
Baik Olive maupun Arkan terlihat sangat lihai dalam melakukan serangan dan juga menghindari serangan. Berbagai teknik beladiri mereka gunakan, mulai dari memukul, menendang, menangkis, bahkan melompat agar bisa melumpuhkan lawan. Namun sayangnya, mereka berdua sama-sama kuat dan tangguh. Jadi sangat sulit bagi mereka untuk melumpuhkan lawannya.
"Dia sangat hebat, bahkan kekuatannya menyamai ketua The Scorpion King." Batin Sean mengamati pertarungan tersebut dari jarak cukup jauh
"Apa kalian hanya akan menonton saja? Sedangkan ketua kalian sedang bertarung." Tanya David tiba tiba menatap semua rekan Olive
"Ini perintah Queen kami. Kau tidak berhak ikut campur." Balas Cakra dengan nada ketusnya
"Ck... Terserah kalian saja." Ucap David tak kalah ketus
Bugh
Bugh
"Hah?!! Queen..." Pekik mereka semua saat melihat Olive terkena pukulan di bagian perutnya hingga membuatnya mundur beberapa langkah
Bersamaan dengan itu, Arkan juga terkena pukulan di wajahnya yang di akibatkan oleh Olive.
"Sial, baru kali ini aku terkena pukulan. Dia gak bisa di anggap remeh." Batin Arkan sembari menyeka darah di ujung bibirnya
"Mr. X ini ternyata cukup hebat, aku harus waspada terhadapnya." Batin Olive sambil memegangi perutnya dengan satu tangan
"Hahahahaaaa...." Tawa Arkan tiba tiba menggelegar disana dan hal itu tentu memnuat mereka semua mengerutkan keningnya bingung
"Dia kesurupan kah?" Tanya Via pelan
"Bukan, tapi dia udah gak waras." Balas Yuki tanpa menoleh ke arah Via
"Ohh... Pantes. Ternyata Strees dia." Gumam Via
"Kau sangat mengagumkan Queen Phoenix, aku suka itu." Seru Arkan setelah berhenti tertawa
"Tapi aku tidak suka gimana?" Balas Olive dengan santainya
"Aku ada tawaran spesial untuk kau." Ucap Arkan membuat Olive mengeryitkan kening
"Bagaimana jika kau menjadi kekasihku?" Lanjutnya tersenyum smirk
"Heh... Apa maksudmu?" Seru Sean tanpa sadar dengan nada sedikit meninggi dan membuat mereka menatapnya
"Hei.. Hei... Kenapa kau yang marah, aku hanya bertanya pada Queen Phoenix." Cetus Arkan dan seketika Sean terdiam seribu bahasa
__ADS_1
Kemudian Arkan pun kembali menatap Olive yang terus memasang wajah datar dan dingin.
"Jika kekuatan kita bersatu, maka kita bisa menguasai seluruh dunia. Apa kau mau?" Pinta Arkan lagi
"Aku Queen Phoenix, menolak tawaranmu mentah-mentah." Balas Olive menekankan kata katanya membuat Sean sedikit merasa lega, entah kenapa tersirat kebahagian di hati Sean saat dia menolak tawaran Mr. X
"Heh... Dia wanita kedua yang menolakku setelah Olive. Aku makin penasaran dengannya." Batin Arkan
"Aku suka gayamu Queen Phoenix. Kuat, pemberani, tangguh, dan tentunya berbeda dari cewek pada umumnya." Ucap Arkan dan hanya di tanggapi senyuman sinis dari Olive
"Ya, aku memang di sukai banyak orang. Jadi aku tidak heran, jika kau menyukaiku." Balas Olive tersenyum sangat mengerikan
"Hahhaaa... Kau benar." Tawa Arkan
"Jadi, apakah sudah selesai perkenalannya?" Tanya Olive tiba tiba
"Untuk sekarang sepertinya sudah cukup, meski sebenarnya aku penasaran tentang bagaimana kau bisa tau akan kedatanganku kesini. Apa kau menguntitku?"
"Jawabannya cukup simple, karna apa? Karna aku cerdik. Kau sangat mengandalkan otot, sedangkan aku menggunakan otot dan otak." Ujar Olive menjentikkan jari telunjuk di keningnya sendiri
"Kau belum mengetahui tentangku sepenuhnya Queen Phoenix. Hmm... Sepertinya kau ingin beradu kecerdasan ups.. Maksudnya beradu kelicikan denganku, benarkan?"
