
"Siapa dia? Guru baru kah?" Batin Sean yang melihatnya dari jarak jauh
"Ma-maaf pak, saya tidak sengaja." Ucap Olive merasa bersalah sembari berdiri
"Hmm... Tidak masalah." Balas pria itu dengan nada dinginnya
"Kalau begitu, saya mohon pamit. Sekali lagi minta maaf pak." Pamit Olive langsung mendapat anggukan dari pria itu
Setelahnya, Olive pun bergegas pergi dari sana sebelum Sean kembali mengejarnya. Sean juga mengurungkan niatnya untuk mengejar Olive karena saat ini dia dan pria itu saling tatap satu sama lain dengan tatapan yang tak dapat di artikan. Seketika pria itu tersenyum tipis, bahkan tidak dapat dilihat oleh siapapun. Kemudian dia mulai melangkahkan kakinya untuk mendekati Sean.
"Selamat pagi pak." Sapa pria itu sedikit ramah setelah berada di hadapan Sean
"Pagi. Anda..." Balas Sean sembari berpikir keras
"Oh ya, perkenalkan saya Rizwan, guru baru disini. Senang bertemu dengan anda." Seru pria itu yang mengerti kebingungan Sean sembari mengulurkan tangannya
"Oh Saya Santoso, senang bertemu dengan anda juga." Balas Sean menerima uluran tangannya
"Saya masih baru disini dan saya sedang mengelilingi sekolahan untuk mengetahui tata letak semua ruangannya, tapi saya sendiri masih agak bingung dengan tempatnya." Ucap Rizwan yang tak lain adalah Richard yang menyamar
"Eumm... Apakah anda mau menemani saya?" Lanjutnya meminta bantuan
"Gimana ya? Aku kan ingin mengejar Olive." Batin Sean
"Kalau tidak bisa, tidak masalah." Tukas Richard
"Oh tidak, saya bisa. Euummm... Mari saya antar." Balas Sean
"Baiklah."
Tanpa basa basi lagi, mereka berdua segera berjalan mengelilingi sekolahan dan Sean sesekali menjelaskan tentang ruangan apa yang ada di sekitarnya.
Kini Olive sudah terlihat sudah memasuki ruang kelasnya dengan berjelan sedikit tergesa-gesa dan dia langsung duduk di tempat duduknya.
"Hufffttt... Selamat." Ucapnya sedikit merasa lega
"Kenapa kamu? Kayak di kejar setan gitu." Tanya Yuki
"Ahh... Enggak. Ini bahkan lebih parah dari setan." Balas Olive
"Eumm.. Kok belum ada guru? Bukannya udah bel yah?" Tanya Olive terheran
"Denger-denger sih ada rapat guru, jadi agak telat masuk." Jawab Yuki
"Oh."
"Eh.. Kalian tahu gak?" Tanya Via tiba tiba duduk dihadapan mereka berdua, padahal tempat duduknya ada di belakangnya
"Enggak." Tukas Olive dan Yuki bersamaan
"Ihh.. Dengerin dulu ogeb. Aku belum selesai ngomong." Kesal Via sedangkan Olive dan Yuki hanya ber'oh ria
"Katanya disekolahan kita ada guru baru loh." Lanjut Via mulai berterus terang
__ADS_1
"Guru baru? Siapa?" Tanya Yuki
"Kalo gak salah namanya... Riz-Rizwan, ya pak Rizwan." Jawab Via sedikit berpikir
"Pak Rizwan? jangan-jangan pria asing tadi." Ucap Olive pelan sembari mengingat kejadian saat dia menabrak seseorang
"Pria asing? Maksudnya?" Tanya Yuki menatap Olive
"Tadi di koridor sekolah, aku gak sengaja nabrak seseorang yang aku sendiri gak tahu dia siapa. Mungkin benar, jika dia guru barunya." Jelas Olive
"Eumm.. Dia ngajar apa?" Tanya Yuki yang kini menatap Via
"Olahraga kayaknya, tapi dia ngajar kelas dua belas." Balas Via
"Berarti gak ngajar kita dong." Tukas Yuki yang diangguki Via
