Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Petunjuk teka teki


__ADS_3

Kini dihadapan Jendral Buana ada lima tentara AD yang berdiri dalam posisi siap sedia. Mereka adalah Kapten Sean, Letnan Nicko, Letnan David dan dua tentara lainnya dengan pangkat yang berbeda.


"Saat ini kita berada dalam masalah yang cukup besar. Salah satu rekan dari tahanan kita dengan nomor 305 atas nama Richard Antonio yang merupakan ketua dari mafia The Scorpion King mengirimi sebuah ancaman agar kita bisa membebaskannya." Jelas Jendral Buana dengan nada tegasnya dan membuat beberapa tentara disana saling pandang dengan tatapan penuh keterkejutan


"Mereka memberikan kita waktu kurang dari satu minggu untuk membebaskannya. Jika tidak, maka itu tidak menutup kemungkinan apabila nanti warga sipil yang akan terkena imbasnya dalam masalah ini." Lanjut Jendral


"Maaf Jendral menyela, Izinkan saya bertanya." Seru Sean yang mulai membuka suaranya


"Silahkan." Balas Jendral Buana singkat, padat dan jelas


"Ancaman yang mereka berikan dalam bentuk seperti apa?" Tanya Sean penasaran begitupun dengan yang lainnya


Bukannya menjawab, Jendral Buana malah mengambil sebuah kotak yang berada di meja belakang tempat ia berdiri, kemudian dia menyerahkannya pada Sean.


Dengan segera, Sean menerimanya dan langsung membukanya. Saat di buka, seketika raut wajah Sean berubah menjadi wajah penuh keterkejutan dan juga sedikit mengeryitkan keningnya bingung begitupun dengan keempat rekannya yang melihat isi dari kotak tersebut.


Rupanya isi dari kotak tersebut adalah sebuah surat singkat yang berisi ancaman dan juga terdapat sebuah sebuah gambar binatang, entah apa itu maksudnya.


Isi Surat :


H-5 sebelum kebebasan atau jatuhnya korban.


~The Scorpion King


"Ini...." Ucap Sean sembari menatap Jendral Buana dengan tatapan penuh tanda tanya


"Iya itu merupakan ancamannya. Salah satu anggota kita menemukan kotak ini tepat di depan kantor. Setelah di lihat dari cctv, ternyata dia memakai pakaian serba hitam dengan wajah yang tertutup rapat sampai ke rambutnya dan itu membuat dia sulit dikenali, apalagi dia tiba tiba saja menghilang tak meninggalkan jejak sedikitpun." Ujar Jendral Buana dengan wajah yang sangat serius


"Kita harus segera bertindak sebelum orang yang tidak bersalah menjadi korban. Mereka tidak pernah main main dalam ancamannya." Seru Jendral Buana


"Maaf Jendral, Tapi kita tidak mungkin membebaskannya begitu saja, itu sama saja kita membiarkan penjahat berkeliaran dengan bebas." Ujar David mengutarakan pendapatnya setelah meminta maaf terlebih dahulu kepada atasannya dan itu langsung mendapat anggukan setuju dari semua rekannya


"Itu benar. Jika dia bebas maka dia akan semakin gencar melakukan tindak kejahatan." Balas Jendral Buana dengan tegasnya

__ADS_1


"Coba lihat, disini ada gambar ikan Paus. Bukankah lambang mereka itu Kalajengking?dan itu juga merupakan nama dari mafianya. Tapi kenapa gambar yang mereka kirim adalah gambar yang lain?" Ucap Nicko terheran sembari memperlihatkan sebuah foto yang ia pegang kepada mereka semua


"Teka teki." Seru Sean tiba tiba. Padahal sedari tadi dia hanya diam menyimak, seketika mereka semua menatapnya dengan mengernyitkan keningnya bingung


"Ya, gambar ini merupakan petunjuk untuk sebuah jawaban teka teki. Mereka sepertinya ingin bermain dengan kita terlebih dahulu sebelum membebaskan rekannya atau mungkin juga mereka hanya berniat mengecoh kita dengan mengirimkan gambar ini." Seru Sean lagi mengungkapkan pendapatnya


"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Jendral Buana meminta pendapat Sean


"Menunggu. Saya rasa besok atau kapanpun itu, mereka akan kembali mengirimkan ancaman ini dan mungkin akan memberi petunjuk yang lainnya." Balas Sean datar


