Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Pertarungan Pertama


__ADS_3

Sesampainya di markas Dragon Fire...


Sebelum sampai disana, Olive terlebih dahulu mengotak atik laptopnya untuk meretas sistem keamanan di markas Dragon Fire agar dia beserta anggota bisa bergerak bebas tanpa pantauan dari mereka.


"Bergerak ke titik masing-masing." Titah Olive dingin lewat earphone yang terhubung pada semua sahabatnya (Tangan kanan Phoenix Devil). Kini posisi dia masih berada di dalam mobil yang di kemudikan oleh salah satu mafiosonya.


Mereka semua memarkirkan kendaraannya cukup jauh dari markas Dragon Fire, karena apabila terlalu dekat maka tidak menutup kemungkinan jika akan ketahuan anggota mafia Dragon Fire.


"Siap Queen." Balas mereka serempak


Dengan segera Cakra beserta yang lainnya turun dari mobil masing-masing untuk berkumpul dengan anggota kelompoknya. Setelah kumpul, mereka berempat memberikan isyarat tertentu pada anggotanya yang mungkin artinya adalah 'Ikuti Saya', kemudian merekapun mulai bergerak ke segala arah yang memang sudah di rencanakan dengan membawa perlengkapan senjatanya. Yuki beserta anggotanya bergerak ke arah timur, Via dkk ke arah selatan, Cakra dkk ke arah barat, sedangkan Gerry dkk ke arah Utara.


Melihat mereka mulai bergerak, Olive pun segera turun dari mobil untuk berkumpul menjadi satu dengan anggota kelompoknya dan juga para tim medis yang memang di tugaskan untuk memberikan pertolongan pertama padamafioso yang kemungkinan akan terluka saat pertarungan. Tapi mereka semua tidak langsung mendekat ke markas seperti yang lainnya karena ini merupakan salah satu dari bagian rencana Olive tentunya.


"Jet satu, apa siap?" Tanya Olive dingin pada seseorang yang ternyata juga terhubung dengan earphonenya


"Siap Queen." Balas orang itu sembari mengemudikan pesawat jet tempurnya


"Lakukan sekarang." Baik Queen


"Baik Queen." Balasnya


Kemudian dia sedikit menambah kecepatannya untuk mendekati markas Dragon Fire. Tak lama kemudian, diapun hampir sampai disana, lalu bersiap untuk menarget sasarannya.


"Sasaran di terima. Bersiap menembak, Satu... Dua... Tiga..." Seru orang itu


DWAAARRR...


Suara ledakan yang begitu dahsyat terdengar di sana, ternyata itu merupakan ledakan dari bangunan yang dipercayai adalah gudang penyimpanan barang terlarang milik mafia Dargon Fire. Bangunan itu terpisah dengan markasnya, jadi kebakaran gudang tersebut tidak merambat ke markas utamanya.


"Suara apa itu?" Tanya ketua Dragon Fire pada kedua tangan kanannya


"Kami tidak tahu King. Kami akan memeriksanya." Balas tangan kanan 1, dia tak lain adalah Ben


"Cepat cari tahu, jangan sampai ada penyusup disini." Titah ketuanya


"Baik King." Balas keduanya, kemudian mereka pun langsung bergegas pergi keluar ruangan itu untuk mengetahui apa yang sedang terjadi, sedangkan ketuanya hanya duduk bersantai disana sembari kedua kaki menyilang di atas mejanya.


"Tuan, gudangnya terbakar." Lapor salah satu mafioso pada Ben dan tangan kanan 2


"Apa?!" Pekik mereka


kemudian mereka pun langsung menuju gudang yang terbakar itu dan melihat banyak mafioso yang berusaha memadamkannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi?! Siapa pelakunya, Hah?!" Tanya Ben penuh amarah sembari mencengkram baju mafioso disana


"K-Kami tidak tahu tuan. Tadi ada jet tempur yang tiba tiba meledakkan gudangnya." Balasnya dengan ketakutan


"Sial. Tidak akan ku ampuni orang itu." Kesal Ben melepas kasar cengkramannya


"King bisa marah jika mengetahui tentang ini." Seru tangan kanan 2


Belum sempat Ben angkat bicara, tiba tiba saja...