"Iyalah, kan kita yang ngajar kak Santoso." Seru Olive
"Pak Rizwan masih muda gak? Terus ganteng apa enggak?" Tanya Yuki sangat antusias
"Dia udah tua, kenapa? Kamu mau embat dia?" Cetus Olive sedikit terkekeh
"Yaahh, kirain cogan dan masih muda. Kalo iyakan, boleh juga aku gebet hihii." Ujar Yuki
"Hhhh... Dasar genit." Ejek Via
"Bukan genit, tapi ya usaha ga papa dong." Elak Yuki dengan santainya membuat kedua sahabatnya memutar bola matanya malas
"Oh ya, untuk entar malam apa sudah siap ?" Tanya Olive tiba tiba dengan sedikit pelan agar yang mendengar hanya kedua sahabatnya saja
"Bagus. Malam ini akan kupastikan adalah akhir dari mereka." Seru Olive Tersenyum smirk
"Aku tidak sabar dengan pertunjukkannya." Cetus Via yang terlihat sangat antusias
"Pasti lebih mengasyikkan ketimbang kemarin, benarkan?" Timpal Yuki
"He em.. Tentu saja." Balas Olive kemudian mereka bertiga sama-sama mengeluarkan senyuman smirk khasnya
Skip malam hari...
Sesuai dengan yang sudah dijadwalkan, kini Olive dkk, Cakra dan Gerry sedang bersiap untuk melakukan penyerangan terhadap mafia Dragon Fire. Mereka semua kecuali Olive sedang berkumpul bersama dengan para mafioso untuk menunggu kedatangan Queen mereka yaitu Olive yang saat ini sedang bersiap di ruangan pribadinya.
Tak lama kemudian, Olive pun terlihat sedang berjalan menghampiri mereka dengan memancarkan aura yang sangat dingin nan kuat, hal itu terlihat dari sorot matanya yang begitu tajam bagaikan sebuah panah.
Olive memakai pakaian serba hitam dan ini sedikit berbeda dengan pakaian saat menyergap mafia TSK di pelabuhan, Jika kemarin hanya membawa satu pistol, rambutnya diikat biasa saja, bahkan topeng matanya pun hanya topeng biasa dengan gambar burung api kecil dibagian atasnya saja. Sedangkan pakaian kali ini merupakan pakaian yang sudah dilengkapi dengan berbagai macam senjata. Pakaiannya tentu berjubah yang bertuliskan '*Queen Phoenix Devi**l* ', di atasnya terdapat gambar burung foniks yang juga berwarna hitam dan keduanya adalah hasil bordiran, celana hitam panjang yang cukup ketat, sepatu hitam dan dia juga memakai sarung tangan yang hanya memperlihatnya jari-jari tangannya saja. Untuk Rambutnya di ikat dengan begitu rapi dengan tujuan agar tidak mengganggu penglihatannya, memakai topeng mata yang tentunya dibuat khusus karena berbentuk sayap burung yang mekar dan warna topengnya juga hitam namun sedikit merah di bagian kanannya. Jadi bisa di bilang, saat ini bagian tubuh Olive yang terlihat adalah rambut yang di gulung rapi, kedua manik mata, mulut, hidung (Untuk dahinya tertutup topeng yang memang cukup besar) dan jari-jari tangannya saja.
Senjata yang dibawanya adalah dua buah pistol yang diletakkan di balik jubahnya, dua buah buah samurai yang cukup panjang di bagian belakang tubuhnya dan juga sebuah belati yang berada di betis kaki kanannya yang tentunya tertutup dengan sepatu panjang yang ia kenakan
"Queen sangat cantik."
"Auranya sangat kuat."
"Sungguh mempesona iblis cantik ini."
__ADS_1
Begitulah sekiranya isi pikiran semua mafioso yang ada disana begitu melihat penampilan Olive yang berbeda dari biasanya.
