
Kini di masih di mansion keluarga Olive atau lebih tepatnya di ruang tamu. Terlihat Shifa dan Genta sedang duduk bersantai sembari berbincang ringan.
"Sayang, aku gak tega liat Olive berubah jadi dingin gini." Ujar Shifa sendu
"Sama. Aku juga kangen dengan Olive yang dulu sangat ceria." Balas Genta
"Menurutku akan lebih baik jika kita jangan paksa Olive buat pindah ke luar negeri, karna mungkin bagi Olive disini banyak kenangan indah bersama mommy dan Daddy. Jadi dia enggan untuk meninggalkan negara ini terutama mansion ini." Ucap Shifa berpendapat
"Kamu benar. Tapi, apa kamu tidak keberatan jika tinggal disini?" Tanya Genta menatap Shifa intens
"Kenapa harus keberatan? Lagian sekarang Olive tanggung jawab kita, jadi kita harus selalu berada di sampingnya." Balas Shifa dengan lembutnya
"Makasih yah, Kamu sangat pengertian dan peduli terhadap keluargaku. Aku gak salah pilih kamu sebagai istri, kamu memang istri yang terbaik." Ucap Genta tersenyum tulus sembari memegang tangan kanan Shifa dengan lembut
"Bagi aku, kamu juga suami yang terbaik." Balas Shifa tulus
"Olive..." Seru Shifa tiba tiba karena melihat Olive yang sedang berjalan menuju pintu mansion
Seketika Genta pun mengikuti arah pandang Shifa dan dia mendapati Olive yang kini memakai pakaian serba hitam, mulai dari kaos, jaket kulit, celana jeans dan juga sepatu. Rambut hitam pekat yang di biarkan tergerai dan dia juga memakai kacamata hitam kesayangannya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Shifa sembari berdiri dari duduknya begitupun dengan Genta untuk menghampiri Olive dan kini mereka berdiri tepat di belakang Olive dengan jarak sekitar tiga langkah
"Keluar." Balas Olive singkat, padat dan jelas. Namun dia tidak berbalik untuk menatap lawan bicaranya
"Apa kamu masih marah sama abang karna kejadian tadi? Maaf, abang tidak bermaksud memarahi kamu. Abang cuma ingin kamu tidak terlalu larut dalam kesedihan." Tanya Genta sendu yang hanya menatap punggung Olive
Olive mendengar penuturan Genta yang cukup sendu membuat dia sedikit merasa bersalah. Kemudian dia berbalik menatap kedua kakaknya sembari melepas kacamatanya.
"Enggak kok bang, kata siapa aku marah? Justru aku yang harusnya minta maaf karna sudah bersikap kasar sama bang Genta." Ucap Olive penuh rasa bersalah
"Dan aku juga minta maaf atas perubahan sikap aku yang kurang mengenakan bagi kalian." Lanjut Olive
"Kita bisa memakluminya. Tapi abang minta sama kamu, untuk menjadi Olive yang dulu lagi. Olive yang ceria, periang, suka bercanda, cerewet dan abang kangen ribut sama kamu lagi." Ucap Genta dengan senyum jailnya
"Iihhh... Abang mah, aku gak cerewet tau. Tapi.... Cantik." Kesal Olive tapi kemudian mengeluarkan senyuman termanisnya yang padahal senyuman itu hanyalah fake smile, ia sengaja melakukannya karena tidak ingin membuat semua orang terdekatnya bersedih atas perubahan sikapnya
"Gini dong, ini baru Olive yang kakak kenal." Seru Shifa tersenyum senang
"Abang seneng, akhirnya kamu bisa melewati masa sulit ini." Ucap Genta
"Iya bang. Ini semua berkat bang Genta sama kak Shifa yang selalu kasih semangat buat aku. Makasih yahh..." Ucap Olive tersenyum
"Jangan buat kami sedih lagi, oke." Seru Shifa
"Aku akan mengusahakannya." Balas Olive
"Kok begitu?" Tanya Genta terheran
"Ya karna aku gak bisa janji. Janji bisa di ingkari, jadi aku akan membuktikannya secara langsung." Ujar Olive membuat mereka berdua terharu, kemudian merekapun berpelukan dengan hati yang senang layaknya terlebubbies
"Maaf, kalau nantinya aku akan bikin kalian kecewa dengan keputusan yang aku ambil." Batin Olive sendu
