Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
The Real is Badgirl


__ADS_3

"Lalu, Apa rencananya?"


"Karena ini merupakan penyerangan pertama bagi kita, Jadi tujuan utama menyerang mereka adalah untuk menambah jumlah anggota mafia kita. Dengan begitu, kekuatan mafia kita akan bertambah. Untuk mendapatkan banyak anggota, maka saya ingin saat penyerangan nanti kalian hanya melukai anggota mereka tapi di usahakan jangan sampai membunuhnya kecuali ketua dan juga tangan kanannya. Apa bisa dimengerti?" Seru Olive penuh ketegasan


"Mengerti Queen." Jawab mafioso serempak


"Saya sendiri sudah mengetahui bagaimana sistem keamanan di markas Dragon Fire bahkan setiap sudut markas sekalipun. Sekarang saya akan menjelaskan tentang strategi penyerangan yang akan kita lakukan, dan saat saya menjelaskan jangan ada yang menyela kecuali saya sendiri yang memberikan luang untuk kalian bertanya." Ucap Olive


"Baik Queen."


"Bang, nyalakan." Titah Olive kepada Gerry sembari memberikan sebuah falshdisk padanya


"Siap Queen." Balas Gerry sembari menerimanya


Tanpa basa basi lagi, Gerry langsung membuka file dalam flashdisk tersebut sesuai perintah Olive. Semua yang disana hanya memperhatikannya saja dengan melihat layar yang sangat besar. Karena memang disana sudah disediakan layar besar agar semua masfioso bisa melihat isi filenya secara jelas.


"Sudah Queen." Seru Gerry setelah menyelesaikan perintah Olive


"Makasih. Hmm.. Baiklah, sebelum saya menjelaskan semua rencananya, Saya akan membagi kalian kedalam beberapa kelompok. Karena jumlah anggota kita saat ini ada 1000 orang, maka akan di bagi menjadi lima kelompok yang masing-masing jumlahnya 200." Seru Olive sedangkan yang lain hanya menyimak saja


"PD 1 (Phoenix Devil) Akan dipimpin oleh saya sendiri. PD 2 dipimpin sama Yuki, PD 3 oleh Via, PD 4 dipegang sama bang Cakra dan terakhir PD 5 bang Gerry. Untuk anggotanya bisa bergantian sewaktu waktu saat anggota lain sedang tidak bisa melaksanakan misi. Apa bisa di mengerti?" Lanjut Olive dengan bertanya


"Mengerti Queen." Balas mereka tanpa keraguan sedikitpun


"Sekarang, dengarkan saya baik baik karna saya tidak akan mengulang semua ucapan yang sudah saya ucapkan." Seru Olive


"Baik Queen."


"Rencananya....."


Olive mulai mengatakan strategi yang akan ia gunakan dalam penyerangannya, sedangkan yang lain hanya menyimak tanpa berniat menyelanya. Bahkan semua yang disana dibuat terkagum kagum dengan rencana Queen mereka yang sangat cerdik, padahal Olive m sendiri masih terbilang sangat muda, tapi kecerdasan yang ia miliki memang patut di acungi dua jempol sekaligus.


"Apa kalian paham?" Tanya Olive dengan nada tegasnya ketika sudah mengatakan apa rencananya itu


"Paham Queen." Balas mereka serempak


"Kalau begitu, kalian bisa bubar sekarang." Titahnya


"Siap Queen." Seru para mafioso kemudian mereka mulai membubarkan diri masing masing


Kini di tempat itu, hanya ada Olive dkk, Cakra dan juga Gerry.


"Hmm... Rencana yang sangat bagus." Ucap Cakra memuji Olive


"Aku bahkan tidak pernah kepikiran dengan rencana seperti itu. Kamu sangat cerdik." Seru Gerry


"Aku juga gak nyangka kalau kamu bisa menyurun strategi prnyerangan dengan sangat baik." Timpal Via


"Kalau aku sendiri tidak heran lagi." Seru Yuki karena ia sangat tahu tentang kecerdasan Olive


"Makasih pujiannya. Olive gitu loh." Balas Olive menyombongkan dirinya


"Huffttt... Nyesel pake banget aku muji dia." Cetus Yuki


"Sama." Timpal Via


"Lagian aku gak minta dipuji tuh." Seru Olive dengan watadosnya membuat kedua sahabatnya memutat bola matanya malas


