
"Maukah anda menjadi Queen kami?" Tanya salah pria berbandana itu sembari menatap Olive dalam jongkoknya
"Hah?! QUEEN?!" Pekik Venus dkk sembari menatap satu sama lain
"Maksud kalian Queen, apa?" Tanya Olive terheran dengan kata 'Queen' begitupun dengan kedua sahabatnya
"QUEEN MAFIA." Balas pria itu yang sukses membuat Olive dkk melotot tak percaya
"What? MAFIA?!" Pekik Olive dkk lagi dan lagi bahkan sedikit berteriak, dan ini lebih terkejut daripada tadi
"Kalian semua berdiri. Jelaskan semuanya, saya sama sekali tidak mengerti." Titah Olive dengan wajah datarnya dan langsung di turuti mereka semua
"Biar saya yang menjelaskan semuanya. Begini nona, Sebenarnya kami adalah komplotan mafia di negara ini. Nama Mafia kami Dracula Blood, salah satu geng mafia terbesar ke lima se-Asia. Kami memiliki banyak anggota yang jumlahnya sekitar seribu orang, dan saat ini mereka sedang menjalankan banyak misi." Jelas salah satu pria berbandana itu membuat Olive dkk menganga tak percaya, kemudian pria itu mengambil nafasnya panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya
"Nama saya adalah Cakra dan ini adalah Gerry, kami berdua merupakan tangan kanan dari Dracula Blood. Dan yang tadi nona kalahkan adalah ketua kami, King Jackson." Lanjut pria itu ternyata memiliki nama Cakra dengan memperkenalkan temannya yang juga memakai bandana di kepalanya
"Hah?! Jadi saat ini, aku sedang berhadapan dengan Mafia langsung?" Pekik Yuki yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi saat ini
"Aku kira cerita mafia hanya ada di novel saja, ternyata ada juga di dunia nyata." Ucap Via yang juga masih belum percaya dengan semua yang ia dengar
Berbeda dengan mereka yang mengungkapkan rasa keterkejutannya, Olive malah hanya terkejut dalam diam karena dia juga masih berusaha untuk mencerna semua yang terjadi saat ini. Sungguh, berurusan dengan mafia bukanlah keinginan Olive, bahkan untuk mengenal kata Mafia saja sama sekali tak pernah terlintas di benak Olive.
"Mafia? Kenapa aku harus terlibat dalam dunia bawah? apa yang harus aku lakukan?" Batin Olive kebingungan
"Jadi, apa nona mau menjadi Queen kami?" Tanya Gerry tiba tiba membuyarkan lamunan Olive
"Kenapa kalian memilih saya menjadi Queen kalian? Bahkan kalian sendiri tidak mengenal saya, apalagi saya adalah perempuan." Tanya Olive datar
"Walaupun nona seorang perempuan dan kami belum kenal nona secara pribadi, tapi kami yakin jika nona mampu untuk memimpin kami. Sebenarnya kami sudah lama ingin mengganti ketua kami, karna menurut kami King Jackson sangatah kejam dan bengis. Tapi kami sendiri tidak bisa melawan perintahnya, karna jika itu terjadi maka nyawa kami yang menjadi taruhannya, apalagi King sangatlah ahli dalam beladiri dan kami sama sekali tidak bisa melawannya." Ujar Gerry panjang kali lebar
"Ck... Namanya juga mafia, sudah pasti mafia itu kejam dan bengis." Celetuk Yuki tersenyum sinis
__ADS_1
"Kami tahu jika kami memang kejam bahkan kami sudah menghilangkan nyawa ribuan orang, sekarang kami menyadari jika kami sudah salah langkah dengan masuk ke dunia bawah. Tapi kami juga tidak bisa berbuat apa apa, karena jika sudah masuk ke dunia bawah maka akan sulit atau bahkan mustahil untuk keluar lagi." Ujar Cakra penuh rasa bersalah
"Sekarang ketua sudah tidak ada, kenapa kalian tidak membubarkan diri saja." Tukas Via yang sedari tadi hanya menyimak saja
