Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Awas... Entar Jodoh loohhh


__ADS_3

Skip esok hari...


Kini di kediaman Olive, terlihat dia bersama dengan kedua kakaknya sedang sarapan bersama di meja makan. Hanya ada hening terjadi karena mereka semua fokus dengan makanannya.


"Bang, kak, Aku berangkat sekarang yah." Pamit Olive setelah menghabiskan makanannya


"Iya, kamu hati hati, jangan kebut kebutan di jalan." Ujar Shifa lembut


"Gak janji kak." Balas Olive santai


"Kamu ini, selalu saja begitu." Cetus Genta


"Hehee... Udah ah, aku mau berangkat dulu." Ucap Olive cengengesan sembari berdiri dari duduknya dan juga menggendong tasnya


Kemudian dia berjalan menghampiri Shifa, lalu mencium pipi kanan kirinya, setelah itu dia menuju Genta dan melakukan hal yang sama.


"Assalamu'alaikum..." Ucap Olive kemudian melangkahkan kakinya untuk segera pergi


"Wa'alaikumsalam..." Balas mereka berdua


"Yaahhh, kok udah mau berangkat aja sih? Aku kan baru dateng." Kesal seseorang yang tiba tiba saja datang kesana, seketika Olive pun menghentikan langkahnya


"Emang kenapa? Pasti mau numpang makan nih." Tebak Olive menunjuk orang itu yang tak lain adalah Via bersama dengan Yuki tentunya


"Hehee... Tau aja kamu." Balas Via cengengesan


"Makanan aja di pikiran kamu, perasaan tadi kamu udah sarapan deh." Celetuk Yuki


"Kan belum double hehee..." Balas Via dengan santainya


"Kalau mau lagi ya gak papa, gabung aja sini." Ujar Shifa tiba tiba karena memang mereka berada tak jauh dari meja makan


"Beneran boleh?" Tanya Via tersenyum senang


"Siapa yang melarang?" Balik tanya Shifa


"Eiitttss.... Kalo kamu makan lagi, kita tinggal. Ini udah siang tahu." Ancam Yuki sembari mencekal tangan Via saat dia hendak melangkah ke meja makan


"Dikiiiittt aja, boleh yaahh..." Ucap Via memasang wajah puppy eyesnya


"Gak boleh." Larang keras Yuki


"Yaahhhh, pleaseeee..." Pinta Via terus menerus


"Gak."


"Udah, biarin aja. Daripada nanti dia pingsan di sekolahan. Emang kamu mau gotong dia, aku sih enggak yah." Kini Olive yang angkat bicara karena tak tega melihat sahabatnya terus memohon


"Huufftttt... Sepuluh menit." Seru Yuki kemudian melepaskan cekalannya


"Thank you Yuki sayang." Ucap Via tersenyum senang sembari mencubit kedua pipi Yuki


"Ishhhh... Sakit tau." Kesal Yuki tapi tak di hiraukan Via karena dia langsung berjalan ke arah meja makan untuk makan lagi dan diikuti oleh kedua sahabatnya


"Kamu gak makan juga Yuk? Makan aja, lagian ini masih banyak kok." Tawar Shifa melihat Yuki yang hanya duduk disana


"Emang boleh kak?" Tanya Yuki


"Boleh dong."


Tanpa menunggu lama lagi, Yuki langsung mengambil piring di meja makan itu kemudian mengambil makanannya. Setelah itu, dia pun mulai menyendokkan makanannya kedalam mulutnya dengan begitu lahap dan membuat mereka semua molongo tak percaya, terutama Via sendiri.


"Tadi aja ngelarang aku buat makan, sekarang malah dia sendiri makannya paling lahap." Celetuk Via, sedangkan yang lain hanya terkekeh saja


"Biarin, yang penting perut aku kenyang." Balas Yuki dengan entengnya


"Kalian makannya banyak banget, awas nanti gendut loh." Seru Olive yang kini juga duduk kembali tapi kali ini dia hanya memainkan ponselnya


"Enggak lah, karna apa?" Seru Via berhenti berucap sejenak

__ADS_1


"Kita makan banyak, body tetep goals dong." Lanjutnya dengan mengucapkannya bersama Yuki


"Kalian ada-ada saja." Ucap Genta terkekeh


Tak lama kemudian mereka semua selesai dengan makanannya. Genta yang berpamitan untuk berangkat ke kantor sedangkan Olive dkk berangkat ke sekolahannya.


