
"Astaghfirullah, Kalian ngapain?!" Pekik seseorang tiba tiba
Belum sampai disitu saja, ternyata ada seseorang lagi yang datang kesana dan posisi mereka berdua masih tetap sama.
"Kau kenap-... Astaghfirullah hal adzim, ya Allah... Mataku sudah ternodai." Seru orang itu mendramatisir sembari menutup matanya sejenak dengan kedua tangannya sendiri
Mereka tak lain adalah David dan Nicko yang baru saja pulang dari sekolah, mereka juga masih dalam penampilan penyamarannya. Saat masuk, mereka berdua sungguh di buat terkejut bukan main saat melihat Sean dan Olive seperti sedang bermesraan.
"Ki-kita gak ngapa-ngapain, jangan salah paham." Seru Olive gugup sembari berdiri begitupun dengan Sean
"Gak usah lebay gitu. Tadi tuh gak sengaja jatuh." Ketus Sean
"Beneran kalian gak macem-macem?" Tanya David menatap Sean dan Olive penuh selidik
"Enggak lah, aku masih waras kali." Balas Sean
"Sa-saya pamit pergi dulu." Pamit Olive tiba tiba karena tak ingin terus di interogasi
"Kamu mau kemana?" Tanya Sean saat Olive sudah membalikkan badannya dan berniat untuk melangkah
"Keluar." Jawab Olive singkat tanpa menatap lawan bicaranya
"Pintu keluarnya sebelah sana." Seru Sean sembari menunjuk ke arah lain yang berada di belakang Olive
Hal itu tentu membuat Olive langsung membalikkan badannya untuk melihat arah yang ditunjuk Sean. Sontak, Olive membuka rahangnya lebar-lebar dan tentunya merasa sangat malu karena telah lupa dimana pintu keluarnya.
"Kirain pintunya udah pindah." Ucap Olive sangat ngawur, mungkin karna gugup kali yah
"Pfftt... Masa pintu bisa pindah sendiri, emang pintunya berhantu apa?!" Cetus David berusaha menahan tawanya begitupun dengan Nicko
"Kok salting gitu?" Ucap Nicko berniat menggoda dan langsung mendapat tatapan tajam dari Sean, tapi yang di tatap malah memasang tampang tak berdosanya
"Kalo gitu, saya pamit pulang dulu. Assalamu'alaikum." Pamit Olive langsung berjalan melewati Sean dkk untuk menuju pintu keluarnya dan tentunya terus berusaha menahan malu
"Wa'alaikumsalam." Balas mereka bertiga
"Hati-hati, entar lupa lagi jalan pulangnya." Seru Nicko sedikit berteriak saat Olive hendak melewati pintu
Olive yang mendengar tidak menghiraukannya, malahan dia langsung berlari menuju mobilnya.
"Aduhh... Ini akan jadi yang pertama dan terakhir kalinya aku main kesini. Sumpah, malu banget aku, mau taro dimana coba muka aku." Batin Olive, kemudian ia pun langsung menancap gas mobilnya agar segera menjauh dari sana.