"Kapan dia buat baju dan topengnya? Perasaan itu beda dari yang kemarin deh." Tanya Via cengo dengan sedikit berbisik kepada Yuki
Kini Yuki, Via, Cakra dan Gerry juga sudah memakai perlengkapan khusus untuk penyerangan. Mulai dari topeng yang tentunya sedikit berbeda dari Olive karena topeng mereka berwarna hitam pekat dan jubah bertuliskan 'Tangan Kanan Phoenix Devil '. Untuk senjatanya, Yuki dan Via sama-sama menggunakan dua buah pistol, sedangkan Cakra dan Gerry menggunakan dua buah katana yang cukup panjang.
"Udah dari awal sejak dia gabung disini." Bukan Yuki yang menjawab, melainkan Cakra yang memang berdiri di samping Via
"Hah?! Terus..."
"Please, Jangan bilang kamu mau tanya, siapa tukang jahitnya?" Seru Yuki dengan cepat memotong ucapan Via
"Hehee... Kok tahu." Ucap Via cengengesan membuat Yuki memutar bola matanya malas
"Soal itu tidak perlu khawatir, karna orang yang membuatnya merupakan langganan kita dan tentunya bisa menjaga identitas kita sebagai mafia." Cetus Gerry
"Bagaimana kalo mereka membongkar identitas kita?" Tanya Via lagi dan lagi
"Dia gak akan berani, yang ada nanti dia yang akan mati karna sudah mengkhianati seorang mafia. Kalian tahu sendirikan, kalo dalam dunia kita itu tidak menyukai dengan pengkhiatan karna hanyalah kematian yang akan mereka jumpai. Lagian yang membuat semua itu juga tidak mengetahui markas asli kita, jadi semuanya akan tetap aman." Balas Cakra mengeluarkan seringaian iblisnya
"Oohhhh..." Via hanya membulatkan mulutnya saja
"Assalamu'alaikum wr.wb." Salam Olive saat sudah berada di hadapan para mafiosonya
"Wa'alaikumsalam wr.wb." Balas mereka semua, Huffttt... Sangat alim sekali mafia ini
"Apa semuanya sudah berkumpul?" Tanya Olive to the point karena tak suka basa basi dan tentunya terkesan begitu dingin
"Sudah Queen." Balas para mafioso serempak
"Langsung saja pada intinya. Sekarang kita akan menyerang markas dari mafia Dragon Fire. Ingat pesan saya waktu itu, kita hanya melukai anggotanya saja agar kita bisa merekrutnya. Lakukan semuanya sesuai rencana, dan kalian semua harus saling melindungi satu sama lai, jangan biarkan teman kalian cidera apalagi tewas dalam penyerangan ini." Jelas Olive panjang kali lebar
"Mengerti Queen."
"Meskipun kemarin sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, tapi untuk kelompok yang di pimpin saya sendiri hanya membawa sekitar seratus saja, sedangkan sisanya akan bertugas menjaga markas apabila ada musuh yang tiba tiba menyerang." Lanjutnya
"Untuk kalian segera bergabung dengan kelompok kalian masing-masing." Titah Olive yang kini menatap semua sahabatnya
"Siap Queen." Balas mereka dengan tegas dan begitu profesional
Tanpa menunggu lama lagi Yuki, Via, Cakra dan Gerry segera melangkahkan kakinya menuju kelompok masing-masing dan mereka berdiri paling depan diantara kelompoknya.
"Jika sudah siap, maka kita berangkat sekarang. Lebih cepat akan lebih baik. Wassalamu'alaikum wr.wb." Seru Olive
"Baik Queen. Wa'alaikumsalam wr.wb." Balas mereka semua
Tanpa menunggu lama lagi, mereka semua segera membubarkan diri untuk menuju kendaraan yang memang sudah di siapkan terlebih dahulu.
Kendaraannya mulai dari mobil, motor, helikopter bahkan jet sekalipun. Senjata yang di bawa para mafioso berupa pistol, pedang, panah, bom api, bom asap dan lain sebagainya.
**Bersambung...
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...
Salam manis dari author**...