"Baiklah, sesuai keinginanmu." Seru Arkan dengan senyuman devil khasnya
"Mereka memusuhi satu sama lain, tapi mereka terlihat begitu tenang menanggapi setiap sindiran lawannya. Benar-benar serasa kek nonton drakor inimah." Batin Via
"Gak Queen Phoenix, gak Mr. X, mereka santai bener debatnya. Padahal yang disini udah tegang liatinnya." Batin Nicko
"Karna urusanku sudah selesai, maka aku akan pergi sekarang juga." Ucap Arkan setelah beberapa detik terdiam
"Silahkan, bila perlu pergi ke Neraka." Jawab Olive santai
"Hahaha... Aku pasti kesana, tapi setelah aku mengirimmu terlebih dahulu." Balas Arkan dengan entengnya seakan tak memiliki dalam ucapannya barusan
"Aku menunggunya." Olive membalasnya lagi dan ditanggapi senyuman sinis dari Arkan
"Sampai jumpa Queen Phoenix." Seru Arkan sembari mengangkat dua jari di depan wajahnya
Kemudian dia berbalik dan berjalan keluar gudang tersebut dengan santainya, bahkan dia bersiul. Hal itu tentu membuat mereka yang disana menganga tak percaya. Apalagi Olive dengan mudahnya membiarkan musuh pergi tanpa menghalanginya sedikitpun.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa membiarkan dia pergi begitu saja? Bukankah seharusnya kau menangkapnya." Tanya David bertubi tubi setelah Olive kembali berkumpul dengan mereka, karena dia tidak mengerti apa yang ada di jalan pikiran Olive sehingga meloloskan musuhnya.
__ADS_1
"Aku pasti akan menangkapnya, bahkan membunuhnya. Tapi tidak sekarang, karna belum waktunya dia menemui ajal." Balas Olive santai
"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu Queen Phoenix. Dia datang seorang diri, sedangkan kita ada delapan orang. Jika kita melawannya bersamaan maka kita bisa menangkapnya dan itu akan mengurangi kejahatan yang ada disini." Cetus Nicko panjang kali lebar
"Apa kau meninggalkan otak kau sebelum datang kesini ha?!!" Cetus Olive
"Ha??! Apa maksudmu?"
"Mungkin kita bisa menangkapnya saat ini juga, tapi aku tidak melakukannya karna kau tau apa? Karna aku tidak mau mengambil resiko yang lebih tinggi." Ujar Olive membuat Sean dkk mengernyitkan keningnya bingung
"The Scorpion King. Mereka terkenal pembuat onar, biang masalah, bahkan mereka tidak segan-segan melakukan hal yang sangat keji demi memuaskan keinginannya. Jika kita menangkap ketuanya saat ini juga, maka tidak menutup kemungkinan seluruh anak buahnya akan membalas kita dan ujung-ujungnya rakyat yang tidak bersalah akan menjadi korbannya." Lanjut Olive dengan sorot mata penuh kebencian karena ia kembali mengingat insiden yang menimpa kedua orang tuanya beberapa minggu yang lalu
"Pemikiran Queen Phoenix sangat dewasa. Bahkan dia masih memikirkan keselamatan orang lain ketimbang egonya sendiri." Batin Sean
"Maaf, Hal itu sama sekali tidak terfikirkan olehku." Ucap Nicko merasa bersalah karena telah memberikan usul yang kurang tepat
"Hmm..." Hanya deheman saja dari Olive
"Tapi, bagaimana kau bisa mengetahui kedatangan Mr. X? Apa kau sudah tahu siapa dia?" Tanya Sean menatap Olive
"Yang ku tahu Mr. X itu anak angkat dari ketua yang juga pendiri mafia The Scorpion King. Tapi aku tidak tahu siapa dia sebenarnya." Ujar Olive sedangkan Sean hanya menghembuskan nafas kasar
"Dan jika kau bertanya kenapa aku tahu kedatangan dia, karna waktu kita bertemu di markas Black Diamond kemarin malam. Aku tidak sengaja melihat mafioso TSK yang memata matai kita dan menguping pembicaraan kita di balik pohon. Itu sebabnya aku mengetahui kedatangannya, meski aku tidak tahu pasti siapa yang akan kita temui. Hmm... Kalo boleh jujur, aku sendiri cukup terkejut saat mengetahui jika Mr. X lah yang datang kesini secara langsung, aku pikir yang datang itu hanya tangan kanan atau mafiosonya saja. Heh... Ternyata dugaanku salah." Lanjut Olive tersenyum miris
"Huh... Kalau kau tidak tahu pasti siapa yang akan datang, kenapa kau hanya menyuruhku untuk membawa dua teman saja? Kenapa kau juga datang hanya berlima? Harusnya kau membawa anggota mafia kau untuk berjaga jaga. Bagaimana jika yang datang bukan hanya Mr. X? Bagaimana jika mereka membawa sekutu untuk mengepung kita? Itu sama aja kita membiarkan diri kita menjadi sasaran empuk bagi mereka, Kau tahu kan apa yang akan terjadi sama kita jika sampai mereka mengeroyok kita hah?" Omel Sean panjang kali lebar karena ia benar-benar di buat stress dengan jalan pikiran dari lawan bicaranya itu
"Ya kita mati dong." Balas Olive dengan entengnya
"Ha??!!!!"
Sontak hal itu membuat rahang Sean dkk mengeras bahkan mulut mereka terbuka lebar seperti tidak bisa menutup kembali. Berbeda dengan mereka, justru semua teman Olive menanggapinya dengan gelengan kepala saat mendengar balasan dari Olive yang menurutnya sangat Konyol.
"Dia benar benar gila." Batin mereka semua.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa LIKE dan COMMENT sebanyak banyaknya yaaa....
Salam mamis dari author**...
__ADS_1