"Oh ya, aku baru inget sesuatu." Seru Olive tiba tiba teringat dengan suatu hal


"Apa?" Tanya Cakra


"Mafia Dragon Fire sepertinya lusa akan melakukan transaksi obat obatan terlarang di pelabuhan xxx pukul 9 malam." Jawab Olive


"Darimana kamu tahu?" Tanya Gerry

__ADS_1


"Waktu istirahat sekolah, aku berhasil meretas data mereka yang ternyata ada schedule untuk melakukan transaksi tersebut. Dan yang lebih parahnya lagi, kalian tahu apa?" Ucap Olive sengaja menggantungkan ucapannya


"Apa?" Tanya Via sangat penasaran begitupun dengan yang lain


"Mereka bertransaksi dengan mafia The Scorpion King." Jawab Olive menekankan kata katanya


"Kok bisa? Bagaimana mafia dengan mafia lainnya bekerjasama? Rasanya sangat mustahil." Pekik Yuki


"Itu bisa saja terjadi. Mereka mungkin akan bekerjasama agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar." Seru Cakra berpendapat


"Perlu kalian ketahui, diluar mungkin mereka keliatan bekerjasama. Namun pada dasarnya, mereka saling bermusuhan satu sama lain." Timpal Gerry


"Maksudnya musuh dalam selimut?" Tanya Via dan mendapat anggukan dari Gerry


"Mereka memiliki Client yang sama, dan Client mereka meminta barang dalam jumlah yang sangat banyak dan juga berbeda jenis. Sedangkan masing-masing dari mereka hanya ada dua sampai tiga jenis barang saja. Jadi, dengan kata lain, mereka terpaksa bekerjasama agar bisa memuaskan hati clientnya. Bukankah begitu?" Jelas Olive meminta pendapat Cakra dan Gerry


"Sangat tepat." Balas Cakra


"Aku ingin kalian menggagalkan transaksi mereka, bagaimanapun caranya. Bila perlu, aku sendiri yang akan turun tangan." Seru Olive


"Kami bisa mengatasinya. Kamu gak perlu turun tangan langsung." Ucap Gerry yang mendapat anggukan dari Cakra


"Tapi aku ingin memberi salam perkenalan sama mereka. Mereka yang sudah menghabisi orang tuaku." Ucap Olive dengan sorot mata penuh kebencian


"Aku akan menemanimu." Seru Yuki


"Tidak, untuk misi ini biar aku, bang Cakra sama bang Gerry saja." Tolak Olive


"Oke. Tapi apa kamu yakin bisa mengatasinya?" Tanya Via memastikannya


"Sangat yakin. Mereka akan segera menghadapi iblis yang sudah mereka bangkitkan." Seru Olive penuh amarah yang menggebu membuat mereka semua terdiam seribu bahasa


"Hmm... Aku masih tidak menyangka jika kamu bisa mengetahui tentang mereka sedetail ini." Ujar Cakra tiba tiba karena tak ingin jika Olive kembali bersedih sangat mengingat kedua orang tuanya


"Namanya juga calon hacker." Cetus Yuki


"Gak usah kaget gitu, Dia kan emang sangat pandai meretas. Malahan dia sering tuh kerjain guru killer saat di sekolah." Ucap Via


"Kerjain gimana?" Tanya Cakra penasaran


"Jadi gini..."


Flashback On...


Saat itu, murid di kelas Olive sedang berada di lab komputer bersama dengan gurunya.


"Sekarang ibu akan menjelaskan tentang fungsi dari masing-masing bagian organ tubuh manusia. Kalian perhatikan layar di depan dan jangan ada yang tidur, terutama kamu Olive." Seru guru wanita itu menatap Olive tajam


Seketika semua siswa disana menatap Olive yang duduk paling belakang, apalagi ia terlihat seperti sudah bersiap untuk tidur karena kedua tangannya sudah di letakkan di atas meja.


