Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
PHOENIX DEVIL dan Peraturan Baru


__ADS_3

Selang beberapa menit kemudian, kini semua anggota mafia Dracula Blood sudah berkumpul menjadi satu di tempat yang sudah di persiapkan karena memang disana tempatnya sangatlah luas, meski berada di bawah tanah sekalipun.


Mereka semua berkumpul atas perintah dari Cakra dan Gerry untuk memperkenalkan Olive sebagai Queen baru mereka. Kini Cakra dan Gerry juga sudah berdiri tepat di hadapan semua anggota yang jumlahnya sangat banyak.


"Semuanya dengar. Tujuan kami mengumpulkan kalian semua disini karna ada yang ingin kami sampaikan." Ucap Cakra dengan lantang agar bisa di dengar oleh semua anggotanya karena memang dia tidak menggunakan mic sebagai pengeras suaranya


Sebenarnya bisa saja mereka menggunakan mic, tapi itu tidak mereka lakukan karena hal tersebut bertujuan untuk melatih semua anggotanya agar memiliki pendengaran yang tajam.


"Seperti yang sudah kalian ketahui jika King Jackson sudah tewas dan saat ini kedudukan ketua dalam mafia kita sedang kosong, jadi kita akan memperkenalkan kepada kalian semua tentang siapa yang akan menjadi ketua baru kita." Lanjut Cakra dengan nada datarnya yang seketika membuat para mafioso saling pandang dengan tatapan penuh tanda tanya


"Queen, silahkan masuk." Seru Gerry mempersilahkan


Semua mafioso awalnya tidak melihat apa apa, namun tak lama kemudian mereka melihat tiga gadis cantik berjalan dari arah pintu di paling samping dengan langkah yang sejajar, memancarkan aura yang sangat kuat dan dingin tentunya.


"Waaww... Cantik."


"Bukankah mereka gadis yang waktu itu?"


"Auranya sangat kuat."


"Meski perempuan, tapi terlihat sangat kuat."


"Sorot matanya begitu tajam, bagaikan pisau."


Begitulah sekiranya isi dari pikiran para mafioso disana memuji Olive dkk. Mereka ada yang mengenal Olive dkk dan ada juga yang belum pernah melihatnya, tapi meski belum melihat kemampuan Olive dkk secara langsung, mereka semua sudah mengetahui kehebatan Olive dkk melalui teman sesama mafiosonya.


"Mungkin diantara kalian masih ada yang mengingat siapa mereka. Ya, mereka adalah orang yang sudah berhasil mengalahkan King Jackson beberapa waktu lalu." Seru Gerry saat Olive dkk sudah berdiri disampingnya dengan menghadap para mafioso


"Katakan, jika ada yang keberatan dengan keputusan ini." Seru Cakra meminta pendapat para mafioso


"Tidak tuan, kami percaya sepenuhnya dengan keputusan ini. Apalagi kami tahu kehebatan mereka." Balas salah satu mafioso paling depan


"Saya pribadi belum pernah melihat kemampuan mereka secara langsung, tapi saat saya tahu jika mereka bisa mengalahkan King dengan mudahnya maka saya percaya jika mereka jauh lebih hebat dari king." Timpal mafioso 2


"Walaupun mereka perempuan, tapi kami yakin jika mereka bisa menjadi pemimpin kami." Timpal mafioso 3


"Kami sama sekali tidak akan menentang keputusan ini, benarkan?" Timpal mafioso 4 sembari menanyakan pendapat temannya


"Benar." Balas semua mafioso serempak


"Bagus. Keputusan yang sangat tepat." Ucap Gerry tersenyum senang


"Queen, silahkan." Lanjut Gerry menatap Olive


"Hmm..." Hanya deheman sebagai balasan dari Olive, kemudian dia maju satu langkah dari tempatnya


"Selamat siang semuanya. Saya pribadi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan kalian kepada saya, dan saya berjanji akan berusaha menjadi pemimpin yang baik buat kalian." Seru Olive mulai membuka suaranya dengan kedua tangan mengikat dibagian belakang tubuhnya


"Ya Tuhan.... Gak di sekolah gak disini, haruskah ada yang namanya pidato?" Batin Via mengeluh gak jelas


"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya ialah Olive, disamping kanan saya Yuki dan sebelah kiri saya adalah Via. Mereka akan menjadi tangan kanan saya begitupun dengan Cakra dan Gerry." Lanjut Olive dingin dan datar tentunya


"Dalam kepemimpinan saya, saya akan memberikan peraturan terbaru. Peraturan yang saya berikan akan berbeda, bahkan sangat berbeda dari mafia lain. Jika ada yang keberatan, silahkan mengatakannya secara langsung. Jangan takut, karna saya akan mendengarkan keluhan kalian dengan baik." Ucap Olive membuat mereka semua saling pandang satu sama lain karena tak mengerti peraturan baru apa yang akan Olive berikan. Bahkan Yuki, Via, Cakra dan Gerry juga tidak tahu mengenai peraturan ini.


