Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Privasi


__ADS_3

Dalam perjalanan yang terjadi dalam mobil yang di tumpangi Olive dan Sean adalah... Hening.


Ya, keduanya sama-sama canggung untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu. Alhasil, mereka hanya fokus pada dunianya sendiri-sendiri. Olive yang fokus menyetir sedangkan Sean fokus menatap lurus kedepan dengan hanya melihat jalanan saja.


Karena merasa bosan dengan keadaan sekarang, Seanpun berniat untuk membuka suara tapi ia cukup ragu untuk mengatakannya.


"Jangan liatin aku terus, bagaimanapun juga aku tidak akan ***** melihatmu." Celetuk Olive tiba tiba ketika menyadari jika Sean sesekali meliriknya dari arah samping, dia mengatakan itu juga tanpa menoleh ke arahnya


Sean mendengar celotehan Olive tersebut langsung membulatkan mata sempurna.


"Hei... Harusnya aku yang mengatakan itu, aku yang laki laki disini." Sarkas Sean tak terima


"Apa bedanya?" Tukas Olive yang masih fokus menyetir


"Jelas beda. Biasanya yang mengatakan dirinya tidak ***** adalah laki laki, bukan perempuan seperti kau." Balas Sean sedikit kesal dan hanya di tanggapi Olive dengan memutar bola matanya malas


"Apa aku tanya sekarang aja? Tapi aku rasa dia itu sangat tertutup dengan pribadinya." Batin Sean


"Kau mau tanya apa?" Tanya Olive tiba tiba seakan dia bisa menebak batinan dari Sean


"Hah?!" Bingung Sean


"Ya, kau pasti punya banyak pertanyaan di otak kau. Aku beri kau kesempatan untuk bertanya padaku tapi harus tiga pertanyaan, tidak boleh lebih, kalo kurang itu lebih bagus." Seru Olive


"Tiga?"


"Hmm..."


"Baiklah, aku akan memberimu tiga pertanyaan dan kau harus menjawabnya dengan jujur tanpa menutupinya sedikitpun." Ucap Sean menyetujuinya


"Oke." Balas Olive tersenyum penuh arti


"Pertanyaan pertama, berapa usiamu?" Tanya Sean


"Yang pasti di bawah lima puluh." Balas Olive dengan entengnya membuat Sean membelalakkan matanya sempurna


"Hei... Itu bukan jawaban yang pasti." Sarkas Sean


"Kenapa? Aku sangat jujur menjawabnya."


"Ck... Dimana markasmu?"


"Di bawah langit di atas bumi." Balas Olive dengan watadosnya


"Kau ini..." Geram Sean, bahkan rasanya dia ingin mencabik cabik mulut Olive saat ini juga


"Why?" Tanya Olive menaikkan sebelah alisnya dan melirik Sean sejenak


"Kenapa kau selalu menjawabnya dengan bercanda, apa kau tidak bisa serius sedikitpun hah?!" Kesal Sean setengah mati


"Siapa bilang aku bercanda, aku sangat serius kok." Bantah Olive


"Sabar kapten, orang sabar makin tampan." Batin Sean menghela nafasnya pelan

__ADS_1


"Sekarang aku tanya, apa kau masih mempunyai orang tua?" Tanya Sean menatap Olive dengan sangat serius


"......." Tak terdengar jawaban dari Olive


"Kenapa diam? Jawab dong, aku sedang bertanya." Bingung Sean


"Kau bertanya?" Balik tanya Olive


"Menurut kau aku sedang apa Queen Phoenix?"


"Aku tidak akan menjawabnya."


"Kenapa?"


"Apa kau lupa perjanjian kita?" Tanya Olive melirik Sean sekilas


"Tidak, kau bilang aku di beri kesempatan untuk tiga kali bertanya. Dan ini pertanyaanku ketiga, bukankah kau harus menjawabnya." Seru Sean


"Ini bukan pertanyaan ketiga, kau bertanya lebih dari tiga."


"Hah?! Maksudnya?" Tanya Sean mengerutkan keningnya bingung


"Ck... Kau yang bertanya tapi kau yang lupa." Cetus Olive membuat Sean makin kebingungan


"Pertama kau bertanya tentang berapa usiaku, benarkan?" Tanya Olive


"Ya, terus?"


"Dan ketiga kau bertanya, kenapa aku menjawabnya dengan bercanda dan aku juga menjawab kalau aku sangat serius menjawabnya." Seru Olive


"Itu bukan pertanyaan dariku." Bantah Sean


"Ada apa denganmu kapten Sean, jelas-jelas kau bertanya karna kau menggunakan kata 'Kenapa', bukankah kata itu digunakan untuk bertanya." Lagi dan lagi Olive menjawab dengan tampang sangat ingin di tampol


"Haisshhh, Aku seperti sedang meladeni anak kecil yang belum sekolah." Gumam Sean menatap lurus kedepan


"Hei... Aku sekolah yah." Tukas Olive


"Benarkah? Lalu apa yang kau pelajari di sekolah? Kau bahkan tidak bisa membedakan mana yang bercanda dan mana yang serius." Seru Sean menatap Olive cukup kesal


"Aku bisa membedakannya, kau tidak perlu mengajariku." Sarkas Olive


"Siapa juga yang mau mengajarimu, kau bukan anakku apalagi kekasihku. Jadi aku tidak mungkin melakukannya." Balas Sean yang kini berhasil membuat Olive semakin geram karena menurutnya Sean itu terlalu ikut campur dengan privasinya


Ckiiittt


Tiba tiba saja Olive menghentikan mobilnya di tengah jalan yang tentunya sangat sepi, apalagi saat itu adalah malam hari.


