
"Mr. X."Jawab Cakra dan Gerry secara bersamaan
"Mr X? Siapa dia?" Tanya Olive
"Entah, yang kita tahu hanyalah nama Mr X atau Master X. Selama bergabung dalam dunia bawah, dia ga pernah membongkar identitas aslinya. Bahkan dia ga pernah memunculkan dirinya saat menjalankan misi, dia lebih sering memerintahkan ketiga tangan kanannya itu untuk mengambil alih. Atau dengan kata lain dia adalah..."
"Ketua bayangan." Seru Olive menebak dengan memotong ucapan Gerry
"Hmm.. Ya. Dia ketua bayangan The Scorpion King." Timpal Gerry
"Mr X itu adalah anak angkat dari pendiri mafia The Scorpion King. Setelah ayahnya meninggal, dia yang mewarisi semuanya, termasuk juga menjadi ketua utama dari mafia tersebut." Jelas Cakra
"Kenapa yang meneruskan anak angkatnya? Kemana anak kandungnya?" Tanya Via
"Menikah saja dia tidak. Kerjaan dia hanya bermain dengan para wanita yang akhirnya wanita tersebut akan di bunuh setelah dia merasa puas." Balas Cakra
"Sadis." Kecam Via
"Bukan sadis lagi, tapi sangat sangat sangat terlalu sadis." Timpal Yuki mendramatisir
"Jadi kalian juga belum pernah melihat dia?" Tanya Olive
"Belum." Balas Gerry
"Kalian bertiga harus berhati hati. Mr X ini tidak bisa di anggap remeh, dia terkenal dengan kelicikan otaknya." Lanjutnya memperingati Olive dkk
"Ihhh... Ngeri juga yah." Cetus Via bergidik ngeri
"Tapi kayaknya dia belum tahu kalau kita itu mafia Phoenix Devil deh. Buktinya aja sampai sekarang, ga ada tuh yang berbuat macem-macem sama kita." Seru Yuki menerka nerka
"Sepertinya sih begitu. Tapi kalian juga harus berhati hati, aku takut jika dia mulai bertindak. Apalagi dia sudah kehilangan salah satu tangan kanannya." Ujar Cakra memasang raut wajah seriusnya
"Pasti bang." Balas Yuki dan Via bersamaan, sedangkan Olive bergulat dengan pikirannya sendiri
"Hmm... Apa mungkin dia suruhannya?" Ucap Olive pelan sembari mengingat orang misterius saat berada di cafe
"Kau bilang apa?" Tanya Cakra sedikit mendengar ucapan Olive meski samar
"Ah, Eng-enggak. Bukan apa-apa." Sarkas Olive
"Aku rasa dia sudah bertindak lebih dulu." Ucap Olive kini kembali memasang wajah seriusnya
"Aku rasa juga begitu." Timpal Gerry
"Untuk masalah ini kita kesampingkan dulu, tapi kita tetap harus waspada. Jangan sampai lengah, dan malah memberi mereka celah untuk melancarkan aksinya." Seru Olive
"Siap Queen." Balas mereka serempak
"Tujuan kita kesini sebenarnya juga karna ada sesuatu yang ingin ku sampaikan sama kalian semua." Ucap Olive menatap mereka berempat secara bergantian
"Apa?" Tanya Cakra mewakili yang lainnya
"Akhir pekan ini kita akan menyerang Black Diamond." Seru Olive tanpa keraguan sedikitpun
"Black Diamond? Mafia ke tiga?" Pekik Yuki
"Ya. Aku udah ada rencana, nanti tinggal kalian siapkan semuanya." Balas Olive menunjuk Cakra dan Gerry
"Kita akan menyiapkan semuanya dengan sempurna. Kamu tinggal terima beres saja." Ujar Gerry yang di angguki Cakra
"Jadi apa rencananya?" Tanya Via
"Rencananya gak jauh berbeda dengan yang kemarin. Hanya saja ini ditambahi bumbu-bumbu kecil agar terlihat lebih menarik." Ucap Olive tersenyum Devil membuat mereka yang disana meneguk salivanya susah payah
