Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Menjenguk


__ADS_3

Skip pulang sekolah...


Kini di sekolah terlihat semua siswa mulai berhamburan keluar kelas menuju parkiran srkolah untuk mengambil kendaraannya agar bisa segera pulang ke rumah masing-masing.


"Guys... Jenguk kak Santoso yuk." Ajak Olive tiba tiba saat mereka berada di parkiran


Ajakan Olive barusan tentu membuat Yuki dan Via mengernyitkan keningnya bingung.


"Kita gak salah denger nih?" Tanya Yuki


"Enggak. Lagian apa salahnya kita jengukin guru yang lagi sakit." Balas Olive dengan santainya


"Kalian mau kan?" Lanjutnya bertanya


"Oh ya aku lupa, hari ini tuh niatnya aku mau anterin mamah pergi arisan, jadi gak bisa nemenin kamu Liv." Ucap Yuki tiba tiba


"Sejak kapan kamu ngikut arisan ibu-ibu?" Tanya Olive


"Se-sejak sekarang." Balas Yuki sedikit gugup


"Aku pergi dulu yah, bye..." Lanjutnya dan langsung bergegas masuk ke dalam mobil, setelah itu ia pun menancap gas mobilnya untuk segera pergi dari sana


"Kalo Yuki gak bisa, berarti kamu pasti bisa kan?" Tanya Olive yang kini menatap Via


"Hah?! Hehee... Gak bisa Liv, aku... aku harus bawa kucing aku nyalon sekarang." Balas Via cengengesan dan tentunya gelagapan


"Kucing? Kamu tuh gak punya kucing Via, gak usah bohong." Tukas Olive


"Ehh... Bukan kucing, tapi kelinci. Iya kelinci aku." Seru Via


"Gak usah ngada-ngada. Kamu gak punya binatang peliharaan. Emang dikira aku gak tahu apa?!" Cetus Olive


"A-aku..."


"Jangan cari-cari alasan lagi. Sekarang kamu ikut aku jenguk kak Santoso." Seru Olive memotong ucapan Via dengan cepat


"Huffftt... Iya deh iya. Emang kamu tahu dimana rumahnya?" Tukas Via


"Gak tahu, aku cuman tahu jalannya aja. Kita kan bisa tanya warga sekitar." Balas Olive dengan santainya


Tanpa basa basi lagi, Olive dan Via langsung masuk kedalam mobil masing-masing. Setelah itu, mereka pun segera melajukan mobilnya keluar dari area sekolahan.


Selama perjalanan, Olive hanya fokus menyetir dengan memperhatikan jalanan agar tidak nyasar, sedangkan Via hanya mengikuti mobil Olive dari belakang. Mereka berdua berhenti sejena untuk membeli buah-buahan agar saat menjenguk tidak dengan tangan kosong.


Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di halaman sebuah kontrakan yang tidak terlalu besar.


"Kontrakannya yang ini bukan yah?" Ucap Olive bertanya tanya sembari membawa bingkisan tersebut setelah ia turun dari mobil, begitupun dengan Via


"Lah kamu gimana sih? Katanya udah tahu, kok malah heran sendiri." Cetus Via


"Kayaknya sih bener ini. Soalnya disini hanya ada satu kontrakan saja." Seru Olive


"Yaudah, kesana sekarang aja." Ajak Via yang di angguki Olive


Drrtt... drrttt... drrtt...


Saat mereka hendak melangkah, tiba tiba saja ponsel milik Via berbunyi, dengan segera iapun mengangkatnya sedangkan Olive hanya memperhatikannya saja.


"Hallo."


".........."


"Iya oke, Via pulang sekarang."


Setelah mengatakan itu, Via langsung mematikan ponselnya secar sepihak.