"Kalo ngantuk ya tidur dong bu. Kalo dipaksa melek, entar jadinya penyakit bu." Balas Olive dengan watadosnya


"Hahaha..." Tawa seisi kelas mendengar jawaban Olive


"Sudah. Sekarang perhatikan ke depan." Seru guru itu tak mau meladeni Olive, karena ia sendiri merasa jengah jika harus berdebat dengannya


"Main dikit sama guru killer satu ini, boleh lah yah." Batin Olive tersenyum jail


Kemudian dia mengeluarkan ponsel di sakunya secara diam-diam. Kemudian dia mulai mengotak atik ponselnya, entah apa yang akan ia lakukan saat ini. Semua yang disana tidak mengetahui apa yang akan dilakukannya karena mereka fokus memperhatikan pelajaran kecuali dengan kedua sahabatnya.


"Hmm... Mulai lagi deh." Batin Yuki sembari menggelengkan kepalanya, seakan tahu apa yang akan Olive lakukan


"Kita liat, pertunjukannya se-seru apa." Batin Via antusias


"Bu, saya izin ke toilet." Izin Olive tiba tiba sembari berdiri dari duduknya

__ADS_1


"Jangan lama lama." Balas sang guru sedikit ketus


Olive pun melangkahkan kakinya keluar kelas, namun saat berada di ambang pintu, dia berhenti kemudian berbalik dengan mengatakan sesuatu.


"Bu, Lain kali ajak saya yah." Ucap Olive membuat guru itu mengerutkan keningnya bingung. Tapi belum sempat guru itu bertanya, Olive malah langsung bergegas melanjutkan langkahnya.


"Apa maksudnya?" Gumam guru itu, tapi akhirnya ia tidak ingin ambil pusing dengan ucapan Olive barusan


"Sekarang kita liat bagian jantung, disini... Ha?!!!"


Ucapan guru itu seketika terpotong karena Video yang harusnya menunjukkan bagian jantung manusia malah berubah menjadi video lain.


"Sungguh ku terpuruk dalam lamunan


Seakan ragaku hangus terbakar


Begitu besar api


Tak akan mampu kusirami


Sengajakah kau kirimkan undangan?


Ataukah hanya pelampiasan?


Adakah alasan


Yang akan kau tunggu?" Videonya berubah menjadi video tiktok sang guru dengan disertai goyangan sesuai dengan lagunya


Hal itu tentu membuat semua yang disana melongo tak percaya. Bagaimana tidak? Guru tersebut terkenal sangat killer, tapi nyatanya apa? Sungguh di luar dugaan. Guru tersebut juga terkejut bukan main, karena tidak pernah merasa menyebarkan video itu ke publik dan dia hanya menyimpannya di ponsel miliknya saja.


"Bu, goyang kok ga ngajak-ngajak sih? Kita kan juga pengin." Cetus Yuki tersenyum jail


"Bener bu. Kayaknya asik banget, nanti kita bikin bareng lagi ya bu. Tapi kalo bisa beda lagu." Timpal Via tertawa kecil


"Lagu kopi dangdut aja gimana bu? Pasti asik banget deh." Cetus Elvan yang juga tersenyum jail


"OLIVEEEE...." Teriak guru itu dengan menggelegarnya karena ia tahu siapa biang kerok semua ini


"HAHAHAHAA....."


Flashback Off...


"Hahahaa...." Tawa Gerry dan Cakra pecah mendengar cerita Via barusan


"Hahaa... Sumpah, parah banget sih kamu. Bisa bisanya ngerjain guru kayak gitu." Seru Cakra di sela sela tawanya


"Aku gak ngerjain kok. Lagian dia sendiri yang rekam, dan aku hanya mempublisnya saja." Ujar Olive dengan tampang tak berdosanya


"Kalo ini sih namanya the real is badgirl." Cetus Gerry


"Hehee... Yang penting jangan kelewat batas aja bang." Ucap Olive cengengesan


"Bang, kita memang badgirl, tapi kita hanya nakal sedikit kok." Seru Yuki


"Nakalnya juga cuman sekedar hiburan aja, gak lebih dari itu. Lagian kalo terlalu serius, entar di kira robot berjalan lagi." Celetuk Via


"Terserah kalian sajalah." Ucap Cakra terkekeh geli begitupun dengan Gerry.


**Bersambung...


...----------------...


Kira kira strategi penyerangan seperti apa yang di rencanakan Olive yah??


Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2