"Kok berhenti?" Tanya Sean kebingungan


"Turun." Titah Olive singkat, padat dan jelas


"Hah?!" Pekik Sean

__ADS_1


"Aku tidak memberi tumpangan pada orang yang cerewet dengan selalu mengorek privasi orang." Seru Olive tanpa menatapnya


"Apa kau serius? Ini jalanan sepi, dan tujuanku juga masih jauh." Ujar Sean melihat sekelilingnya yang memang sangat sepi, bahkan tidak ada kendaraan yang berlalu lalang disana


"Menurut kau?!" Seru Olive menatap Sean dingin


"Ck... Kau pikir aku tidak bisa pulang sendiri hah?! Bilang aja kalau kau memang tidak ikhlas mengantarku pulang." Kesal Sean sembari melepas seabeltnya


"Memang." Balas Olive singkat


Tanpa menunggu lama lagi, Sean langsung membuka pintu mobil dan keluar dari sana. Setelah Sean keluar, Olive segera melajukan mobilnya meninggalkan Sean.


"Dia pms kali yah, masa gitu aja baperan banget. Tapi memang benar sih, aku terlalu kepo dengan privasinya. Huh... Aku gak bisa nahan rasa keingintahuanku. Pantas aja dia kesal." Gumam Sean pelan


"Hah... Ini dimana coba? Aku belum pernah melewati jalanan ini. Apa dia melewati jalan lain." Bingung Sean menatap sekeliling yang menurutnya sangat asing


"Terus aku pulangnya gimana? Mana aku gak tau tempat ini lagi. Haisshh... Dahlah, mending aku lari aja siapa tahu di depan sana ada jalan raya dan banyak pengendara yang lewat. Aku bisa meminta tolong sama mereka


Setelah berucap seperti itu, Sean pun berlari cukup cepat untuk pulang karena kalau jalan biasa mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Meskipun dia sendiri belum tahu tujuan dia akan kemana, tapi tetap saja dia gak akan menyerah begitu saja. Untung saja Sean seorang tentara, jadi kalau harus berlatri sejauh apapun itu pasti merupakan hal yang biasa.


Di mobil Olive


"Akhhh... Aku sangat tidak menyukainya, dia terus saja mengorek tetangku." Kesal Olive memukul setirnya


"Eh... Napa aku tinggalin dia sendirian coba? Kan jaraknya masih jauh." Lanjutnya sembari menghentikan mobil


"Kalo dia kenapa napa gimana? Akhh.. Biarlah, dia kan tentara pasti bisa jaga diri." Olive bingung sendiri, diapun berniat melajukan mobilnya kembali tapi hal itu ia urungkan


"Tapi kan aku melewati jalan lain, apa dia gak akan tersesat nantinya dan jalanan itu juga kekuasaan dari...." Ucap Olive sengaja menggantung sangkin terkejutnya.


"Haishhh... Nyusahin aja." Tukasnya kemudian Olive melajukan mobilnya dan berputar balik untuk kembali ke tempat dimana dia meninggalkan Sean


Di tempat Sean


Dia terus berlari tiada hentinya, bahkan sesekali dia mengelap keringatnya sendiri dengan lengan. Sean termasuk seseorang yang pekerja keras, itu sebabnya dia di angkat menjadi kapten tentara karena memang semangat juangnya yang sangat tinggi.


"Sama sekali di luar dugaanku jika aku akan berlari seperti ini, apalagi saat ini malam hari dan tentunya di jalanan sepi yang aku sendiri gak tau dimana. Masa berangkat naik motor, pulangnya lari maraton. Sungguh menyebalkan." Ucapnya mengeluh sembari terus berlari


*****


"Dia kemana coba? Perasaan aku ninggalin dia disini, tapi udah ngilang aja." Bingung Olive saat sudah sampai di tempat yang di tuju tapi tidak menemukan keberadaan Sean disana


"Apa jangan-jangan dia pergi terus di jalanan depan dia belok kanan, bukan kiri. Kalo kiri kan pasti ketemu sama aku." Ucapnya menerka nerka


"Akhhh... Aku harus susul dia sebelum dia bertemu dengan mereka, itu sangat berbahaya." Seru Olive kemudian dia langsung kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk segera menyusul kepergian Sean.


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa Like , Comment and Vote...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2