"Pertama, Untuk nama mafia ini yang asalnya adalah Dracula Blood akan saya ubah menjadi Phoenix Devil. Phoenix sendiri melambangkan Pembaharuan serta kebangkitan dan juga mengartikan manusia yang luar biasa. Saya sengaja mengubah namanya karena saya ingin membuat perubahan disini. Apa bisa di terima?" Ujar Olive dengan lantangnya

__ADS_1


"Bisa Queen." Balas mafioso serempak tanpa keraguan sedikitpun


"Kedua, banyak orang tahu jika mafia adalah seorang penjahat, maka saya akan mengubah pendapat tersebut. Saya ingin kalian hanya menerima misi untuk kebaikan, jangan pernah membantu yang salah." Seru Olive


"Maaf Queen, bagaimana jika kita mendapatkan misi sebagai pembunuh bayaran? Apa kita akan menolaknya secara langsung?" Tanya salah satu mafioso dengan meminta maaf terlebih dahulu


"Jika kalian mendapatkan misi sebagai pembunuh bayaran, kalian bisa tetap menerimanya dengan syarat yang kalian bantu adalah yang benar, jika ternyata Client kita sendiri yang salah, maka kalian tahu apa yang harus kalian lakukan." Balas Olive


"Lalu, bagaimana kami mendapatkan uang jika semua misi kami tolak?" Tanya mafioso yang lainnya


"Kalian bisa merampas dari mafia lain, para koruptor, perampok dan tentunya para penjahat yang lainnya. Tapi kalian juga tidak boleh menyelundupkan barang ilegal dalam bentuk apapun, mengerti?" Balas Olive


"Mengerti Queen." Jawab mereka serempak lagi


Olive sendiri tahu, jika merampas harta orang lain itu sama saja dengan dia adalah penjahat dan tentunya harta tersebut akan menjadi haram. Tapi itu ia lakukan untuk sekedar memberi pelajaran bagi para penjahat agar tidak mengulangi kesalahannya lagi. Mungkin caranya salah, tapi yang namanya mafia pasti akan sedikit melakukan kejahatan, bukan? Pikir Olive.


"Ketiga, saya ingin anggota saya bukanlah pecandu obat terlarang. Jadi jangan pernah mengkonsumsi obat obatan tersebut meski hanya sedikit saja." Penuturan Olive kali ini sukses membuat mereka semua saling pandang satu sama lain


"Tapi Queen, hampir sebagian dari mereka merupakan pecandu." Ujar Cakra yang juga cukup terkejut mendengarnya


"Kalau begitu saya akan mencarikan seorang dokter yang bisa mengatasi masalah kecanduan ini. Dan saya akan pastikan dokter tersebut tidak akan membocorkan masalah ini kepada siapapun termasuk pihak berwajib. Setelah itu, kalian harus bisa menahan diri agar tidak mengkonsumsinya lagi. Apa masih ada yang keberatan?" Balas Olive


"Tidak Queen." Jawab mereka lagi


"Oh ya, ada satu lagi peraturan yang terakhir." Ucap Olive lagi


"Ck... Banyak kali peraturannya. Tapi peraturannya sangat baik." Batin Yuki


"Saya minta kepada kalian semua tanpa terkecuali, yaitu untuk merahasiakan identitas saya beserta sahabat saya dari semua orang, termasuk para mafia lainnya. Jika ada yang bertanya maka sebut saya Queen Phoenix. Mengerti?" Lamjut Olive


"Saya juga menjadwalkan bahwa setiap hari kalian akan terus berlatih beladiri dan berlatih memakai semua senjata tanpa terkecuali dengan bergantian shift sesama anggota, karna kita akan membuat nama Phoenix Devil menjadi besar dan tentunya disegani oleh semua orang baik masyarakat biasa, mafia lain, ataupun abdi negara sekalipun." Seru Olive penuh dengan keyakinan


"Siap Queen." Balas semuanya


"Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Jika ada yang ingin di pertanyakan, maka tanyakan sekarang saja." Ujar Olive


"Tidak Queen." Jawab mereka serempak


"Baiklah. Kalian bisa membubarkan diri masing masing." Finish Olive


"Baik Queen." Balas mereka, kemudian langsung membubarkan diri masing masing meninggalkan Olive dkk, Cakra dan Gerry disana.


