
"Kita akan kemana?" Tanya Olive saat berada di mobil Sean
"Cafe aja gimana? Sekalian makan siang." Usul Sean sembari fokus menyetir
"Hmm... Oke."
Di sebuah Cafe...
Sean dan Olive berjalan beriringan saat memasuki cafe yang cukup ramai. Kini Sean juga memakai jaket untuk menutupi seragam tentaranya, karena ia merasa risih jika memakai seragamnya di tempat umum, apalagi bukan untuk menjalani tugas.
"Waahh... Mereka serasi banget."
"Ceweknya cantik, cowoknya ganteng. Klop banget deh."
"Berasa liat prince and princess di dunia nyata."
"Sama-sama dingin, tapi sangat sempurna."
Begitulah sekiranya celotehan para pengunjung cafe saat melihat Sean dan Olive yang berjalan beriringan. Benar-benar seperti sepasang kekasih, cocok pake banget. Pikir mereka. Sedangkan yang dipuji malah memasang wajah datar dan dinginnya saja.
Sean dan Olive kini sudah duduk di tempat yang berada di pojok dan dekat dengan jendela. Sean sengaja memilih tempat yang cukup sepi, karena memang ini pembicaraan mengenai hal pribadi.
"Kamu pesen apa?" Tanya Sean pada Olive saat sudah duduk di tempatnya, dan disana juga sudah ada pelayan cafe yang siap mencatat pesanan
"Pasta, minumannya ice lychee tea." Balas Olive setelah melihat menu makanannya
"Oke, Saya samaain aja mba." Pinta Sean sembari menyerahkan buku menu pada pelayan disana
"Baik mas. Silahkan menunggu pesanannya datang." Ucap sang pelayan dengan ramahnya, kemudian langsung bergegas pergi dari sana
"Sekarang, apa yang mau di omongin?" Tanya Olive tiba tiba
"Kamu orangnya to the point banget." Cetus Sean
"Emang, karna aku ga suka basa basi."
"Huufftt.. Oke. Sebelumnya aku ingin tanya, apa kamu kenal sama aku?" Tanya Sean
"Ga, aku cuma tau kalo kamu itu tentara. Tapi untuk nama, aku ga tau sama sekali." Balas Olive dengan santainya
"Kok gitu? Aku aja tau nama kamu, tapi masa kamu ga tau nama aku." Ujar Sean sedikit terkejut
"Kamu tau kan karna aku merupakan anak dari korban insiden itu." Tukas Olive
"Bener juga sih. Oke, kalo gitu kenalin aku Sean. Aku adalah kapten di pasukan tentaraku."
"Ck... Soal itu aku juga tau kali." Batin Olive.
Ya, memang Olive sudah tahu siapa pria dihadapannya ini yang tak lain adalah seorang kapten tentara, tapi untuk nama dia sepertinya enggan untuk mencari tahu, Karena menurutnya hal itu sama sekali tidak penting.
__ADS_1
"Oh." Olive hanya ber 'oh ria
"Oh doang?"
"Lah terus?" Balik tanya Olive
"Ni anak kadang dingin, kadang ngeselin, bawel, pendiam, kadang juga lucu. Ck... Sifatnya kek bunglon, selalu berubah-ubah." Batin Sean sedikit kesal
"Ini pesanannya mas, mba." Seru seseorang tiba tiba. Dia adalah seorang pelayan yang membawakan pesanan mereka berdua
"Makasih." Balas Olive ramah
"Saya permisi." Ucap sang pelayan saat makannya sudah ia letakkan di atas meja
"Hmm..." Balas keduanya, kemudian pelayan tersebut pun langsung pergi dari sana
"Ya udah, sekarang mau ngomong apa?" Tanya Olive lagi sembari sesekali memakan makanannya
"Euummm... Apa kamu masih marah sama aku?" Tanya Sean sedikit berhati hati
"Marah? Untuk?"
"Untuk apa yang menimpa kedua orangtua kamu. Apa kamu masih menyalahkanku atas semua kejadian itu?" Jelas Sean, seketika Olive menghentikan aktifitas makannya lalu dia pun menatap Sean dengan intens
"Dulu memang iya." Jawab Olive membuat raut wajah Sean menjadi lesu
"Tapi sekarang aku sadar. Jika itu semua udah takdir, dan sekeras apapun aku menghindar, jika memang takdirnya seperti itu maka aku ga akan pernah bisa mengubahnya bukan?" Lanjutnya Olive sedikit sendu
"Gagal bukan berarti kalah bukan?" Seru Olive
Seketika Sean mendongakkan kepalanya untuk menatap Olive dengan sedikit mengerutkan keningnya bingung karena tak mengerti maksud dari ucapan Olive barusan.
