
Keesokan harinya...
Hari ini juga merupakan hari libur, karena memang di sekolah yang ada disana aturannya libur dua hari yaitu sabyu dan minggu.
Kini Olive, Genta dan Shifa terlihat sedang sarapan bersama di meja makan. Mereka semua memakai pakaian santai.
"Liv, kayaknya akhir-akhir ini kamu sering banget nginep di rumah temen. Emang tugasnya lagi banyak?" Tanya Genta di sela sela makannya
"Iya bang, Banyak banget." Balas Olive dengan santainya
"Kamu nginep di mansion siapa?" Tanya Shifa
"Ya temen."
"Iya kakak tau, maksudnya siapa? Barangkali ada apa-apa kan, jadi kita bisa menghubungi temen kamu itu." Jelas Shifa
"Assalamu'alaikum..." Salam seseoramg tiba tiba sebelum Olive menjawab pertanyaan Shifa
"Wa'alaikumsalam." Balas mereka semua
"Ah, akhirnya kalian dateng juga." Ucap Olive sedikit merasa lega karena tadi ia sempat bingung menjawab pertanyaan kakaknya
"Kalian mau kemana?" Tanya Genta
"Biasa bang. Hangout." Balas Olive dengan santainya sembari berdiri dari duduknya
"Abang minta kalian jangan terlalu jauh mainnya. Di luar sana lagi banyak bahaya." Ucap Genta memperingati
"Bahaya kenapa bang?" Tanya Yuki
"Kalian kan tau sendiri, sekarang lagi banyak penculikan. Bahkan kemarin ada berita tentang mafia. Itu berarti banyak penjahat yang berkeliaran di luaran sana." Bukan Genfa yang menjawab, melainkan Shifa
"Hmm... Kita bisa jaga diri kok." Balas Olive tersenyum tulus
"Bang Genta sama kak Shifa tenang aja. Semuanya akan tetap aman." Ucap Via yang dia angguki Yuki
"Abang tau kalian bisa jaga diri, tapi harus tetap hati hati oke." Seru Genta
"Siap bos." Balas Olive memberi hormat membuat kakaknya terkekeh geli
"Jalan sekarang?" Lanjut Olive menatap kedua sahabatnya
"Kuy lah."
Setelah mengatakan itu, Olive dkk segera pergi dari sana untuk menuju suatu tempat dengan menaiki mobil Olive yang di kemudikan Olive sendiri.
"Kita akan kemana?" Tanya Via yang duduk di kursi belakang saat mereka dalam perjalanan
"Markas baru." Balas Olive sembari fokus menyetir
"Waaww.. Markas baru? Jadi penasaran, kayak apa markasnya." Seru Yuki sangat antusias
"Aku juga belum pernah liat langsung. Tadi pagi bang Cakra hanya men-share loc aja, bukan dengan foto mansionnya." Jelas Olive
"Apa jauh tempatnya?" Tanya Via
"Hmm... Lumayan, tapi ga sejauh markas bawah tanah itu."
"Oohh. Bagus deh, jadinya kan ga memakan waktu lama untuk sampai." Ucap Via membulatkan mulutnya.
__ADS_1
Sesampainya di Markas...
Kini mereka telah sampai di depan pagar yang menjulang tinggi. Saat melihat mobil Olive, salah satu penjaga disana langsung membukakan pintu pagar agar mobil tersebut bisa masuk karena memang penjaga tersebut tau siapa pemilik mobilnya.
"Wawww, ini markasnya? Menakjubkan." Pekik Via terpukau dengan keindahan mansion di hadapannya itu dan posisinya juga masih berada dalam mobil yang atapnya terbuka
"Ini mansion atau istana?" Timpal Yuki, sedangkan Olive hanya tersenyum penuh kekaguman sembari fokus menyetir untuk memarkirkan mobilnya
Setelah mobil terparkir, mereka pun segera turun dan mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mansion.
"Selamat pagi Queen."
"Selamat pagi Nona."
Banyak sapaan dari mafioso saat melihat Olive dkk melintas di hadapannya. Sedangkan yang disapa hanya memasang wajah datarnya saja sembari mengangkat satu tangannya sebagai isyarat untuk kembali melanjutkan tugasnya dan mereka juga langsung pergi dari hadapan Olive dkk.
"Wahh, Lihat. Queen kita sudah datang." Seru Gerry sembari menghampiri Olive dkk
"Benar. Aku kira, kalian datengnya agak siangan." Timpal Raka menatap Olive dkk
"Ini juga lumayan siang kali bang." Balas Yuki memutar bola matanya malas
"Ini masih pagi Yuk, masih jam sepuluh." Tukas Cakra
"Serah dah."
"Hehee..."
