
Bugh..
Ketua itu berlari dengan cepat kemudian dia melompat sembari menendang Olive, namun dengan cepat Olive mampu menangkisnya dengan kedua tangannya. Setelah itu ketua tersebut mulai menyerang Olive lagi, dengan cara memukul, menendang, menyeleding bahkan sesekali jungkir balik ke belakang.
Bugh..
Bugh..
Krek..
Semua serangan itu rupanya tak mampu melukai Olive sedikitpun, bahkan Olive belum melakukan serangan balik karna dia sedari tadi hanya menangkis dan berusaha menghindar. Hal itu tentu membuat sang ketus geram, bagaimana tidak? Semua serangan yang ia lakukan tidak dapat melukai lawannya sedikitpun, padahal dia sudah mengeluarkan seluruh teknik beladiri yang ia kuasai, bahkan saat ini tenaganya mulai terkuras habis. Sedangkan Olive masih terlihat begitu santai dalam menangkis serangan lawannya.
Kedua sahabat Olive dan seluruh anak buah ketua tersebut hanya menyaksikan pertarungan mereka saja, tanpa berniat untuk ikut campur ataupun membantu rekannya.
"Gadis itu sangat tangguh."
"Sepertinya King kalah telak dengan gadis itu."
"Dia bukan gadis biasa. Dia bahkan menguasai semua jenis teknik beladiri."
"Bagaimana mungkin gadis muda seperti dia bisa menandingi kehebatan King?"
"Hebat, sangat hebat. Selain cantik, dia ternyata jago beladiri."
Seluruh anak buah ketua itu terlihat terkagum kagum dengan kehebatan Olive yang bisa menandingi ketua mereka, bahkan sepertinya ketua mereka tidak ada apa apanya dibanding Olive. Berbeda dengan mereka semua, Yuki dan Via malah tersenyum penuh kemenangan karena mereka tahu sendiri bagaimana kehebatan Olive sesungguhnya.
"Bedeb*h, Apa kau mempermainkanku, dengan hanya menangkis dan menghindar saja, Hah?!" Seru sang ketua tiba tiba menghentikan serangannya
"Aku belum ingin menyerang balik saja, Karna jika terlalu cepat rasanya tidak akan seru. Benarkan?" Balas Olive dengan santainya sembari mengeluarkan senyuman devil khasnya, membuat siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri
"Cih.. Dasar bocah ingusan. Akan ku bungkam mulutmu itu karna sudah berani mempermainkanku." Hardik sang ketua kemudian dia berjalan entah kemana dia melangkah
Ternyata sang ketua tadi berjalan menuju pedang panjang yang tertempel di dinding, kemudian dia langsung mengambilnya dan kembali lagi ketempat semula yaitu berdiri dihadapan Olive. Hal itu tentu membuat kedua sahabat Olive langsung panik karena itu berarti ketua tersebut menyerang Olive menggunakan senjata, sedangkan Olive hanya tangan kosong saja.
"He eh... Rupanya kau ingin bermain dengan pedang mainan itu?" Tanya Olive dengan santainya menyebut pedang tersebut hanyalah sebuah mainan semata, padahal pedang tersebut terlihat sangatlah tajam dan juga panjang
"Aku akan segera menyelesaikan pertarungan ini. Kau akan menyesal bocah." Seru ketua itu tanpa mempedulikan pertanyaan Olive dan dia mengatakan itu sembari menunjuk Olive dengan pedang panjangnya
"Coba saja jika kau ingin mencobanya." Balas Olive yang sepertinya tidak kenal takut sedikitpun
"Khiyyaa..."
Ketua itu langsung maju menyerang Olive menggunakan pedangnya, sedangkan Olive dengan tangan kosong saja. Saat ketua itu hendak menyerang kepala Olive, dengan segera Olive membungkukkan badannya kebelakang agar tidak terkena terkena serangan itu. Sang ketua pun mulai melakukan serangan secara bertubi tubi, tapi lagi dan lagi Olive dapat menghindari semua serangan itu dengan mudahnya.
__ADS_1
Saat ketua itu hendak menusuk Olive, dengan secepat Kilat Olive menghindar, kemudian dia memegang pergelangan tangan kanan sang ketua yang memegang pedang dan langsung mematahkannya kearah bawah. Seketika pedang tersebut terlepas dari genggamannya, melihat itu dengan segera Olive menendang pedang tersebut ke atas sebelum jatuh ke lantai terlebih dahulu.
Saat pedangnya melambung tinggi, Olive langsung membanting sang ketua dengan sekali gerakan saja.
Bugh..
"Aghkkk..." Rintih sang ketua yang terbaring lemah di lantai
Hap
Setelah membantingnya, Olive langsung melompat kemudian menangkap pedang panjang tersebut.