"O-Oke. Jadi rencanamu." Tanya Cakra sedikit terbata melihat seringaian iblis dari Olive
"Rencananya.... Bla.. bla.. bla..." Ujar Olive panjang kali lebar yang mungkin sama dengan luas dalam menjelaskan rencananya itu
"Apa kalian paham?" Tanya Olive setelah selesai menjelaskannya
__ADS_1
"Sangat paham." Balas mereka
"Nanti bang Cakra sama bang Gerry saja yang menjelaskannya pada mafioso." Pinta Olive
"Lah kamu?" Ucap Gerry terheran
"Hufftt.. Males." Balas Olive menghembuskan nafasnya kasar sembari menyenderkan tubuhnya di sofa tersebut
"Tumben banget. Biasanya juga masalah kek gini langsung semangat 45." Celetuk Via
"Tau tuh. Gak kayak biasanya." Timpal Yuki mengerecutkan bibirnya
"Hei, aku juga manusia biasa kali. Bisa merasakan lelah, pusing, capek, mager dan masih banyak lagi. Ini tuh tubuh manusia, bukan robot." Sarkas Olive mendramatisir
"Serah." Ketus Yuki dan Via serempak dan hanya di balas cengiran dari Olive, sedangkan Cakra dan Gerry hanya terkekeh saja melihat kelakuan mereka
Skip esok hari...
Brmm... Brmm... Brmm...
Tiga buah mobil Sport terlihat memasuki pagar halaman sekolahan yang sangat luas, siapa lagi pengemudinya jika bukan Olive dkk.
Mereka bertiga turun dari mobil dengan memasang wajah datar, namun masih terlihat senyuman tipis dari mereka bertiga. Kini mereka pun berkumpul menjadi satu dan tentunya Olive yang berada di tengah.
Olive melirik ke arah Yuki dan Via secara beegantian, setelah itu merekapun secara bersamaan memakai kacamata hitam dan mulai melangkahkan kakinya untuk menuju ke kelas dengan langkah yang sejajar. Hembusan angin membuat rambut mereka seperti berkibaran ke arah belakang, wajah dingin dengan sedikit senyuman di bibir, kepala tegak menatap luru ke depan. Sungguh sangat sempurna, dan tentunya akan membuat para kaum ada yang melihatnya meleleh seketika.
"Sumpah, ingin rasanya ku memiliki salah satu dari kalian."
"Cantik dan perfect."
"Nikmat mana lagi yang kau dustakan."
"Ikut abang ke KUA yuk."
Sekiranya begitulah celotehan para siswa saat melihat Olive dkk sedang berjalan melewati koridor sekolah. Sedangkan yang puji hanya bersikap acuh, seolah tidak terjadi apa apa.
"Waaahh... Siapa dia, Kereeeen banget" Seru salah satu siswi saat melihat ada sebuah mobil sport yang mememasuki pelataran sekolah
Seketika Olive dkk pun menghentikan langkahnya, dan mereka segera membalikkan badan untuk melihat apa yang terjadi karena hampir semua siswi disana berteriak histeris dan di tambah lagi suara mobil yang begitu bising. Tak di sangka, mereka malah mendapati sebuah mobil sport yang saat ini sedang melakukan freestyle di halaman sekolahnya.
Mereka bertiga hanya menatap datar mobil tersebut. Tak lama kemudian, mobil itu pun berhenti dan keluarlah seorang pemuda tampan dengan memakai seragam sekolah, kacamata hitam, menggendong tasnya di bahu sebelah dan jangan lupakan senyuman manis yang mengembang di bibir sexynya.
"Waahhh... Ganteng bingits."
"My Princeeee..."
"OMG!!! Dia murid baru kah? Ganteng sekali."
"Pasti dia pangeran dari kayangan yang datang untuk menjemputku."