Skip sampai sekolah....


Brrmm... Brrmm... Brrmm....


Suara mesin yang dihasilkan oleh tiga buah mobil sport terdengar begitu riuh hingga membuat semua siswa disana menatap ke arahnya. Setelah mobil terparkir, keluarlah tiga gadis berparas cantik bak dewi yunani, siapa lagi mereka jika bukan Olive dkk tentunya.


Seperti biasanya mereka selalu memakai kacamata hitam dan rambut yang selalu di biarkan tergerai. Tapi kali ini ada yang berbeda, karena biasanya mereka akan memasang senyum termanisnya sedangkan ini hanya memasang wajah datar dan dinginnya saja, terutama Olive yang tentunya paling dingin diantara kedua sahabatnya.


"Uuuhhh.... Makin cantik plus kece deh mereka."


"Lama gak liat tiga bidadari sekolah, abang kangen tau."


"Aura yang mereka pancarkan sedikit berbeda dari biasanya."


"Mereka terlihat dingin dan cuek."


"Meski dingin, tapi itu tidak membuat kecantikan mereka luntur."


Begitulah sekiranya bisikan para siswa yang saat melihat Olive dkk. Tapi Olive dkk yang mendengar pujian tersebut hanya memasang wajah dingin dan datarnya saja, padahal biasanya mereka akan terlihat sedikit tersenyum, tapi sekarang sama sekali tidak.


Mereka bertiga terus berjalan tanpa menghiraukan celotehan para siswa disana. Tak butuh waktu lama, merekapun akhirnya sampai di kelas mereka dan ternyata disana sudah ada beberapa siswa yang memang berangkat pagi.


"Hallo sayang... Aku kangen banget tahu sama kamu." Ucap Elvan yang tiba tiba menghampiri Olive dkk yang kini sudah duduk dibangkunya dan dia duduk di depan bangku Olive


"..........." Tak ada jawaban dari Olive, malahan dia memasang earphone untuk mendengarkan musik karena menurutnya, mau di tegur kayak gimanapun tetap saja Elvan akan mengganggunya


"Sayang, kok kamu diem aja sih? Aku tahu kamu masih sedih, tapi aku disini akan selalu ada untuk kamu." Ujar Elvan selembut mungkin


"..........." Masih tak ada respon dari Olive


"Say-...."


"Enggak, lagian aku lagi ngomong sama Olive, napa kamu yang sewot." Cetus Elvan


"Karna kamu ganggu banget. Aku kan lagi baca novel, tapi gara gara kamu konsentrasi aku buyar tau gak." Seru Yuki karena memang dia sedang membaca buku novel


Olive yang merasa bosan akhirnya menelusungkan kepalanya di tangan yang berada di atas meja untuk tidur, sedangkan Via hanya sibuk dengan ponselnya karena dia duduk di belakang Olive.


"Yaelah, Baca novel aja pake konsentrasi segala. Emang buku pelajaran apa?!" Balas Elvan ketus


"Ya harus konsentrasi lah, biar ngerti alur ceritanya jadi kita bisa ikut terbawa suasana dalam novelnya."


"Yang ada nanti baperan lagi. Kalau ceritanya sedih ikut mewek, kalo seneng malah kegirangan dan kalau lagi greget bisa marah-marah gak jelas, udah kayak setan kesambet setan."


"Heh, mana ada setan kesambet setan. Tapi kalo kamu mungkin bisa, karna kamu kan juga setan." Ejek Yuki


"Enak aja kamu bilang, orang ganteng gini di katain setan. Asal kamu tahu yah, ketampanan aku ini udah diakui setiap penjuru dunia bahkan alam semesta sekalipun." Ujar Elvan menyombongkan dirinya sembari menaik turunkan alisnya


"Iiuuhhhh... Khuwwee... Ganteng kalo diliat pake sedotan dari atas menara eiffel." Cetus Yuki berekspresi ingin muntah


"Kalian berdua bisa diem gak? Ganggu orang tidur aja." Kesal Olive tiba tiba karena merasa terganggu dengan perdebatan mereka berdua kemudian dia kembali melanjutkan tidurnya


"Dia tuh yang mulai. Dasar playboy cap kutil badak." Tuduh Yuki kepada Elvan


"Yeee... Bukan kutil badak. Tapi...."


