Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Siapa Mereka???


__ADS_3

Bugh..


Bugh..


Dorr..


Para tentara terlihat mulai kewalahan karena memang mereka kalah dalam jumlah, apalagi sepertinya para mafioso itu tidak memberikan celah bagi tentara untuk melakukan serangan balik. Saat Nicko sedang lengah, tiba tiba saja ada yang ingin menyerangnya dari belakang, dan...


Dorr..


Suara tembakan begitu nyaring tapi bukan mengenai Nicko, melainkan mafioso tadi. Seketika para tentara disana kebingungan dengan siapa yang menembaknya. Seketika mereka di buat cukup terkejut saat mendapati segerombolan orang yang misterius, mereka tak lain adalah Gerry dan mafioso Phoenix Devil.


Dorr..


Dorr..


Gerry dan para mafiosonya langsung menghujani mafioso Dragon Fire dan mafioso The Scorpion King dengan berbagai peluru. Hal itu membuat mereka tewas seketika, karena memang Gerry dkk menembak tepat di bagian jantungnya. Saat itu juga, pertarungan langsung berhenti dan mereka semua langsung menatap Gerry dkk dengan tatapan penuh tanda tanya. Siapa mereka? Pikir mereka semua.


"Sial. Siapa mereka?!" Umpat Ben kesal saat mendapati banyak anak buahnya yang tewas, mungkin sekitar setengahnya dan juga setengah dari mafioso The Scorpion King


"Kau mau tahu siapa kami?" Tanya Gerry dingin sembari memegang sebuah pistol begitupun dengan anak buahnya dan kini mereka berdiri beberapa langkah di hadapan Ben


"Berani sekali kalian mencampuri urusanku. Cari mati kalian hah?!" Hardik Ben


Kini disana sudah berkumpul dengan kelompok masing-masing. Mafioso Dragon Fire dengan mafioso The Scorpion King, Para tentara dengan rekan tentaranya, sedangkan Gerry dengan anggota mafianya.


"Sejujurnya kami juga tidak ingin mencampuri urusanmu. Tapi... Perbuatan kalian sangat tidak disukai oleh ketua kami. Jadi, kami akan menghentikan kalian dengan cara apapun." Seru Gerry


"Katakan. Siapa kalian sebenarnya hah?!" Tanya Ben dengan amarah yang menggebu, sedangkan tentara disana hanya menyimak saja


"Tuan, sepertinya mereka mafia seperti kita." Bisik mafioso Dragon Fire pada Ben


"Mafia?" Ucap Ben pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gerry


"Hoho... Bagaimana mungkin kau tidak tahu siapa kami? Hmm... Baiklah, akan saya beri tahu siapa kami sebenarnya." Seru Gerry


Seketika Gerry hanya mengibaskan jubahnya ke hadapan Ben dan para tentara disana dengan tujuan untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.


"Hah?! Mafia Phoenix Devil." Pekik mereka semua ketika membaca jubah hitam Gerry


"Mereka mafia baru yah?" Tanya Nicko kepada David dengan berbisik


"Sepertinya begitu." Balas David yang juga berbisik


"Tapi aku rasa mereka tidak seperti mafia yang lainnya." Ucap Sersan Tama sedikit pelan dan mendapat anggukan dari semua rekan tentaranya


"Mungkin kalian baru mendengar nama Phoenix Devil dalam dunia permafiaan bukan? Hmm... Apa kalian ingin tahu siapa Phoenix Devil itu?" Tanya Gerry sekedar basa basi


"Cepat katakan!! jangan bertele tele." Kecam Ben semakin tersulut emosi


"Woouu... Kau ternyata tidak suka basa basi yah. Oke, akan ku jelaskan sekarang." Ucap Gerry


"Apa kalian ingat dengan mafia Dracula Blood?" Tanya Gerry seketika mereka semua mulai berpikir keras


"Apa kalian..."


"Ya benar. Kami adalah mafia Dracula Blood yang sekarang menjadi Phoenix Devil, apa kau sudah mengerti, Tangan kanan Dragon Fire?" Seru Gerry memotong ucapan Ben


Dragon Fire? Jadi mereka mafia Dragon Fire. Kenapa bisa gabung samaThe Scorpion King? - Pikir para tentara


"Oh.. Jadi kalian adalah Dracula Blood. Euummm... Ku dengar, ketua kalian sudah tewas di tangan seorang gadis. Apa sekarang gadis itu ketua kalian? Benar benar lemah." Ucap Ben tersenyum sinis


"Kau belum melihat kemampuan ketua kami secara langsung. Jadi, jangan sembarangan menilai." Seru Gerry


"Kenapa? Itu benar kan? Ketua kalian hanyalah bocah ingusan, dan tentunya Lemah. Hahahaa...." Seru Ben menekankan kata tertentu kemudian tertawa jahat bersama dengan anggota mafianya


Dorr..