Dorr...


Dorr...


Jlep..


Jlep..


Terdengar suara tembakan bertubi tubi dan banyak panah mengenai para mafioso Dragon Fire yang berada disana, apalagi disana hampir dari sebagian mafioso yang berkumpul. Saat ini keadaan gudang juga sudah dilalap si jago merah, bahkan semua isinya sama sekali tidak ada yang tersisa, tapi masih ada sedikit api disana karena para mafioso belum sepenuhnya memadamkan api.


"Hah?! Siapa yang melakukan ini?" Pekik Ben melihat banyak anak buahnya yang terkapar

__ADS_1


Mereka terkapar tapi tidak tewas, karena pelurunya tidak mengenai jantung mereka, dan panahnya juga tertancap di bahu sebelah kanan semua. Mereka pingsan karena memang senjatanya sudah diberi obat bius terlebih dahulu.


"Hai... Apa kabar? Kita ketemu lagi, Hmm... Bagaimana keadaan tangan kau?" Tanya seseorang yang berjalan dengan santainya menghampiri mafioso Dragon Fire


"Kau... Jadi kalian pelakunya Hah?!" Seru Ben menatap orang itu yang tenyata adalah Gerry beserta anggotanya. Anggota Gerry kini membawa busur panah, tapi mereka juga membawa sebuah pedang yang tergantung di bagian pinggangnya, sedangkan Gerry membawa dua buah katana panjang


"Weiiittssss... Santai dong, jangan ngegas gitu." Balas Gerry dengan senyum meremehkan


"Siapa mereka?" Tanya tangan kanan 2 pada Ben


"Phoenix Devil." Bukan Ben yang menjawab, melainkan Gerry


"Hah?! Jadi kalian yang menggagalkan transaksi itu." Pekik tangan kanan 2


"Seratus buat kamu." Seru seseorang lagi yang muncul dari arah samping mafioso Dragon Fire, dia adalah Cakra beserta anggotanya yang menggantungkan sebuah senapan sniper di punggung dan juga dua buah pistol di pinggangnya. Tapi Cakra sendiri membawa dua buah katana, seperti Gerry


Jadi bisa dipastikan jika yang menembak barusan adalah anggota dari Cakra, dan yang memanah adalah Gerry dkk.


"Berani sekali kalian datang ke markas ini. Cari mati kalian hah?!" Marah Tangan kanan 2 menatap tajam Gerry dan Cakra secara bergantian


"Untuk apa cari mati?! Justru kami akan memberikan itu untuk kalian. Bagaimana?" Ucap Cakra tersenyum Devil


"Kalian akan menyesal telah menyusup disini. Akan ku kirim kalian ke neraka." Kecam Ben


"Terimakasih, tapi kami sama sekali tidak tertari untuk itu." Balas Gerry dengan santainya


"Semua, SERANG..." Seru Ben memberi perintah pada mafiosonya


"SERAAANNGGG..." Seru Cakra dan Gerry bersamaan sembari mengarahkan senjatanya ke depan.


"Khiyyyaaa..."


Dorr..


Ting..


Bugh..


Suara pertarungan sangat riuh terdengar, mulai dari tembakan, adu pedang, adu fisik dengan memukul ataupun menendang, bahkan tak jarang terdengar suara patah tulang dan juga ringisan kesakitan. Saat ini Gerry melawan Ben, sedangkan Cakra melawan tangan kanan 2. Gerry dan Cakra memakai dua buah katana panjang, sedangkan Ben dan temannya memakai dua buah pistol yang memang selalu dibawa mereka di pinggangnya.


Disaat mereka semua sedang bertarung, Yuki beserta anggota kelompoknya menyusup ke dalam markas utama lewat pintu depan.


"Ayo masuk." Ajak Yuki dingin kepada mafiosonya


Saat mereka baru memasuki mansion tiba tiba saja sudah banyak yang menghadang mereka di dalam. Mungkin mereka bersiap menghadang karena memang sudah mendaoat laporan dari mafioso lain jika diluar ada penyusup.


