
"Eh... Apa dia terkena tembakan? Tangan kanannya terus mengeluarkan darah." Seru Via tiba tiba saat mendapati lengan Sean yang kembali mengeluarkan darah, seketika Olive pun kembali berjongkok disamping Sean untuk melihatnya
"Benar. Aku harus menghentikan darahnya." Ucap Olive
Olive pun mengeluarkan sebuah sapu tangan yang berada di balik jubahnya dan ia langsung mengikat lengan Sean yang terluka dengan sapu tangan tersebut.
"Liv, itu kan sapu tangan pemberian mamah kamu, kenapa kamu kasih ke dia?" Tanya Yuki terheran
"Kalo gak pake ini, darahnya akan terus keluar." Balas Olive sembari berdiri
"Tapi bukannya itu sapu tangan kesayangan kamu?" Tanya Via
"Iya sih, tapi yaudahlah, gak usah permasalahkan ini. Sekarang, kita fokus pada tujuan kita." Balas Olive
"Hmm.. Oke." Jawab Yuki dan Via
Tanpa menunggu lama lagi, Mereka pun langsung membantu yang lainnya untuk menyerang mafioso TSK dengan cara menembakinya.
Dorr..
Dorr..
Dorr..
Tak butuh waktu lama, mafia Phoenix Devil sudah berhasil mengalahkan para mafioso The Scorpion King dan hanya menyisakan satu orang saja, yaitu Robert. Walaupun Olive hanya membawa beberapa mafioso saja, tapi jangan salah, karena mereka semua adalah mafioso pilihan yang memang ahli dalam hal menembak, jadi mafioso Phoenix Devil disana tidak ada yang terluka sedikitpun.
"Sial. Apa mau mereka? Kenapa menyerangkan mafiaku." Kesal Robert berusaha berlindung di balik dinding kapal karena lawannya terus menghujani banyak peluru ke arahnya
"Sekarang." Ucap Olive menatap semua sahabatnya
"Hmm..." Deheman di sertai anggukan dari mereka semua sebagai jawabannya
Olive dkk dan Cakra langsung memasukkan pistolnya ke dalam jubah mereka sendiri, lalu mereka mengeluarkan sebuah senjata yang sudah di persiapkan di kapal tersebut. Senjata itu ternyata adalah sebuah busur panah dengan tali yang menyatu dengan senjatanya. Dengan segera, mereka mengarahkan busur tersebut pada dinding kapal milik Robert, dan...
Cuussss...
Panah tersebut tertancap dengan kuat pada dinding kapal. Setelah itu, mereka berempat langsung mengambil ancang-ancang dan seketika langsung berayun pada tali tersebut ke arah kapal Robert. Karena memang kapal Olive lebih kecil dari kapal Robert, jadi mereka mendarat di awak kapal bagian samping, setelah itu mereka pun melangkah seperti mendaki dengan berpegangan pada tali tersebut. Robert sendiri tidak melihat kedatangan mereka di kapalnya, karena ia masih berlindung di balik dinding kapal tersebut.
Saat sampai di atas, Olive memberi isyarat pada semua rekannya untuk segera mendekat ke arah Robert. Dan seketika juga, mafioso Phoenix Devil berhenti menembaki Robert.
Prok... prok... prokk...
"Wah wah waaahh... Aku tidak menyangka, jika King mafia nomer satu yang katanya sangat hebat dan tangguh sekarang menjadi pengecut dengan hanya sembunyi saja." Seru Olive di sertai tepuk tangan
Seruan tersebut membuat Robert keluar dari persembunyiannya, dan ia cukup di buat terkejut saat mendapati beberapa orang misterius dengan memakai topeng sedang berdiri beberapa langkah di hadapannya saat ini.
"Siapa kalian hah?!" Tanya Robert penuh amarah
Bukannya menjawab, Olive dkk dan Cakra hanya mengibaskan jubah mereka ke hadapan Robert.
"Phoenix Devil?" Ucap Robert membaca tulisan di jubah mereka sembari berpikir keras
"Ohh... Jadi kalian adalah Phoenix Devil, alias mantan mafia Dracula Blood? Sungguh tidak kusangka, kalian hanya mafia pecundang tapi berani melawanku." Seru Robert tersenyum meremehkan
Ya, hampir semua dunia permafiaan tahu tentang Dracula Blood yang kini berubah menjadi Phoenix Devil. Mereka juga tahu jika pemimpinnya adalah seorang wanita, tapi tentunya mereka tidak tahu siapa wanita itu.