"Hmm... Pedang mainannya keren juga, Tapi lebih keren punyaku sih." Ucap Olive tersenyum devil sembari memperhatikan pedang tersebut dengan seksama
"Apa kau ingin coba merasakannya?" Tanya Olive tiba tiba sembari menunjuk sang ketua yang masih terbaring lemah dengan pedang panjang itu
"Hei kalian, kenapa diam saja, hah?! Bantu King kalian sekarang juga." Seru ketua itu menatap semua anak buahnya yang hanya diam saja tidak membantunya
"Maaf King, Kami tidak bisa melawannya, dia sangat tangguh." Balas salah satu anggotanya, yaitu pria yang memakai bandana di kepalanya
"Berani sekali kalian menentangku. Akan ku habisi kalian semua." Hardik ketua yang sepertinya tidak menyadari kondisinya saat ini, padahal dia sendiri cukup lemah kemudian dia pun mencoba untuk berdiri dan akhirnya berhasil untuk berdiri
"Ohh... Jadi kau sering menghabisi nyawa orang tak bersalah. Kenapa orang sepertimu masih bernafas sampai sekarang?" Tanya Olive berniat menghinanya dan kini pedangnya ia pegang layaknya sebuah tongkat karena ujung pedangnya tertempel pada lantai
"Bagaimana jika aku bisa melakukannya?" Tanya Olive dengan entengnya
"Tidak akan ku biarkan itu terjadi. Khiyyaa.." Balas sang ketua kemudian mulai maju untuk menyerang Olive lagi
"Ck... Sungguh membosankan." Cetus Olive tersenyum sinis
Saat sang ketua mulai dekat, dengan segera Olive melompat setinggi mungkin dan...
Glek..
Tiba tiba saja Olive langsung memenggal kepala sang ketua tersebut dengan sekali tebasan tebasan saja. Seketika hal itu membuat mereka semua yang disana termasuk kedua sahabat Olive bersusah payah meneguk salivanya.
"Dia lebih berbahaya dari King."
"Apa ini yang disebut bidadari berjiwa iblis?"
"Gadis itu mengalahkan King dengan mudahnya, bahkan dia tidak terluka sedikitpun."
"Itu beneran Olive?" Tanya Via cengo dengan menatap Olive dari kejauhan dengan tatapan tak percayanya
__ADS_1
"Aku rasa bukan. Dia hanya jelmaannya saja." Balas Yuki yang juga menatap Olive
"Kenapa kalian bengong gitu?" Tanya Olive tiba tiba sudah berada di hadapan kedua sahabatnya dengan memasang wajah tak berdosanya, padahal tadi dia baru saja membunuh orang dan ia saat ini tidak memegang pedang lagi, karena pedangnya sudah ia lempar ke segala arah setelah menebas kepela ketua itu
"Coba cubit aku, Ini pasti mimpikan?" Tanya Yuki cengo yang masih setia menatap Olive, seketika langsung mendapat cubitan dari Olive
"Aaww... Sakit, berarti ini nyata. Liv, kamu habis bunuh orang?" Seru Yuki bertanya untuk memastikannya dan langsung mendapat jawaban anggukan kepala dari Olive
"Wiihh.... Keren. Pertunjukan yang sangat spektakuler." Seru Via tiba tiba tersenyum senang sembari bertepuk tangan membuat Yuki menggelengkan kepalanya saja karena tak mengerti jalan pikiran sahabatnya itu
"Kurasa, Aku tidak akan nafsu makan selama sebulan. Mataku sudah ternodai." Ucap Yuki mendramatisir
"Aku tidak akan melakukannya jika dia tidak memulainya terlebih dahulu. Lagian aku melakukan itu tidak sengaja, aku hanya ingin memberi dia pelajaran sedikit karna sudah banyak menghabisi nyawa orang." Ujar Olive dengan santainya
"Baru tahu aku, ada yang menggal kepala orang bilangnya gak sengaja? Fiks, Gila nih anak." Batin Yuki
"Pelajaran sedikit, kepala di penggal. Gimana kalo banyak, bisa jadi rempeyek entar." Batin Via
"Udah ah, lupakan ini dan jangan cerita sama siapapun. Sekarang mending kita pulang." Seru Olive tiba tiba mengajak kedua sahabatnya pulang
"Yes. Akhirnya bebas juga dari tempat terkutuk ini." Seru Via tersenyum senang
Saat mereka hendak melangkah untuk pergi dari sana, tiba tiba ada suara seseorang yang menghentikan mereka.
"Tunggu." Seru seseorang dari belakang mereka, seketika mereka bertiga pun berbalik untuk menatapnya dan mendapati seluruh anak buah sang ketua berdiri dihadapannya saat ini
"Apa? Mau mencegah kami untuk pergi dari sini lagi?" Tanya Olive datar
Bukannya menjawab, mereka semua malah berjongkok sembari menundukkan kepala dihadapan Olive dkk. Hal itu tentu membuat Olive dkk saling pandang dengan mengeryitkan keningnya bingung.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Olive terheran mewakili kedua sahabatnya untuk bertanya
"Maukah anda menjadi Queen kami?" Tanya salah satu pria yang memakai bandana dengan menatap Olive
"Hah?! QUEEN?!!"
**Bersambung...
...----------------...
Hallo Readers... Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
Salam manis dari author**...
__ADS_1