"Berhenti, atau mati?!" Seru salah satu dari mereka sembari menodongkan sebuah pistol ke arah Yuki


"Tidak keduanya." Balas Yuki yang tak terlihat takut sedikitpun


"Berarti pilihan kedua." Ucap mafioso tersebut


Dorr..


Dorr..


Dua kali tembakan bukan mengenai Yuki, melainkan mafioso itu hingga tewas ditempat dan ternyata itu adalah Ulah Via. Via beserta anggotanya ternyata memasuki mansion lewat pintu belakang dan hal itu tentu sudah merupakan bagian dari rencana Olive.


"Yaahh... Kok di bikin koit sih? Kan belum main." Ucap Yuki sok sedih dengan menatap Via dari arah kejauhan


"Anggap saja pembukaan." Balas Via dengan santainya


"Hmm... Pembukaan yang terlalu sempurna


"Tentu." Balas Via, kemudian mereka berdua sama-sama tersenyum devil

__ADS_1


"Serang mereka." Seru salah satu mafioso Dragon Fire pada seluruh temannya


"Huffttt... Gak basa basi dulu apa?!" Gerutu Via pelan


"Khiyyaaa...."


Dorr..


Bugh..


Ting..


Kini didalam mansion yang cukup besar itu terjadilah pertarungan. Yuki dan Via sama-sama menggunakan dua buah pistol sebagai senjatanya, sedangkan anggota mereka ada yang memakai pistol dan ada juga yang memakai pedang, begitupun dengan para mafioso Dragon Fire.


*****


"Tim medis, kalian pergi ke tempat yang sudah di bicarakan kemarin." Seru Olive menatap lurus ke depan, padahal tim medisnya berada di belakang yang tak jauh darinya. Sedangkan pengemudi jet tempur tadi sudah pulang ke markas atas perintah Olive karena tugasnya sudah selesai


"Siap Queen." Balas mereka, kemudian segera pergi menuju tempat yang dimaksud Olive


"Bergerak sekarang." Titah Olive dingin kepada semua anggota kelompoknya


"Baik Queen." Balas mereka


Tanpa menunggu lama lagi, Olive beserta yang lainnya segera bergegas mendekati markas Dragon Fire. Anggota Olive semuanya memakai pedang, sedangkan Olive sendiri membawa dua buah samurai dan juga dua buah pistol. Pistol tersebut ia gunakan untuk melawan para mafioso, sedangkan samurainya untuk melawan sang ketua Dragon Fire.


Olive sengaja datang akhiran, hal itu bertujuan untuk membuat para mafioso Dragon Fire semakin kelabakan karena mendapat serangan dadakan dari musuh lainnya. Jika Olive dan mafiosonya datang secara bersamaan, maka mereka akan kalah karena jumlah mereka lebih sedikit dari musuhnya.


Dorr..


Dorr..


Srek..


Ting..


Olive berjalan dengan santainya sembari menembaki beberapa musuh yang berada dihadapannya begitupun dengan para anggotanya yang menyerang menggukan pedang.


"Sial. Mereka menambah jumlah anggotanya." Umpat Ben dalam posisi bertarungnya


"He eh... Siapa yang menambah? Anggota kalian saja yang semakin berkurang." Balas Gerry tersenyum Smirk tanpa menghentikan serangannya


Setelah dirasa tak ada penghalang, Olive memasuki mansion dengan setengah dari anggotanya, karena setengahnya membantu anggota Cakra dan Gerry melawan musuhnya.


Dorr..


Dorr..


Ting..


"Hmm... Sampai juga." Cetus Yuki melihat Olive sekilas, karena dia juga sedang bertarung


"Tidak terlambat bukan?" Balas Olive terus menghujani tembakan pada musuhnya


"Akan ku akhiri ini secepatnya." Seru Olive dingin


Tanpa menunggu lama lagi, Olive langsung berlari secepatnya menuju lantai atas untuk mencari ketua dari mafioso Dragon Fire. Tak jarang pula, ia menembaki mafioso yang menghadang jalannya. Bukan Olive namanya jika tak bisa menghadapi mereka.


**Bersambung...


...----------------...


Bagaimana episode kali ini? Menarik ga???


Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa..

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2