"Pecundang? Hoho... Belum pernah melihat langsung, tapi kau sudah bisa menilai kami? Apa kau seorang peramal? Atau jangan-jangan kau... Dedemit, Upsss..." Ledek Olive kemudian menutup mulutnya sendiri seakan ia keceplosan, padahal memang disengaja
"Hahaa... Sepertinya pada pilihan kedua, Queen." Tawa Yuki dengan nada mengejek
"Hah?! Maksud kamu dia itu... Dedemit? Hmm... Pantas saja, disini auranya sangat mencekam." Balas Olive
"Uuuhhh... Horor banget yah." Timpal Via tersenyum mengejek begitupun dengan yang lainnya
"Berani sekali kau menghinaku bocah tengik." Bentak Robert menunjuk Olive
"Hei... Jangan pernah membentak Queen, ngerti!" Hardik Cakra yang tak terima Queennya di bentak seseorang
"Kenapa? Kau tidak terima, Hah?!" Tanya Robert dengan nada menantang
Cakra yang geram, ingin sekali merobek mulut Robert saat ini juga. Dia bahkan hendak maju untuk menyerang Robert, tapi sayangnya Olive memberi isyarat lewat tatapan matanya, yang mungkin artinya adalah 'Jangan melakukannya.'
"Sekarang apa?! Jadi kalian mau main keroyokan? Ayo maju, kalian pikir aku takut sama kalian? Cih... Jangan mimpi." Tantang Robert
__ADS_1
"Euuumm.... Tunggu deh, tadi kau mengatakan jika kami adalah pecundang, Bukankah julukan itu lebih pantas untukmu? Karna apa? Karna kau sendiri yang sudah bermain kotor saat menyerang tentara itu dengan mengeroyoknya. Cih... Dasar pecundang." Ucap Olive
"Itu bukan urusanmu, jadi jangan mencampuri urusanku, ngerti!" Kecam Robert
"Ah sudahlah... Aku tidak suka banyak basa basi denganmu, lebih baik sekarang kau tunjukkan jika kau benar-benar hebat. Jangan cuma tong kosong, nyaring bunyinya." Seru Olive
"Akan ku buat kau menyesal telah menantangku. Ayo, kalian maju semuanya." Tantang Robert
"Tapi sayangnya aku bukan kau yang sukanya main keroyokan. Lagipula, aku hanya ingin tanganku sendiri yang menghabisimu." Seru Olive tanpa rasa takut sedikitpun
"Banyak bac*t." Hardik Robert
Dorr..
Dorr..
Dua kali tembakan di berikan Robert pada Olive, namu naasnya tembakan itu sama sekali tidak mengenai Olive. Saat dia hendak menembak lagi, ternyata peluru pistolnya sudah habis.
"Sial." Umpatnya membuat Olive tersenyum smirk.
Tanpa menunggu lama lagi, Robert langsung maju menyerang Olive dengan tangan kosong begitupun dengan Olive yang hanya tangan kosong. Sebenarnya dia bisa saja menggunakan pistol yang dibawanya, tapi ia ingin bermain sebentar dengannya.
Bugh..
Bugh..
Bugh..
Berbagai teknik beladiri mereka lakukan. Bahkan mereka berdua sesekali melakukan gerakan seperti memukul, menendang, menyeleding bahkan sampai melompat untuk menyerang.
"Apa kita tidak membantunya?" Tanya Cakra kepada Yuki dan Via, karena mereka sedari tadi hanya memperhatikan saja
"Olive melarang kita. Lagian aku rasa, dia bisa mengatasinya." Balas Yuki
"Kita akan bertindak saat Olive mulai terdesak." Seru Via yang di angguki keduanya
Bugh... Bugh... Bugh...
"Dia sangat tangguh, bahkan tenaganya sangat kuat. Jika seperti ini terus, aku bisa kalah." Batin Robert sembari memegangi perutnya yang kesakitan
"Tunggu..." Seru Robert saat Olive hendak menyerangnya lagi
"Kenapa? Apa hanya segitu kemampuanmu?" Tanya Olive datar
"Sebenarnya apa maumu? Kenapa kau mencampuri urusanku?" Balik tanya Robert
"Mauku adalah nyawa kau dan kedua rekan kau." Balas Olive sangat dingin sembari menekankan kata katanya
"Sepertinya kau punya dendam pribadi denganku. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Robert menebaknya
"Aku iblis yang sudah kalian ciptakan." Seru Olive membuat Robert semakin mengernyitkan keningnya bingung
"Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak mengenalmu, bahkan kita baru bertemu saat ini."
"Memang benar jika saat ini kita baru pertama kalinya bertemu, tapi kau dan rekan kau sudah membuat hidupku hancur berkeping keping." Seru Olive dengan sorot mata penuh amarah, sedangkan semua temannya hanya menyimak pembicaraan dari kejauhan
"Apa yang ku lakukan padamu?" Tanya Robert semakin di buat penasaran dengan siapa sosok misterius di hadapannya saat ini
"Kau mau tahu? Akan ku beri tahu." Seru Olive, seketika dia melepas topeng yang menutupi wajah cantiknya
"Haa?!!! Ti-tidak mungkin." Pekik Robert
Dia sangat terkejut karena ia tahu siapa Olive sebenarnya. Bagaimana tidak? Ia juga kan menyamar sebagai guru di sekolah, bahkan semua guru disana sudah mengetahui jika kedua orang tua Olive yang menjadi korban saat insiden ledakan tersebut.
