
Di tempat Sean berada, dia masih terlihat terus berlari bahkan dia seperti sudah merasa kelelahan akibat berlari terlalu cepat dan tentunya juga sangat jauh. Tanpa sengaja, pandangannya tertuju pada jalanan yang tak jauh darinya.
Dia berhenti berlari dan melihat banyak pria berbadan kekar sedang melakukan pesta besar-besaran di jalan raya. Bahkan disana banyak tersedia berbagai jenis minuman keras dan juga barang terlarang.
"Apa yang mereka lakukan?" Gumamnya dan segera mencari tempat persembunyian.
Sean yang merasa penasaran dengan apa yang terjadi saat ini pun berniat untuk menguping pembicaraan mereka, tapi sayangnya ia tidak bisa mendengar obrolan mereka dengan jelas. Tanpa berpikir panjang lagi, dia berniat untuk lebih mendekat agar dapat mendengarnya dengan jelas. Dengan langkah pelan namun pasti, Sean berjalan mengendap-endap sampai akhirnya ia bisa bersembunyi di balik pohon besar yang tak jauh dari sana.
"Sepertinya ini daerah kekuasaan mereka. Bahkan mereka dengan beraninya berpesta di tempat terbuka, apa mereka tidak takut tertangkap? Tapi, siapa mereka sebenarnya?" Batin Sean bertanya tanya pada dirinya sendiri sembari memperhatikan mereka
"Hahahaa... Rasanya sudah lama kita tidak berpesta seperti ini." Tawa riang salah satu pria dan masih dapat di dengar oleh Sean karena memang suaranya yang cukup lantang
"Kau benar, King baru saja mendapatkan keuntungan besar dari transaksi itu. Jadi King sengaja mengadakan pesta ini sebagai perayaannya." Timpal temannya sembari memegang botol berisikan minuman keras dan meneguknya hingga hampir habis
"Sungguh nikmat sekali, hari ini kita bisa sepuasnya minum. Benarkan?" Ujar pria yang lainnya
"HAHAHAHAA... MARI BERPESTA." Seru beberapa dari mereka sembari bertos ria menggunakan botol minuman yang di pegangnya
Perlu di ketahui, banyak pria yang berpesta disana berjumlah kurang lebih ada seratus orang.
"Mereka benar-benar sudah melanggar hukum. Aku harus menghentikannya." Batin Sean geram dan ia pun berniat mendekati mereka, tapi tiba tiba langkahnya terhenti
"Ah, tidak. Aku gak boleh gegebah, sekarang aku hanya sendirian dan aku juga gak bawa senjata sama sekali. Jika aku kesana, itu sama aja aku menyerahkan nyawaku pada mereka secara cuma-cuma." Batinnya lagi sembari bersembunyi di balik pohon lagi
"Lebih baik aku kembali ke tempat yang tadi dan jalan ke arah lain untuk mencari jalan keluar dari wilayah ini." Batin Sean memutuskan
Sean berniat untuk putar balik dan menuju tempat dimana ia di turunkan oleh Olive. Tapi saat hendak melangkah, tiba tiba terdengar seruan seseorang yang membuatnya berhenti melangkah.
"Heh... Siapa kau???" Seru seseorang berbaju hitam dari arah belakang Sean dan membuat Sean mematung sangkin terkejutnya
"ADA PENYUSUP. ADA PENYUSUP." Teriak orang tersebut membuat pesta tersebut berhenti seketika dan semua yang disana langsung menoleh ke arahnya
"Shiit... Sial, aku ketahuan." Umpat Sean dalam hati dan berniat untuk melarikan diri
Namun belum jauh dari sana, Sean sudah di kepung oleh banyaknya pria yang sangat asing baginya.
"Siapa kau? Beraninya masuk ke kawasan ini." Hardik salah satu dari mereka menunjuk Sean dan menatapnya dengan sorot mata tajam
"Siapa aku itu tidak penting." Balas Sean sangat dingin, bahkan sama sekali tak tersirat rasa takut sedikitpun darinya
Note : Sean saat ini memakai jaket hitam dan tidak memakai seragam tentaranya. Jadi mereka tidak tahu jika Sean adalah seorang tentara.
"Aku peringatkan pada kalian, hentikan pesta biad*b ini." Seru Sean dengan nada mengintimidasi
"HAHAHAHAAA..." Bukannya takut, mereka semua malah menertawakan Sean
"Berani sekali kau memerintah kami. Kau hanyalah debu disini, jadi kau tidak layak memberi perintah. Mengerti?!" Tukas pria yang lainnya
"Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mungkin menang melawan mereka sendirian. Bisa mati konyol aku." Batin Sean cukup panik namun ia tetap menunjukkan wajah datar plus dinginnya
__ADS_1
"Sudahlah, tidak perlu basa basi lagi. Kau sudah berani menyusup kesini, jadi jangan pernah bermimpi untuk keluar dari sini hidup-hidup." Seru pria lainnya lagi
"Itu bukan mimpi, tapi kenyataan." Tegas Sean sembari meregangkan otot-ototnya untuk bersiap bertarung
"Banyak bac*t. SERAAANG." Titah satu pria kepada seluruh rekannya
"Khiyyaaa..."
*Bugh
Bugh
Bugh*
Tanpa berpikir panjang lagi, mereka senua langsung mengeroyok Sean secara membabi buta. Sean pun dengan sigap mulai menangkis, menahan, menghindar bahkan berusaha menyerang balik mereka.