"Wuuuuhhh... Ngimpi!!!" Teriak siswa menyoraki salah satu siswi disana
"Apa?! Sirik aja kalian." Ketus siswi tersebut
"Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya." Tanya Via pada kedua sahabatnya
"Kayaknya murid baru, Tapi...." Balas Yuki sengaja menggantungkan ucapannya
"Tapi apa?" Tanya Via
"Dia sangat tampan." Jawab Yuki yang ternyata terpesona dengan ketampanan pria itu
"Fiuhhh... Dasar genit." Ejek Via
"Biarin. Wleek.." Ketus Yuki menjulurkan lidahnya ke Via dan membuat Via memutar bola matanya malas. Sedangkan Olive masih terus memandangi cowok tersebut dengan tatapan datarnya.
"Ck... Sok Cool." Batin Olive
Cowok itu mengedarkan pandangannya, dan ia mendapati tiga gadis cantik yang sedang menatapnya di koridor sekolah. Seketika dia tersenyum dan mulai melangkah untuk mendekati ketiga gadis itu, Siapa lagi mereka jika bukan Olive dkk tentunya.
__ADS_1
"OMG!!! Dia kemari, deg degan banget aku." Ucap Yuki antusias sembari merapikan rambutnya
"Haiii...." Sapa cowok itu tersenyum manis saat sampai di hadapan mereka
"Haii juga." Balas Yuki dengan senyuman tak kalah manis, sedangkan Olive dan Via malah memasang wajah datarnya saja
"Aku murid baru disini, apa kalian bisa menunjukkan padaku dimana ruang kepsek?" Pinta sang cowok
"Bisa banget." Jawab Yuki sangat antusias
"Dari sini lurus, terus..." Belum sempat Yuki menjelaskannya, tiba tiba saja sudah di potomg oleh seseorang
"Belok kanan. Nanti paling ujung itu adalah ruang kepseknya." Potong Olive dengan cepat dan tersenyum penuh arti
"Kan...." Ucap Yuki sedikit mengernyitkan keningnya bingung
"Iya disana ruang kepseknya." Seru Via menimpali ucapan Olive, tanpa mempedulikan ekpresi terheran dari Yuki
"Oh, makasih yah. Aku pergi dulu, semoga kita bisa bertemu lagi." Ucap sang cowok tersenyum sangat manis
"Iya." Balas Yuki
Kemudian cowok itu pun pergi untuk menuju ruang kepala sekolahnya dan meninggalkan Olive dkk disana.
"Kalian tuh iseng banget tau gak?!" Cetus Yuki menatap kedua sahabatnya
"Anak baru, yaaa..." Ucap Via sengaja menggantungkan ucapannya
"Mangsa baru." Timpal Olive tersenyum penuh arti
Tos
Olive dan Via langsung ber-tos ria membuat Yuki memutar bola matanya malas.
"Serah kalian dah. Nanti kalo ketemu dia lagi, siap-siap kalian jadi rempeyek." Celetuk Yuki terkekeh
"Dia yang akan ku buat jadi perkedel." Balas Olive dengan santainya
"Hahahaa...." Kemudian mereka betiga sama sama tertawa dengan puasnya
*****
"Loh, ini kan toilet." Pekik seorang cowok saat berada disana
"Maaf, ruang kepseknya dimana? Kok ini malah toilet?" Tanya cowok itu pada salah satu siswi yang melintas disana
"Kamu murid baru ya?"
"Iya."
"Ruang kepsek itu, harusnya setelah kamu dari depan belok kiri, bukan belok kanan." Jawab sang siswi
"Hah?! M-makasih." Pekik sang cowok membuka rahangnya lebar-lebar, kemudian siswi tersebut segera pergi dari sana
"Sial, aku di kerjain." Kesalnya
"Hmm... Tapi menarik." Gumam cowok itu tersenyum penuh arti.
**Bersambung...
...----------------...
Hmm... Sambil nunggu Author update, mending kalian mampir ke karya author yang lain
~ VENUS IS FAKE NERD GIRL
Seorang artis yang rela menjadi nerd demi melancarkan aksi balas dendamnya. Apakah dia akan berhasil???
Salam manis dari author**...
__ADS_1