Queen Mafia And Handsome Army

Queen Mafia And Handsome Army
Bidadari atau Iblis???


__ADS_3

"Sepertinya aku salah menilai dia." Batin Sean


"Sudahlah, aku rasa kau sama sekali tidak tertarik dengan kisah hidupku. Haishh... Kenapa aku sangat naif? Dengan mudahnya aku menceritakan semua itu pada kau, Heeh... Benar-benar bod*h." Ucap Olive tersenyum miris


"Kau lupakan saja kesepekatan tadi, anggap saja aku tidak pernah mengatakan itu padamu. Dan aku tidak akan mengungkitnya lagi." Lanjut Olive kemudian dia berbalik untuk pergi dari sana


Saat Olive hendak melangkah, Tiba tiba saja...


"Aku setuju." Seru Sean


Deg


Seketika Olive tidak jadi melangkah dan semua yang ada disana menatap Sean dengan tatapan sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkannya.


"Hei... Apa kau serius? Ini bukan masalah kecil." Tanya David cukup terkejut


"Aku serius." Balas Sean singkat padat dan jelas


Seketika Olive pun berbalik untuk kembali menatap Sean dan para tentara disana.


"Aku sedang tidak mood mendengar leluconmu." Seru Olive sangat datar


"Ini bukanlah pertunjukkan lawakan di tv, aku tau bagaimana cara menempatkan posisi diriku dimana harus bercanda dan dimana harus serius." Balas Sean memasang wajah seriusnya


"Tapi, meski aku sudah menyetujuinya tetap saja keputusan semuanya ada di tangan pimpinan kami dan aku hanya akan mengikuti apa yang di perintahkan pimpinan kami." Lanjut Sean


"Aku mengerti, kalau begitu aku beri waktu kau untuk membicarakan ini dengan pimpinananmu." Ucap Olive


"Kita akan bertemu lagi esok lusa untuk mengatakan keputusan yang kau ambil. Masalah tempat dan waktunya akan ku beritahu nanti. Apa bisa?" Lanjut Olive


"Hmm... Bisa. Akan aku usahakan agar pimpinanku menyetujui permintaanmu." Balas Sean


"Makasih, aku percaya padamu." Ucap Olive mengeluarkan senyuman termanisnya


Senyuman manis Olive tentu dapat di lihat oleh semuanya, karena memang topeng dia hanya menutupi bagian mata sampai hidungnya saja.


"Dia tersenyum? Hmm... Sangat manis. Eh... Apaan sih, aku kan lagi mau pdkt sama Olive, kenapa malah ngelirik dia coba. Sadar Sean, sadar..." Batin Sean


"Apa aku tidak salah lihat? Dia tersenyum?" Pekik Nicko


"Keajaiban dunia." Timpal David


Sontak Olive langsung memudarkan senyumannya dan berubah menjadi wajah datar nan dinginnya kembali.


"Baiklah, sepertinya sudah tidak ada lagi yang kita bicarakan. Kalau begitu aku bersama rekanku akan pergi dari sini." Ucap Olive datar


"Tunggu, kau bilang akan memberi informasi tentang mafia, kenapa malah pergi?" Tanya David


"Sepertinya kau melupakan sesuatu, bukankah kalian belum resmi menyetujui kesepakatan ini? Jadi aku rasa aku tidak berhak memberikan informasi itu pada kalian karna pimpinan kalian sendiri belum tentu menyetujuinya bukan?" Balas Olive


"Apa aku bisa memegang ucapanmu?" Tanya Sean


"Aku tidak akan berjanji sama kalian, tapi akan ku buktikan. Kalian tenang saja, Aku tidak akan mengkhianati kalian, karna aku juga tidak suka pengkhianat." Balasnya


"Hmm... Baiklah, karna hari ini aku lagi baik, maka aku akan memberitahu kalian sesuatu." Lanjutnya


"Apa?"


"Apa kalian lihat mansion disana?" Tanya Olive menunjuk markas BD yang tak jauh dari tempatnya dengan dagunya


"Ya, tempat apa itu?" Tanya Sean

__ADS_1


"Itu adalah markas mafia Black Diamond." Jawab Olive


"Hah?!" Pekik para tentara


"Black Diamond?" Ucap Sean


"Ya, aku rasa kalian belum pernah mendengar tentang mafia itu. Apa tebakan ku benar?" Tanya Olive


"Benar, kami belum pernah mendengarnya." Balas David


"Ckck... Sebenarnya sangat mustahil jika kalian tidak mengenali mereka. Karna apa? Karna mereka sering menunjukkan dirinya pada kalian. Entah mereka yang terlalu pintar atau kalian yang... He eh..." Ucap Olive sengaja menggantungkan ucapannya dengan tersenyum sinis


"Apa maksudmu?" Tanya Sean


"Begini, mungkin ini memang tugas polisi, tapi aku rasa kalian pernah mendengar atau mungkin membantu menyelesaikannya. Sekarang aku tanya, kalian semua tahukan tentang kasus perampokan bank, toko emas, hacker, pembegalan, bahkan kasus korupsi sekalipun tapi semua itu tidak di ketahui pelakunya." Tanya Olive


"Dan setiap kejadian itu selalu ada petunjuk gambar berlian yang di tengahnya bertuliskan BD, benar?" Lanjutnya memastikan


"Iya, aku mengingatnya. Apa itu karna..."


