Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Terkuak


__ADS_3

Skip esok hari...


Setelah menginap semalaman di markas, Kini Olive dkk memutuskan untuk pulang ke mansion masing-masing.


Di kediaman keluarga Olive...


"Sepi banget ni mansion, kek kuburan." Gumam Olive sembari memasuki mansion


"Udah pulang kamu Liv." Seru seseorang menghampiri Olive saat dia hendak melewati ruang santai keluarga


"Eh, kak Shifa. Aku kira kakak lagi keluar, habisnya dari luar keliatan sepi banget." Cetus Olive


"Tadi habis dari taman belakang aja, begitu kakak masuk ternyata ada kamu." Balas Shifa sembari berjalan untuk duduk di sofa dan di ikuti Olive


"Oh.. Bang Genta mana?" Tanya Olive


"Baru aja berangkat kerja, emang tadi kamu ga liat mobil mas Genta keluar?" Balas Shifa yang kini sudah duduk, sedangkan Olive masih berdiri


"Enggak, mungkin emang ga berpaspasan aja kali yah." Jawab Olive


"Euummm... Yaudah kak, aku ke kamar dulu." Izin Olive dan mendapat anggukan dari Shifa


Di kamar Olive


Kini Olive sedang mengotak atik laptopnya dengan duduk di atas kasur king size miliknya.


"Hmm... Sepertinya target aku selanjutnya akan lebih berbahaya dari yang kemarin-kemarin." Gumamnya


"Mafia White Snake, mafia kedua. Heeh... Kalian tunggulah, sang Dewi kematian akan segera berkunjung dan memberikan hadiah paling istimewa buat kalian. Yaitu memberi kalian jalan menuju Neraka." Ucapnya tersenyum smirk yang sangat menakutkan


Olive menatap sebuah foto keluarga yang berada di atas meja belajarnya. Diapun tersenyum, lalu dia beranjak dan berjalan menuju foto tersebut. Olive mengambil foto itu kemudian memandanginya dengan tatapan yang sangat dalam, namun tatapan tersebut tersirat sebuah kesedihan.


"Mom, Dad... Sebentar lagi semuanya selesai. Setelah White Snake, nanti giliran mereka, mereka yang sudah memisahkan kita tanpa belas kasih sedikitpun. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup bebas merasakan kebahagiaan, mereka harus merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Ucapnya dengan sorot mata penuh kebencian


"The Scorpion King, bersenang senanglah kalian sepuasnya karna sebentar lagi kesenangan itu hanya ada dalam kenangan saja dan menjadi angan belaka." Lanjutnya yang kini mengeluarkan aura yang sangat kuat


"Mr. X... Aku yakin, kau adalah dalang utama dibalik insiden ledakan itu. Aku akan segera menemukanmu, bahkan sampai ujung dunia atau alam baka sekalipun, pasti kau akan ku temukan. Dan ku pastikan, bahwa akulah yang akan menghabisimu dengan tanganku sendiri." Ucapnya mengepalkan satu tangannya sangat kuat


"Phoenix, satu kata yang ku ambil dengan arti kebangkitan, karna memang akulah iblis yang kalian bangkitkan. Phoenix Devil, kebangkitan iblis. Tunggulah kehancuran kalian, karna aku sang Queen Phoenix ini akan segera memulai permainannya. Let's start the game." Tambahnya lagi dengan seringaian iblis yang sangat menakutkan


Olive meletakkan foto itu, kemudian dia berbalik untuk kembali ke kasurnya. Tapi saat berbalik, ia malah di buat terkejut bukan main saat mendapati seseorang yang sangat ia kenal sedang berdiri di ambang pintu sembari menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Deg


"K-Kak Shifa." Pekiknya pelan


Ya, orang itu adalah Shifa. Tujuan dia kesana ingin menemui Olive untuk mengajaknya shopping, tapi saat masuk ia malah di kejutkan karena mendengar semua ucapan Olive yang semuanya tentang mafia. Dia bisa langsung masuk, karena sepertinya Olive lupa tidak mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu.


"S-sejak kapan kakak disitu?" Tanya Olive terbata


"........." Tak ada jawaban dari Shifa, malah dia menghampiri Olive dengan terus menatapnya penuh arti

__ADS_1


"Apa kak Shifa mendengar semuanya?" Batin Olive was was


"Kak, K-Kakak mau ap-..."


"Bisa kamu jelaskan, A-apa maksud ucapan kamu tadi?" Balik tanya Shifa sedikit terbata sangkin terkejutnya dengan memotong ucapan Olive


"M-maksud kakak apa? A-aku..."


"Jangan mengelak. Kakak sudah mendengar semuanya, kamu ga bisa bohong lagi sama kakak." Seru Shifa


"Apa semuanya harus terbongkar sekarang? Aku belum siap menghadapi mereka jika nantinya akan membenciku" Batin Olive


"........" Tak terdengar jawaban dari Olive, dan dia hanya bisa menunduk merasa takut dan bersalah


"Liv, K-kamu Queen Phoenix?" Tanya Shifa dengan nada tak percayanya


"........" Masih tak ada jawaban


"Jawab Liv, jawab pertanyaan kakak. Apa kamu itu-..." Tanya Shifa meninggikan suaranya sembari memegang kedua bahu Olive dan mengguncangnya sedikit keras


"Iya kak, Iya. Aku Queen Phoenix." Seru Olive menatap Shifa dengan memotong ucapannya


Jedaarr


"Haa?!!!" Pekik Shifa menutup mulutnya tak percaya


Bagai tersambar petir di siang bolong, Shifa sangat terkejut saat mengetahui adik ipar satu satunya ternyata adalah seorang Queen mafia yang terkenal akan kekejamannya dan kesadisannya dalam melawan musuh.