"Ya, gagal bukan berarti kalah. Arti Kegagalan sesungguhnya adalah Keberhasilan yang tertunda. Dan aku yakin, suatu saat nanti kamu pasti akan berhasil. Kamu ngerti kan maksudku?" Ucap Olive menjelaskan
"Aku ngerti. Makasih karna kamu udah memberi motivasi untukku. Aku harus yakin, jika suatu saat aku bisa melindungi semua rakyatku dari marabahaya. Makasih yah." Balas Sean tersenyum tulus sembari meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri Olive yang saat ini berada di atas meja
Sontak tindakan Sean barusan membuat Olive cukup terkejut, karena ia tidak tahu jika Sean akan memegangi tangannya dengan sangat lembut.
"Eh... M-maaf, aku gak sengaja." Seru Sean setelah menyadari tindakannya itu dan langsung menarik tangannya kembali
"G-ga papa." Balas Olive gugup
Kemudian Olive pun melanjutkan makannya kembali karena tak ingin terlihat gugup di hadapan Sean, begitupun dengan Sean yang fokus menyendokkan makanan ke mulutnya.
"Aduuhh.. Sean. Bisa ga sih, jangan kayak gitu. Olive pasti sekarang jadi risih deket sama kamu." Batin Sean merutuki kebodohannya sembari sesekali melirik Olive
"Perasaan apa ini? Kenapa aku deg degan banget saat dia pegang tangan aku tadi. Padahal waktu si Elvan atau cowok lain yang pegang aku biasa aja, malah aku langsung marahi mereka. Tapi kenapa ini rasanya beda? Dan kenapa aku ga marah?" Batin Olive
"Euummm... Apa kamu masih penasaran dengan siapa pelakunya?" Tanya Sean berhati hati setelah mereka berdua selesai makan
__ADS_1
"Gak lah, orang aku udah tau." Cetus Olive tanpa sadar mengucapkannya
"Hah?! Kamu tau pelakunya?" Pekik Sean
"Ah.. Eh.. I-ya. T-tapi aku hanya menebaknya aja." Jawab Olive gelagapan
"Nebak? Emang menurut kamu siapa pelakunya?" Tanya Sean penuh selidik
"Kalo ga salah mafia kan?" Jawab Olive sok polos
"Kamu tau darimana?" Tanya Sean lagi dan lagi
"Ga tau, aku denger aja kata orang-orang." Jawab Olive yang tentunya berbohong
"Perasaan masalah ini ga pernah bocor sama orang biasa." Seru Sean
"Aduuhh.... Ini kenapa aku terpojok gini sih? Aku harus jawab apa coba?" Batin Olive
"M-Mungkin kamu aja yang ga tau. Bukankah sekarang lagi banyak mafia yang berkeliaran?Apalagi tadi pagi aku sempet nonton berita, katanya ada beberapa orang yang baru saja terbebas dari penyekapan mafia Dragon Fire dan dantara mereka itu kan Rey sama Raya. Jadi aku hanya menebak jika pelakunya itu seorang mafia, karena mereka sama sekali tmga takut sama polisi maupun tentara." Jelas Olive mencoba sesantai mungkin
"Hmm... Jadi berita penculikan yang dilakukan mafia Dragon Fire sudah menyebar luas." Gumam Sean
Karena memang setelah kejadian semalam, banyak wartawan yang meliput beritanya. Bahkan mereka melakukan wawancara dengan para korban sebagai narasumbernya.
"Jadi, apa benar jika mafia lah pelaku insiden itu?" Tanya Olive berpura pura untuk memastikannya
"Benar, nama mafianya adalah The Scorpion King." Jawab Sean
"Apa?! T-the Scorpion King?! M-Mafia terkejam disini?" Pekik Olive dengan tampang sok terkejutnya, padahal ia juga tahu semua itu
"Shuuttt... Jangan keras-keras, entar ada yang denger. Aku ga mau jika mereka nantinya akan merasa cemas dan khawatir saat tau ada mafia kejam yang saat ini masih berkeliaran diluaran sana." Ucap Sean memperingati
"O-Oke." Balas Olive
"Hmm... Bagus juga aktingku. Bisa jadi aktris nih hihii..." Batin Olive memuji dirinya sendiri
"Oh ya, kamu bilang kamu sempet liat berita tadi pagi kan?" Tanya Sean menatap Olive intens
"Iya, kenapa?" Jawab Olive balik bertanya, kemudian ia kembali menyeruput esnya yang memang belum habis
"Apa pendapatmu tentang Queen Phoenix?" Tanya Sean
Uhukk.. uhuk...
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
__ADS_1
Salam manis dari author**...