"Aggkkhh..."


Tanpa dapat di duga, Gerry yang sangat geram langsung menarik pelatuk pistolnya dan ternyata dapat melukai tangan Ben.


"Hmm... Anggap saja, itu adalah salam perkenalan dari Queen kami. Menarik bukan?" Seru Gerry tersenyum Devil


"Kurang aj*r kau. Kalian semua, habisi mereka." Titah Ben kepada seluruh anak buahnya dan mafioso The Scorpion King sembari memegang lengannya yang kini mengeluarkan darah segar

__ADS_1


"Siap Tuan. Khiyyaa..."


Bugh..


Bugh..


Dorr..


Tanpa ba bi bu lagi, mereka semua langsung menyerang Gerry dan anggotanya. Padahal jumlah mereka tidak sebanding dengan jumlah anggota Phoenix Devil, tapi sepertinya mereka tidak kenal takut sedikitpun.


"Apa kita bantu mereka?" Tanya Kopral Bima kepada rekannya


"Jangan. Kita belum tahu apa tujuan mereka sebenarnya, karna mereka juga mafia yang tentunya adalah penjahat." Balas David


"Hmm.. Aku mengerti." Timpal Nicko


*****


Di waktu yang sama, kini di kapal yang berada ditengah laut masih terlihat Sean yang sedang bertarung melawan mafioso TSK (The Scorpion King), sedangkan Robert hanya memperhatikannya saja. Berbagai teknik beladiri sudah di lakukan Sean untuk melumpuhkan musuhnya, namun para musuhnya itu sama sekali tidak kenal lelah dalam melakukan serangan. Tiba tiba saja..


Dorr..


"Agkhh.."


Tiba tiba saja ada seseorang yang menembak lengan kanan Sean yang padahal sedang fokus bertarung, siapa lagi dia jika bukan Robert tentunya, karena ia merasa kesal saat melihat Sean belum juga kalah. Hal itu pun langsung dimanfaatkan para mafioso untuk menyerang Sean secara membabi buta.


Bugh... Bugh...


Beberapa pukulan mengenai pipi kanan dan Kiri Sean.


Bugh... bugh... bugh...


Pukulan bertubi tubi mengenai perut Sean.


Bugh... Bugh...


Tendangan mafioso mengenai kaki kanan dan Kiri Sean, hingga membuatnya terduduk.


Bugh...


"Cukup." Seru Robert membuat para mafioso berhenti menyerang Sean yang saat ini sudah tidak berdaya, bahkan mulutnya mengeluarkan darah segar


Kemudian dua mafioso TSK langsung mengangkat Sean, lalu memeganginya dengan posisi Sean duduk berpacu pada kedua kakinya yang di tekuk.


"Bagaimana kapten? Sekarang terbukti kan, siapa pemenang sesungguhnya." Ucap Robert tersenyum smirk sembari berjongkok dihadapan Sean dan mengangkat dagu Sean dengan pistolnya


"Licik kau." Maki Sean


"Hahaa... Bukan licik, tapi cerdik kapten. Kau beruntung kapten, karna aku sedang tidak ingin mengotori tanganku sendiri untuk menghabisimu." Tawa Robert menunjuk keningnya sendiri dengan pistol tersebut kemudian diapun berdiri


"Jadi, bagaimana jika aku buang kau saja ke laut, pasti lebih seru bukan? Hahahaa...." Lanjutnya disertai tawa licik khasnya


"Ikat dia. Kita lempar dia ke laut." Titah Robert


"Siap King."


Tanpa menunggu lama lagi, beberapa mafioso TSK lansung mengikat tubuh Sean dengan kedua tangannya, lalu beralih mengikat kedua kaki Sean dan terakhir mengikat mulutnya dengan kain yang sudah disiapkan. Sean sendiri sudah berusaha memberontak, namun sayangnya tenaga dia sudah terkuras habis jadi saat ini dia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.


"Lempar dia." Titah Robert


Dua mafioso pun mengangkat tubuh Sean, lalu...


Byuurr...


"Hahahaa.... Itulah akibatnya jika kau berani melawanku. Akhirnya, satu benalu sudah berhasil ku singkirkan. Hahahaa...." Tawa jahat Robert saat melihat Sean sudah di tenggelemkan ke dalam lautan yang sangat luas.


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Tiba tiba saja, ada yang menghujani para mafioso TSK hingga membuat mereka tewas seketika, karena tembakan tersebut tepat mengenai jantung mereka.