"Eh... Terus sekarang kamu mau kemana?" Tanya Shifa tiba tiba sembari melepas pelukannya
"Aku mau jalan jalan sebentar. Bosen juga dimansion terus." Balas Olive dengan santainya
"Mau kakak temenin?" Tawar Shifa
"Gak usah kak. Lagian aku udah janjian sama Yuki dan Via." Tolak Olive memberikan alasannya
__ADS_1
"Hmm... Yaudah, aku pergi dulu, keburu siang." Lanjut Olive berpamitan
"Kamu hati hati." Ujar Genta lembut
"Iya bang Genta, kakak aku yang paling ganteng. Aku bukan anak kecil kali yang harus selalu di khawatirin." Balas Olive mendramatisir
"Iyalah paling ganteng, orang abang kamu cuma dia doang." Celetuk Shifa berniat menjaili suaminya
"Hehe... Bener juga kata kak Shifa." Timpal Olive cengengesan
"Tuh kan... Mulai lagi sekongkolnya." Gerutu Genta
"Harus dong, hehee..." Balas Olive dan Shifa berbarengan disertai cengiran kuda khasnya
"Udah ah, aku pergi dulu yah... Assalamu'alaikum..." Finish Olive sembari memakai kacamata hitamnya kembali
"Wa'alaikumsalam..." Balas Genta dan Shifa bersamaan
Kemudian Olive pun melangkahkan kakinya keluar mansion untuk menuju mobilnya yang terparkir dan setelah itu dia pun melajukannya untuk menuju suatu tempat yang menjadi tujuan utamnya.
Setelah kepergian Olive, Shifa dan Genta kembali bersantai di ruang tamu untuk mengisi waktu luangnya karena memang hari ini Genta sedang libur di kantornya. Selang beberapa menit kemudian, tiba tiba saja ada dua orang yang menghampiri mereka berdua.
"Hallo kak Shifa, bang Genta." Sapa salah satu gadis itu yang tak lain adalah Yuki, seketika Genta dan Shifa menatapnya dengan cukup terkejut
Ya, Mereka adalah Yuki dan Via. Mereka sudah kenal baik dengan keluarga Olive, jadi tidak heran jika mereka bisa keluar masuk mansion Olive dengan mudahnya dan tanpa harus memencet bel terlebih dahulu.
"Loh, kalian kok disini?" Tanya Shifa terheran setelah berada di hadapan mereka berdua
"Hah?! Emang kenapa kak? Kita kan tiap hari kesini." Balik tanya Via mengernyitkan keningnya bingung begitupun dengan Yuki
"Bukannya kalian ada janji sama Olive buat keluar bareng?" Ujar Genta yang juga kebingungan
"Sejak kapan Olive ngajak janjian?" Batin Yuki terheran
"Kapan janjiannya? Kok aku gak inget sama sekali." Batin Via
"Iya. Tadi Olive keluar, katanya mau jalan bareng sama kalian, tapi kenapa kalian malah disini?" Tanya Shifa yang masih belum mengerti dengan semua ini
"Oohh... Iya, kita lupa. Kita kan ada janji sama Olive, iyakan Vi?" Seru Yuki sembari menatap Via penuh arti
"Sejak kapan?" Tanya Via cengo yang membuat Yuki geram karena sahabatnya itu sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Yuki
"Ke-kemarin itu lohh, kan Olive ngajak kita jalan. Masa kamu lupa sih? Sekarang kamu ingatkan?" Balas Yuki sembari memberi isyarat tertentu pada Via dengan mengedipkan sebelah matanya
"Mata kamu kenapa? Cacingan?" Tanya Via dengan wajah polosnya
"Iihhh... Nih anak makannya apa coba? Bisa bisanya dia bilang aku cacingan. Tuhan, berikan hambamu kesabaran untuk menghadapinya." Batin Yuki semakin geram
"Ohhh, kamu lupa yah. Mending sekarang kita susul Olive, takutnya dia nungguin kita lama." Seru Yuki dengan senyum terpaksanya
"Tapi Yuk..."
"Udah, gak usah banyak mikir. Kita pergi sekarang. Kak Shifa, bang Genta... Kita pamit yah." Ujar Yuki dengan cepat memotong ucapan Via, karena menurutnya jika Via banyak tanya itu akan membuat Shifa dan Genta curiga
"Iya, kalian hati hati." Balas Shifa
"Iya." Balas Yuki
Tanpa menunggu lama lagi, Yuki langsung menarik tangan Via agar secepatnya keluar dari sana. Via yang ditarik tangannya hanya bisa pasrah, padahal dalam hatinya masih terus bergulat dengan pikirannya sendiri untuk mencerna apa maksud dari semuanya.
