Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Bersikap dewasa


__ADS_3

Seperti biasanya, Olive dkk selalu balapan saat berangkat ke sekolah. Mereka mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh dan seperti biasa juga, Olive yang memimpin jalannya karena Yuki dan Via tidak ada yang bisa menyelip Olive.


"Hahaha... Coba aja kalo bisa." Tawa Olive saat melihat mobil kedua sahabatnya berusaha untuk menyelip lewat kaca spion mobilnya


"Dia pake jurus apa coba? Bisa mengemudi secepat kilat kayak gitu." Ucap Via menggerutu dalam mobilnya dan terus berusaha menyelip Olive


"Kalo gini sih, udah keliatan siapa pemenangnya." Seru Yuki yang sepertinya hanya bisa pasrah jika dia akan kalah


Ckiiiiittt....


Tiba tiba saja Olive menginjak rem mobilnya secara mendadak saat berada di pertigaan. Karena tanpa di duga, didepannya ada sebuah mobil yang hendak berbelok, sedangkan dia harus lurus ke depan.


"Kesempatan." Ucap Via dan Yuki bersamaan meski dalam mobil yang berbeda. Dengan segera mereka berduapun menginjak gas mobilnya untuk menyelip Olive hingga akhirnya mobil mereka melaju cepat meninggalkan Olive disana


"Outshiit... Siapa sih dia? Gara gara dia, aku jadi kalah kan." Gerutu Olive sembari melepaskan seabeltnya, kemudian diapun turun dari mobil untuk menemui pengemudi mobil tersebut


"Hei bisa nyetir gak?" Tanya Olive kesal dan tidak sengaja mengucapkan itu bersamaan dengan pengemudi mobil tersebut yang juga keluar dari mobilnya


"Hah?! Kamu." Pekik mereka berdua sembari menunjuk satu sama lain dengan jarak sekitar dua langkah, sontak mereka berdua melepaskan kaca mata hitamnya secara bersamaan kemudian menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang tak dapat diartikan


"Aduuhh... Dunia ini sempit banget sih, kenapa juga harus ketemu sama cowok tengil ini lagi, kayak gak ada yang lain aja." Kesal Olive mendramatisir


"Kamu pikir, aku mau ketemu sama kamu lagi, jangan geer deh." Tukas cowok itu yang ternyata adalah Sean. Kali ini dia memakai jaket hitam, tidak memakai seragam militernya. Biasanya dia akan berganti seragam saat sudah sampai di basecamp militernya. Sedangkan Olive memakai seragam sekolah dengan berbalut jaket kulit berwarna biru.


"Huh.. Gara gara kamu, aku jadi kalah balapan tau." Kesal Olive menyalahkan Sean setelah dia meletakkan kacamatanya di atas kepalanya sendiri, sedangkan Sean masih memeganginya


"Balapan? Ohh... Jadi kamu tadi balap liar, gitu?" Seru Sean sembari menunjuk Olive dengan kacamata hitamnya


"Kalau iya kenapa? Itu bukan urusanmu." Tukas Olive


"Jelas ini urusanku. Dengan kamu balap liar seperti tadi itu bisa membahayakan pengguna jalan lain, itu juga bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas." Omel Sean seperti sedang mengomeli anaknya yang melakukan kesalahan dan itu sungguh membuat Olive merasa jengah


"He eh... Gak salah kamu ngomelin aku gara gara tadi aku balap liar? Euumm... Aku liat, Kamu tadi juga kebut kebutan dijalan, itu berarti kamu juga bisa membahayakan pengemudi lain dong." Skakmat Olive yang memang tadi Sean sedikit mengebut di jalan


"Jangan memutar balikkan keadaan. Aku tadi hanya sedikit mengebut, tidak seperti kamu. Itu juga aku lakukan karna adanya urusan yang sangat mendesak." Tukas Sean menjelaskannya


"Ya berarti sama dong. Aku juga ada urusan yang sangat penting dan itu tidak bisa di tunda." Seru Olive tak sepenuhnya berbohong karena dia memang harus berangkat ke sekolah

__ADS_1


"Sepertinya kamu masih sekolah. Apa jangan jangan kamu bolos sekolah." Ucap Sean tiba tiba membicarakan hal yang lain dengan menuduh Olive karena ia baru menyadari jika Olive memakai seragam sekolah


"Siapa juga yang bolos." Elak Olive


Saat Sean hendak membuka suaranya lagi, tiba tiba saja ada dua orang yang menghampiri mereka berdua.


"Ada apa ini?" Tanya salah satu orang itu setealh berhadapan dengan mereka. Sontak Olive dan Sean pun menatap kedua orang tersebut.


"Kalian lagi. Kenapa bisa ada disini? Jangan bilang kalian ngikutin aku lagi." Ketus Olive sembari menunjuk kedua orang itu dengan tatapan penuh selidik. Mereka ternyata adalah Cakra dan Gerry.


Sean menatap Cakra dan Gerry dengan tatapan penuh tanda tanya, karena dia tidak mengenali mereka berdua, begitupun sebaliknya. Cakra dan Gerry memang menyembunyikan identitas aslinya, jika mereka beraksi maka mereka akan menggunakan topeng sebagai penutup wajahnya, dengan tujuan agar tidak ada yang mengenalinya. Jika sampai ada yang mengetahui mereka adalah seorang mafia, maka itu tidak menutup kemungkinan jika mereka akan menjadi buronan polisi dan juga para mafia lainnya.


