
Keesokan harinya...
Kini di ruang makan yang berada di markas Phoenix Devil, terlihat Olive dkk, Cakra dan Gerry sedang sarapan bersama karena memang Olive dkk memutuskan untuk menginap disana daripada kena omel akibat pulang malam, Pikir Olive dkk
"Bang, apa kalian sudah menemukan mansion yang aku minta?" Tanya Olive tiba tiba
"Sudah. Lokasinya juga jauh dari keramaian, dan pastinya tidak banyak orang yang mengetahui tempat itu." Balas Gerry
"Hmm.. Bagus. Kalo gitu, nanti pindahkan sebagian mafioso ke mansion itu. Nanti jika ada penyerangan lagi, maka kita akan menghubungi mereka." Titah Olive
"Kenapa beli mansion?" Tanya Yuki tiba tiba karena ia tidak tahu rencana Olive sebenarnya
"Untuk nambah markas aja. Lagian ga mungkin kan kalo semua mafioso disini semua. Mungkin emang ruang bawah tanah ini sangat luas, tapi tetep aja kita harus punya markas lain, bukan?" Balas Olive dengan santainya
"Iya juga sih." Ucap Via menyetujui ucapan Olive
"Tapi nanti tetap ini markas utamanya." Seru Olive dan mendapat anggukan setuju dari yang lainnya. Kemudian mereka semua pun melanjutkan makannya yang tadi sempat tertunda.
Disela sela makannya, Tiba tiba saja Gerry menyenggol lengan Cakra. Sontak Cakra pun melihat ke arahnya dan mendapati Gerry sedang memberikan isyarat tertentu dengan sesekali melirik Olive yang fokus pada makanannya.
Cakra yang tahu maksud Gerry hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja, dan dia juga seperti memberi isyarat pada Gerry yang mungkin artinya adalah 'Kau saja'.
"Kenapa? Kalo mau ngomong, ngomong aja kali." Celetuk Olive tiba tiba, karena dia menyadari gelagat kedua abang angkatnya yang cukup aneh.
Seketika Olive dkk menatap Gerry dan Cakra dengan tatapan penuh tanda tanya, mereka semua juga sudah selesai aktifitas makannya.
"Ah.. Emm.. Rupanya kamu menyadarinya." Cetus Gerry sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"Kenapa?" Tanya Olive lagi, sedangkan Yuki dan Via hanya menyimak saja
"I-itu Liv, Eee.. itu, apa... " Ucap Cakra terbata
"Haiishhh... Itu apa sih? Dari tadi gak jelas banget ngomongnya." Kesal Via
"Bang, ada apa?" Tanya Olive lagi semakin penasaran, seketika Cakra mengambil nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya dia pun mulai membuka suaranya untuk menjelaskan semuanya
"Gini, semalam kan kita udah berhasil menemukan donor ginjal untuk gadis kecil yang kemarin disekap sama Dragon Fire." Ucap Cakra mulai berterus terang
"Iya, terus?" Tanya Olive lagi dan lagi
"Nah, harusnya kan hari ini dia operasi transplantasi ginjal, tapi operasinya mendadak dibatalkan sama pihak rumah sakit." Ujar Cakra sangat hati-hati
"Apa?! Kenapa dibatalkan? Bukankah semuanya udah beres? Bahkan jadwal operasinya sudah di tetapkan sejak semalam. Apa yang sebenarnya terjadi?" Seru Olive sangat terkejut
"Tenang dulu Liv, pasti ada sesuatu yang membuat operasinya dibatalkan." Kini Yuki angkat bicara untuk menenangkan suasana yang mulai tegang
__ADS_1
"Apa kalian berdua tau, kenapa tiba-tiba operasinya dibatalkan?" Tanya Via
"Ini ulah seseorang yang tiba tiba saja mengambil alih donor ginjal milik gadis kecil itu." Balas Gerry
"Jadi maksudnya dia mencurinya, begitu?" Tanya Olive memastikannya
"Benar. Dia melakukan itu untuk putrinya yang kini juga membutuhkan donor ginjal." Ujar Gerry
"Tapi tetep gak bisa gitu dong. Ginjal ini untuk gadis kecil yang semalam, semua biaya administrasi juga sudah diselesaikan dan sekarang tinggal menunggu waktu untuk operasi." Kesal Olive
"Orang itu menyogok pihak rumah sakit dengan membayar tiga kali lipatnya, dan naasnya pihak rumah sakit menerima uang suap itu. Apalagi dia merupakan seorang pengusaha, yang tentunya membuat pihak rumah sakit hanya bisa diam menurutinya saja. Karena jika tidak, maka pekerjaan merekalah yang akan jadi taruhannya." Ujar Cakra menjelaskan
"Ck... Caranya sangat kotor. Ingin menyembuhkan anaknya, tapi dengan cara picik seperti ini. Memalukan." Kecam Olive
"Jadi apa yang harus kita lakukan? Apa kita rebut paksa semuanya?" Tanya Via menatap Olive intens
"Gak. Hmm... Aku punya ide lain yang mungkin lebih berkesan daripada merebutnya secara paksa." Jawab Olive tersenyum penuh arti
"Apa?" Tanya semuanya
"Begini....." Ujar Olive mulai menjelaskan rencananya.