"Pfffttt... Hahahaa... Sumpah, tadi mukanya lucu banget." Tawa David seketika pecah setelah kepergian Olive
"Kalian ini suka banget ngusilin orang. Kasihan tau, dia pasti sangat malu." Cetus Sean sembari duduk lagi begitupun dengan kedua sahabatnya
"Kenapa dia ada disini?" Tanya Nicko
"Dia tadi mau besuk aku aja, gak lebih." Balas Sean santai sembari memakan potongan buah yang sudah di siapkan Olive sedari tadi
"Tapi beneran deh, tadi muka dia tuh sangat lucu saat menahan malu, padahal tadi siang habis ngamuk dan labrak tiga siswi sekaligus." Ujar David sembari mengangkat tiga jarinya
"Dia habis labrak orang? Kenapa?" Pekik Sean
"Gara-gara kamu." Balas David dengan santainya sembari memakan buah disana
"Gara-gara aku? Aku aja gak tahu apa-apa, masa iya karna aku." Tukas Sean
"Jadi gini, tadi pas istirahat ada beberapa siswi lagi ngomongin kamu yang jelek-jelek. Nah, kebetulan Olive mendengarnya dan tanpa di duga ternyata dia langsung melabrak mereka. Malah dia sampe nggebrak meja disana hanya untuk membela kamu." Ujar David menjelaskan
__ADS_1
"Kok aku gak tahu?" Tanya Nicko
"Kamu kan lagi jaga gerbang, lagian ini tuh di kantin paling belakang, jadi gak mungkin kamu melihatnya." Balas David
"Sampai segitunya Olive belain aku? Hmm... Makin kagum aku sama kamu." Batin Sean tersenyum senang
"Kenapa kamu senyum-senyum? Masih waras kan?" Tanya David membuyarkan lamunan Sean
"Hah?! Eng-enggak. Siapa juga yang senyum." Elak Sean
"Situlah, siapa lagi? Hantu gitu?" Cetus Nicko
"Udah ah, aku mau ke kamar dulu." Ucap Sean langsung berjalan menuju kamarnya, meninggalkan kedua sahabatnya disana
"Hei, menurut kamu Sean suka sama Olive gak?" Tanya Nicko kepada David dengan sedikit berbisik
"Kayaknya sih gitu." Balas David yang juga berbisik
"Ya syukurlah, berarti dia gak homo hihii..." Cetus Nicko dengan tawa kecilnya
"Hei... Aku masih denger yah, enak aja bilang aku homo." Teriak Sean tiba tiba, padahal jarak mereka cukup jauh tapi sepertinya Sean mempunyai pendengaran yang tajam
"Eh, masih denger yah. Nanti kalo ghibah kamu lagi, aku pelanin deh suaranya." Seru Nicko sedikit berteriak
"Nah itu boleh. Yang penting jangan sampe aku denger." Balas Sean dengan santainya kemudian diapun masuk ke dalam kamarnya
"Oke siap." Tukas David sedikit terkekeh
Skip esok hari...
Kini terlihat Olive sendirian sedang melangkahkan kakinya melewati koridor sekolahan.
"Liv, kok berangkat duluan sih? Kenapa gak nunggu kita?" Cetus seseorang yang tiba tiba menyejajari langkah Olive, dia adalah Yuki dan tentunya bersama dengan Via
"Au ah, aku masih bete sama kalian." Tukas Olive
"Bete? Bete kenapa? Emang kita buat kesalahan apa?" Tanya Yuki yang tak mengerti maksud Olive, seketika Olive pun menghentikan langkahnya lalu dia menatap kedua sahabatnya dengan tatapan yang tak dapat di artikan
"Huh... Gara-gara kalian gak jadi nemenin aku jenguk kak Santoso, aku jadi harus kesana sendirian tau." Jelas Olive
"Ya kalo soal itu sorry, kemarin kita lagi males keluar aja." Ujar Via yang diangguki Yuki
"Apa kalian tahu? Kemarin tuh ada kejadian yang buat aku malu setengah mati." Kesal Olive ketika mengingat kejadian kemarin
"Malu kenapa?" Tanya Yuki
"Ya ada kejadian tak terduga dan pokoknya aku bener-bener sangat malu, bahkan rasanya muka aku hilang saat itu juga." Balas Olive
"Tapi muka kamu gak hilang kok Liv, buktinya sekarang masih ada." Cetus Via dengan tampang polosnya
"Viiiaaaaa..." Geram Olive menekankan ucapannya sembari mengepalkan kedua tangannya di hadapan wajahnya sendiri
"Tenang Liv, tenang. Biar aku wakilkan." Seru Yuki dan langsung mendapat anggukan dari Olive, kemudian...