"Liv, K-kamu..." Ucap Shifa pelan, bahkan sepertinya dia tidak bisa berkata kata lagi, kini dia juga mulai menitikkan air matanya


"Maaf kak, A-aku sudah mengecewakan kakak dan bang Genta. Aku tau aku salah, aku minta maaf kak Hiks..." Ucap Olive yang tanpa terasa ada bulir bening yang mulai mengalir di pipi mulusnya


"K-Kenapa kamu lakuin itu Liv? Kenapa? Hiks... K-kamu tau kan kalo dunia bawah itu bahaya. Sekali masuk itu ga akan bisa keluar, dan taruhannya itu nyawa kamu Liv, nyawa kamu." Isak Shifa yang tak mengerti jalan pikiran adik iparnya itu


"Maafin aku kak, Hiks... Aku terpaksa lakuin ini, aku ingin membalaskan dendam atas kematian mommy sama daddy." Balas Olive semakin terisak


"Tapi kenapa harus jadi mafia Liv? Kamu bisa kan serahkan semuanya pada pihak berwajib, mereka bisa mengatasinya. Kamu ga perlu turun tangan langsung."


"Enggak kak, aku ga bisa mengandalkan mereka semua. Pelakunya itu bukanlah orang biasa, mereka mafia kak. Mafia The Scorpion King." Seru Olive dengan air mata yang mengalir deras


"M-mafia? K-kamu tau darimana, kalo pelakunya itu mafia? Bahkan kakak sama mas Genta tidak mengetahui semua ini." Tanya Shifa


"Aku mengetahuinya dari orang yang sekarang menjadi tangan kanan di mafiaku. Mereka itu orang yang kakak temui di pemakaman mommy sama Daddy." Jelas Olive


Seketika Shifa mencoba mengingat siapa orang yang dia temui di pemakaman kedua mertuanya.


"Maksud kamu dua pria yang waktu itu menanyakan alamat?" Tanya Shifa memastikannya


"Iya kak. Mereka yang memberitahu aku semuanya."


"J-jadi dari dulu kamu udah berteman sama mafia? Dan sekarang kamu sudah bergabung dengan mereka, bahkan jadi ketua mereka? Iya Liv?" Tanya Shifa masih terus berusaha mencerna semua kenyataan ini

__ADS_1


Olive hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja, dan jangan lupakan air mata yang masih mengalir di pipi mulusnya.


"Astaga Liv, sebenarnya apa yang ada di pikiran kamu sih? Kakak tau, kamu memang belum sepenuhnya merelakan mommy sama Daddy, tapi kenapa harus seperti ini Liv? Kenapa?" Seru Shifa


"........." Olive hanya bisa menunduk penuh rasa bersalah


"Liv... Mafia tuh kejam, mereka terkenal akan jiwa pshycopatnya. Kakak gak mau kalo kamu sampai terjerumus kedalam sana, masa depan kamu masih panjang Liv, jangan sia siakan masa depan kamu." Ucap Shifa dengan air mata terus mengalir


"Aku tau aku salah, Hiks... Maafin aku kak, maaf..." Isak Olive sembari memegang kedua tangan Shifa


"Kamu harus berhenti." Seru Shifa membuat Olive melepaskan genggamannya


"Enggak kak, aku gak bisa." Balas Olive


"Kenapa gak bisa?"


"Aku harus menyelesaikan semuanya, aku harus membalaskan dendam mommy sama daddy. Lagipula, semuanya sudah terlambat. Aku sudah terlanjur masuk ke dunia bawah, dan aku ga akan bisa keluar lagi." Lanjutnya


"Enggak Liv, yang kamu lakukan itu tetap salah. Mas Genta harus tau semua ini." Ucap Shifa membuat Olive menatapnya tak percaya


"Kak, please kak jangan. Bang Genta ga boleh tau tentang ini, aku ga mau bang Genta marah sama aku." Pinta Olive


"Tapi Liv..."


"Kak, aku mohon." Pinta Olive berjongkok di hadapan Shifa sembari memegangi tangan kanan Shifa


"Apa yang kamu lakukan Liv? Kamu berdiri sekarang."


"Enggak, aku ga akan berdiri sampai kakak janji sama aku, kalo kakak ga akan kasih tau semuanya sama bang Genta." Kekeh Olive menatap manik mata Shifa lekat


"Liv..."


"Kak, Aku janji, kalo sudah waktunya aku sendiri yang akan jujur sama bang Genta. Aku janji kak." Lanjutnya terus memohon


Tiba tiba saja, Shifa merasakan sakit di kepalanya dan ia terus memegangi kepalanya dengan satu tangannya.


"Akh..." Rintih Shifa


"Kak, kakak kenapa?" Tanya Olive cemas


Bruk


Tanpa di duga, Shifa langsung terjatuh tak sadarkan diri. Hal itu tentu membuat Olive langsung panik bukan main.


"Kak, kak Shifa... Kak, Bangun kak..." Seru Olive menepuk pelan pipi Shifa agar tersadar dari pingsannya.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE yaaaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2