"Liv, Aku tidak menyangka jika kamu akan memberikan perturan seperti ini." Ujar Yuki setelah kepergian semua mafioso


"Meski aku mafia, tapi aku tetap tidak suka dengan kejahatan dan aku melakukan ini hanya untuk membantu yang benar dan tentunya membuat keadilan bagi mereka yang tertindas. Terutama masyarakat yang lemah perekonomiannya karena pasti orang yang berada akan memanfaatkan kekuasaannya untuk menindas orang yang lemah." Balas Olive dengan bijaknya


"Aku yakin dengan peraturan baru ini, akan mengubah pendapat semua tentang mafia yang asalnya buruk menjadi baik." Ucap Via


"Keputusan Queen kali ini sangat tepat. Aku sangat setuju." Seru Gerry


"Oh ya, untuk kalian berdua. Jangan panggil aku Queen jika hanya ada kita saja, karna aku tidak mau terlalu formal." Pinta Olive menatap Cakra dan Gerry


"Tapi Queen..."


"Aku tidak menerima penolakan. Dan kalian jangan pernah mengikutiku lagi, karna aku bisa jaga diri sendiri." Seru Olive memotong ucapan Cakra

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau kamu." Ujar Cakra yang akhirnya menyetujuinya


"Dan satu lagi, karna kalian usianya lebih tua dariku. Jadi aku dan sahabat aku akan memanggil kalian dengan sebutan abang karna kalian akan menjadi abang angkatku. Kalian tidak keberatan bukan?" Ujar Olive


"Apa kamu serius?" Tanya Gerry memastikan jika pendengarannya tidak salah


"Kapan aku tidak serius?" Balik tanya Olive


"Heh... Baiklah. Kalau begitu, berarti kamu adik angkat kami, benarkan?" Ucap Cakra dengan tersenyum tulus


"Hmm... Dengan senang hati." Balas Olive datar


"Jika sudah menjadi adik, berarti jangan dingin lagi dong sama abangnya sendiri." Ujar Gerry sembari merangkul Olive


"Bener banget, jangan dingin gitu dong." Timpal Cakra yang juga merangkul Olive


"Ini apa maksudnya?" Tanya Olive dingin dengan menatap tajam Gerry dan Cakra


"Ah.. E.. I-ini..." Ucap mereka berdua terbata sembari melepas rangkulannya karena takut jika Olive akan marah


"Pffftt.... Hahaha... Yaelah bang, gitu aja takut. Aku gak bakal gigit juga kali." Tawa Olive tiba tiba


"Oh, jadi kamu ngerjain kita gitu? Kita kira kamu beneran marah karna kita sok akrab dengan kamu." Ucap Cakra yang diangguki Gerry


"Hehee... Untuk apa marah? Masa gitu aja marah sih?" Balas Olive cengengesan


"Baguslah, jadi kita gak perlu terlalu formal jika sedang bersama, benarkan?" Ujar Gerry memastikannya kembali


"Yupz, benar sekali." Balas Olive tersenyum tulus


"Syukurlah, akhirnya aku bisa melihat senyuman kamu lagi Liv." Batin Yuki


"Aku senang, jika akhirnya Olive bisa melupakan masalahnya, meski hanya sementara saja." Batin Via


"Mom, dad... Aku akan berusaha mengikhlaskan semuanya, tapi aku juga akan membuat keadilan untuk kalian. Maaf, jika cara aku ini salah." Batin Olive


"Oh ya, aku ingin liat liat tempat ini. Apakah abang-abang aku ini bisa mengantarnya?" Pinta Olive tiba tiba dengan wajah puppy eyes


"Tentu bisa, apa sih yang enggak buat adik kecilku ini." Balas Gerry tersenyum manis


"Sekarang?" Tanya Cakra


"Yes." Balas Olive dengan senyum merekah


Tanpa pikir panjang lagi, mereka semua mulai melangkahkan kakinya untuk melihat lihat tempat tersebut dengan diantar Gerry dan Cakra.


Bersambung...


...----------------...


...👉 Author ucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aid'zin wal Faidzin, Mohon Maaf lahir dan batin semuanya 👈...


...🙏🙏🙏🙏🙏...


Salam manis dari author...

__ADS_1


__ADS_2