"Ada apa?" Tanya Olive


"Sorry Liv, kayaknya aku gak bisa nemenin deh. Soalnya di rumah lagi ada kakek sama nenek aku dan aku di suruh pulang cepet sama mamih." Ujar Via

__ADS_1


"Yah, kok mendadak banget sih. Terus ini gimana? Masa iya aku sendirian." Ucap Olive sedikit lesu


"Ya gak papa kali. Udah yah, Aku pulang dulu, bye-bye Olive sayang. Ummuacchh...." Ucap Via tersenyum sembari mencium pipi kanan Olive, setelahnya ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menjauh dari sana


"Gimana ya? Kesana gak? Kesana gak? Kesana gak?" Ucap Olive maju mundur gak jelas karena ia bingung dengan keputusan apa yang akan diambilnya


"Kesana aja lah. Lagian udah sampe sini juga, masa iya aku balik lagi." Lanjutnya memutuskan


Tanpa menunggu lama lagi, Olive langsung melangkahkan kakinya menuju kontrakan tersebut karena memang mobil dia terparkir tak jauh dari sana.


Tok... tok... tok...


Olive mengetuk pintunya dengan sedikit ragu bahkan ia terlihat sangat gugup dari biasanya.


"Tuh dua anak ngapain coba ketuk pintu segala. Biasanya juga main nyelonong aja." Kesal seseorang dari dalam ruangan kamar, dia tak lain adalah Sean


Kondisi Sean cukup lemah bahkan tangan kanannya berbalut perban, tapi meski begitu ia terus menolak dibawa ke rumah sakit karena menurutnya, ia hanya memerlukan istirahat yng cukup saja.


Dengan langkah sedikit gontai, Sean berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu yang menurutnya adalah kedua sahabatnya itu. Namun saat hendak di buka ia mendengar sesuatu yang membuatnya mengurungkan niat untuk membuka pintu tersebut.


Tok... tok.. tok...


"Assalamu'alaikum." Salam Olive


"Kayak suara Olive. Jangan-jangan..." Batin Sean cukup terkejut, ia pun langsung mengintip keluar jendela agar mengetahui siapa tamunya itu


"Hah?! Itu beneran Olive. Gawat, kalo sampe dia tahu jika aku menyamar." Pekik Sean dalam hatinya


Dengan segera, Sean langsung bergegas menuju kamarnya lagi dan ia memakai perlengkapan penyamarannya seperti kumis dan tompel palsu. Bahkan ia menyisir rambutnya dengan sangat rapi.


Setelah dirasa sudah siap, Sean pun kembali menuju pintu itu dengan berniat untuk menemui Olive.


"Assala-... Ehh.."


Ceklek


Salam Olive terpotong saat tiba tiba, pintu tersebut di buka seseorang yang tak lain adalah Sean.


Bukannya menjawab, Olive malah menatap Sean penuh arti, dia bahkan menatapnya dari atas sampai bawah. Hal itu tentu membuat Sean mengernyitkan keningnya bingung karena ia tidak mengerti maksud tatapan Olive.


"Ini beneran kak Santoso? Dia terlihat sangat Sixpack." Batin Olive menganga tak percaya


Ya, saat ini Sean sedang memakai kaos pendek yang sepadan dengan badannya, hal itu justru membuat dirinya terlihat gagah dan perfect karena bentuk tubuhnya yang kekar cukup terlihat dengan jelas. Biasanya kan, dia akan memakai pakaian yang cukup besar dari badannya.


"Liv... Olive, hallo." Seru Sean sembari menggerakkan tangannya di hadapan Olive


"Ah.. Eh.. I-iya, ada apa kak?" Gugup Olive setelah tersadar dari lamunannya


"Kok nanya ada apa? Saya yang harusnya nanya, kenapa kamu kesini?" Tanya balik Sean


"Oh iya, saya kesini mau menjenguk kak Santoso, katanya kakak lagi sakit." Ujar Olive


"Ini, ada sedikit bingkisan, semoga lekas sembuh." Lanjut Olive sembari menyodorkan bingkisan tersebut


"Makasih karna udah mau besuk, tapi kamu tidak perlu repot-repot bawa ini." Ucap sean tersenyum tulus sembari menerimanya


"Sama sekali tidak repot kak." Balasnya


"Yaudah, kalau begitu saya pamit pergi dulu." Pamit Olive tiba tiba


"Buru-buru sekali? Mending kamu masuk dulu, kita makan buahnya sama-sama." Ajak Sean


"Tidak usah kak. Saya langsung pergi saja." Tolak Olive secara halus


"Udah, masuk aja. Kamu tenang, saya gak akan gigit kok." Ucap Sean dengan entengnya membuat Olive mematung sejenak


"Ayo masuk. Emang tidak capek berdiri terus?" Seru Sean


"I-iya."

