangkatbke Trowulan.


Dengan jasa WO kemarin. Akad Nikah sederhana terlaksana.


Berlokasi di sebuah masjid setempat.


Masjid yang sangat unik karena arsitektur jawanya yang kental. Mirip masjid agung Demak. Dengan desian rumah joglo dan tiang penyangga khas arsitektur rumah jawa.


Beberapa gazebo terpasang di halaman masjid, menjadikan kesan bahwa masjis tersebut sering dijadikan pelepas lelah para sales atau pedagang keliling lainnya.


Ica berdandan sangat sederhana.


Sebuah kebaya berwarna putih dengan jarik bercorak khas Jawa. Rambutnya di sanggul polos modern. Dengan aksesoris kalung Kuno. Menambah kesan sakral kostumnya.


Serasi dengan Aksa yang mengenakan beskap warna putih dengan jarik yang sama seperti dikenakan Ica. Lengkap dengan blangkonnya.


Sederhana dan tampak tradisional namun tidak meninggalkan kesan elegan dan mewah.


Aksa terlihat ganteng dan gagah. Icapun terliht anggun dan cantik.


Entahlah Mama Teri dapat baju keren itu dari mana?



Tepat pukul sebelas siang, Aksa dan Ica resmi menjadi suami istri.


Dengan ucapan," Saya terima nikah dan kawinnya Luizza Izzi Seraphina binti Dewa Al-Fattah dengan mas kawin uang tunai dua juta enam ratus tujuh puluh satu ribu empat ratu empat puluh dua rupiah dan satu set perhiasan emas dibayar tunai."


Dan dengan jawaban "Sah" para saksi sebagai kunci legalnya cinta Aksa dan Ica.


Resmilah keduanya berstatus suami istri.


Ica terlihat sangat bahagia sesaat setelah ucapan sah dan iringan do'a penghulu berkumandang.


Begitupun Aksa wajahnya kembali bersinar setelah semalaman tegang menghafalkan lafal ijab kabulnya.


Namun setelah ucapan sah para saksi kelegaan terlihat nyata di wajahnya.


Ica mencium tangan Aksa dibalas kecupan di kening Ica.

__ADS_1


Bukan hanya Ica dan Aksa. Bahkan orang tua dan mertua keduanya ikut deg-deg an.


Bagi Papa Dewa ini adalah pengalaman pertamanya menikahkan anak perempuannya satu-satunya.


Sedangkan bagi keluarga Aksa.


Aksa juga anak lelaki mereka satu-satunya jadi wajarlah jika mereka juga tegang.


Ritual dilanjutkan dengan sungkeman mempelai kepada orang tua.


Tangis haru tampak jelas dari wajah Mama Teri dan Mama Ambar. Rangkaian do'a terbaik mereka ucapkan untuk keduanya.


Pelukan dan ucapan amiin juga terima kasih tak pernah lepas dari keduanya.


Zain sejak awal acara tidak berkedip sedikitpun menatap Aksa dan Ica. Entah apa yang sedang ada di otak Zain.


Sampai-sampai Ara yang ada di sampingnya terlupakan.


Mbak Oppi dan Mbak Yun menyunggingkan senyumnya berkali-kali melihat cucu kesayangannya menikah.


Kedua bersyukur diberi panjang umur sampai bisa menyaksikan pernikahan cucunya itu. Walaupun bukan pernikahan mewah. Tapi tetap saja keduanya bahagia.


"Putune awak dewe wis simah yo, Pak." Ucap Mbak Yun.


"Iyo, Bu. Aku eleng ndek mbiyen cilik ane Ica. Saiki wis keduwe uwong." Jawab Mbak Oppi yang duduk di sebelahnya.


"Foto-foto.." Teriak Lita salah satu kru WO.


"Bang Ben, siapkan kamera!" Seru Lita kembali.


"Siap Mbak Lit!"


Bang Ben, yang bertubuh tinggi yang sudah siap dengan kameranyapun segera mengkode dengan acungan jempolnya.


Aksa dan Ica diarahkan beberapa gaya bak model oleh Bang Ben.