Siang harinya...
Di sebuah rumah sakit yang sangat besar, terlihat dua buah mobil sport keluaran terbaru sedang memasuki parkiran rumah sakit.
"Hmm... Bersiaplah menuju kehancuranmu." Ucap Olive dingin dan pelan saat mereka semua sudah berkumpul menjadi satu dan tentunya Olive lah yang berada di tengah
"Ayo." Ajak Olive dan diangguki lainnya
Setelah mengatakan itu, Mereka semua mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah sakit. Jadi urutannya adalah paling depan Olive dkk, sedangkan dibelakang mereka ada Cakra, Gerry dan dua mafioso PD.
Saat ini Olive dkk memakai pakaian formal, bahkan mereka memakai jaz, kacamata hitam, rambut dibiarkan tergerai. Mereka semua juga memancarkan aura yang sangat dingin, kuat, terlihat begitu bijaksana dan tentunya terkesan sangat berwibawa. Penampilan mereka sungguh berbeda dari biasanya, karena jika hari biasa mereka akan terlihat anak sekolahan, tapi kali ini mereka seperti seorang pengusaha muda. Untuk Cakra, Gerry dan dua mafioso PD saat ini memakai pakaian serba hitam layaknya bodyguard, dan mereka juga membawa masing-masing satu koper yang cukup besar.
"Waahh... Siapa mereka?"
"Cantik sekali wanita yang ditengah itu."
"Dingin tapi terlihat mempesona."
"Pasti holkay nih."
"Coba aja dia mau di jodohkan dengan anakku."
Begitulah sekiranya pujian para pengunjung dan petugas rumah sakit saat melihat Olive dkk melintas dihadapannya. Sedangkan yang dipuji hanya bersikap acuh dan malah memasang wajah datar nan dinginnya saja.
__ADS_1
Di tempat lain...
"Jadi semuanya sudah beres?" Tanya seorang pria pada dokter dihadapannya.
Posisi mereka berdua saat ini sedang duduk didalam sebuah ruangan yang berada di rumah sakit.
"Sudah, sekarang tuan tinggal menandatangani surat-surat ini. Nanti setelah itu kita akan segera melakukan tindakan operasi transplantasi ginjal untuk putri tuan." Titah dokter itu sembari menyodorkan beberapa berkas
"Hmm... Gak sia sia aku menyuap mereka untuk menyerahkan ginjal tersebut pada putriku. Biarlah, gadis kecil itu tak selamat, yang terpenting adalah keselamatan putri kandungku sendiri, hahah..." Batin pria itu menyerangai jahat
"Silahkan tuan." Titah dokternya lagi
"Hmm.. Baiklah." Balas pria itu hendak menandatangani berkas tersebut
Ceklek
"HENTIKAN." Seru seseorang tiba tiba masuk ke dalam ruangan itu
Dia tak lain adalah Olive beserta yang lainnya, dan yang membuka pintunya itu Cakra. Sebenarnya ingin sekali dia mendobraknya, tapi ini kan rumah sakit, jadi tidak mungkin bertindak kasar seperti itu bukan?
"Siapa kalian?" Tanya pria itu setelah berdiri dan menghadap Olive dkk begitupun dengan sang dokter
"Hentikan kecurangan ini, atau saya sendiri yang akan menghentikannya." Ancam Olive tanpa mempedulikan pertanyaan pria itu
"A-apa maksud nyonya?" Tanya Dokter itu terbata
"Nona, bukan Nyonya." Tegas Gerry sangat dingin
"B-Baik. Apa maksud Nona? K-Kecurangan apa?" Tanya dokter sangat gugup karena takut dengan aura yang mereka pancarkan
"Hmm... Bisa saya duduk? Saya sangat lelah." Pinta Olive sekedar basa basi
"Silahkan nona." Balas dokter itu mencoba sesantai mungkin, meski dalam hatinya sangatlah ketakutan
Akhirnya Olive dkk, dokter dan pria itu duduk disana, sedangkan untuk Cakra, Gerry dan dua mafiosonya hanya berdiri saja. Dokter dan pria tersebut terus menatap Olive dkk dengan tatapan penuh tanda tanya, sedangkan yang ditatap malah memasang senyuman penuh arti.
"Siapa mereka sebenarnya?" Batin pria itu
"Hei pak tua, tamatlah riwayatmu karna sudah membangunkan iblis cantik namun berhati malaikat. Ya mungkin malaikat pencabut nyawa, hehee..." Batin Via menyeringai
"Kau pikir bisa mengambil hak orang lain dengan mudah. Heh... Jangan ngimpi!! Kau akan segera menanggung akibatnya pak tua." Batin Yuki yang juga tersenyum devil.
**Bersambung...
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan beri Like dan Komentarnya yaa...
Salam manis dari author**...