Sean terlihat mulai kewalahan melawan mereka karena memang jumlah mereka sangat banyak. Bahkan Sean sempat terkena pukulan di bagian wajah dan juga perutnya, tapi itu tak membuat ia gentar sedikitpun dalam melakukan serangan balik.
Karena Sean mulai lengah, tanpa ia sadari jika ada beberapa musuh yang hendak menyerangnya dari belakang. Tapi tiba-tiba...
*Dorr
Dorr
Dorr*
"Siapa yang melakukan ini Hah?!!" Hardik salah satu dari mereka
"AKU." Jawab seseorang dengan suara lantangnya
Seketika mereka semua menoleh ke arah sumber suara. Meskipun disana hanya memiliki sedikit penerangan karena adanya pesta tersebut, tapi mereka dapat melihat dengan jelas jika ada seseorang berpakaian serba hitam, memakai topeng, memegang dua buah senjata api yang tak lain adalah pistol, dan di bagian belakangnya terlihat jubah yang berkibar begitu kencang, bahkan menimbukan suara kibarannya. Siapa lagi dia jika bukan Olive tentunya.
Yap, Olive baru saja sampai disana dan ia cukup terkejut saat mendapati Sean sedang di keroyok banyak pria. Dengan segera, ia pun turun dan membawa dua buah pistol yang tentunya ia gunakan untuk menembaki lawannya Sean.
"Queen Phoenix." Lirih Sean sangat terkejut
"Apa?! Queen Phoenix." Pekik salah satu pria asing disana saat mendengar lirihan Sean, karena memang mereka semua belum pernah melihat Queen
"Kenapa? Kalian takut?" Tanya Olive yang terdengar sangat mengerikan
"Kau pikir kami akan takut denganmu? Cih... Tidak akan." Tukas pria itu mendecih
"Heh... Pengecut." Smirk Olive
"Apa kau bilang, berani sekali kau berkata seperti itu hah?!" Kecam musuh lainnya
"Kenapa harus takut?" Balas Olive santai
"Kau..." Geram mereka semua
__ADS_1
"Aku tidak menyangka, ternyata mafia White Tiger hanyalah seorang pecundang yang beraninya main keroyokan." Ucap Olive tersenyum devil
"Mafia White Tiger?! Jadi mereka mafia, dan aku masuk ke sarangnya." Batin Sean cukup terkejut dan kini ia berdiri tak jauh dari Olive, sedangkan mafioso WT berkumpul menjadi satu
"Kami tidak peduli kau mau berkata apa. Yang jelas, kau dan juga dia akan segera menemui ajal karna kami akan mengirim kalian." Tukas mafioso 1 dengan seringaian iblisnya
"Hahahaaa... Kau benar, mereka hanyalah berdua sedangkan kita banyak. Sudah jelas bukan siapa pemenangnya. Hahhaa..." Timpal teman lainnya
Dorr
Tanpa di duga, Olive langsung menembak mafioso WT yang berada di samping mafioso 1 tepat di jantungnya dan membuat dia tewas seketika. Hal itu tentu membuat semua mafioso WT terkejut dan tentunya sangat geram.
"Aku tidak suka basa basi. Jadi, mau kalian yang mulai atau aku yang memulainya lebih dulu." Tantang Olive tanpa rasa takut sedikitpun
"Kau pikir, hanya kau saja yang memiliki senjata hah?! Kami juga punya." Seru mafioso 2 sembari mengeluarkan pistol yang berada di pinggangnya
Dengan gerak cepat, semua mafioso White Tiger yang berada disana mengeluarkan senjatanya masing-masing. Ada yang memakai pistol dan ada juga yang memakai belati.
Sean yang melihatnya cukup terkejut, karena ia tidak menyangka jika mereka mempunyai senjata. Padahal tadi saat bertarung dengannya, mereka hanya menggunakan tangan kosong. Mungkin karna Sean hanya sendiri dan tidak membawa senjata, jadi menurut mereka akan mudah mengalahkan Sean tanpa menggunakan senjata, Pikir Sean.
"Apa kau tidak mempunyai senjata?" Tanya Olive menatap Sean sekilas
"Aku tidak membawanya." Balas Sean
"Ck... Kenapa kau tidak membawanya hah?!" Kesal Olive
"Aku hanya akan melakukan pertemuan denganmu, kenapa aku harus membawanya."
"Kau ini gimana sih?! Aku sudah mengatakan padamu jika kita akan kedatangan tamu spesial, harusnya kau tau maksudku yang tak lain adalah kita akan kedatangan musuh."
"Aku tau, tapi aku rasa kau sudah mempersiapkan semuanya. Jadi aku tidak perlu membawa senjata." Balas Sean
"Sempat-sempatnya mereka berdebat. Apa mereka tidak mengerti situasi saat ini." Pikir semua mafioso WT
"Urus masalah rumah tangga kalian di rumah, jangan disini." Celetuk salah satu mafioso WT dengan watadosnya
"DIA BUKAN KEKASIHKU." Bentak Olive dan Sean bersamaan membuat dia langsung kicep.
"Ternyata mereka singa yang menjelma." Batin mafioso itu meneguk salivanya susah payah
Sedangkan Olive dan Sean kembali saling tatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit di artikan.
**Bersambung...
...----------------...
Maaf ya baru sempet update, soalnya kerjaan author di dunia nyata banyak.
Salam manis dari author**...
__ADS_1