"Seperti yang saya katakan tadi, sekali masuk maka akan sulit untuk keluar. Mungkin kami bisa bubar, tapi jika di luar sana ada yang mengetahui jika kami merupakan mantan mafia maka bisa di pastikan nyawa kami akan menjadi incaran mafia lain dan juga kami pasti akan menjadi burunan polisi." Balas Cakra
"Ya sudah, kenapa tidak salah satu dari kalian saja yang menjadi ketuanya." Usul Olive dengan santainya yang seketika membuat Cakra dan Gerry saling pandang
"Iya, kenapa tidak diantara kalian berdua saja." Seru Yuki menimpali ucapan Olive
"Itu tidak bisa, kami hanya tangan kanannya saja dan kami tidak mungkin menjadi ketua." Balas Gerry yang kini kembali menatap Olive dkk
"Kenapa tidak bisa?" Tanya Via
"Di dalam dunia mafia ada sebuah prinsip yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun." Seru Cakra
"Ck... Ternyata mafia punya prinsip juga. Apa prinsip itu?" Tanya Olive penasaran
"He eh... Ternyata seorang mafia patuh juga sama prinsipnya." Ucap Yuki dengan senyum sinisnya
"Saya tidak bisa menjadi ketua kalian." Seru Olive tiba tiba membuat semua yang disana menatapnya
"Tapi nona tidak bisa menolaknya, karna mafia ini tidak mungkin berdiri tanpa adanya ketua." Tukas Cakra
"Tapi saya tidak mau terjun ke dunia bawah. Masa depan saya masih panjang, dan saya juga memiliki keluarga. Jika mereka tahu saya adalah seorang mafia, pasti mereka akan kecewa atau mungkin membenci saya." Ujar Olive
"Lagian mafia itu penjahat, pembunuh berdarah dingin. Dan aku bukanlah seorang penjahat." Tambah Olive menekankan kalimat terakhirnya
"Jika sekarang nona tidak mau maka kami akan terus menunggu sampai nona mau menjadi ketua kami." Seru Cakra tanpa keraguan sedikitpun
"Kau tunggu saja, sampai lebaran monyetpun saya tetap tidak akan mau." Tukas Olive
__ADS_1
"Kami juga tidak akan menyerah untuk membujuk nona, sampai nona mau menyetujuinya." Ucap Gerry yang diangguki Cakra
"Usaha kalian akan sia sia saja. Karna saya akan tetap pada pendirian saya yaitu tidak akan pernah mau untuk bergabung dalam dunia bawah." Seru Olive dengan menekankan kata katanya
"Tapi saya yakin, suatu hari nanti nona akan mau menjadi Queen kami, Queen Mafia." Ucap Cakra penuh keyakinan
"Kenapa kau bisa seyakin itu?" Tanya Olive
"Yakin saja. Menurut saya nona memiliki aura yang kuat sebagai seorang pemimpin dan nona pasti bisa memimpin kami dengan baik." Ujar Cakra mengutarakan pendapatnya
"Jika nona mau menjadi Queen kami, maka kami janji akan selalu setia pada nona dan selalu menuruti perintah nona tanpa keraguan sedikitpun." Seru Gerry menimpali ucapan Cakra
"Saya tetap tidak mau. Sekarang saya dan sahabat saya mau pulang." Tukas Olive
"Kami akan memberi nona waktu untuk memikirkannya. Nona dan sahabat nona bisa pulang sekarang, kami akan mengantar nona sampai pintu keluar markas karena pintunya sudah tertutup rapat saat kalian masuk." Ujar Cakra
"Terserah." Ucap Olive singkat, padat dan jelas karena dia tak mau ambil pusing dengan permintaan Cakra yang mewarkan bantuan.
"Ikut saya." Ajak Cakra yang langsung di angguki Olive dkk
Tanpa menunggu lama lagi, Olive dkk dan juga Cakra segera melangkahkan kakinya pergi dari sana munuju jalan keluar dari ruang bawah tanah tersebut.
"Kalian bereskan mayat ini. Berikan pada buaya peliharaan kita." Titah Gerry dingin pada anak buahnya setelah kepergian Olive dkk dan juga Cakra
"Siap." Seru beberapa anak buahnya, setelah itu beberapa anak buah tersebut mulai membereskan semua sisa pertarungan tadi.
**Bersambung...
...----------------...
Hallo Readers... Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
__ADS_1
Salam manis dari author**...