Pletak
"Aawwss... Kebiasaan banget sih jitak kepala aku." Kesal Via menatap Yuki yang baru saja menjitak kepalanya
"Biar agak beneran dikit." Balas Yuki sedikit ketus
__ADS_1
"Udah ah, aku mau ke kelas." Seru Olive kemudian berbalik untuk melanjutkan langkahnya menuju kelas, begitupun dengan kedua sahabatnya
Saat baru beberapa langkah, tiba tiba saja Olive berhenti karena melihat Sean yang baru saja berbelok dari tikungan yang tak jauh dari Olive dkk.
"Kak Santoso." Pekik Olive dalam hatinya.
"Olive." Batin Sean yang juga berhenti melangkah saat jaraknya sekitar lima langkah dari Olive
"Kenapa berhenti?" Tanya Via terheran
"A-aku mau ke toilet dulu. Kalian ke kelas aja." Balas Olive langsung berbalik dan melangkah menjauh dari sana
"Liv, Toilet kan sebelah sana. Kenapa kamu kesitu?" Seru Via menunjuk arah yang berlawanan dengan langkah Olive, tapi itu tak di hiraukannya karena Olive malah terus melangkah
"Tuh anak lupa atau gimana sih?" Ucap Via lagi
Melihat Olive yang menjauh, Sean pun berniat untuk menyusulnya dengan melangkah secepat mungkin dan tentunya melewati Yuki dan Via yang masih mematung disana. Ingin sekali Sean berteriak memanggil Olive, tapi itu tidak bisa ia lakukan karena ini adalah sekolahan dan disana cukup ramai siswanya.
"Kenapa aku rasa Olive menghindar dari kak Santoso yah." Ujar Yuki berpendapat
"Aku juga merasa begitu, tapi kenapa?" Balas Via
"Apa ada hubungannya dengan kejadian kemarin yang kata Olive sangat memalukan?" Seru Yuki
"Aku jadi bingung sendiri." Ucap Via mengernyitkan keningnya bingung
"Dahlah, gak usah pikirin. Mungkin emang Olive mau ke toilet yang paling belakang, kan disana juga ada toilet." Cetus Yuki yang tak ingin ambil pusing
"Bener juga, tapi kan jauh kali."
"Sekalian olahraga pagi mungkin."
"Tapi kan hari ini gak ada pelajaran olahraga Yuk. Kenapa harus olahraga coba?" Cetus Via cengo
"Hhhhh... Au ah..." Kesal Yuki yang langsung melangkahkan kakinya pergi dari sana
"Pada kenapa sih? Emang aku salah ngomong apa?!" Ucap Via
"Yuk, tungguin dong." Lanjutnya sedikit berteriak kemudian segera menyusul Yuki
*****
Di tempat lain, Olive masih terus berjalan dengan langkah cepat agar Sean tidak dapat mengejarnya.
"Olive.." Panggil Sean karena disana cukup sepi jadi tidak masalah jika memanggilnya, tapi rupanya hal itu tak di hiraukan Olive karena ia terus berjalan
"Aduhhh... Aku masih malu banget dengan kejadian kemarin, aku gak mungkin menemuinya sekarang. Aku belum siap." Batin Olive
Brukk
"Awwss...." Rintih Olive yang terjatuh di lantai saat tiba tiba menabrak seseorang. Sontak, Sean pun berhenti melangkah dan dia hanya melihat semua itu dari jarak yang cukup jauh.
Seketika Olive mendongakkan kepalanya untuk menatap orang yang baru saja di tabraknya. Ia pun mendapati, seorang laki-laki paruh baya dengan rambut di ikat karena rambutnya cukup gondrong, memakai kacamata minus, sorot matanya sangat tajam nan dingin, badan yang cukup tegap, Memancarkan aura yang sangat kuat dan kedua tangannya mengikat di bagian belakang badannya. Siapakah dia?"
**Bersambung...
...----------------...
Ada yang tahu gak siapa dia? Pasti sudah bisa menebaknya bukan?
__ADS_1
Coba tuliskan komentar kalian dan jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam manis dari author**...