"Mansionnya bagus, aku suka." Seru Olive tiba tiba
"Tentu saja. Kami memilih kualitas yang paling bagus dan tentunya tempat yang cukup jauh dari keramaian." Balas Gerry
"Nanti aku akan buat keamanan khusus agar tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan mansion ini." Ucap Olive
"Ekhemm... Apa kita akan berdiri terus? Pegel tau kaki aku." Celetuk Via menghentakkan kakinya
"Ya ayo, duduk disana aja." Ajak Gerry menunjuk ruang santai dalam mansion itu
"Di mansion ini juga ada ruang bawah tanah, kita bisa menggunakannya sebagai ruang tahanan." Ujar Cakra setelah mereka semua duduk
"Baguslah, sepertinya mansion ini sangat cocok di jadikan markas." Seru Olive
"Kita juga memutuskan untuk tinggal disini saja." Ucap Gerry mewakili Cakra
"Jadi kalian ga akan tinggal di markas bawah tanah lagi Hmm?" Tanya Yuki
"Nanti kita juga akan sering kesana buat memantau. Tapi untuk tinggal, kayaknya lebih nyaman disini deh." Balas Cakra dengan santainya
"Halaahh, bilang aja pengin yang empuk tempat tidurnya." Celetuk Via
"Bener banget. Palingan juga karna disini tempatnya lebih nyaman ketimbang markas bawah tanah itu." Timpal Olive
"Hehehe.. Tau aja kalian." Ucap Gerry cengengesan membuat Olive dkk memutar bola matanya malas
"Oh ya, apa kalian udah menjalankan tugas yang ku berikan?" Tanya Olive tiba tiba membahas yang lainnya
"Udah." Balas Cakra singkat, padat dan jelas
"Apa hasilnya?" Tanya Olive lagi sangat antusias, sedangkan kedua sahabatnya hanya menyimak saja karena mereka tau apa yang sedang di bicarakan Olive
__ADS_1
"Bener kata kamu. Mereka tak lain adalah Lewis dan Robert, Ketua mafia The Scorpion King." Jawab Cakra memasang wajah seriusnya
"Ck... Sudah ku duga." Gumam Olive
"Dan yang lebih mengejutkan lagi, kalian tau itu apa?" Lanjut Cakra sengaja menggantungkan ucapannya.
"Apa?" Tanya Yuki sangat penasaran
"Guru baru di sekolah itu, yang namanya Rizwan. Dia ternyata adalah Richard." Seru Cakra
"What?!" Pekik Yuki dan Via, sedangkan Olive hanya terkejut dalam diamnya
"Apa kalian yakin?" Tanya Via setelah menetralkan rasa keterkejutannya
"Seratus persen yakin. Kita sudah menyeledikinya dengan sangat teliti." Balas Gerry
"Tunggu deh, bukannya Olive ingin menyelidiki tentang pak Robby sama pak Lutfi aja yah? Kok kalian nyelidiki pak Rizwan juga?" Tanya Yuki sedikit terheran
"Aku juga menyuruh mereka untuk menyelidikinya." Olive yang menjawab pertanyaan Yuki
"Why?"
"Karna Dia masuk tepat setelah pak Robby tiada, bahkan dari awal ketemu dia, aku merasa ada yang aneh. Entah apa itu yang aneh, aku gak tau. Jadi, daripada penasaran, mending aku selidiki saja tentangnya. Dan rupanya dugaanku benar." Balas Olive tersenyum miris
"Kok bisa sih, mereka kumpul di sekolah kita?" Tanya Via terheran
"Entahlah. Sepertinya ada sesuatu yang mereka incar disana, tapi apa?" Ucap Olive sembari berpikir keras
Saat Olive dkk sedang berpikir keras untuk mengetahui maksud dari para ketua The Scorpion King menyamar di sekolah mereka, Cakra dan Gerry malah saling lempar tatapan penuh arti sembari sesekali melirik Olive.
"Huuffttt... Kalian bisa gak sih, kalo mau ngomong ya ngomong aja. Jangan malah saling lempar kode kayak gitu, emang di kira aku ga tau apa?!" Celetuk Olive yang menyedari gelagat Cakra dan Gerry
"Iya iya, Kita tuh tadi ragu aja mau ngomong sama kamu." Balas Gerry
"Ragu? Kenapa?" Tanya Olive sambil mengangkat sebelah alisnya
"Ada yang belum kamu ketahui dari mafia The Scorpion King." Ujar Gerry penuh kehati hatian sembari menatap Olive intens
"Apa?"
"Sekarang aku tanya, apa yang kalian ketahui tentang ketua The Scorpion King?" Ucap Cakra balik tanya
"Ketuanya ya si Richard, Lewis dan Robert. Iyakan?" Jawab Via yang mendapat anggukan dari Yuki
"Salah. Mereka bertiga sebenarnya bukanlah ketua asli dari mafia tersebut." Tukas Cakra membuat Olive dkk cukup terkejut
"Hah?! Jadi maksudnya ada ketua utama mereka?" Pekik Olive
"Benar. Mereka hanyalah tangan kanannya, dan yang mengetahui hal ini hanyalah orang dalam dunia bawah, bukan orang biasa, baik itu polisi, maupun tentara sekalipun." Jawab Cakra penuh keyakinan
"Sungguh di luar dugaan." Gumam Via
"Siapa ketua utamanya?" Tanya Olive sangat penasaran
"Mr. X."
**Bersambung...
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa... Kalau bisa VOTE juga yaahh...
Salam manis dari author**...