__ADS_1


Mereka berdua pun duduk di ruang tamu kontrakan tersebut.


"Sini, biar saya yang kupas." Ucap Olive saat melihat Sean sepertinya kesusahan saat mengupas kulit buah pir dengan pisau kecil


Sean langsung memberikan buah itu dan pisaunya pada Olive agar Olive yang mengupasnya.


"Euumm... Sebelumnya saya mohon maaf, tapi kalau boleh tahu, Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kak Santoso bisa sampai kecelakaan?" Tanya Olive sedikit hati-hati sembari terus mengupas buah tersebut


"Saya minta sama kamu, kalau sedang di luar sekolah jangan terlalu formal. Karna itu rasanya sangat canggung." Pinta Sean


"Tapi kan kak Santoso guru saya."


"Ini juga kan permintaan saya sendiri, jadi tidak masalah. Bisakan?" Pinta Sean lagi


"Bi-bisa." Ucap Olive tersenyum kikuk


"Sekarang, jawab pertanyaan tadi." Tambah Olive


"Waktu pulang sekolah, aku tidak sengaja melihat anak kecil yang dihadang preman. Aku berniat menolongnya, namun naasnya malah aku sendiri yang terluka." Balas Sean dengan santainya padahal sudah pasti ia berbohong


"Kenapa tidak di rawat dirumah sakit?" Tanya Olive lagi


"Jujur saja, saya tidak suka rumah sakit karna disana bau obat." Cetus Sean


"Bau obat atau takut jarum suntik?" Tanya Olive dengan nada mengejeknya


"Ya mungkin fifty-fifty. Hahaa..." Seru Sean tertawa ringan begitupun dengan Olive


"Hahaa... Kayak anak kecil aja. Nihh..." Cetus Olive terkekeh sembari memberikan piring kecil yang berisisakan potongan buah pir


"Makasih." Ucap Sean tersenyum tulus kemudian ia langsung memakan buah tersebut


"Kamu makan dong. Masa cuman aku doang." Seru Sean


"Enggak usah, aku udah kenyang." Tolak Olive


Kruyukk...


"Nih perut gak ada kerjasamanya banget sih." Batin Olive kesal sembari mengelus perutnya sendiri


"Pffttt.... Hahahaa... Kalo laper makan aja, gak usah gengsi." Tawa Sean seketika pecah membuat Olive berdecak kesal


"Kamu makan dulu, biar aku yang siapin minumannya." Ucap Sean yang di angguki Olive


Sean pun berniat untuk pergi menuju dapurnya, namun saat ia hendak melangkah tiba tiba saja ia tersandung kursinya sendiri hingga membuat dirinya oleng seketika.


"Eeehhh..."


Bruk..


Saat Sean hendak jatuh, Olive berusaha menahannya, namun naas karena Olive yang belum siap sepenuhnya membuat dia ikut terjatuh. Akhirnya mereka berdua pun sama-sama terjatuh dengan posisi Olive berada di bawah, dan kedua tangan Sean menyentuh lantai disamping kanan kiri kepala Olive. Olive yang awalnya memejamkan mata, ia pun mulai membuka matanya secara perlahan dan ia mendapati wajah Sean berada tepat dihadapannya dengan jarak beberapa senti saja.


Deg


Mata mereka saling bertemu dan itu berlangsung cukup lama. Bahkan keduanya sama-sama menatap dengan intens, seakan tidak ingin memalingkan pandangannya tersebut.


"Aku ga salah. Kamu memang cantik, bahkan sangat cantik dan kamu sangat berbeda dari perempuan lainnya." Batin Sean


"Sumpah, jantung aku serasa ingin copot saat ditatap seperti ini sama kak Santoso. Please, help me..." Batin Olive


"Astaghfirullah, Kalian ngapain?!" Pekik seseorang tiba tiba.


**Bersambung...


...----------------...


Bagaimana episode kali ini? Makin seru gak???


Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2