"Tapi apa?" Tanya Yuki memotong ucapan Elvan


"Tapi Playboy sejati, hahaha...." Jawab Elvan tertawa lepas membuat Yuki mendengus kesal


"Ribut teruuusss... Awas, entar jodoh loh." Celetuk Via tiba tiba tapi masih fokus pada ponselnya yang seketika membuat Yuki dan Elvan saling pandang


"Idiiihhh... Ogah." Ucap keduanya bersamaan sembari menggidikkan bahunya dan itu membuat Via terkekeh geli

__ADS_1


"Amit amit, kalau sampai aku sama dia." Tukas Yuki sembari mengetuk-ngetuk mejanya pelan


"Kamu pikir aku mau. Iihhh... Sorry yah, kamu tuh bukan seleraku. Udah cerewet, bawel, ngeselin, hidup lagi." Seru Elvan


"Eh... Maksud kamu, kamu nyumpahin aku mati gitu? Denger yah, Kalaupun hanya ada satu cowok yang tersisa di dunia ini dan itu adalah kamu. Lebih baik aku menjomblo seumur hidup daripada harus sama kamu, ngerti?!" Ketus Yuki


Seketika mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain seakan siap menerkam mangsa dihadapannya dan itu berlangsung cukup lama.


"Huuffttt...." Secara bersamaan keduanya sama-sama menghembuskan nafasnya kasar sembari memalingkan wajah untuk tidak menatap satu sama lain.


"Males aku lama lama disini." Tukas Elvan sembari berdiri dari duduknya


"Dari tadi kek perginya." Ketus Yuki


Kemudian Elvan pun berjalan ke tempat duduknya, sedangkan Yuki kembali membaca buku novelnya. Tapi meski begitu, keduanya sama-sama saling menyumpah serapahi satu sama lain karena masih kesal dengan kejadian tadi.


"Assalamu'alaikum wr.wb... Selamat pagi anak anak." Sapa seseorang tiba tiba memasuki ruang kelas tersebut


"Wa'alaukumsalam wr. wb." Balas mereka yang disana


"Tumben pak kepsek ke kelas ini." Batin semua siswa karena memang yang barusan masuk adalah bapak kepala sekolah, panggil saja dia Pak Yanto


"Itu siapa yang di belakang? Kenapa tidur?" Tanya pak Yanto ketika melihat Olive yang masih senantiasa tertidur


"Liv, bangun. Ada pak botak tuh." Ucap Yuki pelan sembari menyenggol lengan Olive


"Ihh.. Apaan sih." Kesal Olive


"Itu..." Tunjuk Yuki kedepan menggunakan dagunya seketika Olive pun menatap ke arah yang di tunjuk Yuki


"Kenapa kamu tidur?" Tanya sang guru datar


"Ngantuk pak." Balas Olive santai sembari melepas earphonenya


"Hahahaa...." Tawa seisi kelas mendengar jawaban Olive yang tanpa muka berdosanya


"Sudah, sekarang semuanya perhatikan kedepan." Tegas guru tersebut membuat tawa muridnya berhenti


"Hari ini pelajaran kalian olahraga bukan?" Tanya pak Yanto


"Iya pak."


"Sekarang yang akan mengajar pelajaran olahraga di kelas ini adalah guru yang baru." Ujar pak Yanto membuat semua siswa penasaran


"Wahhh... Guru baru? Cowok apa cewek nih?"


"Moga aja cowok, tapi harus tampan plus belum nikah."


"Kalo ganteng nanti aku gebet gak papa lah yah."


"Pasti makin semangat olahraganya kalau gurunya tampan."


"Kalo gurunya cewek, gak papa deh. Yang penting jangan galak."


Begitulah sekiranya pikiran dari semua siswa disana sembari membayangkan siapa yang akan menjadi guru barunya, sedangkan Olive dkk sepertinya enggan untuk memikirkan semua itu.


"Silahkan masuk pak." Titah pak Yanto


Tak lama kemudian masuklah seseorang kedalam ruangan tersebut, seketika semua murid disana menatapnya dengan tatapan penuh arti.


Pria itu memakai baju olahraga, berjalan dengan sedikit tegap sembari menenteng sebuah bola, memiliki kumis yang cukup tebal, ada tompel bagian pipi kanannya, rambut yang disisir sangat rapi, namun dia tidak memakai kacamata. Siapakah dia???


Bersambung...


...----------------...


Bagaimana episode kali ini? Semakin menarik gak?


Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**


__ADS_2