Senyum manis menghiasi bibir kedua mempelai yang sangat bahagia.


Bang Benny fotografer handal kesayangan Mbak Lita,terus membidikkan kameranya ke setiap sudut pose keduanya.


Dilanjut foto-foto keluarga.


Setelah acara foto-foto kelar. Keluarga Ica dan Aksa menikmati makan siang.


💗💗💗💗💗


"Sa, setelah ini kalian tinggal dimana?" Tanya Dimas setelah makan siang. Mereka berempat duduk di selonjor di salah satu sudut masjid.


"Belum tahu. Aku kelarin skripsiku dulu. Kan hanya tinggal sidang." Ucap Aksa pelan.


"Sering-seringlah main ke tempatku." Ucap Zain.


"Kalian hati-hatilah." Ucap Zain lirih


"Kenapa Zain?" Tiba-tiba Ica melihat ada yang ganjil dengan ucapan terakhir Zain.


"Emang aku ngomong apa barusan?" Zain malah balik nanya.


"Ra, kamu denger, kan Zain barusan ngomong apa?" Ica menatap Ara.


Ara hanya menggeleng.


"Mas, kamu denger kan?" Ica menatap Aksa.


Aksa juga menggeleng.

__ADS_1


"Mas, serius?" Tanya Ica.


"Serius." Aksa menatap Ica.


"Zain, beneran kamu gak ngomong apa-apa?" Ica beralih ke arah Zain.


"Serius, Cha. Aku cuma bilang sering-seringlah main ke tempatku. Gak usah ngaco deh Ca." Zain menimpali ucapan Ica.


Ica menatap serius ke depan.


"Aku gak salah dengar kok. Zain benar-benar mengatakan hati-hatilah kalian." Gumam Ica dalam hati.


"Ca, udah gak usah di pikir." Aksa menenangkan Ica.


"Kamu ajak Ara jalan-jalan deh. Kalian foto-foto dulu. Mumpung masih di sini." Bujuk Aksa agar Ica melupakan kalimat gaib yang ia dengar.


Ica pun menuruti ucapan Aksa diajaknya Ara berfoto-foto di masjid dengan arsitektur unik itu.


Sedangkan Aksa dan Zain masih di posisi semula.


"Zain, Ica kenapa ya? Akhir-akhir ini ia lebih sensi." Tanya Aksa.


"Entahlah. Aku juga tidak paham. Hanya saja sejak kemarin aku merasa aura Ica berbeda. Aku pikir karena acara ini. Ternyata bukan. Sewaktu ijab qobul kalian tadi Aku sempet melihat Ica menatap ke satu titik di sudut masjid ini." Bisik Zain.


Aksa kembali menarik napas panjang.


"Apa orang tua Ica tahu ya, kelebihan anaknya ini?"


"Enggak. Karena aku yakin yang Ica lihat itu yang berhubungan dengan dirinya saja. Kalo berhubungan dengan dunia di luarnya ia tak kan tahu." Bisik Zain.


"Terus aku harus gimana, Zain?" Panik Aksa.


"Jangan jauh-jauh dari Ica." Pungkasnya karena melihat Ica dan Ara sudah kembali dari berswafoto.


"Sudah selesai?" Tanya Zain sambil mengenggam tangan Ara.


"Sudah. Mbak Ica seperti orang ketakutan. Jadi aku putuskan untuk kembali." Jawab sambil menunjuk Ica yang sudah dalam pelukan Aksa.


"Kita balik sekarang." Ajak Zain.


Aksa hanya mengangguk.


Lelaki itu mengajak Ica bangkit dan menjauh dari area masjid.


💠💠💠💠💠


Ica kenapa lagi yaa gaess..


**eh, maapkan othor yang hiatus berminggu-minggu ini ya..


sambil nunggu up nya si princess baca deh novel othor yang lain :


~ Mendadak Ustadzah


~ Triple Z


~ Istri Tetangga


Aku tungguin like komen vote kalian


Hm.. aku tunggu di GC aku yaa.. biar dapet info-info terbar aku.


Kiss me for us


😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2