"Bagaimana? Kau sudah tahukan jawabannya." Ucap Olive
Dorr..
Dorr..
Dorr..
Dorr..
__ADS_1
"Aaagggkk...."
Dengan gerak cepat, Olive mengeluarkan pistolnya dan ia langsung menghujani Robert dengan beberapa tembakan yang mengenai kedua tangan dan kedua kaki Robert, hingga membuatnya terbaring tak berdaya, tapi masih posisi sadar. Setelah itu, Olive kembali memakai topengnya, lalu berjalan mendekat ke arah Robert.
"Bagaimana rasanya menghadapi iblis yang sudah kau ciptakan? Sangat seru bukan?" Tanya Olive setelah berjongkok di hadapan Robert
"Bedeb*h kau. Dasar wanita iblis." Maki Robert
"Terima kasih atas pujiannya, aku sangat tersanjung." Balas Olive tersenyum devil
"Hmm... Aku punya ide. Bagaimana jika kau merasakan apa yang kedua orang tuaku rasakan." Lanjutnya sembari berdiri
"A-apa maksud kau?" Tanya Robert terbata. Ingin rasanya Robert berdiri untuk melawannya, tapi sayang kondisinya saat ini sangatlah lemah
"Bang, Apa kau membawanya?" Tanya Olive menatap Cakra dan tanpa mempedulikan pertanyaan Robert
"Tentu Queen." Balas Cakra langsung mendekat ke arah Olive berdiri, lalu dia memberikan sesuatu pada Olive yang memang sudah di siapkannya di markas tadi
"Terima kasih." Ucap Olive sembari menerima pemberiannya
"Hmm... Kau pasti lapar kan? Baiklah, Karna aku sangat baik, maka aku akan memberimu makanan yang sangat spesial. Baik kan aku?" Ucap Olive tersenyum penuh arti dengan menatap Robert yang masih terbaring
"M-mau apa kau?" Tanya Robert mulai was was karena Olive kembali berjongkok disampingnya
"Memberimu makan." Balasnya singkat
"Aku tidak ma-... Mmmppphhh...." Belum selesai Robert berucap, tiba tiba saja Olive langsung memaksanya memakan sesuatu yang di pegangnya secara paksa, seketika ia pun menelan itu
"A-apa yang kau berikan? Uhukk.. uhuk..."
"Pil. Enak kan?"
"Pil? Pil apa?" Tanya Robert mengernyitkan keningnya bingung
Bukannya menjawab, Olive dkk dan Cakra langsung berjalan menjauh darinya dan berniat melompat ke arah kapalnya sendiri yang memang sudah terparkir di samping kapal Robert dan di sana juga masih ada Sean yang tak sadarkan diri. Namun, tiba tiba saja dia berhenti dan mengatakan sesuatu dengan membelakangi Robert.
"Pil itu tak lain adalah Bom." Ucapnya tersenyum smirk dan langsung melompat ke kapalnya bersama dengan yang lainnya
"APA?! Uhukk... Uhukk..." Pekik Robert terkejut bukan main dan berusaha mengeluarkannya tapi sayangnya semua itu sia sia
"Jalankan." Titah Olive pada mafioso yang menjalankan kapalnya
"Baik Queen."
Dengan segera mafioso tadi menjalankan kapalnya untuk pergi dari sana, begitupun dengan mafioso yang mengendarai Jet Ski. Keempat Jet Ski itu melaju di sebelah kanan dan kiri kapal Olive.
"Tiga... Dua... Satu..." Batin Olive menghitung mundur, lalu...
DWWAAARRRRRR
Kapal tersebut meledak dengan begitu dahsyatnya bersama dengan Robert. Hal itu tentu membuat Olive beserta yang lainnya tersenyum penuh kemenangan.
Suara ledakan itu juga dapat di dengar jelas oleh para tentara, mafioso Phoenix Devil, mafioso Dragon Fire dan mafioso The Scorpion King yang saat ini memang sedang bertarung di area pelabuhan.
Pertarungan itu dapat di lihat dengan jelas, jika Phoenix Devil lah pemenangnya. Karena banyak dari mafioso DF dan TSK yang tewas.
"Suara apa itu?" Tanya Nicko terheran sembari menatap lautan disana, begitupun dengan yang lainnya
"Ini kesempatan kabur untukku." Batin Ben
Ben langsung berlari sejauh mungkin dan di ikuti oleh para mafiosonya, sedangkan untuk mafioso TSK memang ikut kabur, tapi tidak mengikuti Ben, karena beda mafia tentunya.
"Heii... Jangan kabur." Seru David hendak mengejar mereka, namun di cegah oleh seseorang
"Jangan di kejar. Karna itu hanya sia sia."
**Bersambung...
...----------------...
Bagaimana episode kali ini? Coba kasih Komentarnya yah...
Salam manis dari author**...
__ADS_1