__ADS_1
"He eh... Mereka ada ada saja." Ucap Shifa terkekeh geli melihat tingkah mereka berdua, kemudian dia kembali duduk di sofa ruang tamu bersama dengan Genta
Kini Via dan Yuki sedang berada di dalam mobil Yuki yang tentunya di kemudikan Yuki. Mobil mereka terlihat melintasi jalanan kota yang cukup ramai.
"Iiihhh Via... Kenapa sih kamu dari tadi gak connect (Nyambung) banget." Kesal Yuki tiba tiba sembari fokus memperhatikan jalan
"Emang kenapa coba? Lagian kan kita emang gak ada janji sama Olive." Balas Via tanpa muka berdosanya
"Huufftt... Iya sih, kita emang gak ada janji sama Olive. Tapi kalau kita bilang itu sama bang Genta dan Kak Shifa, pasti mereka akan khawatir karna Olive udah bohong sama mereka dan juga dia pergi sendirian. Bagaimana jika Olive nekat? Dari kemarin kan dia ngurung diri terus." Jelas Yuki mengungkapkan alasannya kenapa dia berbohong
"Ohh... Kenapa gak bilang dari tadi. Kalo bilang kan, aku pasti bantu kamu berbohong." Ucap Via dengan entengnya
"Aduuhhh Via, Dari tadi aku udah kasih kode sama kamu, tapi kamunya aja yang gak connect." Geram Yuki menekankan kata katanya
"Hehee... Sorry..." Ucap Via menyengir kuda
"Euumm... Terus, kita cari Olive kemana?" Tanya Via tiba tiba
"Aku juga gak tahu. Coba kamu hubungi Olive, siapa tahu dia mau mengangkatnya." Titah Yuki yang langsung dilakukan Via
"Hallo... Yaaahh..." Ucap Via tiba tiba setelah menelponnya
"Kenapa? Olive gak papa kan? Dia baik baik aja kan? Kenapa telfonnya terputus?" Tanya Yuki bertubi tubi sembari fokus pada jalanannya
"Gak tahu." Balas Via singkat
"Kok gak tahu? Tadi Olive jawab telfonnya kan?" Tanya Yuki terheran karena tadi Via sudah sempat mengatakan 'Hallo', itu berarti kan telfonnya sudah tersambung, tapi kenapa Via mengatakan tidak tahu?
"Enggak."
"Hah?! Maksudnya?"
"Tadi yang jawab operator." Balas Via tanpa muka berdosanya
Ckiiiiittttt
Dug
"Aduuhh... Yuki, kalo ngerem tuh jangan mendadak. Jidat aku sakit tahu." Kesal Via sembari mengelus keningnya karena tiba tiba Yuki menginjak remnya secara mendadak dan itu membuat kening dia terbentur dashboard mobil
"Biarin. Biar otak kamu bener dikit. Ini lagi genting Via, tapi sempet sempetnya kamu bikin aku kesel." Tukas Yuki menatap Via tajam dan hanya di balas cengiran dari Via
"Eh... Kayaknya aku tahu deh, dimana Olive." Seru Via tiba tiba sembari mengangkat jati telunjuknya
"Serius kamu? Dimana? Awas aja kalau bohong." Tanya Yuki sedikit tak percaya
"Ini hanya tebakan saja sih. Kamu ingatkan waktu di pemakaman Olive ketemu sama mereka, dan waktu itu juga aku melihat sekilas kalau Olive nyembunyiin sesuatu di celananya, entah itu apa." Jelas Via
"Ya, Aku ingat. Aku juga melihatnya. Apalagi kecelakaan itu akibat dari ulah seseorang. Jadi itu tidak menutup kemungkinan jika Olive akan...." Ucap Yuki menggantungkan ucapannya sembari berpikir keras
"Haa?!!! Jangan-jangan Olive...." Pekik mereka berdua sembari menunjuk satu sama lain dengan tatapan penuh keterkejutan
Tanpa basa basi lagi, Yuki kembali melajukan mobilnya secepat mungkin untuk menuju tempat yang ia yakini itu adalah tempat Olive berada.
**Bersambung...
...----------------...
Bagaimana episode kali ini? Jangan lupa kasih Like dan Komentarnya yaaa...
__ADS_1
Salam manis dari author**...