"Itu sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi kamu." Balas Gerry dengan nada datarnya


"Huh... Aku tidak butuh perlindungan, aku bisa jaga diri sendiri." Kesal Olive dengan menghembuskan nafasnya kasar


"Kami tahu jika kamu bisa jaga diri. Tapi kamu sendiri pasti mengetahui tentang kenapa kami sampai melakukan ini." Seru Cakra menatap Olive intens


"Tapi semua itu akan sia sia. Karna sampai kapanpun aku tetap tidak akan mau, ngerti." Balas Olive yang mengerti maksud dari ucapan Cakra barusan


"Kami tidak akan menyerah sampai kamu mau menyetujuinya." Kekeh Gerry tetap berusaha membujuk Olive untuk menjadi ketua mereka berdua


"Gak usah ikut nimbrung." Ketus Olive menatap Sean


"Hei kamu. Saya peringatkan, jangan pernah mengganggu dia atau kamu akan berurusan sama kami." Ancam Cakra tiba tiba kepada Sean


"Kamu mengancamku? Kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu? Asal kamu tahu yah, Aku tidak pernah berniat sedikitpun untuk mengganggunya. Aku aja sama sekali tidak kenal dengan dia." Seru Sean yang tak kenal takut sedikitpun


"Tapi barusan apa? Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri kalau kamu sudah membuatnya kesal." Tukas Gerry


"Aku hanya memberinya teguran karna dia sudah balap liar di jalanan ini." Balas Sean dengan wajah datarnya


"Jadi kamu menyalahkan dia atas semua ini? Hah?!" Ucap Cakra yang tersulut emosi kemudian dia mencengkeram baju Sean


"Kalian apa apaan sih? Kenapa malah main kasar? Aku tidak suka yah, jika kalian ikut campur dengan urusan pribadiku. Lagian aku sama dia juga tidak saling kenal, ini terjadi karna faktor ketidaksengajaan. Dan dia memang benar, aku yang salah dalam hal ini. Aku sudah balapan di jalanan yang cukup ramai ini." Kesal Olive ketika melihat tingkah Cakra dan Gerry yang menurutnya sangat kasar. Seketika Cakra pun melepaskan cengkeramannya itu karena tidak ingin membuat Olive semakin marah


"Maaf, kami tidak bermaksud ikut campur dengan urusan pribadi kamu. Kami hanya ingin melindungimu." Ucap Gerry yang merasa bersalah begitupun dengan Cakra

__ADS_1


"Sikap kalian yang seperti ini justru membuat aku enggan untuk menerimanya. Aku tahu kalian kuat, tapi menurutku kalian salah besar dalam menggunakan kekuatan kalian. Harusnya kalian bisa bersikap lebih dewasa, jangan langsung emosi dan malah pakai kekerasan dalam menyelesaikan masalah." Omel Olive panjang kali lebar membuat mereka berdua terdiam seketika


"Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan cara kekerasan. Kalian harus mencari tahu terlebih dahulu apa akar masalahnya, jangan malah menuduh orang lain sembarangan dan tanpa adanya bukti, karna itu sama aja fitnah." Lanjut Olive berusaha mengontrol amarahnya


"Meski penampilannya seperti badgirl, tapi dia cukup dewasa dalam bersikap." Batin Sean yang memuji pola pikir Olive yang sangat dewasa di usianya yang masih muda


"Maaf, kami tidak bermaksud melakukannya." Ujar Cakra mewakili Gerry dengan penuh rasa bersalah


"Kali ini aku maafkan. Tapi jika kalian melakukannya lagi maka aku tidak akan pernah mau melihat wajah kalian sampai kapanpun." Ancam Olive


"Kami janji tidak akan melakukannya lagi. Tapi kami mohon, pikirkan lagi permintaan kami." Ucap Gerry penuh harap


"Aku tidak bisa janji untuk itu." Tukas Olive


"Kami akan menunggu sampai kamu mau menerimanya. Dan kami akan selalu menjaga kamu meski kamu melarangnya, karna itu sudah menjadi tugas kami." Seru Gerry penuh keyakinan


"Ga-."


"Kamu tenang saja. Kami hanya mengawasi kamu dari jarak jauh dan kami tidak akan bertindak gegabah seperti tadi lagi." Ucap Cakra dengan cepat memotong ucapan Olive


"Baiklah, terserah kalian saja. Jika aku larang juga akan percuma." Tukas Olive membuat mereka berdua tersenyum lega, sedangkan Sean mengeryitkan keningnya bingung karena sampai sekarang dia tidak tahu arti dari obrolan mereka


"Aku akan pergi sekarang. Dan untuk kamu, urusan kita sudah selesai, jadi jangan pernah mengusikku lagi." Seru Olive menunjuk Sean


"Aku tidak pernah mengusik kamu sedikitpun." Balas Sean dengan santainya


"Cabut." Ajak Olive kepada Cakra dan Gerry dan hanya dibalas anggukan dari mereka


Setelah mengatakan itu, Olive dengan segera menaiki mobilnya sedangkan Cakra dan Gerry menaiki sepeda motor yang mereka parkir di belakang mobil Olive. Tak lama kemudian, mereka segera melajukan kendaraan masing masing meninggalkan Sean yang masih setia berdiri disana.


"Siapa dia sebenarnya? Kenapa kedua pria tadi sangat patuh terhadapnya? Ah... Sudahlah, itu juga tidak penting bagiku." Ucap Sean yang tak mau ambil pusing dengan pemikirannya sendiri, kemudian dia pun segera memasuki mobilnya dan langsung menancap gasnya menuju tempat yang hendak ia datangi.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2