"Hah?! Siapa yang melakukan ini?" Pekik Robert melihat sekelilingnya

__ADS_1


Seketika, ia dibuat sangat terkejut saat mendapati ada sebuah kapal yang cukup besar, dan empat buah jet ski. Mereka tak lain adalah Olive beserta para mafiosonnya. Di atas kapal ada Olive dkk, Cakra dan juga satu mafioso yang bertugas menjalankan kapalnya, sedangkan empat jet ski itu masing-masing satu orang yang salah satu tangannya memegang sebuah pistol dengan menodongkan ke depan.


"Siapa mereka?" Ucap Robert bertanya tanya saat melihat mereka dari arah kejauhan


"Berpencar sekarang dan serang mereka." Seru Olive memberi perintah


"Siap Queen."


Seketika kapal Olive dan ke empat jet ski itu menambah kecepatannya untuk menyerang mafioso TSK dari jarak dekat dan tentunya berpencar untuk mengepung mereka dari segala arah.


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Mereka semua saling melempar tembakan satu sama lain, para mafioso TSK menyerang dengan sesekali bersembunyi di dinding kapalnya, mafioso PD menyerang dengan terus menjalankan jet ski untuk mengitari kapal musuhnya, sedangkan kapal Olive hanya diam tak bergerak, tapi tetap Olive dkk dan Cakra menghujani mafioso TSK dengan peluru.


"Kalian bantu yang lain serang mereka dan sisakan satu untukku." Ucap Olive kepada teman di kapalnya


"Kau mau kemana?" Tanya Cakra masih terus menembaki musuhnya


"Aku harus menyelamatkannya." Balas Olive menatap lautan disana


"Kamu hati-hati." Ucap Via, tapi juga masih menembaki musuhnya


"Hmm..."


Byuurr..


Tanpa pikir panjang, Olive langsung terjun ke air lautan disana untuk menyelamatkan Sean. Di dalam air, dia melihat Sean yang sudah tak sadarkan diri dengan posisi terikat. Ia pun langsung berenang menghampirinya, lalu melepaskan semua ikatan Sean mulai dari mulut, tubuhnya kemudian kakinya.


Setelah itu, dia langsung menarik tangan Sean untuk berenang menuju permukaan air. Saat Olive menariknya, keadaan Sean kini setengah sadar dan dia melihat sekilas ada yang menyelamatkannya dengan menggunakan topeng mata dan tentunya adalah seorang gadis. Tapi setelah itu, dia kembali menutup matanya dan mulai tak sadarkan diri lagi.


"Angkat dia." Seru Olive saat sampai permukaan air, atau lebih tepatnya disamping kapalnya sendiri


Dengan segera, Cakra dan mafioso disana langsung membantu mengangkat Sean ke atas kapal, sedangkan Yuki dan Via membantu Olive naik.


Setelah naik, Olive langsung melakukan pertolongan pertama pada Sean dengan cara menekan nekan dada Sean agar air di dalam perutnya keluar. Sedangkan yang lainnya kembali menghujani mafioso TSK dengan tembakannya.


"Ayo... Kau pasti bisa." Ucap Olive terus menekan dada Sean


Uhukk.. uhuukk...


Tak butuh waktu lama, sean kini mulai sadar bahkan mulutnya sudah mengeluarkan air, hal itu tentu membuat Olive merasa lega, karena ternyata ia tidak terlambat untuk menyelamatnya.


"Si-siapa kau?" Tanya Sean berusaha untuk duduk dan menatap orang dihadapannya dengan penuh tanda tanya


"Aku Queen Phoenix. Euummm... Sebelumnya aku minta maaf." Ujar Olive tersenyum yang tak dapat di artikan


"Minta maaf?" Ucap Sean tak mangerti maksud ucapannya


Bugh


Tanpa disangka sangka, tiba tiba saja ada seseorang memukul tengkuk kepala Sean hingga membuatnya tak sadarkan diri kembali.


"Uuhhhh... Terlalu kasar." Ucap Olive


"Maaf, kelepasan." Balas orang itu tersenyum, dia tak lain adalah Cakra


"Baiklah. Sekarang, kita urus dia." Ucap Olive sembari berdiri duduknya dan menatap kapal yang di tumpangi mafioso TSK


"Bagaimana dengan dia?" Tanya Yuki melihat Sean yang pingsan


"Dia baik-baik saja. Dia hanya pingsan." Balas Olive datar


Olive melakukan itu dengan tujuan agar Sean tidak ikut campur dengan urusannya saat melawa mafioso TSK. Menurutnya, yang terpenting Sean sudah selamat dari bahaya tadi. Jadi, kini dia hanya membuatnya tak sadarkan diri untuk sementara waktu saja.


**Bersambung...


...---------------...


Bagaimana episode kali ini? Jangan lupa kasih komentarnya yaa...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2