"Tapi kita tidak bisa menunggu terlalu lama, karena keselamatan rakyat berada di tangan kita." Seru Jendral Buana


"Saya mengerti Jendral. Saya dan anggota saya akan berusaha menyelesaikan masalah ini secepatnya." Balas Sean tanpa keraguan sedikitpun kemudian dia meletakkan kotak tersebut di atas meja Jendral Buana kembali


"Baiklah. Saya selaku Jendral di sini sudah mengambil keputusan." Seru Jendral Buana yang seketika Sean dan yang lainnya kembali keposisi siap sedia dengan berdiri tegap


"Kapten Sean, Letnan David, Letnan Nicko, Sersan Tama, dan Kopral Bima, Saya percayakan tugas ini kepada kalian." Tegas Jendral Buana sembari menatap Sean dan yang lainnya secara bergantian sesuai dengan urutan nama yang ia sebutkan tadi


"Siap Jendral." Balas mereka semua serempak dengan begitu tegasnya


"Siap Jendral. Kami akan kerahkan seluruh kemampuan kami untuk mengemban tugas ini." Seru Sean mewakili semua temannya


"Baik, itu saja yang kita bahas. Kalian bisa membubarkan diri sekarang." Ucap Jendral Buana mengakhiri rapat tersebut


"Semuanya Siap grak.... Hormat grak." Seru Sean memberi perintah kepada semua temannya, seketika mereka semua melakukan apa yang diperintahkan Sean dan Jendral Buana membalasnya dengan memberi hormat sejenak


"Tegak grak." Seru Sean lagi seketika mereka menurunkan tangannya untuk tidak lagi memberi hormat


"Bubar, jalan." Titah Sean yang membuat semua temannya membalikkan badannya dengan sigap kemudian segera pergi keluar dari ruangan tersebut


"Kapten Sean, kau mau kemana?" Tanya Jendral Buana tiba tiba ketika Sean hendak melangkahkan kakinya keluar ruangan


"Saya akan pergi keluar, Ada apa Jendral?" Tanya Sean mengeryitkan keningnya bingung sembari menatap Jendral Buana

__ADS_1


"Apa kamu lupa dengan hukuman kamu?" Balik tanya Jendral Buana yang seketika membuat Sean terdiam karena sepertinya ia tadi melupakan hukumannya


"Jadi apa hukuman yang harus saya jalani?" Tanya Sean


"Lari keliling lapangan sebanyak dua puluh kali." Balas Jendral Buana dengan nada tegasnya


"Hah?! D-dua puluh? Apa tidak boleh kurang?" Pekik Sean karena ia tahu jika lapangan disana sangatlah luas dan dia malah menawar agar hukumannya lebih ringan.


Dia berani menawarnya karena memang hubungan mereka cukup baik, bahkan mereka sesekali bercanda bersama jika tidak sedang dalam menjalankan sebuah misi.


"Tiga puluh kali." Seru Jendral Buana tanpa memperdulikan permintaan Sean


"Kok malah ditambah?" Ujar Sean semakin terkejut


"Lima puluh kali, jika masih protes maka...." Seru Jendral Buana lagi yang malah terus menambah hukuman bagi Sean dan itu sukses membuat Sean melotot tak percaya


"Iya oke, lima puluh kali. Jangan di tambah lagi." Seru Sean dengan cepat memotong ucapan Jendral Buana karena ia tidak mau jika hukumannya terus menerus ditambah


"Jalani hukumannya sekarang." Titah Jendral Buana tegas


"Siap Jendral." Balas Sean tegas, padahal dalam hatinya sangatlah lesu


Kemudian dia pun memberi hormat pada Jendral Buana, setelah itu dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut untuk menjalani hukumannya karena sudah terlambat datang ke rapat kali ini.


"Bertahun tahun menjadi tentara, baru kali ini aku kena hukuman. Huffftt... Mengesalkan sekali." Batin Sean sembari terus berjalan untuk menuju lapangan disana


Saat melangkahkan kakinya, ia juga terus menerus mendapat sapaan serta hormat dari teman sesama militernya, karena Sean merupakan kapten yang cukup di segani disana dan dia hanya membalasnya dengan menggerakkan tangannya, terkadang juga hanya dengan dengan anggukan kepala saja.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa kasih Like dan komentarnya yaa...

__ADS_1


Salam manis dari author**...


__ADS_2