"Yap, itu semua adalah ulah mafia Black Diamond. Mereka sangat cerdik bukan?" Seru Olive memotong ucapan Sean


"Kenapa aku ga pernah kepikiran kalo pelakunya adalah mafia. Aku pikir hanya penjahat biasa." Lirih Nicko


"Itu karna kalian terlalu sibuk dengan satu mafia saja, yaitu The Scorpion King. Sampai-sampai kalian tidak menyadari jika sebenarnya banyak mafia yang berkeliaran di luaran sana dan mungkin lebih berbahaya dari yang kalian incar." Cetus Olive


"Bagaimana kau bisa mengetahui semua ini?" Tanya Sean


"Aku tau dari mana itu tidak penting, yang jelas semua yang aku ucapkan tadi adalah kebenarannya. Jika kau ingin bukti, akan ku berikan." Balas Olive


Olive mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya, ternyata itu adalah sebuah flashdisk. Dengan segera, dia melemparkannya pada Sean dan Sean langsung menangkapnya.


"Kenapa kau memberikannya pada kami?" Tanya Sean


"Tidak ada untungnya bagiku untuk menyimpan semua itu. Lagian aku sudah tidak punya urusan dengan Black Diamond."


"Kenapa?"


"Karna aku sudah menuntaskannya." Balas Olive santai kek di pantai


"Ha!!!!" Pekik tentara membuka mulutnya lebar-lebar karena tau apa maksud dari ucapan Olive


"K-kau... M-menghabisi mereka semua? K-Kapan?" Tanya Nicko terbata


"Baru aja tadi." Bukan Olive yang menjawab, melainkan Via dengan tampang tak berdosanya


"Jadi kalian baru saja menyerang Black Diamond?" Tanya Sean untuk memastikannya kembali


"Hmm." Balas Olive dengan deheman di sertai senyuman smirk begitupun semua temannya


Hal itu sungguh membuat semua tentara semakin terkejut bukan main. Bahkan mereka sepertinya susah meneguk salivanya sendiri.


"Wujudnya seperti bidadari, jiwanya bagaikan iblis."


"Mereka lebih berbahaya dari mafia lainnya."


"Senyumannya begitu indah, tapi seringaiannya sangat mematikan."


"Mau bilang mereka baik, tapi sifatnya kek gitu. Mau di bilang jahat, tapi sepertinya baik."


"Dihadapanku ini bidadari atau jelmaan iblis?"

__ADS_1


Bagitulah sekiranya batinan para tentara berpendapat tentang mafia Phoenix Devil yang saat ini berada di hadapannya.


"Aku sangat lelah, jadi aku dan temanku akan pulang sekarang juga. Dan kalian para tentara, apa aku boleh minta sesuatu?" Tanya Olive menatap semua tentara di hadapannya


"Apa?" Tanya Sean


"Tolong bereskan semua mayat di markas itu, mafiosoku belum sempat membereskannya." Pinta Olive dengan entengnya


"Hei... Apa kau gila yah?" Pekik David


"Tidak, aku masih waras kok." Cetus Olive


"Tadinya aku ingin meledakkan markas itu beserta semua mayatnya, tapi karna aku sedang berbaik hati. Jadi aku ingin agar mereka mendapatkan tempat yang layak di peristirahatan terakhirnya." Ucap Olive


"Sungguh mulia sekali hatimu Queen." Celetuk Gerry membuat para tentara melongo


"Terimakasih pujiannya, aku sangat tersanjung." Balas Olive dengan senyum merekah sedangkan temannya hanya menggelengkan kepalanya saja


"Dia benar-benar gila." Pikir para tentara menatap Olive tak percaya


"Kalian tenang saja, mayatnya tidak banyak kok. Paling sekitar... Berapa?" Tanya Olive melirik Cakra


"Delapan ratus mayat Queen." Jawab Cakra santai


"APA??!!!" Pekik para tentara


"Sedikit banget kan?" Cetus Olive menatap para tentara lagi yang sepertinya tidak bisa menutup mulutnya lagi sangkin terkejutnya dengan semua ucapan Olive


"Delapan ratus mayat kau bilang sedikit? Apa kau sudah tidak waras?" Pekik Sean


"Hei... Sudah ku katakan, kalau aku itu waras, bahkan sangat waras." Balas Olive


"Tap-..." Belum sempat Sean menyelesaikan ucapannya tapi sudah di sela oleh seseorang


"Dah lah, aku sangat capek dan aku ingin istirahat." Seru Olive


"Hei Kapten, sampai jumpa esok lusa, aku tunggu jawaban yang membuatku senang. Bye..." Lanjutnya tersenyum penuh arti


Dengan gerak cepat, Cakra dan Gerry langsung melemparkan bom asap pada para tentara hingga membuat mereka kesulitan untuk melihat.


Uhuk... uhuk.. uhuk...


"Selalu saja begini Uhuk..." Gerutu salah satu tentara berusaha menetralkan penglihatannya


"Mereka sudah menghilang rupanya." Ucap David


"Sekarang kita ke markas itu dan bereskan semuanya." Titah Sean


"Baik kapten." Balas temannya meski sedikit keberatan


"Huffttt... Yang bikin kacau siapa, yang membereskan siapa." Gerutu Nicko menghembuskan nafasnya kasar


"Heh... Queen Phoenix, rupanya kau sangat unik." Batin Sean


**Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa LIKE, COMMENT dan VOTE yaaa...


Salam manis dari author**...

__ADS_1


__ADS_2